NovelToon NovelToon
Satu Jiwa Jutaan Bayangan: Penaklukan Rahasia Sang Ahli Taktik

Satu Jiwa Jutaan Bayangan: Penaklukan Rahasia Sang Ahli Taktik

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat
Popularitas:631
Nilai: 5
Nama Author: Omni Tales

"Di dunia kultivasi, kamu menjadi pecatur, atau berakhir sebagai bidak."

Mati akibat overwork di perusahaan gelap, Lian terlahir kembali sebagai pemetik batu spiritual kelas bawah. Di dunia baru yang dikuasai sekte-sekte pemeras, Lian bersumpah tidak akan pernah lagi diperalat.

Sumpah itu membangkitkan Sistem Sovereign Duplication—kekuatan menciptakan pasukan klon tak terbatas! Uniknya, setiap klon memiliki identitas dan bakat dewa yang berbeda. Lebih gila lagi, Lian mampu menyerap seluruh kekuatan klonnya sekaligus.

Di saat benua bergolak, faksi-faksi raksasa tak menyadari satu hal:

Jenius nomor satu Sekte Api Ilahi...

Komandan perang Kekaisaran Jiulong...

Raja informasi dari Paviliun Bayangan...

Semuanya adalah klon milik Lian!

Tanpa pernah tampil di garis depan, Lian memanipulasi para pahlawan dan menjatuhkan sekte tirani dari kegelapan. Satu jiwa mengendalikan jutaan bayangan—menaklukkan benua dari balik layar!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Omni Tales, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dominasi di Lorong Kematian

[Sovereign Duplication: Sinkronisasi Tiga Vektor Utama]

[Perhatian: Jalur Navigasi Lorong Kematian Situs Kuno Bintang 3 Telah Terbuka]

Lorong bawah tanah Situs Peninggalan Suci menyambut para penyusup dengan gelombang udara beracun yang pekat dan bau amis menyengat.

Dinding batu hitam di sepanjang koridor memancarkan kilatan merah samar, basah oleh tetesan cairan misterius yang terus menetes.

Ratusan prajurit Kerajaan Jiulong melangkah masuk dengan kedisiplinan tinggi, membentuk barisan benteng perisai baja yang saling mengunci rapat.

"A-Anu... Komandan Canglong, suara apa yang menggemuruh dari kegelapan di depan sana?" tanya seorang perwira muda dengan lutut bergetar.

"Tahan posisimu! Itu hanya lolongan binatang penjaga purba yang kelaparan setelah tertidur ribuan tahun," jawab Canglong dingin tanpa mengubah ekspresi wajahnya.

GROAR!

Sesosok monster batu berkepala serigala melompat keluar dari celah dinding lorong dengan kecepatan tinggi, mengincar leher sang perwira.

Cakar tajam monster itu menghantam perisai terdepan pasukan kerajaan hingga menghasilkan percikan api yang menyilaukan mata di dalam lorong sempit.

"Benteng Tak Tembus! Tahan posisi kalian dan jangan biarkan satu ekor pun melangkah mundur!" bentak Canglong dengan vokal tegas menggelegar.

Canglong menghentakkan kakinya ke lantai batu, melepaskan gelombang tekanan Fisik Asura Tak Terkalahkan secara meledak-ledak ke udara.

Pukulan tangan kosong miliknya menghantam langsung dada monster batu hingga hancur berkeping-keping menjadi debu dalam satu kali benturan.

"A-Anu... Luar biasa! Komandan Canglong meremukkan monster purba itu hanya dengan satu pukulan tangan kosong!" jerit para prajurit terkagum-kagum.

"Jangan mengendurkan pertahanan! Jalur ini masih panjang dan penuh ancaman!" tegas Canglong memberi instruksi militer tanpa jeda.

'Kekuatan fisik ini memang sangat efektif untuk membersihkan rintangan bodoh di koridor sempit seperti ini,' batin Canglong tenang di balik zirahnya.

Di jalur paralel sebelah kiri, suasana koridor mendadak berubah menjadi neraka api yang membakar oksigen hingga habis.

Puluhan laba-laba bayangan raksasa bermata enam merayap turun dari langit-langit gua dengan niat membunuh yang sangat pekat.

"P-Pangeran Api Ilahi! Laba-laba beracun itu mengepung posisi kita dari segala arah! Kita terjebak!" teriak seorang murid sekte dengan napas memburu.

Zhuque mendengus rendah, menyilangkan tangannya di dada dengan ekspresi keangkuhan tanpa tanding yang memancar kuat.

"Di hadapan Api Kuno milikku, makhluk-makhluk kotor itu bahkan tidak layak menjadi abu di jalanan," cibir Zhuque sangat tajam.

Zhuque meniupkan napas tipis, memuntahkan gelombang Gejolak Sakral berwarna keemasan yang langsung melahap seluruh gerombolan laba-laba raksasa.

Jeritan melengking bergema sesaat di seluruh dinding koridor sebelum puluhan laba-laba bayangan itu lenyap menguap tanpa menyisakan jejak.

"Ta-Tapi bagaimana bisa api itu membakar materi beracun tanpa menyengat kulit kita sedikit pun?!" tanya murid sekte dengan mata terbelalak.

"Keheningan adalah jawaban terbaik untuk pertanyaan bodoh dari praktisi yang lemah," balas Zhuque membuang muka dingin.

'Kualitas pembakaran Api Kuno ini semakin meningkat setelah menyerap energi inti dari lorong purba,' batin Zhuque merasa puas.

Para praktisi bebas dari sekte-sekte kecil yang mengekor di belakang menelan ludah mereka mentah-mentah melihat dominasi mutlak itu.

"Ta-Tapi bagaimana mungkin kekuatan dua jenius muda itu begitu mengerikan di tempat sempit seperti ini?!" bisik tetua sekte tetangga ketakutan.

"Kita hanya bidak malang yang berjalan di atas papan catur kosmik milik orang-orang monster itu," jawab rekannya pasrah sambil melangkah ragu.

Di tengah kebingungan faksi-faksi luar, Klon #03 Baihu menyusup sunyi melalui celah ventilasi rahasia di atas dinding batu.

Baihu tersenyum tipis di balik topeng peraknya, menebar serbuk pelacak khusus untuk memandu arah pergerakan tubuh utama Lian.

"Setiap bahaya adalah peluang bisnis, dan setiap kepanikan adalah mata uang yang paling berharga," gertak Baihu berbisik pelan pada dirinya sendiri.

'Biar para anjing bodoh itu saling mencabik di depan, sementara jalur utama tetap bersih untuk tuanku,' batin Baihu menyeringai penuh manipulasi.

Jalur utama koridor kini berantakan oleh puing-puing kerangka monster purba dan genangan darah segar para praktisi yang kurang beruntung.

Canglong dan Zhuque secara sengaja mempertemukan pasukan mereka di persimpangan aula tengah situs peninggalan tersebut sesuai rencana awal.

"Zhuque! Jangan berani-berani mengambil artefak di sisi timur! Wilayah itu sudah menjadi hak mutlak Kerajaan Jiulong!" geram Canglong mengangkat pedangnya.

"Di dunia kultivasi ini, dominasi absolut hanya milik mereka yang memegang kekuatan terkuat, bukan milik prajurit kaku sepertimu!" balas Zhuque meremehkan.

Suara benturan senjata dan pancaran gelombang elemen sengaja mereka ciptakan secara berlebihan untuk mengecoh mata-mata faksi lain di sekitar mereka.

"A-Anu... Pangeran Zhuque dan Komandan Canglong akan segera saling bunuh di sini! Pertempuran raksasa akan meletus!" jerit seorang praktisi liar histeris.

"Mundur! Cari jalan lain sebelum kita ikut terbakar dalam pertarungan dua monster itu!" sahut praktisi lain lari kocar-kacir.

Sandiwara pertarungan tingkat tinggi itu sukses membuat seluruh faksi bersaing melarikan diri ke arah koridor jebakan samping yang penuh bahaya.

"Ta-Tapi apakah kita tidak sebaiknya membantu Komandan Canglong?!" tanya perwira kerajaan yang kebingungan melihat bentrokan itu.

"Tugas kalian adalah mengamankan perimeter luar! Jangan ada yang campur tangan dalam duel ini!" bentak Canglong memberi perintah tegas.

'Pementasan sandiwara ini berjalan jauh lebih mulus dari perkiraan kalkulasi awal di atas kertas,' batin Canglong dan Zhuque serempak.

Di balik bayangan pilar batu raksasa yang gelap, Lian yang asli melangkah santai dengan jubah hitam tanpa menarik perhatian siapa pun.

Lian menikmati pemandangan kekacauan total itu dari balik tirai sandiwara yang dirajut oleh klon-klonnya sendiri secara sempurna.

'Siklus eksploitasi sekte-sekte besar ini akhirnya berbalik menghancurkan kepala mereka sendiri di dalam labirin buatan ini,' batin Lian dingin.

Lian mengangkat tangannya perlahan, merasakan aliran Sinkronisasi Jiwa mengalir deras menyerap seluruh hukum elemen dari kedua klonnya.

Omni-Adaptation berdenyut pelan di dalam dada Lian, mengunci seluruh teknik bertarung dan respon reflek ke dalam memori sistem utama.

"Umpan bernyawa seperti Ye Chen bahkan belum mencapai setengah jalan, tetapi koridor utama sudah bersih total untukku," gumam Lian tenang.

Dari ujung lorong jebakan samping, terdengar teriakan frustrasi Ye Chen yang baru saja lolos dari terjangan batu raksasa penindih tubuh.

"Sialan! Mengapa semua jebakan sialan ini selalu aktif tepat saat aku melangkah?!" maki Ye Chen penuh amarah dengan pakaian robek-robek.

"A-Anu... bocah, berhati-hatilah! Ada aroma racun purba di depan sana!" peringat jiwa tua di dalam pedang tua Ye Chen.

"Leluhur tenang saja! Keadaan kacau ini justru membuktikan bahwa takdir sedang mengujiku untuk menjadi penguasa sejati!" seru Ye Chen menyemangati diri.

'Teruslah berteriak dan memimpin jalan, bocah bodoh, kau adalah bidak tanpa wajah terbaik yang kumiliki saat ini,' batin Lian terkekeh sinis.

Lian melangkah melewati ambang pintu aula harta utama yang kini terbuka lebar tanpa ada rintangan berarti di depannya.

Tumpukan batu spiritual tingkat tinggi dan puluhan gulungan teknik kuno berjejer rapi di atas altar, menanti untuk dijarah tanpa perlawanan.

Faksi Kerajaan Jiulong dan Sekte Api Ilahi masih terjebak dalam pertempuran sia-sia di koridor samping akibat provokasi halus Baihu.

Putri Feng Qingxue yang berada di barisan belakang mulai merasakan ada sesuatu yang aneh dengan pergerakan pasukan di depannya.

"A-Anu... Mengapa suara bentrokan di depan terdengar makin jauh dari aula harta utama?" tanya Putri Feng Qingxue dengan dahi berkerut.

"Yang Mulia, Komandan Canglong sedang menahan serangan Sekte Api Ilahi agar kita bisa mengamankan rute!" jawab pengawal kerajaan memberi laporan palsu.

'Sangat bagus, biarkan Canglong menguras kekuatan Zhuque, sementara aku yang akan memetik hasil akhirnya nanti,' batin Putri Feng Qingxue tersenyum puas.

Sang Putri tidak pernah menyadari bahwa laporan tersebut disusun langsung oleh jaringan informasi Paviliun Bayangan milik Baihu.

Di dalam aula harta utama, Lian mendekati altar kuno dengan langkah tenang tanpa ada getaran emosi sedikit pun di wajahnya.

"Eksekusi nir-bercak ini membuktikan bahwa dunia kultivasi hanyalah permainan catur sederhana bagi mereka yang berpikir jauh," bisik Lian dingin.

Lian mendudukkan dirinya di atas singgasana batu giok utama, mengambil alih kendali penuh atas seluruh array pelindung situs kuno tersebut.

Sistem Sovereign Duplication memberikan notifikasi kilat bahwa seluruh isi harta karun tingkat tinggi kini telah berpindah kepemilikan secara mutlak.

[Sovereign Duplication: Pemindahan Sumber Daya Berhasil]

[Batu Spiritual Tingkat Tinggi x50.000 Berhasil Diisolasi]

Lian memutar cincin penyimpanan di jarinya, menyerap seluruh gelombang energi dari altar ke dalam tubuhnya secara bertahap.

Akankah Putri Feng Qingxue dan para tetua sekte menyadari bahwa mereka telah kehilangan seluruh isi warisan suci sebelum sempat menginjakkan kaki di aula utama?

1
penggemar_Uangkecil?!
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!