NovelToon NovelToon
Menikah Karena Perjanjian

Menikah Karena Perjanjian

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / CEO / Single Mom / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:142.6k
Nilai: 5
Nama Author: fania Mikaila AzZahrah

Sepuluh hari sebelum pernikahannya, dia mengetahui perselingkuhan calon suaminya dengan sahabatnya sendiri. Hatinya hancur berkeping-keping kala itu, tapi dia bersyukur karena mengetahui kebusukan dari pria yang sudah tiga tahun menjalin hubungan dengannya itu terbongkar sebelum pernikahan terjadi.

"Kalian manusia tidak tahu diri!" umpatnya Anindira.

Dihari yang sama,dia pun mendengar kabar duka jika, papanya ditangkap polisi karena tuduhan korupsi. Betapa hancur hatinya gadis berusia 21 tahun itu menderita kemalangan yang begitu bertubi-tubi datang menghampiri kehidupannya.

Satu bulan kemudian, Mamanya yang terkena serangan jantung tiba-tiba harus dilarikan ke rumah sakit serta rumahnya dan segala harta bendanya harus disita oleh pengadilan.

Hanya kedua kakaknya lah yang menjadi harapan hidupnya. Tapi, dihari kematian ibunya dia bertemu dengan seorang pria yang menawarkan pernikahan kilat untuknya.

Apakah Anindira menerima tawaran pria yang baru dikenalnya dalam hitungan jam itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fania Mikaila AzZahrah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 18

Dokter pun bertanya beberapa hal mengenai kapan terakhir Anidira mendapatkan tamu bulanannya itu. Beliau juga bertanya mengenai apa yang dirasakannya dalam beberapa hari belakangan ini.

Anindira pun menceritakan apa yang terjadi padanya lengkap tanpa menutupi sedikitpun apa yang dialaminya beberapa minggu belakangan ini.

"Suster tolong ambilkan alat tes pack ke sini lengkap dengan fasilitas lainnya," perintahnya dokter Margaretha Sungkar.

Suster segera melaksanakan perintahnya dokter kandungan itu kemudian berjalan kearah lemari, tempat dimana perlengkapan dan peralatan medis disimpan.

"Ini dokter alat yang Anda minta," ucapnya Perawat tersebut sambil menyodorkan sebuah taspack dengan kualitas terbaik dan wadah untuk menampung air seninya atau urine nya Anin nantinya.

"Nona Muda silahkan melakukan tesnya untuk mengetahui apakah hasilnya positif atau negatif dan caranya akan dijelaskan oleh suster," imbuhnya Dokter Margaretha.

"Siap Dok!" Timpalnya perawat tersebut.

Amin pun mengikuti langkah kakinya perawat itu kedalam kamar mandi yang khusus disediakan untuk Ibu hamil. Anin menjalankan apa yang disarankan dan diperintahkan oleh suster itu dengan penuh kelembutan dan hati-hati agar Anin merasakan kenyamanan.

"Sudah ada hasilnya Bu,"

"Jadi hasilnya bagaimana Sus?" Tanyanya penuh selidik yang harap-harap cemas dengan hasilnya.

"Saya tidak punya wewenang dan hak untuk menjelaskannya Nona Muda sebaiknya Anda bertanya ke dokter saja insya Allah… dokter akan menjelaskan secara detail apa yang Anda ingin ketahui," pungkas perawat itu.

"Ooh gitu yah, maaf kalau sudah merepotkan sus," imbuhnya Anin.

"Tidak apa-apa kok Non, itu hal yang wajar terjadi insyaallah semuanya baik-baik saja, jadi Anda tidak perlu khawatir dan merisaukan semuanya Non," ucap Suster.

"Alhamdulillah kalau seperti itu adanya,"lirihnya Anin yang sebenarnya sangat penasaran dengan hasil tesnya.

Anin kembali duduk di hadapan dokter Margaretha, dokter pun melihat hasil tes tersebut dengan tatapan matanya yang sulit untuk diartikan.

Dokter Margaretha mengulurkan tangannya ke arah Anindira," selamat Nyonya Anindira Mahika Khair Mahawira Anda positif hamil dan sesuai dengan jadwal terakhir Anda mendapatkan haid itu berarti sudah jalan dua bulan atau usia kandungannya sudah delapan minggu, untuk mengetahui lebih detail dan jelasnya saya akan melakukan tes USG 4D agar kamu bisa melihat kondisi dari calon bayimu," jelasnya Dokter Margaretha.

Anindira menyambut hangat uluran tangannya Dokter dengan penuh kegembiraan.

"Serius Dokter saya hamil?!" Tanyanya Anin yang tidak mempercayai penjelasan dari dokter.

Dokter menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan perkataan dari Anin itu, "Iya kamu positif hamil, kalau begitu ikut saya ke tempat itu agar kamu bisa melihat kondisi bayimu," pinta Dokter.

Anin tersenyum bahagia mendengar perkataan dari dokter tersebut, Anin segera mengikuti langkah kakinya dokter Margaretha. Senyuman selalu tersungging dari sudut bibirnya itu.

"Ya Allah… akhirnya saya hamil juga semoga Abang Alzam bahagia mendengar berita ini," gumamnya Anindira.

"Silahkan berbaring di atas ranjang, karena saya akan memperlihatkan kepadamu bentuk bayi yang sudah berada di dalam rahimku selama dua bulan ini," jelas Dokter.

Anin sudah berbaring di atas ranjang dengan melaksanakan arahan dari dokter kandungan. Anin menyingkap sedikit pakaiannya ke atas dengan malu-malu dan seperti enggan. Dokter Margaretha tersenyum melihat apa yang dilakukan oleh Anin.

"Tidak perlu malu-malu dan risih kok, kita hanya bertiga di dalam sini lagian kami semua ini sama-sama perempuan, hal ini wajar saja terjadi selama beberapa bulan kedepannya selama kamu hamil," tuturnya dokter yang tersenyum simpul menanggapi sikapnya Anin yang malu-malu karena memperlihatkan perutnya bagian daerah tubuhnya yang tertutupi setiap harinya.

Anin hanya tersenyum menanggapi perkataan dari dokter," maafkan saya dokter sudah menganggu pekerjaannya dokter," sesalnya Anin.

"Tidak apa-apa kok, wajar kok kamu seperti ini lagian saya tidak mempermasalahkannya,santai saja karena ibu hamil harus selalu enjoy santai dan tidak boleh banyak pikiran apalagi sampai tertekan dan stres itu sangat berbahaya untuk calon bayimu dan juga untuk kamu," terang Dokter Margaretha sembari mengoleskan gel ke atas perutnya Anin yang sedikit buncit padahal baru trisemester pertama itu.

Dokter segera mengoleskan gel khusus ke atas perutnya Anin dan mengarahkan sebuah benda khusus, hingga nampak lah bentuk calon bayinya Anindira.

"Woooo ternyata calon bayimu bukan hanya satu loh tapi,dua calon baby yang masih sangat kecil banget," ujarnya Bu dokter yang mengamati dengan seksama ke layar komputernya.

Anin segera mengalihkan perhatiannya ke arah layar komputer dengab penuh rasa penasaran. Anin menutup mulutnya saking tidak percayanya dengan apa yang dijelaskan oleh dokter jika dirinya dipercaya oleh Allah SWT untuk dititipkan dalam rahimnya dua langsung calon bayi.

Anin sangat sumringah bahagia dan saking bahagianya sampai-sampai dia terharu dan meneteskan air matanya, "Syukur Alhamdulillah… makasih banyak ya Allah… aku sangat bahagia menyambut berita gembira tersebut,"

1
Lili Handayani
ini ibu sambung alzam renata atau karina,kok kxlimatnya,acak2am thor
GeGe Fani@🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: tidak pernah direvisi kak jadi maklum acak-acakan 😂🙊🙈
total 1 replies
Sophia Aya
alhamdulillah baby twins lahir dengan selamat
Sophia Aya
semoga Anin sama debay nya sehat selalu sampai lahir
Sophia Aya
Robek surat perjanjiannya biar gak jadi pisah
Sophia Aya
cerita nya cukup menarik thor 👍👍👍
Sophia Aya
abang alzam so cuit banget moga jadi berpisah sama anin
Sophia Aya
tidur nya mirip pesawat ya thor kemana2 😂
Sophia Aya
semoga gak jadi cerai ya anin
Sophia Aya
semangat thor
Sophia Aya
mampir thor
Windarti08
maaf Thor, pemakaian kata SAYA untuk panggilan antara orang tua dan anak, kakak beradik, dan juga pasangan kekasih menurut ku kurang tepat, kesannya terlalu formal.
kurang enak aja dibacanya, sayang padahal ceritanya bagus
Windarti08
mbak Yuni siapa?🤔
Windarti08
Abizar... gak cocok loe punya nama sebagus itu sama kelakuan bejad loe!😡
Yaya Manies
bagus
ayu nuraini maulina
turunan abng alzam kembar euy
ayu nuraini maulina
kbykan yg nm nya magaretha agama Nasrani deh apa mualaf
ayu nuraini maulina
amiin
ayu nuraini maulina
ini br kompak 1 keluarga g mandang hrs dr ank kandung n sambung yg pntng akur
ayu nuraini maulina
n dirimu jg sama
ayu nuraini maulina
q LBH ska cwe yg dingin ,tegas ,ketimbang percaya mulut manis cwo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!