Di Dunia Bela Diri, kekuatan adalah kebenaran mutlak dan kelemahan adalah dosa tak berampun.
Ye Xuan, jenius nomor satu yang pernah dibanggakan oleh klannya, jatuh ke dasar jurang penderitaan setelah dikhianati oleh orang yang paling ia percayai. Meridiannya diputuskan, kultivasinya dihancurkan, dan ia dibuang ke Tebing Mayat untuk membusuk bersama rongsokan dan tulang-belulang.
Namun, di saat napas terakhirnya hampir berhembus, darahnya mengaktifkan sebuah artefak misterius dari zaman purba.
[Ding! Sistem Ekstraksi Surgawi telah aktif!]
Kini, seluruh alam semesta adalah harta karun bagi Ye Xuan.
Menyentuh pedang berkarat? Mengekstrak Niat Pedang Tertinggi!
Menemukan mayat monster tingkat rendah? Mengekstrak Garis Keturunan Binatang Buas Kuno!
Mengamati musuh yang sedang berlatih? Mengekstrak Teknik Rahasia Langsung ke Tingkat Sempurna!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19: Kematian Sang Tetua Agung
Di udara, di atas kawah raksasa Makam Pedang Kuno, waktu seolah berhenti berdetak.
Ribuan pasang mata dari para kultivator pengembara dan murid sekte rendahan menatap tak percaya ke arah langit. Di sana, pemuda berpakaian hitam itu mencekik leher Tetua Agung Zhao Wu—sosok yang dianggap dewa di Wilayah Utara—seolah sedang mencekik seekor ayam tua yang tak berdaya.
"Ekstrak penuh," bisik Ye Xuan, suaranya sangat pelan namun terdengar seperti vonis dari Raja Neraka di telinga Zhao Wu.
[Ding! Menemukan entitas kultivator (Puncak Alam Inti Emas). Memulai ekstraksi...]
[Memurnikan energi... Memisahkan kesadaran dan Qi murni!]
"TIDAAAAAK! KEKUATANKU! INTIIII EMASKU—"
Jeritan Zhao Wu melengking menyayat hati. Tubuhnya yang memancarkan cahaya keemasan terang benderang tiba-tiba meredup dengan kecepatan yang menakutkan. Kulitnya yang tegang berkat energi spiritual langsung keriput, rambutnya rontok berjatuhan.
Di dalam Dantian Zhao Wu, sebuah bola energi bercahaya emas sebesar kepalan tangan bayi—Inti Emas (Golden Core) yang ia bentuk dengan susah payah selama ratusan tahun—mulai retak dan tersedot keluar melalui meridiannya, mengalir langsung ke telapak tangan Ye Xuan.
"I-Iblis... K-Kau bukan manusia..." mata Zhao Wu melotot penuh darah, menatap Ye Xuan dengan keputusasaan yang tak terlukiskan sebelum cahaya kehidupannya benar-benar padam.
[Ekstraksi berhasil!]
[Memperoleh: 150.000 Poin Qi Murni!]
[Memperoleh: Elemen Inti Emas Murni!]
[Memperoleh: Teknik Langkah Angin Emas (Tingkat Surga - Dasar)!]
[Memperoleh: Ingatan Fragmentaris (Rahasia Penyimpanan Harta Karun Sekte Pedang Berkabut)!]
KRAAAK... BUM.
Ye Xuan melepaskan cengkeramannya. Tubuh Zhao Wu yang telah berubah menjadi sekam kering jatuh dari langit, menabrak batu karang di bawah dan hancur berkeping-keping menjadi abu yang tersapu angin.
Mati. Tetua Agung Sekte Pedang Berkabut benar-benar telah mati, bahkan mayatnya pun tidak tersisa!
"T-Tetua Agung..."
Di bawah sana, sisa-sisa murid Sekte Pedang Berkabut yang berjaga langsung jatuh terduduk. Kaki mereka lemas, beberapa dari mereka bahkan mengompol. Keyakinan mereka hancur lebur.
Sementara itu, di udara, Penatua dari Sekte Darah Hitam dan Paviliun Awan Hijau saling berpandangan. Wajah mereka sepucat kertas. Mulut mereka bergetar hebat.
Mereka baru saja melihat seorang kultivator Puncak Pondasi Spiritual membunuh Puncak Inti Emas dalam satu gerakan, lalu menghisapnya menjadi mumi! Ini bukan sekadar teknik iblis, ini adalah sesuatu yang melanggar hukum surga!
"B-Bocah itu... Dia pasti yang membunuh semua jenius kita di dalam makam!" seru Penatua Sekte Darah Hitam, menunjuk Ye Xuan dengan jari gemetar.
Penatua Paviliun Awan Hijau menelan ludah kasar. "Dia terlalu berbahaya! Jika kita membiarkannya hidup, seluruh Wilayah Utara akan dihancurkan oleh monster ini! Penatua Xue, kita harus bekerja sama! Dia baru saja melawan Zhao Wu, energinya pasti terkuras habis!"
"Benar! Mari kita serang bersama!"
Rasa takut yang memuncak memicu insting membunuh yang gila. Kedua Penatua Inti Emas itu meledakkan aura mereka secara bersamaan. Langit yang tadinya cerah kini tertutup oleh awan darah dan badai angin hijau.
"Seni Darah Kuno: Lautan Mayat!" Penatua Darah Hitam memuntahkan esensi darahnya, memanggil ratusan hantu berdarah yang melolong melesat ke arah Ye Xuan.
"Pedang Awan Hijau: Badai Pemotong Surga!" Penatua Awan Hijau mengayunkan pedangnya, menciptakan tornado raksasa dari puluhan ribu bilah angin tajam yang mengurung Ye Xuan dari segala arah.
Dua serangan kekuatan penuh dari dua kultivator Inti Emas diluncurkan secara bersamaan!
Di tengah kepungan mematikan itu, Ye Xuan bahkan tidak memandang mereka. Ia menutup matanya, menikmati aliran 150.000 Poin Qi Murni yang sedang membanjiri Dantiannya.
Danau Spiritualnya kini telah mencapai batas mutlak. Cairan Qi emas keunguan itu mendidih, berputar gila-gilaan, dan mulai memadat di pusat pusaran Akar Spiritual Melahap Surga.
[Ding! Energi Qi Murni telah melampaui batas Danau Spiritual!]
[Memulai proses pemadatan Inti Emas...]
[Menggabungkan 'Elemen Inti Emas Murni' dari musuh dengan Tubuh Pedang Nirwana!]
"Menyerangku saat aku sedang menerobos?" Ye Xuan membuka matanya perlahan. Pupil matanya kini memancarkan pusaran lubang hitam kecil.
"Domain Kehancuran."
WUUUSSSHH!
Domain hitam pekat meluas menjadi dua puluh meter dalam sekejap.
Saat ratusan hantu darah dan badai tornado pedang angin memasuki area domain hitam tersebut, hal yang paling absurd terjadi. Tidak ada ledakan, tidak ada benturan energi yang mengguncang langit.
Hantu darah dan tornado angin itu langsung mencair dan terhapus dari eksistensi, seolah sebuah penghapus raksasa tak kasat mata baru saja membersihkan udara. Hukum Kehancuran melenyapkan energi mereka bahkan sebelum sempat menyentuh sehelai rambut Ye Xuan.
"M-Mustahil!" Penatua Darah Hitam memuntahkan darah akibat sihirnya diputuskan secara paksa. "Domain macam apa itu?!"
Ye Xuan mengulurkan tangan kirinya ke arah Penatua Darah Hitam, lalu meremasnya pelan.
"Tangan Penghancur Surga."
BAM!
Sebuah tangan bayangan hitam raksasa muncul dari ketiadaan, langsung menggenggam tubuh Penatua Darah Hitam dari segala arah. Lelaki tua itu meraung putus asa, mencoba memecahkan bayangan itu dengan Qi-nya. Namun semakin ia meronta, genggaman itu semakin erat.
KRAAAK! CRAT!
Tubuh Penatua Darah Hitam diremukkan menjadi bola daging berdarah di udara! Niat pedang kehancuran langsung menyayat jiwanya, membunuhnya tanpa ampun.
"Satu," hitung Ye Xuan dingin.
Melihat sekutunya diremukkan seperti lalat, Penatua Paviliun Awan Hijau menjerit histeris. Ia membuang pedangnya, menggunakan Teknik Pelarian Darah, merubah dirinya menjadi seberkas cahaya yang melesat kabur dengan kecepatan suara.
"Kau ingin pergi ke mana?"
Ye Xuan mengangkat Pedang Embun Beku. Energi Inti Emas yang sedang terbentuk di dalam perutnya mengalir deras ke bilah pedang.
"Tebasan Tunggal."
Ye Xuan mengayunkan pedangnya ke arah horizon.
Sring!
Sebuah garis hitam yang sangat tipis membelah ruang hampa. Kecepatannya jauh melampaui kecepatan suara, merobek awan, dan langsung menyusul cahaya pelarian Penatua Paviliun Awan Hijau di jarak tiga kilometer.
ZRAASH!
Garis hitam itu memotong tubuh Penatua Awan Hijau menjadi dua bagian sempurna. Mayatnya jatuh dari langit bagaikan burung layang-layang yang putus benangnya, menabrak puncak gunung di kejauhan.
"Dua," guman Ye Xuan.
Ia menjentikkan jarinya.
"Sistem, Ekstraksi Jarak Jauh. Telan keduanya."
[Ding! Mengekstrak sisa energi 2 Entitas Inti Emas...]
[Memperoleh: 200.000 Poin Qi Murni!]
[Sintesis Otomatis ke dalam proses pemadatan Inti Emas!]
JLEEEGAR!
Tiba-tiba, langit di atas Hutan Iblis berubah menjadi gelap gulita. Awan hitam yang sangat pekat berkumpul dengan kecepatan tak wajar, menciptakan pusaran badai petir raksasa tepat di atas kepala Ye Xuan.
Kilatan petir berwarna merah darah dan ungu menyambar-nyambar di dalam awan, memancarkan tekanan surgawi yang membuat seluruh kultivator di bawah jatuh berlutut, tak mampu mengangkat kepala mereka. Tubuh mereka gemetar ditekan oleh kehendak alam semesta itu sendiri.
Ini bukan serangan musuh. Ini adalah Hukuman Kesengsaraan Surgawi (Heavenly Tribulation)!
Setiap kali seorang kultivator dengan bakat yang menentang surga atau kekuatan iblis mencoba menembus Alam Inti Emas, Surga akan menurunkan kesengsaraan untuk menghancurkan mereka. Dan awan petir berwarna merah-ungu ini adalah Tribulasi Hukuman Ilahi tingkat tertinggi!
"Kesengsaraan Surgawi?" Ye Xuan menengadah menatap awan yang bergejolak. Alih-alih takut, senyum gila kembali menghiasi wajahnya.
Di dalam Dantiannya, Danau Spiritualnya telah mengering sepenuhnya. Sebagai gantinya, sebuah bola padat perlahan terbentuk. Namun warnanya bukan emas murni, melainkan hitam pekat dengan corak urat nadi berwarna emas murni.
Inti Emas Kehancuran (Destruction Golden Core)!
JLEEEGAR! BOOOOOOM!
Baut petir ungu raksasa seukuran pohon beringin menyambar turun dari langit, mengincar langsung ubun-ubun Ye Xuan dengan niat untuk menghapusnya dari sejarah.
"Surga ingin menghukumku?" Ye Xuan tertawa lepas. Rambut hitamnya berkibar menentang gravitasi. Ia tidak menghindar dan tidak menggunakan Domain Kehancuran untuk bertahan.
Ia justru melesat ke atas, terbang menyongsong petir kesengsaraan itu dengan tangan kosong!
"Sistem! Buka batas penyerapan! Biarkan aku mengekstrak Surga itu sendiri!"
[Ding! Mengunci target: Petir Kesengsaraan Surgawi!]
[Memulai Ekstraksi Overload...]
BZZZZT! KRAAAAK!
Petir ungu yang mematikan itu menghantam tubuh Ye Xuan dengan telak. Namun anehnya, petir itu tidak meledak atau menghanguskan tubuhnya. Sebaliknya, petir raksasa itu seolah tertangkap oleh jaring tak kasat mata, melilit tubuh Ye Xuan, dan perlahan disedot masuk ke dalam pori-porinya!
"AARGHH!" Ye Xuan mengerang, menahan rasa sakit yang menyayat jiwa saat energi surgawi yang murni dan buas itu membersihkan sumsum tulangnya dan memadatkan Inti Emas Hitam di dalam tubuhnya.
[Mengekstrak Energi Petir Kesengsaraan...]
[Memperoleh: 100.000 Poin Qi Surgawi!]
[Memperoleh Atribut: Elemen Petir Penghukum (Membuat setiap serangan Inang mengandung efek kelumpuhan surgawi)!]
Awan kesengsaraan di langit tampak bergejolak marah, seolah menyadari bahwa hukumannya sedang dimakan oleh semut fana. Awan itu bersiap meluncurkan petir kedua yang sepuluh kali lipat lebih besar.
Namun, sebelum petir itu sempat turun, Inti Emas Hitam di dalam tubuh Ye Xuan telah sepenuhnya memadat!
BZZZZZTT—WUUUUSSSHH!
Aura Alam Inti Emas meledak dari tubuh Ye Xuan, menciptakan pilar cahaya hitam-emas yang menembus langsung ke jantung awan kesengsaraan tersebut. Niat Kehancuran yang terkandung dalam pilar itu begitu mutlak hingga merobek awan badai menjadi dua bagian, membuyarkan paksa Hukuman Surgawi sebelum sempat menyelesaikan serangannya!
Langit kembali cerah dalam sekejap mata.
Ye Xuan melayang di udara, matanya perlahan terbuka. Sebuah lambang pedang kecil berwarna hitam berkedip di dahinya sebelum menghilang.
[Selamat! Kultivasi Inang berhasil menerobos ke Alam Inti Emas Lapis Pertama!]
[Radius Kesadaran Spiritual Inang meluas menjadi 50 Kilometer!]
[Kemampuan Terbang Tanpa Batas terbuka!]
"Inti Emas," Ye Xuan mengepalkan tangannya. Sebuah pusaran petir ungu kecil melompat-lompat di sela-sela jarinya. Ia kini bukan lagi kultivator jenius biasa. Ia adalah penguasa mutlak yang bisa membelah gunung dan menghancurkan kota sendirian.
Ia menatap ke bawah. Ribuan kultivator pengembara bersujud di tanah, tidak berani bernapas terlalu keras, menatapnya seperti menatap Dewa Kehancuran yang baru lahir.
Pandangan Ye Xuan menyapu area tersebut, lalu Kesadaran Spiritualnya yang baru saja diperluas meluas sejauh 50 kilometer, langsung mengunci sebuah puncak gunung megah di kejauhan yang diselimuti kabut putih abadi.
Itu adalah lokasi Sekte Utama Pedang Berkabut.
"Diakon Ma, Murong Xue, Zhao Tian, Feng Wuhen, dan Tetua Agung Zhao Wu..." Ye Xuan menggumamkan nama-nama yang pernah merendahkannya, mengkhianatinya, dan mencoba membunuhnya. Semua nama itu kini hanyalah memori debu.
"Hanya tersisa Kepala Sekte dan Para Tetua Inti di Gunung Utama."
Ye Xuan menyarungkan pedangnya, tubuhnya memancarkan hawa dingin yang bisa membekukan neraka.
"Hari ini, Sekte Pedang Berkabut akan dihapus dari peta Wilayah Utara."