"Saya akan berikan kamu satu milyar, jika kamu bisa melahirkan anak laki-laki untuk saya!"
Demi kesembuhan sang ibu, malam itu Aluna mengambil keputusan yang begitu besar dalam hidupnya
Arjuna Bimantara, pengusaha ternama yang ingin mencari seorang wanita untuk melahirkan penerus bagi Bimantara sebab istrinya yang super model menolak memberikan anak
Akankah kesepakatan Arjuna dan gadis muda itu menghadirkan cinta? Atau selamanya Aluna hanya akan menjadi istri rahasia pria bernama Arjuna?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DUA
Aluna berdiri dengan cepat saat mendengar suara pintu dibuka. Jantung nya berdetak kencang
Aluna terdiam, mulutnya terbuka lebar saat melihat seorang pria muda nan tampan masuk kedalam kamar yang ia tempati
"Aku pikir pelanggannya tua, kayak di TV-TV" Batinnya
"Ini mah bukan om-om, astaga aku kok deg-degan gini!"
"Aluna.."
"I-iya tuan"
"Dengar!" Suara pria itu begitu mendominasi "Saya tidak suka dibohongi! Jika kamu sudah tidak Virgin! Nyawa kamu jadi jaminannya!"
Aluna membeku, Rani tidak bilang jika bekerja seperti ini taruhannya adalah nyawa
"Saya tidak menipu, tuan. Saya memang masih perawan" Ucapnya dengan suara teramat pelan
"Sebentar lagi tuan akan datang! Bekerjalah dengan baik"
Apa ini? Apa Aluna salah paham? Ternyata yang akan ia layani bukan pria tampan ini. Sekarang ia semakin takut, pasti yang akan bersamanya adalah pria tua dengan perut buncit
Ia begitu menyayangkan saat pria tampan dengan tubuh tegap itu meninggalkan kamarnya
Tak lama pintu kembali terbuka dan Aluna kembali berdiri. Entah siapa lagi ini, harapannya sudah pupus untuk bersama pria tampan seperti ini
Tatapan itu membuat tubuhnya meremang, seolah dengan tatapan mata saja bisa menelanjanginya
Pria itu duduk dengan begitu angkuh di sofa, tangannya terbuka lebar dengan kaki kanan ia letakkan diatas kaki kirinya. Menunjukkan jika dia adalah pria berkuasa
Sekarang Aluna bingung, apa yang harus ia lakukan? Bagaimana cara menggoda seorang pria? Bahkan dirinya belum pernah menjalin hubungan dengan lawan jenis
"Siapa namamu?" Suara itu begitu dingin, bahkan Aluna tidak memiliki keberanian hanya untuk sekedar mengangkat wajahnya
"Aluna"
"Usiamu?"
"Dua puluh satu tahun!" Jawabannya, entah kenapa ia merasa jika dirinya tengah melamar pekerjaan
"Kamu benar-benar ingin bekerja seperti ini? Usiamu bahkan masih sangat muda" kata-kata itu menginterupsi nya untuk menatap kearah pria itu
Wajahnya tampan, usianya mungkin tiga puluh tahunan. Berbeda dengan pria sebelumnya yang mungkin berusia dua puluhan
Tubuhnya jauh lebih tegap dan sepertinya begitu berotot. Bahkan tergambar jelas dari balik pakaian mahalnya
"Kamu tidak bisa bicara?" Aluna menggeleng, bisa-bisanya ia malah terpesona pada pria dihadapannya
"Saya butuh uang tuan!" Jawab Aluna dengan takut-takut
"Kamu butuh berapa banyak?" Tanyanya dengan suara teramat dingin
"Saya butuh 150 juta untuk biaya operasi ibu saya" Jawab Aluna
"Saya akan berikan kamu satu milyar!"
Mata bulatnya terbelalak, ia bahkan tidak bisa membayangkan sebanyak apa satu Milyar itu
"Ss-satu Milyar?" Tanya Aluna tak percaya
"Hmm" Pria itu mengubah posisinya dengan menopang dagunya "Bagaimana?"
"Tapi, tuan ingin saya melakukan apa?" Tanya Aluna takut, bagaimana jika didepannya ini orang jahat yang ingin menjual organ tubuh nya
Bisa saja kan, mereka sindikat penjualan organ tubuh manusia? Dia tidak boleh tertipu dengan wajah tampan
"Pertanyaan bagus!" Pria dewasa itu mengeluarkan secarik kertas dari dalam jas mahalnya
"Baca dan tandatangani!" Titah nya
Dengan tangan bergetar, Aluna meraih kertas tersebut dan membacanya
Aluna membaca setiap poin yang tertera. Tidak banyak, hanya saja pandangannya terfokus pada point ke-lima yang disana tertera jika dirinya akan mendapatkan uangnya setelah melahirkan penerus bagi keluarga Bimantara
"Anak?"
"Ya, saya akan berikan satu Milyar setelah kamu melahirkan anak laki-laki untuk saya!"
Aluna terlihat ragu, ia hanya ingin mendapatkan uang demi biaya sang ibu. Tapi ini? Dirinya akan bersama pria ini selama satu tahun lamanya
Ia tidak ingin menjual diri, ia hanya ingin melakukan sekali lalu kembali menjalani hidupnya
"Pikirkan baik-baik! Kamu mungkin butuh beberapa pelanggan untuk mendapatkan uang 150 juta"
Aluna terdiam, pria ini benar. Mungkin ia akan terus menjadi seorang wanita penghibur demi melunasi biaya pengobatan sang ibu
Tapi jika ia menerima tawaran ini? Sang ibu bisa menjalani pengobatan selama dirinya bersama pria dewasa ini
"Saya bersedia"
Ya, keputusan ini adalah jalan terbaik, ia akan bebas setelah melahirkan bayi laki-laki. Setelah itu dirinya bisa kembali bersama keluarganya dan menikmati uang satu Milyar
"Bagus!" Pria itu bangun dari duduknya "Kamu segera bersiap! Katakan pada keluarga kamu jika kamu akan ikut bersama saya selama satu tahun!"
Alanna meneguk ludahnya dengan berat, astaga apa yang sudah ia lakukan? Bagaimana bisa dirinya mengambil keputusan sebesar ini dalam hidupnya
"Tuan"
"Ya?"
"Bisakah saya minta 200 juta diawal? Saya butuh untuk operasi dan biaya pengobatan ibu saya?" Tanyanya penuh harap
"Baiklah! Besok ibu kamu bisa memulai pengobatannya!"
"Bisakah saya ikut bersama tuan setelah ibu saya sadar?"
"Kamu jangan melunjak! Saya sudah berbaik hati dengan memberikan 200 juta di muka!" Pria itu menatap dengan mata yang tajam bak elang
"Saya tidak akan lari, saya akan ikut! Tapi saya hanya ingin memastikan jika ibu saya baik-baik saja"
Pria itu lebih dulu menghela napasnya lalu mengangguk "Baiklah! Tapi jika kamu berani melawan! Saya akan membuat kamu menyesal seumur hidup!"
Aluna mengangguk, wajahnya sudah pucat. Seolah tak ada darah yang mengalir diwajahnya
***
Akhirnya Aluna bisa hidup dengan tenang, hari ini adalah jadwal operasi jantung bagi ibunya
Operasi itu dilakukan secepatnya terlebih Aluna membayar lunas seluruh biaya nya
Aluna dan Azura sang adik tengah menunggu dengan cemas didepan ruang operasi
"Kakak dapat uang dari mana?" Tanya remaja lima belas tahun itu
Azura pasti bertanya, baru kemarin mereka kesulitan mencari uang untuk biaya operasi tapi besoknya sang kakak datang dengan kabar jika ibu mereka akan segera mendapat penanganan
"Kakak dapat kerjaan baru, kamu tenang aja! Setelah ini kamu jaga ibu yaa!" Aluna tersenyum pada adik perempuannya itu
"Kakak kerja dimana?"
"Dirumah orang kaya, kakak jadi pembantu disana" Jawab Aluna
Hanya ini jawaban yang paling bisa ia berikan, tidak mungkin juga ia mengatakan jika dirinya akan menjadi seorang ibu pengganti
"Kakak yakin? Artinya Kak Aluna akan pergi?" Wajah Azura seketika berubah sendu, mereka tidak pernah terpisah dan sang kakak harus bekerja ditempat yang jauh
"Gak akan lama kok dek, mungkin satu tahun! Tapi setelah itu kita akan berkumpul lagi"
Keduanya saling berpelukan sambil menunggu ruang operasi terbuka
Tiga jam berlalu, lampu didepan ruang operasi padam. Aluna yang semula duduk seketika berdiri, menunggu dokter yang akan memberitahu tentang keadaan sang ibu
Setelah beberapa menit, seorang pria dalam balutan pakaian khas ruang operasi keluar sambil membuka masker yang menutupi wajahnya
"Bagaimana keadaan ibu saya dokter?" Tanya Aluna tidak sabaran, dari matanya terpancar harapan agar ibunya baik-baik saja
"Operasinya berjalan dengan lancar, ibu kamu juga sudah melewati masa kritisnya. Kita berdoa saja semoga pasien secepatnya sadar"
Tidak ada yang membuat Aluna lebih lega selain kabar ini, Aluna hanya berharap sang ibu bisa beraktivitas seperti sediakala
Biarlah ia jauh dari keluarganya untuk sementara waktu, asalkan orang yang paling ia sayangi bisa tetap hidup
Dua kakak beradik itu masih harus menunggu sampai sang ibu dipindahkan keruang perawatan
Azura bahkan sudah terlelap diatas pangkuan sang kakak, keduanya masih berada didepan ruang operasi