Wanita mana pun pasti akan terbawa perasaan saat mendapat perlakuan yang sangat baik dari pria tampan yang menjadi idola banyak wanita.
Perhatian, kemewahan dan semua hal yang diidamkan wanita, Meisya dapatkan dari Jack. Namun ada satu yang tidak Meisya dapatkan, yaitu pengakuan cinta.
Berulang kali Meisya mengungkapkan cintanya, tetapi tak juga mendapatkan balasan dari Jack, hingga akhirnya Jack menunjukan sesuatu yang menjadi jawaban atas semua pertanyaan Meisya selama ini.
Apakah itu? Ikuti kisahnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Fi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat, 2 bulan sudah Meisya tinggal satu atap bersama dengan Jack. Pria yang sampai detik ini teramat sangat dicintai olehnya, kehadiran Meisya mampu merubah seorang Jack yang terkenal dingin dan juga kaku sekarang dia berubah lemah lembut dan selalu mencurahkan perhatiannya kepada Meisya.
Jack sendiri tidak menyadari jika sikap lembutnya terhadap Meisya sudah membuatnya seperti kehilangan dirinya yang dulu, sebab ketika berpacaran dengan Meira. Jack tidak pernah bersikap lemah lembut kepada kekasihnya itu dan memang terkesan lebih cuek dan juga dingin. Tapi semenjak Jack dekat dengan Meisya dan tinggal satu atap dengan wanita itu, semua perubahannya mengalir begitu saja. Seperti dia lupa jika Meisya adalah orang lain.
Siang ini ada meeting yang dihadiri oleh Jack, Adnan, Meisya dan juga beberapa staf lainnya. Di hadapan Adnan dia bisa melihat secara langsung seperti apa sikap terhadap Meisya. Selama meeting berlangsung anan bisa melihat dengan matanya sendiri bagaimana Jack memperlakukan Meisya di hadapan semua orang.
Adnan merasa jika hal tersebut tidak bisa dibiarkan begitu saja, dia harus sabar menunggu sampai meeting benar-benar selesai barulah dia akan bicara empat mata dengan Jack. Sebab Adnan melihatnya menjadi risih dan khawatir jika apa yang selama ini ditakutkannya benar-benar akan terjadi.
"Mei, aku minta tolong kau keluar sebentar. Ada yang ingin aku bicarakan dengan Jack dan ini penting urusan pria." Dengan tersenyum ramah dan meminta kepada Meisya untuk keluar dari ruang meeting.
Wanita itu pun mengangguk dan segera keluar dari ruang meeting membiarkan Jack dan juga Adnan untuk membicarakan sesuatu hal yang penting dan itu memang urusan mereka berdua, Meisya tidak berpikir macam-macam saat Adnan memintanya untuk keluar sebab memang tidak ada masalah antara dirinya dan sahabat dari Jack tersebut.
"Apa yang ingin kau sampaikan padaku? Memangnya ada masalah apa, sampai-sampai kau meminta Meisya untuk keluar dari ruangan ini?" Jack menatap tajam ke arah Adnan yang sedang duduk di hadapannya.
Ada mengumpulkan semua keberanian untuk kembali mengingatkan Jack mengenai kedekatannya dengan Meisya, sebab yang sudah-sudah Jack selalu saja mengelak dan mengatakan bahwa Meisya tetap dipertahankannya sebatas untuk menggantikan Meira yang sampai saat ini masih koma.
"Aku melihat hubungan kau dan juga Meisya seperti sepasang kekasih, dari matamu ada cinta untuk wanita itu. Dan sadar ataupun tidak kau sudah mulai merasakan hal tersebut." Kali ini Adnan berani yakin mengatakan hal tersebut kepada Jack, jika sebelum-sebelumnya Adnan hanya berani mengingatkan jack tentang permainan yang sedang dia jalani bersama dengan Meisya. Tapi kali ini menurut Adnan Jack sudah sangat keterlaluan dan melampaui batas.
"Kau jangan bicara sembarangan, Adnan. Itu hanya sebatas terik agar Meisya percaya, keberadaannya di sisiku semata untuk menggantikan Meira." Jack lagi-lagi menyangkal atas kebenaran yang dia sendiri sulit untuk menerimanya, tapi dari mata Adnan semua yang dia lihat sendiri merupakan sebuah kenyataan yang tidak bisa diterima oleh Jack.
Jack membuang nafasnya kasar, dia sangat kesal sekali dengan tuduhan Adnan yang mengira jika dirinya sudah mulai mencintai Meisya. Padahal jelas-jelas Adnan juga mengetahui awal mula keputusan yang Jack ambil saat pertemuan pertamanya dengan Meisya, hingga saat ini pun tujuan utama Jack adalah menjadikan Meisya untuk menggantikan posisi Meira di sampingnya.
Adnan masih tidak habis pikir, bagaimana bisa Jack terus-menerus mengelak. Padahal sudah sangat jelas sekali di depan matanya Adnan melihat jika sahabatnya itu memberi perhatian dan bersikap lembut kepada Meisya melebihi sikapnya kepada Meira.
Adnan tidak tahu harus dengan cara apa lagi memperingatkan Jack untuk berhenti dan mengakhiri semua permainannya, sebab jika terus dilanjutkan maka yang akan menjadi korban di sini adalah Meisya. Wanita itu sama sekali tidak bersalah dan tidak seharusnya dia ikut terlibat atas permainan Jack.
Meisya sudah keluar dari ruangan meeting karena Adnan yang memintanya, dia sama sekali tidak tersinggung sebab Meisya tahu jika Adnan adalah sahabat baiknya Jack. Jadi wajar saja jika pria itu ingin berbicara penting dengan Jack dan Meisya tidak perlu mengetahuinya.
"Akhirnya selesai juga meeting hari ini, setelahnya tidak ada pekerjaan yang harus aku selesaikan. Nanti aku tanyakan Jack agar bisa pulang lebih awal." Meisya berjalan menuju ruang kerjanya dan meninggalkan Jack serta Adnan yang masih berbincang di ruang meeting.
Dering ponsel membuyarkan lamunan Meisya yang sedang mengingat awal-awal pertemuannya dengan Jack, orang yang sudah menolong Meisya hingga dia sekarang sudah hidup dengan nyaman tanpa kekurangan apapun dan tidak perlu mengkhawatirkan yang lainnya. pada akhirnya Indonesia bersedia juga permintaan pria itu untuk menemaninya dan tinggal satu atap bersama Jack.
"Halo kak, Mei. Sebentar lagi aku akan menjemput kakak, kita akan pergi keluar jalan-jalan." Maudy, adiknya Jack yang ternyata menghubungi Meisya.
Maudy juga menganggap jika Meisya adalah Meira. Kemiripan wajah kedua perempuan itu sudah membuat semua orang salah paham, Jack sukses menjalani permainannya. Sehingga membuat orang-orang percaya dan tidak menaruh curiga sedikitpun jika wanita yang selama 2 tahun terakhir ini tinggal bersamanya adalah Meira.
"Baiklah, kalau begitu aku akan minta izin dulu sama Jack." Meisya mematikan sambungan telepon, lalu dia kembali ke ruangan Jack yang masih di sana bersama dengan Adnan.
Meisya senang sekali karena dia bisa pergi jalan-jalan sebab sudah tidak ada pekerjaan lain lagi yang harus diselesaikannya, Meisya mengetuk ruang meeting dan segera masuk ke dalam.
"Jack, baru saja Maudy menelponku. Dia mengajak jalan-jalan ke mall, Aku mau pergi sama dia boleh tidak?" Meisya hanya berdiri di ambang pintu ruang meeting, dan menunggu jawaban dari Jack.
"Ya, pergilah. Lagi pula kan sudah tidak dapat kerjaan, jadi kau pergi saja jalan-jalan dengan Maudy." Jack memberikan izin kepada Meisya untuk pergi bersama dengan adiknya.
Setelah itu Meisya menunggu Maudy untuk menjemputnya, keduanya segera menuju ke mall karena mau di ingin membeli sesuatu dan sengaja mengajak Meisya supaya dia ada teman.
"Seminggu lagi ulang tahun pernikahan mama dan papa, aku berencana untuk membelikan mereka kado yang sangat istimewa. Jadi untuk itulah aku sengaja mengajak kak Mei pergi ke mall, supaya aku bisa meminta pendapat kakak kado apa yang sekiranya pantas." Maudy mengatakan hal itu kepada Meisya.
Bisa berpikir juga ingin memberikan hadiah atau kado hasil dari kreasi tangannya sendiri, Maudy akan membuatkan kue ulang tahun dan juga sulaman selamat ulang tahun. Jadi Meisya memutuskan membeli bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat sulaman tersebut. Mungkin nilainya sangat sederhana tapi itu adalah ungkapan sebagai bentuk rasa sayang Meisya terhadap orang tua Jack.