Kai Adrian atau kerap di sapa Gus Kai, seorang anak kiyai terkenal, Gus Kai adalah seorang dokter spesialis jantung.
Gus Kai terkenal dengan ketampanannya dan juga prestasinya di bidang akademi dan juga Dakwahnya melalui media sosial pribadi miliknya.
Kepribadinnya yang tenang dan tidak sukanya huru- hara, membuat dirinya harus mengiklaskan calon istrinya untuk sang Kakak.
Namun apakah Gus Kai bisa mencari kebahagiaannya sendiri? dan adakah perempuan yang mampu membuatnya jatuh Cinta? Nantikan kisah perjalanan cinta Gus Kai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30
Kai sudah berangkat ke rumah sakit, kini Najma sedang makan siang dengan yang lainnya termasuk dengan Aiza dan juga Razan.
" Kamu nginep kasep?" tanya umi Siti pada sang keponakannya.
"enggak bulek, mau langsung ke bandung habis Ashar mungkin " jawab Razan.
"kenapa enggak nginep?" tanya Abi Ibrahim.
" sama temen paklek, besok juga harus siap- siap, kesini Razan juga mau pamit balik ke kairo" jawab Razan.
" lohh... cepet banget, kirain nunggu ane nikah dulu" sahut Ilham.
" Aduh maaf banget , mas enggak bisa " balas Razan.
" buru- buru banget sihhh A' " sahut Balqis.
"Iya soalnya sakit hati, pujaan hatinya udah nikah "balas Billa yang membuat Najma tersedak.
" uhukkk uhukkk"
" ehh pelan - pelan aja nduk" ucap Umi Siti menepuk pelan punggung Najma.
" sampun (sudah ) umi matur suwun ( terima kasih)" ucap Najma.
"Asbun banget jadi orang" ledek Razan pada sang adik.
"walah, ternyata sakit hati, emang siapa yang bisa memikat Gus ganteng ini?" sahut umi siti yang menggoda sang ponakan.
" enggak usah dengerin Billa bulik, dia kan emang suka asbun orangnya " jawab Razan memukul lengan Billa yang duduk di sebelahnya.
" sakit a' " pekik Billa.
" kalau ada juga gapapa loh Zan, ya... kalau udah jadi istri orang bulik cuma bisa doain kamu dapat yang lebih baik lagi" jawab umi Siti.
" Aamin bulik, terima kasih doanya " jawab Razan.
Sedangkan Aiza memperhatikan Najma yang hanya menunduk sedari tadi dan juga Razan yang sering kali curi pandang ke arah Najma.
" sebenarnya apa hubungan mereka berdua ?" tanya Aiza dalam hatinya.
Aiza kembali memperhatikan Najma dan Razan secara bergantian, Najma yang masih menunduk dan Razan yang kini semakin intens menatap Najma.
" Fiks mereka ada sesuatu" gumam Aiza dalam hatinya.
Setelah selesai makan dan membereskan meja makan serta membantu budhe imah cuci piring, Najma menyiapkan bekal untuk sang suami, ia tadi meminta untuk di antar kan bekal, "Udah siap, ganti baju dulu ahh" gumam Najma.
Sedangkan Aiza melihat rantang yang tergeletak di atas meja, " Ini pasti buat Gus Razan" gumam Aiza yang mungkin salah faham akan hubungan Razan dan Najma di meja makan tadi.
" ehhh tapi itu Gus Razan mau pulang, mending aku kasih sekarang bilang kalau dari Najma" gumam Aiza yang terlalu berbuat seenaknya sendiri.
Aiza menuju ke ruang tamu, dimana Gus Razan sedang duduk sendirian menunggu umi Siti dan Abi Ibrahim yang ingin menitipkan sesuatu untuk kiyai Idris dan juga Nyai Ida.
" Afwan Gus, ini saya ingin menyampaikan titipan dari Ning Najma untuk Gus Razan" ujar Aiza.
Razan terlihat bingung, karena menitipkan makanan untuk dirinya dan mengapa melalui orang lain bukan dirinya sendiri yang memberi. " untuk saya us?"tanya Razan memastikan kembali.
" Iya Gus, katanya jangan lupa di makan, karena beliau membuatnya dengan penuh cinta, kalau begitu saya permisi dulu Gus, Assalamualaikum " sahut Aiza yang kemudian pergi meninggalkan Razan dengan kebingungannya.
" ini maksudnya gimana atuh?" tanya Razan pada dirinya sendiri sambil menatap rantang yang ada di hadapannya.
" apa jangan- jangan sebenarnya Najma cinta sama aku, tapi.... atuh, pusing " gumam Razan.
" enggak, enggak boleh gitu, inget zan, dia udah nikah".
Razan berperang dengan hati dan isi pikirannya, namun seutas senyum terukur di sudut bibirnya ketikan Najma memberikan makanan tersebut.
Tidak lama umi Siti dan Abi Ibrahim keluar dari kamar tamu dengan membawa beberapa paper bag dan juga kardus.
" kasep ini seragam buat umi, abi, sama yang lain, kecuali Billa, Billa udah bulik jaitkan di sini sekalian, sama ini ada panenan dari kebun tadi udah bulik siapain " ucap umi Siti.
" makasih bulik, nanti Razan sampaikan ke umi dan abi" jawab Razan menerima kardus yang di bawa oleh abi Ibrahim.
"Kalau begitu Razan, pamit dulu yaa....bulik, palik soalnya udah di tunggu temen "pamit Razan.
" Oh ya... hati- hati, bulik antar oh ya....itu rantangnya biar bulik bawain " sahut umi siti.
Abi Ibrahim, umi Siti mengantarkan Razan hingga ke depan, " bulek, paklek ,Razan pamit dulu ya... Assalamualaikum " pamit Razan.
" Waalaikumsalam " .
Setelah mobil Razan menjauh, kini umi Siti dan Abi Ibrahim kembali masuk ke ndalem, " mi, tolong buatkan abi kopi dong" ucap Abi Ibrahim dengan manjanya, karena tidak ada orang di ruang tamu.
" okey ,pisang goreng?" sahut umi siti juga menawarkan pisang goreng untuk suaminya.
" telo ( ubi) goreng aja " Jawab Abi Ibrahim menampilkan senyum lebarnya .
" Udah, umi buatkan dulu" ucap Umi Siti yang kemudian berjalan menuju ke dapur.
Saat di dapur umi Siti melihat menantunya yang sepertinya sedang mencari sesuatu, "Kamu cari apa nduk?" tanya umi Siti pada Najma.
" Astagfirullah , kaget " gumam Najma sambil mengusap dadanya dan beralih ke mertuanya.
" Kamu cari apa ? kok kayak serius banget gitu?" tanya umi Siti kembali.
" ini umi tadi Najma siapin makan siang buat mas Kai, Najma taruh atas meja ini , terus Najma tinggal sebentar ehh pas Najma balik, makannya enggak ada mi" jawab Najma.
"Udah kamu taruh wadah?" tanya umi Siti.
" taruh tempat makan bulat, kayak rantang gitu mi, warnanya coklat" jawab Najma.
" Lah, kayak rantang yang di bawa Razan tadi" gumam umi Siti yang mengingat rantang yang di bawa sang keponakan.
" Hah, Gus Razan, kok bisa mi?" tanya Najma.
" umi juga enggak tau, atau mungkin tadi budhe imah salah ngasih kali, ya sudah beli dulu aja nduk atau suruh suami mu makan di kantin dulu aja, kalau masak juga enggak ada bahan" jawab umi Siti.
" Kalau gitu biar Najma beli saja di jalan mi, Najma juga pamit ya.... mi, soalnya taxinya udah dekat " jawab Najma sambil mengecek ponselnya.
" Ya sudah hati- hati ya..., di dekat rumah sakit banyak warung makan kok, kamu belikan sana saja, kalau Kai enggak mau atau rewel bilang umi, biar umi jewer nanti " sahut umi siti.
" Hehehehe iya umi, Najma pamit dulu ya... mi, Assalamualaikum " pamit Najma yang tidak lupa mencium tangan mertuanya.
Saat Najma keluar ndalem taxi yang ia pesan sudah berada di luar ndalem, Najma segera naik dan menuju ke rumah sakit dimana tempat suaminya bekerja.
Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya Najma sampai di rumah sakit tempat suaminya bekerja, Najma turun di sebrang rumah sakit, ia kemudian mencari makanan untuk suaminya.
Setelah membeli ia berjalan cukup Jauh untuk sampai di lobby rumah sakit ,karena rumah sakitnya yang begitu luas juga.
Ini kala pertama bagi Najma mendatangi suaminya untuk kerja, ia bertanya pada resepsionis dimana ruangan suaminya.
Najma di antar oleh salah satu suster yang sekalin akan ke ruangan suaminya, saat di ruang suaminya Kai sedang beristirahat setelah melakukan operasi.
" Maaf Dokter mengangu ini data yang Dokter minta" ujar suster bernama manda tersebut.
" baik sus, terima kasih, saya lihat dulu, suster boleh pergi" sahut Kai tersenyum melihat istrinya yang berada di belakang suster manda .
Setelah suster itu pergi, Najma kemudian mendekat. Kai melihat sang istri yang membawakan makanan.
" Maaf banget mas, makanya tadi entah kenapa bisa di Gus Razan,.jadinya aku beli di depan, nanti malam aku masakin spesial buat kamu, sekarang makan ini dulu gapapa kan?" ucap Najma menjelaskan sebelum sang suami berfikir yang tidak - tidak.
" kok bisa?" tanya Kai.
" aku juga enggak tau, habis aku nyiapin terus aku ganti bajukan, pas aku turun makanannya udah enggak ada, terus kata umi tempat makannya di bawa Gus Razan " jawab Najma.
" Ya sudah gapapa, asal makannya di suapin sama humairah ku" gombal Kai.
" blushh"
" uwekkkk"
nya biar gak penasaran 🤭
dari cemburu n dendam ni 😄