NovelToon NovelToon
Istri Shalihah Athalla

Istri Shalihah Athalla

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Nikahmuda / Cintamanis / Suami ideal / Istri ideal / Tamat
Popularitas:10.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Pasha Ayu

Seharusnya pernikahan dilangsungkan bersama pria matang yang sedari kecil digadang-gadang menjadi jodoh Khadijah.

Namun, takdir berkenan lain hingga masa lajang Khadijah harus berakhir dengan pemuda asing yang menabraknya hingga lumpuh.

Kedatangan Athalla di Kalimantan Barat untuk memenuhi panggilan balap liar, justru disambut dengan jodoh tidak terduga-duga.

Pasalnya, kecelakaan malam itu membuat calon suami Khadijah lebih memilih menikahi adik kandungnya; Nayya.

Khadijah dibuat remuk oleh pengkhianatan calon suami dan adiknya. Lantas, di waktu yang sama, Athalla menawarkan pernikahan sebagai bentuk tanggung jawabnya.

Romantis/Komedi/Sangat mendekati keseharian. Thanks buat yg sudah mampir ya💋❤️🫂

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pasha Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ISTALLA TIGA SATU

"Jadi inget film Jodha Akbar." Azha menertawakan celetukan Shakira.

"Azha, Shakira, ssstt." Abrar menegur sebelum menuntun kedua anak remaja bermulut cabai itu masuk ke dalam Rumah Khadijah.

Sepatu heels, Shakira sempat keseleo di tangga menuju teras. Sementara Azha, gadis bersepatu kets itu malah hanya tertawa melihat sepupunya sengsara.

Di sudut sana, Khadijah sudah didudukan dengan kaki lurus. Andre sempat melihat kecupan Athalla yang mendarat di kening Khadijah seolah-olah sangat menyayanginya.

Gantara, Nabeel, Syahrul, Bachrie dan istri-istri mereka duduk di sisi Athalla sebagai perwakilan yang datang lebih dulu. Sebab, King Miller selaku sesepuh belum tiba.

"Maaf, kenapa hantarannya dibungkus? Kenapa nggak di kotak kaca?" Marina menegur orang-orang yang menata paperbag-paperbag di meja panjang rendah.

Orang itu hanya bawahan King Miller, tentu saja tidak cukup hak menjawab. Tante Maureen yang mengkoordinir benda-benda itu memang, dan wanita itu yang menyeletuk.

"Maafkan kami. Kami memang tidak sempat meriasnya, Kak, tapi, insya Allah semua isinya asli sesuai mereknya," katanya lembut.

"Merek?" Marina terkekeh setelah memeriksa merek-merek yang tertera. "Yakin asli?"

"Kak Mar." Dewi menegur. Rasanya tidak sopan, meragukan keaslian barang-barang yang dibawa keluarga besannya.

"Tunggu dulu, Dewi." Marina menyela, dan wanita itu menjadi pusat perhatian kini.

"Kamu bikin acara sederhana ini saja harus ngutang ke Bank. Lalu, apa aku harus percaya kalau yang dibawa ini asli?"

"Tunggu--" Fasha menyahutinya. Andai yang bicara barusan laki-laki, dia tidak akan pernah menyela, mungkin ia membiarkan Gantara saja yang bicara.

"Maaf kalau memang kami menyalahi aturan di sini. Tapi, kedatangan kami benar-benar mendadak dan hanya memiliki waktu tiga hari saja sebelum ke Kalbar. Kami tidak sempat menyewa jasa kotak kaca dan sebagainya, tapi benar kata Maureen, seratus persen saya jamin semua hantaran yang kami bawa ke sini, asli sesuai merek yang tertulis."

Maureen menyela, ketus. "Kalau masih kurang percaya, mari kita buka satu persatu."

"Tidak perlu, Kak." Dewi dan Hariman lekas menengahi. "Maafkan ketidak nyamanan ini. Kami minta maaf."

Gantara yang menimpali. "Saya maklumi, Bang. Maaf juga atas kurangnya kami di sini."

Hariman tersenyum. "Kami selaku orang tua, bersyukur sekali bisa bersilaturahmi dengan seluruh saudara Nak Athalla."

Hariman mendadak terenyuh haru melihat wajah putrinya kembali mulus. "Terima kasih sudah mau merawat Dijah sampai hari ini--"

"Tapi, Hariman," sela Marina, "kita perlu kroscek lagi. Siapa tahu, Khadijah tidak diperlakukan baik di Jakarta, tanyakan langsung ke Khadijah, bagaimana cara suaminya memperlakukannya."

Orang-orang kembali memusatkan perhatian pada wanita kaya itu. Entah apa kedudukan di sini, yang pasti Maureen mulai kesal dengan sikap sombong yang Marina tunjukan.

"Kamu jangan asal percaya. Sekarang jamannya lain di pandangan lain di belakang!"

Khadijah angkat bicara kali ini. "Insya Allah, Mas Athalla baik, Pak. Mas Athalla jagain Dijah selama di sana kok. Masya Allah, Dijah bahagia bersamanya."

"Ehm--" Athalla tiba-tiba ingin terbang ke awang-awang dengan sayap yang barusan ditancapkan Khadijah lewat pujiannya.

"Pertanyaannya. Halal nggak kerjaan suami kamu, Dijah?!" serobot Marina.

"Maaf sekali, ya. Maaf sekali ini. Sekarang itu lagi maraknya orang melakukan segala cara demi flexing. Jadi kalau bisa, terang-terangan saja apa pekerjaan suami kamu? Halal atau cuma montir yang bolak-balik ke mesin kasir buat nyuri duitnya?"

"Astaghfirullah, Kak Mar!!" Hariman menegur.

Marina menatap putranya. "Kemarin pas kamu tugas ke Jakarta, kamu lihat Bengkel tempat suaminya Khadijah kerja kan, Ndre?"

"Loh, Bang, kapan itu?" Nayya mengernyit heran, pasalnya kabar ini benar-benar baru sekali didengar telinganya.

"Mmh--" Andre kikuk karena Khadijah mulai menatapnya tidak suka. Seakan-akan, Khadijah sudah tidak lagi respect padanya.

"Kamu ke Jakarta, Nak?" cecar Dewi.

Terpaksa Andre mengangguk. "Iya, kemarin, Andre ada tugas keluar kota dan Andre tidak sengaja melihat Bengkel tempat suami Dijah bekerja."

"Jadi benar kah, suami Dijah suka ngambil duit di kasir bengkelnya? Terus, apa benar suami Dijah sering jalan sama cewek-cewek di kota? Kalau iya jujur saja, Andre!!"

Andre tidak mungkin mengatakan kejujuran ini. Karena dia akan menghadapi cecaran Nayya dan Khadijah di waktu bersamaan.

Menguntit, ini hal yang pastinya dibenci dua wanita milik Pak Hariman. "Kamu ke Jakarta dan mengawasi kami, Andre?" Khadijah kini menanyakannya.

Andre menunduk. Dan di sana, Marina yang lekas membela putranya. "Harusnya kamu senang, Andre peduli kamu, Dijah!! Kami ini nggak bermaksud apa-apa, kami hanya perlu transparansi supaya kamu aman!"

Murni mengangguk setuju. "Iya ... jangan sampai Khadijah kena tipu daya orang-orang tidak baik di Jakarta. Kami peduli dengan kamu, Dijah!"

Hariman ambil andil. "Kalau sudah ada niat silaturahmi. Apa perlu kita bicara semenyudutkan ini pada tamu kita, Kak?"

"Bukan menyudutkan, ini hanya jaga-jaga saja. Siapa tahu memang Khadijah cuma diperlakukan baik di awal, kita nggak tahu ada niat terselubung apa di belakang nantinya!!"

"Cukup dulu, Mama Andre." Khadijah kembali menyela pembicaraan. "Dijah rasa, kedatangan Mas Atha dan keluarga di sini dengan niat yang baik, maka Khadijah mohon, beri kami ruang bicara dulu."

Sedari tadi, Maureen sudah amat sangat kesal menyimaknya. "Tanpa mengurangi rasa hormat, Buk ibuk, saya mewakili keluarga Athalla dari Jakarta, saya ini Tantenya Athalla. Dan tolong, jangan negatif dulu sebelum kami menyampaikan maksud dan tujuan kami."

"Jangan emosi, Maureen." Fasha menegur. Pasalnya, kentara sekali dada yang seolah berfluktuasi di sana.

"Iya, kok kamu emosi?!" Marina ikut menegur.

"Bukan emosi!" sergah Maureen. "Masalahnya kalau Kakak bisa curiga sama kami, bukankah kami juga bisa curiga dengan anak Kakak?"

Syahrul menghela napas menggaruk keningnya, istrinya memang bukan wanita yang bisa menjaga lisan. Ada saja gebrakan wanita itu sejauh menikah dengan dirinya.

"Pertama, kenapa tiba-tiba sekali anak Kakak mengawasi kegiatan di Bengkel keponakan saya bahkan sampai kesehariannya?" tukas Maureen. "Kedua, keponakan saya itu pemilik dari bengkel di mana dia bekerja, jadi sah-sah saja kalau dia ambil duit dari kasir!"

"Pemilik bengkel?" Marina terkekeh. Walau, dadanya mulai kebat-kebit mendengar itu.

"Maureen."

"Stop dulu, Sayang!!" Maureen menangkis teguran suaminya. "Ini kan mereka mau transparansi? Ini saya akan jelaskan dengan gamblang. Setidaknya, bahasa emak-emak bisa lebih dipahami, bukan begitu, Buk ibuk?"

"Bentulul, setuju." Azha menyeletuk di mana itu membuat Nabeel mencubit paha putrinya.

"Karena saya mencium ketidak seimbangan di sini. Kami datang jauh-jauh ke Kalbar demi menunjukkan itikat baik kami, loh."

Marina menatap tidak suka, sebenarnya simple, Marina tidak mau ada yang lebih unggul dari keluarganya di kampung ini.

"Walaupun pernikahan Khadijah dan Athalla bukan hal yang direncanakan kami sekeluarga, tapi kami benar-benar serius menjalin hubungan baik antar besan."

"Jangan lalu dicurigai dan dituduh yang tidak-tidak. Seenggaknya, kasih kami kesempatan untuk memperkenalkan diri."

Hariman menyesal, adanya kesan buruk yang didapat keluarga besannya. "Baik, Kak, dan maafkan kami atas ketidak nyamanan ini."

Maureen bersedekap. "Seharusnya, bukan Bapak yang minta maaf!" katanya jutek.

"Assalamualaikum." Di tengah gaduh, seseorang yang dikenal semua warga tiba.

"Waalikumusalam."

"Om Swastyastu." Pria itu tersenyum, lalu masuk ke dalam dan duduk sopan di sisi Om Nabeel juga Papa Gantara, membingungkan beberapa warga yang ada di sana.

"Pak Gubernur, Pak Lingga?" Andre cukup tersentak dengan kedatangan dua orang yang paling familiar baginya. Satu gubernur dan satu lagi boss besar di perusahaannya.

"Saya ke sini mau ikut-ikutan menyambut kedatangan besan dari Pak Hariman. Setelah kemarin merencanakan pembangunan real estate di kota, saya tidak menyangka sama sekali kalau Tuan King Miller dan sederet keluarganya akan menjadi besan warga saya. Ini benar-benar sangat mengesankan."

1
djerrih leni
aamiin
djerrih leni
bang bule coba hatimu utk memahami masa lalu istrimu... cari solusi untuk kedepannya.. bicarakan bersama, kalau mentok ajak keluarga papa Rayyan utk cari solusinya... jgn berpisah saat masih pikiran kaaacau n emosi lg tinggi karena penyesalan datangnya terlambat..
djerrih leni
ya Allah.. sebegitunya perjalanan hidup sekar... semoga ucy bisa mengerti n jd. pelindung sekar
djerrih leni
bener kedua setelah pak montir, sama-sama buciners
djerrih leni
🤣🤣🤣🤣 pdhal dah perpaduan Bang Tara n Miller, Gen Miller lebih mendominasi, sabar ya Papa King n mama Acha.. dunia sepi tanpa kelakuan Mas montir, Om Rayyan.. 🤭😄😄
djerrih leni
baru taukan gimana rasanya dulu daddy n mommy, liat kelakukan King muda dulu😄😄
djerrih leni
astagfirullah, tuch kan kena salam dr sendalnya opa king... kelakuan bang Thala, selalu nyulut amarah opa king ada2 aja ke absurd tan bang Thala
djerrih leni
itu maasa mudanya opa king, yg ngak boleh aisya di rebut orang... jangan dengerin Gus aba..
djerrih leni
buahaahahah... Pak Montir masih mau mudaa teruss bersama mama Acha😄😄
djerrih leni
bang Thala cemburu sama Pak montir, n pak montir cemburu sama mama acha.. karena lebih jd kesayanganya mas montir 🤭😄😄
djerrih leni
masya allah.... salut dgn pola pikirnya Mas montir.... bisa banget buat meleleh Khadijah... tetap bersama ya 😍
djerrih leni
ngajak ribut nih....nantangin ucy....
siapa ya
djerrih leni
bang itu hidung penciumannya tajem banget ya.. secara di jalanan yg ruang terbuka masih bisa terendus jarak jauh..
🤭😄😄😄
djerrih leni
cie... cie...Ucy
djerrih leni
inget waktu King -Aisha muda dulu, nurun ke Ucy cucunya ya... emang dah keturunan Miller.. buat gebrakan biar ngak ada yg nyenggol lg istrinya🤭
djerrih leni
bang Thala kamu tuch muji Pak montir apa ghibahin.. tapi ujungnya tetap mau minta trik nya sama Papa Tara.. 🤭😄😄😄
djerrih leni
astagfirullah Thalla... kalau ngomong ngak pakai filter, andai Pak Montir tau, bisa di masukin lg ke dlm perut mama pasha 🤭😄😄🤣🤣
djerrih leni
bener bisa n ngak tremor nanti bang bule... itu yg di tunggu sama sekar bang bule ayolah...
djerrih leni
denger tuch sarimin masukan dr knalpot bocor... ntar di tikung anak sastra baru ketar ketir kalang kabut.
djerrih leni
wkwkwkk... Ucy ternyata lg gangguin keasikan Bang Thala... ntar nularin ya ke ucy ilmunya Mas montir...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!