Setelah sang ayah—ketua mafia legendaris—tewas misterius, Livana ikut terlempar ke dunia novel dan menjadi Bellamy, si antagonis manja yang ditakdirkan mati tragis.
Kejutan besar menantinya! Jiwa sang Papa ternyata ikut bertransmigrasi menjadi ayah Bellamy. Namun, sang Papa terikat Sistem Novel yang akan mengurangi umurnya jika ia berani mengubah alur cerita.
Untungnya, jiwa barbar Livana adalah sebuah glitch yang kebal dari hukuman Sistem!
Menggunakan celah ini, duet maut ayah-anak mafia ini kompak bekerja sama mengacak-acak plot, menendang parasit manipulatif, dan memikat Dallas—si penguasa bayangan yang dingin.
Dua jiwa mafia vs satu Sistem Novel. Siapa yang akan menang?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24: Puing-Puing Kehancuran Enrique
Suasana di dalam aula Grand Ballroom benar-benar berubah menjadi neraka bagi sebagian orang. Suara desahan vulgar yang menggema dari sistem audio berteknologi tinggi itu seolah menampar wajah keluarga Enrique berkali-kali. Di atas panggung, kekacauan fisik tidak lagi bisa dihindarkan.
"Lepaskan aku, Javier! Sakit! Ini jebakan! Video itu palsu, itu rekayasa!" jerit Lucianna histeris, mencoba melepaskan cengkeraman kasar Javier pada bahunya. Air mata white lotus-nya kini bercampur dengan maskara yang luntur, membuatnya tampak mengerikan.
"Palsu?! Suara desahanmu yang menjijikkan itu menyebut nama Damian dengan jelas, Lucianna!" raung Javier, suaranya bergetar hebat antara amarah dan rasa malu yang membakar ubun-ubunnya. Ia menoleh ke arah barisan tamu, matanya merah menyala mencari sosok sahabatnya. "Damian! Bajingan kau! Keluar kau, keparat!"
Damian Lorakalyn yang mencoba menyelinap pergi di dekat pintu darurat langsung dicegat oleh dua pengawal berbadan tegap milik James. Tubuh Damian didorong kasar kembali ke tengah aula, menjadi pusat perhatian ratusan pasang mata yang menatapnya dengan pandangan jijik dan mencemooh.
"Javier, dengarkan aku dulu—" Damian mencoba membela diri dengan wajah pucat pasi.
Bugh!
Satu pukulan mentah dari Javier mendarat telak di rahang Damian, membuat pria hyper itu tersungkur ke lantai marmer, menabrak meja bundar hingga gelas-gelas kristal pecah berantakan.
Di barisan depan, Fernando Enrique menyaksikan hancurnya harga diri keluarganya dengan napas yang memburu tua. Dadanya naik turun, tangannya mengepal begitu erat hingga urat-uratnya menonjol ekstrem. "Jancuk! Hentikan semua kegilaan ini! Matikan layarnya!" bentak Fernando pada ajudannya, namun ajudan itu hanya bisa menggeleng ketakutan.
"T-Tuan Besar, sistem operatornya dikunci total dari luar! Kami tidak bisa mematikan proyektor maupun audionya!" lapor sang ajudan dengan suara bergetar.
James Guinevere yang berdiri tidak jauh dari Fernando memutar-mutar gelas sampanyenya dengan gerakan anggun. Ia melirik Fernando dari sudut matanya, lalu terkekeh rendah—sebuah tawa bariton khas bos mafia yang sangat puas melihat mangsanya sekarat.
"Ada apa, Fernando? Bukankah ini pengumuman keluarga yang sangat menarik dari putramu?" sindir James, suaranya terdengar begitu tenang namun menusuk. "Calon menantumu ternyata sangat... serba bisa. Skenario yang luar biasa."
"James! Kau yang melakukan ini, bukan?!" Fernando berbalik, menunjuk wajah James dengan telunjuk yang gemetar. "Kau sengaja ingin meruntuhkan nama Enrique!"
"Jaga bicaramu, Tuan Enrique," sahut James, tatapannya mendadak berubah menjadi sangat dingin dan menekan, membuat Fernando refleks mundur satu langkah. "Putramu sendiri yang membawa jalang itu ke atas panggung untuk memamerkannya. Aku hanya membantu memperjelas kualitas calon menantumu agar kau tidak salah memilih investasi."
Sementara itu, di sudut atas ruang kontrol, Odelia terduduk lemas di lantai. Lembaran-lembaran dokumen berisi bukti masa lalu Bellamy yang tadinya ingin ia sebar kini berserakan tak berguna. Ia menatap layar monitor dengan mata membelalak horor.
"Bagaimana bisa... Bagaimana bisa video Lucianna yang berputar?" ratap Odelia, menjambak rambutnya sendiri dengan frustrasi. "Hancur... semuanya hancur..."
Di tengah lautan kekacauan itu, Dallas tetap berdiri kokoh sebagai perisai di depan Bellamy. Jemari mereka masih bertautan erat, memperlihatkan dua cincin yang melingkar manis di jari masing-masing. Dallas menatap ke arah panggung dengan pandangan dingin yang kosong—sama sekali tidak merasa kasihan pada kehancuran Javier.
"Kau puas, Nyonya Enrique?" bisik Dallas di dekat telinga Bellamy, sengaja menggunakan marganya sendiri untuk menggoda gadis itu.
Bellamy mendongak, mata cegil-nya berbinar jenaka saat mendengar panggilan baru itu. "Belum sepenuhnya puas, Sayang. Pertunjukannya baru seru kalau singa tuanya ikut mengamuk."
Seolah menjawab ucapan Bellamy, Fernando Enrique yang sudah kehilangan akal sehatnya melangkah kasar mendekati Dallas. Sisa-sisa otoritasnya sebagai kepala keluarga Enrique ia gunakan untuk meluapkan kemarahannya yang memuncak.
"Dallas! Anak haram tidak tahu diuntung!" bentak Fernando, suaranya menggelegar di antara kebisingan aula. "Kau yang merencanakan semua ini dengan Guinevere, bukan?! Kau sengaja ingin merebut posisi adikmu! Berani-beraninya kau melamar Bellamy di belakangku!"
Dallas menarik Bellamy sedikit ke belakang tubuhnya, lalu menatap ayah tirinya dengan pandangan yang tidak lagi menunjukkan kepatuhan seujung rambut pun. "Aku tidak perlu melakukan apa pun di belakangmu, Tuan Fernando. Aku melamarnya di depan umum, dengan caraku sendiri."
"Kau mengkhianati keluargamu sendiri demi wanita ini?!" Fernando mengangkat tangannya, refleks ingin melayangkan tamparan keras ke wajah Dallas, persis seperti kebiasaan kasarnya di rumah.
Namun, sebelum tangan Fernando sempat menyentuh kulit Dallas, James Guinevere sudah melangkah maju dan mencengkeram pergelangan tangan Fernando dengan kekuatan yang sangat besar, menguncinya di udara.
"Jika kau berani menyentuh menantuku dengan tangan kotormu itu, Fernando..." James berbisik dengan suara rendah yang sarat akan ancaman pembunuhan dari dunia bawah, "...aku akan memastikan Enrique Group dinyatakan pailit sebelum matahari terbit besok pagi."
Fernando tersentak, rasa dingin menjalar di punggungnya saat menyadari kekuatan cengkeraman James. Ia menarik tangannya kembali dengan paksa, menatap Dallas dan James dengan napas terengah-engah.
"Dan satu hal lagi, Tuan Fernando," Dallas menyela, mengeluarkan selembar dokumen resmi dari balik saku jasnya yang lain, lalu meletakkannya di atas meja di hadapan Fernando. "Seluruh aset, izin operasional, dan hak kepemilikan distrik barat yang sangat Anda incar itu... per detik ini sudah resmi dialihkan penuh ke bawah nama Aliansi Privat Dallas-Guinevere. Enrique Group tidak lagi memiliki hak sepeser pun di sana."
Wajah Fernando instan berubah dari merah padam menjadi seputih kertas. "K-Kau... kau merampas distrik barat?!"
"Aku hanya mengambil apa yang menjadi hak atas hasil kerja kerasku selama belasan tahun ini, yang selalu Anda sebut sebagai 'belas kasihan'," sahut Dallas datar tanpa emosi. "Mulai malam ini, aku dan Ibuku, Danila, resmi keluar dan memutuskan segala hubungan dengan nama Enrique."
Javier yang mendengar hal itu dari atas panggung langsung jatuh terduduk di samping Lucianna yang masih menangis meraung-raung. Kehilangan Bellamy, dikhianati oleh sahabat dan kekasihnya, dan sekarang kehilangan proyek distrik barat yang menjadi tumpuan masa depan perusahaannya—Javier Enrique telah kehilangan segalanya dalam satu malam.
Bellamy maju setengah langkah, menyandarkan dagunya di bahu tegap Dallas sambil menatap Fernando dan Javier dengan senyuman cegil yang penuh kemenangan.
"Sayonara, Keluarga Enrique," ucap Bellamy manja, melambaikan tangan kirinya yang dihiasi cincin berlian hitam dari Dallas. "Terima kasih atas pesta pertunangan gratisannya yang sangat meriah ini."
Dallas menggenggam pinggang Bellamy dengan posesif, menuntun istrinya untuk berbalik dan berjalan meninggalkan aula Grand Ballroom yang masih dipenuhi badai skandal tersebut. Langkah kaki mereka mantap, berjalan berdampingan menuju masa depan baru yang telah mereka rebut dari cengkeraman alur novel sialan itu.
keren nih othor...
jadi alasan Sylvester masuk ke dunia novel untuk menyelamatkan ponakannya kali yaa... tapi belum tentu pasti plot twist lagi ah nanti... 🤣
ah di othor nih... bikin penasaran aja.. dibuat nama-namanya huruf depannya D semua lagi🤣
lagi tegang gini malah ngelawak Bellamy sama Dallas mah..🤣🤣