NovelToon NovelToon
Harusnya Aku Yang Disana

Harusnya Aku Yang Disana

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:19.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

Dua tahun menjalani hubungan rahasia (backstreet) dengan Dimas—pria matang keturunan darah biru—Kirana rela mengambil keputusan terbesar dalam hidupnya. Ia melepaskan masa lalu, melawan restu keluarganya sendiri, hingga meruntuhkan tembok perbedaan besar demi menyamakan arah masa depan dan bersiap melangkah ke jalan yang sama dengan sang kekasih.
Namun, tepat di hari saat ia siap menyerahkan seluruh hidupnya, takdir menghempaskannya tanpa belas kasihan. Di sebuah gedung pesta yang megah, dunia Kirana seolah runtuh. Di atas pelaminan mewah, Dimas justru bersanding dengan wanita lain yang merupakan atasannya sendiri. Tanpa ada kata putus, tanpa perpisahan hangat. Kirana ditinggalkan begitu saja dalam kehampaan oleh pria yang berjanji menjadi kompas hidupnya.
Sanggupkah Kirana bertahan dan menemukan kembali jati dirinya setelah pengorbanan tulusnya diinjak-injak? Dan bagaimanakah takdir menjemput penyesalan terdalam sang lelaki darah biru tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebenaran yang Terlambat dan Ketakutan sang Nyonya Besar

Malam telah larut menyelimuti kota asing tempat Kirana beralih takdir. Di dalam kamar kontrakannya yang sederhana, berbau harum minyak wangi kasturi, Kirana sedang duduk bersila di atas sajadah beludru hitam miliknya.

Sebuah kitab suci terjemahan terbuka di pangkuannya. Namun, fokus sepasang manik matanya malam ini sedikit teralih pada layar ponsel pintarnya yang menyala redup di atas lantai.

Ada sesuatu yang janggal sejak sore tadi. Notifikasi akun media sosial Kirana yang biasanya sepi tanpa aktivitas, tiba-tiba memunculkan beberapa riwayat kunjungan profil yang berulang-ulang dari sebuah akun asing tanpa foto profil. Akun itu tidak mengikuti dirinya, tapi berkali-kali melihat cerita pendek dan unggahan lama Kirana tentang kutipan-kutipan doa kepasrahan batin yang belakangan sering ia bagikan.

Kirana mengembuskan napas perlahan, mengulas senyum tipis yang sarat akan rasa maklum. Tanpa perlu menjadi seorang detektif, batinnya yang tajam sudah bisa menebak siapa sosok di balik akun pengintai itu.

Siapa lagi kalau bukan Ibu Ratna? Sang nyonya besar yang tiga hari lalu berhasil menduduki takhta pelaminan mewah di samping Dimas. Jauh di dalam lubuk hati Ratna yang paling dalam, tidak ada kedamaian murni yang ia rasakan setelah pesta pernikahan megah bernilai fantastis itu usai digelar. Ratna tahu betul siapa Kirana. Dia tahu bahwa Kirana adalah wanita dari masa lalu yang dengan ketulusan jiwanya rela menjemput keyakinan baru demi menyamakannya dengan Dimas. Pengetahuan itulah yang menjadi bumerang beracun yang menggerogoti ketenangan batin Ratna setiap detiknya.

Izin untuk Dimas menikah lagi yang tempo hari ia berikan, nyatanya hanyalah sebuah keterpaksaan batin yang menyiksa. Ratna terpaksa mengalah, mengumbar kata ikhlas demi mengikat kaki Dimas agar tidak lari darinya. Di balik usia matangnya yang sudah tidak muda lagi, ada sebuah rasa insecure yang begitu besar. Ratna melakukan semua itu dengan satu harapan semu: berharap bahwa dengan memberikan kelonggaran dan rumah layak huni itu, Dimas suatu hari nanti bisa membalas budi dan mencintai dirinya dengan kadar rasa cinta yang sama besarnya seperti saat pria itu mencintai Kirana dahulu.

"Kamu tidak akan pernah tenang, Ibu Ratna," bisik Kirana lirih sembari meletakkan ponselnya dengan posisi layar menghadap ke bawah, tidak ingin ambil pusing. "Kamu mengira telah memenangkan raganya, tanpa kamu sadari bahwa kamu sedang mengunci dirimu sendiri di dalam ketakutan akan bayang-bayangku."

Bagi Kirana, urusan batin antara Dimas dan Ratna sudah bukan lagi menjadi areanya. Dia sudah mengubur mati nama Dimas dari kamus masa depannya.

Namun, ketenangan yang coba dibangun Kirana kembali diuji keesokan harinya. Siang itu, saat Kirana baru saja selesai membantu Aisyah merapikan barang dagangan perlengkapan ibadah dan juga barang-barang mereka yang akan pindah di ruko tersebut, sebuah sepeda motor berhenti tepat di depan mereka. Seorang pria dengan kemeja kantoran melangkah turun dengan tergesa-gesa. Kirana mengernyitkan dahinya. Pria itu adalah Rian, teman dekat sekaligus rekan kerja Dimas di kantor pusat dulu.

"Kirana! Astaga, akhirnya aku bisa menemukan kamu di sini setelah bertanya ke sana-kemari!" ucap Rian dengan napas yang terengah-engah, raut wajahnya tampak sangat cemas sekaligus merasa iba.

Aisyah yang waspada, langsung memasang badan di depan Kirana. "Maaf, Anda siapa ya? Ada urusan apa lagi datang mencari Kirana?"

Rian mengangkat kedua tangan, memohon agar tidak diusir. "Tolong, Mbak... aku bukan mau bikin keributan. Kirana, tolong dengerin aku dulu sebentar saja. Aku ke sini atas inisiatifku sendiri sebagai teman Dimas yang tahu seluruh kejadian mengerikan di balik pernikahan itu. Aku tidak tega melihat kalian hancur karena kamu belum tahu kebenaran yang sesungguhnya!"

Kirana menatap Rian dengan sepasang mata yang sangat tenang, tidak ada gejolak amarah ataupun rasa penasaran di dalamnya. "Kebenaran apa lagi, Rian? Semuanya sudah sangat jelas di depan mataku."

"Nggak, Kirana! Dimas berada di posisi buah simalakama yang luar biasa kejam!" seru Rian menggebu-gebu dengan mata yang berkaca-kaca menahan sesak. "Waktu ayah Dimas mengetahui hubungan rahasia kalian... mengetahui bahwa kamu adalah seorang wanita dari masa lalu bernama Kirana, seorang yang memiliki keyakinan berbeda, ayah Dimas murka luar biasa. Beliau langsung menyuruh Dimas memilih detik itu juga: memilih kamu atau memilih ayahnya!"

Rian menarik napas dalam-dalam, suaranya bergetar hebat saat membongkar rahasia paling kelam itu. "Dan yang paling mengerikan, Kirana... ayah Dimas mengancam akan mengakhiri hidupnya sendiri detik itu juga di depan mata Dimas kalau Dimas nekat memilih kamu! Dimas terkunci mati, Kirana! Maju kena, mundur pun kena!"

Kirana tertegun sejenak. Genggaman tangannya pada ujung tas kainnya sempat mengencang mendengar kenyataan pahit yang di luar dugaan tersebut.

"Kalau Dimas maju mempertahankan cintanya ke kamu, dia akan menyakiti hati ayahnya sendiri, dan dia ketakutan setengah mati kalau ayahnya akan merealisasikan ancaman bunuh diri itu. Dia tidak akan sanggup hidup dengan bayang-bayang sebagai anak durhaka penyebab kematian ayahnya sendiri, Kirana!" urai Rian dengan nada yang amat perih, menggambarkan kehancuran psikologis Dimas. "Tapi kalau dia mundur... dia tahu dia akan melukai kamu, sekaligus mengorbankan sisa hidupnya sendiri untuk tinggal bersama Ibu Ratna yang sama sekali tidak pernah dia cintai! Dimas mengorbankan seluruh kebahagiaannya demi menyelamatkan nyawa ayahnya, Kirana!"

Rian melangkah maju satu tapak, memohon dengan sangat pasrah. "Dimas menderita, Kirana. Dia hidup seperti mayat hidup sekarang di samping Ratna. Pernikahan itu neraka buat jiwanya karena hatinya cuma tertuju padamu. Tolong, kasihanilah Dimas..."

Mendengar seluruh untaian kalimat kebenaran yang begitu dramatis dan memilukan itu, Rian mengira Kirana akan langsung runtuh menangis, merasa bersalah, atau setidaknya goyah karena tahu Dimas tidak punya pilihan lain selain mengalah pada nyawa ayahnya. Sayangnya yang terjadi, di luar ekspektasi Rian, Kirana menarik napas panjang, kemudian mengembuskannya dengan sangat perlahan. Sepasang matanya yang sayu kembali memancarkan sebuah ketegasan spiritual yang luar biasa kokoh dan berkelas. Rasa iba sempat terlintas di hatinya, namun kekuatan keyakinan yang kini bersarang di dadanya tidak membiarkan dirinya jatuh lagi ke lubang yang sama.

"Rian, terima kasih karena kamu sudah sudi membagikan kebenaran yang begitu berat ini kepadaku," ucap Kirana, suaranya terdengar sangat tenang, jernih, tapi juga sedingin es. "Aku ikut prihatin atas posisi buah simalakama yang harus dihadapi oleh Mas Dimas."

Rian sempat berbinar, mengira ada harapan. "Kalau begitu, Kirana—"

"Tapi maaf, Rian... kebenaran ini sudah terlambat," potong Kirana dengan cepat, membuat binar di mata Rian seketika padam. "Mau apa pun alasan di balik pengkhianatannya—bahkan ancaman nyawa dari ayahnya sekalipun—itu sudah bukan lagi menjadi urusanku atau areaku untuk memperbaiki. Takdir sudah menentukan jalannya masing-masing. Jika Mas Dimas sudah memilih untuk menyelamatkan nyawa ayahnya dengan cara mengorbankan perasaannya dan mengorbankan diriku, maka dia harus berjiwa besar untuk menerima konsekuensi bahwa aku sudah hilang dari kehidupannya untuk selamanya. Dia tidak bisa egois dengan menahan aku dalam ikatan nikah siri di bawah bayang-bayang rumah layak huni itu, sementara dia sudah mengambil keputusan untuk bersanding dengan wanita lain."

Kirana tersenyum tipis, sebuah senyuman kelegaan yang sangat agung.

"Sampaikan pesan ini pada Mas Dimas, Rian. Jangan lagi mengemis belas kasihan atas nama keterpaksaan. Keputusannya sudah sah, dan keputusanku untuk memeluk keyakinan baru ini pun kini sudah murni karena aku butuh Sang Pencipta, bukan lagi karena dirinya. Katakan juga pada Ibu Ratna, agar berhenti mengintai media sosialku. Aku sudah tidak peduli lagi dengan suami orang lain. Jalanku sudah benderang menuju masa depan yang baru!"

Usai memuntahkan kalimat skakmat yang teramat berkelas itu, Kirana langsung memutar tubuhnya dengan anggun. Dia melangkah masuk ke dalam ruko bersama Aisyah yang menatapnya dengan pandangan penuh rasa kagum luar biasa, meninggalkan Rian yang berdiri mematung kaku di tepi jalan dengan rasa hormat sekaligus penyesalan mendalam karena gagal total menggoyahkan prinsip kokoh seorang Kirana yang sekarang. Kirana sudah resmi menutup rapat seluruh pintu masa lalunya tanpa peduli seberapa tragisnya alasan di balik pengkhianatan tersebut.

1
falea sezi
🤣🤣 nenek tua gatel
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
iya ini keputusan yang besar,Kirana tidak cerita ke keluarga
pasti ada kekecewaan disitu ,wajar sih kalau mereka marah
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
ayahnya Dimas udah berjuang untuk membalas Ratna
malahan Ratna lebih peduli kehilangan Dimas,kalau ayahnya Dimas koid,Dimas bebas haha,dsar otak nya 😄
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Dimas korban keegoisan keluarga tapi Kirana ga ada hubungannya malahan kena juga karena dimas
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Dimas Dimas sadar Kirana udah bukan hak mu lagi weh
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Dimas ga ada otak😄
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
keluarga kaya tapi minim adab😭
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Ratna itu emang ga ada sadar dirinya
dia yang salah tapi tidak mau disalahkan
hasil merebut itu ga awet bu, inget umur
kamu wanita kaya ,mandiri knp harus merebut hak orang lain. percuma hartamu😄
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Ratna ga sadar diri banget
udah merebut malahan dia merasa korban😄
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
itu hasil yang kalian tanam sndri
kan bisa dibicarakan baik" ,kalian sudah mendzolimi kirana
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
wkwkwk Ratna itu hasil kerja kerasmu itu merebut hak yang awalnya bukan milikmu
rasakan akibatnya sendiri
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
mau alasan kaya apa aja
setidaknya harus ada omongan, Ratna juga ksian hasil merampas itu ga akan tenang
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Dimas ga tau masa lalu
kalau kamu itu seorang yang tau agama
tidak akua menawarkan nikah siri ,padahal baru 3hari
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Kirana Tuhan tau kamu kuat makanya diksh cobaan ini
ayo tetap semangat
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
penyesalan emang diakhir kirana
tapi semoga ini bisa jadi pelajaran buat kamu iya
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
anjay Dimas lebih memilih menikah dengan Ratna secara diam diam
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
ceritanya bagus
cinta beda agama apakah mereka akan bahagia
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Dimas udah banyak alasan ini
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
demi Dimas dia rela ninggalin agamanya iya😭
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
pst ada sesuatu sama Dimas itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!