Eza dan Ezi dua Kak beradik yang memiliki kegeniusan yang terpisah. Mereka mengalami kecelakaan dan hidup kembali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aloha_Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18-Ketakutan
Si kembar menikmati masa libur mereka dengan papa dan mamanya. Hingga Si Ezi berbisik pada Eza.
"Eza, coba bilang sama papa kita mau nya apa?" ucap Ezi berbisik.
"Emang Abang Ezi, mau minta apa sama papa?" ucap Eza bertanya.
"Abang mau minta saham sama papa, karena Abang mau membangun usaha Abang sejak dini," ucap Ezi serius bicara pada adiknya.
"Boleh Bang, nanti kita bilang sama papa nanti malam ya setelah dinner," ucap Eza.
Percakapan keduanya pun terputus, karena mama mereka mau mengajak mereka bicara.
"Eza dan Ezi, mama boleh nggak bicara dengan kalian berdua," ucap mama sambil menyuruh mereka duduk si sofa.
Keduanya pun menuruti saja perkataaan dari mama yang mereka sayangi.
"Tapi tunggu ma, biasanya papa ada di samping mama, papa sekarang ada dimana?" ucap Ezi bertanya dan penasaran.
"Hal itu lah yang ingin mama bicarakan pada kalian," ucap Mama pada mereka.
"Baik ma, kita akan mendengarkannya dengan baik," ucap Eza berbicara.
"Papa kalian sekarang masuk rumah sakit, kata dokter papa sedang dalam perawatan jadi tidak bisa melakukan apapun, akan tetapi papa kalian sudah sadar kok sayang, hanya saja mama perlu bantuan anak mama, untuk mendampingi mama selama di perusahaan, karena mama belum percaya dengan orang kantor, mama lihat pun anak mama sudah pintar semua, jadi bisa kah anak-anak mama nemani mama," ucap mama.
Keduanya pun tanpa basa-basi memeluk mama yang mereka cintai.
"Kami siap mendampingi mama," ucap si kembar.
Saat itu usia si kembar sudah 10 tahun, meskipun demikian otak mereka melebih orang dewasa.
"Terima kasih yaa sayang, hal ini jangan disampaikan dengan papa ya, kalian mau berjanji dengan mama," ucap mama nya.
"Kami berjanji mama," ucap si kembar.
Di hari berikutnya, si kembar di ajak ke perusahaan, bagi karyawan mereka biasa bagi nyonya Smith membawa si kembar.
Saat rapat di mulai, para pemegang saham tidak berani mencegah anak nyonya Smith masuk ke ruangan tersebut karena tuan dan nyonya Smith memiliki saham 60% perusahaan yang mereka pegang saat ini.
Setelah rapat usai masing-masing mereka memberikan penjelasan, dan di sanalah Ezi mengirimkan file nya kepada nyonya Smith. Nyonya Smith pun menjelaskan dengan sangat lugas. Para pemegang saham menyetujui atas tanggapan nyonya Smith.
Rapat pun selesai, semua pada keluar. Hanya saja ada yang mendekat dengan nyonya Smith dan berkata ;
"Ingat saham saya di sini terbesar ke tiga setelah kalian suami istri, maka suatu saat perusahaan ini akan menjadi milik saya," ucap tuan Berry.
Ezi yang mendengar hal itu geram dan ingin sekali memukul orang tersebut.
"Ezi, tahan emosi kamu sayang, ingat kami belum tinggi berhadapan dengan orang dewasa," ucap nyonya Smith.
"Ezi janji ma, akan melindungi papa, mama dan Eza," ucap Ezi mengepal tangannya.
"Hahah, Abang ketinggalan, aku udah kasih pelajaran sama orang tersebut nanti lihat saja kehebohan nya," ucap Eza tertawa.
"Sayang, mama nggak pernah ngajarin hal itu loe," ucap nyonya Smith.
" Ih biarin beraninya dia ngancem mama di saat papa nggak ada, siapa lagi yang melindungi mama?," ucap Eza jengkel.
"Eza, minta maaf sama mama," ucap Ezi mendorong adiknya.
"Ma, Eza nggak ada maksud apa-apa loe ma, Eza minta maaf yaa," ucap Eza sama mama nya.
Mereka bertiga pun berpelukan, tanpa terasa air mata nyonya Smith jatuh, atas tingkah anaknya yang cerdasnya di luar nalar.
"Mama, Eza kan sudah minta maaf sama mama, kok mama nangis lagi, kan Eza sudah janji sama mama tidak akan melakukannya lagi," ucap Eza memegang tangan mamanya, sedangkan Ezi memberikan tisu pada mamanya.
Bodyguard mereka yang melihat dari luar terkesima dengan sikap si kembar.
"Tuan dan nyonya Smith, memang di anugerahi anak yang cerdas, si kembar bisa menjadi rekan bisnis bahkan bisa menjadi seorang teman," ucap Bodyguard tersebut sambil tersenyum.
Nyonya Smith pun berdiri dan mengajak anak-anak nya kembali ke kantor. Nyonya Smith pun berkata pada bodygourd suaminya ;
"Tugas kamu sekarang silahkan makan terlebih dahulu, karena saya dengan si kembar mau berbicara di dalam kantor," ucap nyonya Smith.
"Tapi nyonya," ucap kedua bodyguard tersebut.
"Iih denger nggak sih yang dibilang mama, mau Eza pukul nggak nie," ucap Eza mau mengamuk.
"Baik, nona Eza kami akan melaksanakan perintah nyonya Smith, kami permisi terlebih dahulu," ucap kedua bodyguard.
"Mama, makanan buat Eza ada kan," ucap Eza bertanya.
"Ada sayang di kantor sudah di persiapkan semuanya," ucap nyonya Smith.
"Dasar adikku tukang makan yaa," ucap Ezi sambil memegang rambut Eza.
"Mama, Abang bandel sama rambutku, kamu tahu nggak Abang, ini rambut aku paling suka, iih harus ke salon aku males, iih Abang nyebelin," ucap Eza mengejar kakaknya.
Keduanya saling usil satu sama lain, nyonya Smith hanya tersenyum melihat tingkah keduanya. Sesampainya di dalam ruangan keduanya kembali tertib dan memakan, makanan yang telah tersaji.
Saat mereka menyantap makanan dering ponsel nyonya Smith berbunyi ;
"Hai suamiku, morning ," ucap nyonya Smith pada suaminya yang berada di rumah sakit.
"Morning istriku, si kembar lagi apa sayang?" ucap tuan Smith.
Keduanya mendengar papa mereka pun langsung menyahut.
"Hallo papa, papa Abang jahil sama Eza," ucap Eza mengadu pada papanya.
"Iih dasar tukang ngadu, lagian cuma main aj sih pa," ucap Ezi mulai dongkol dengan adiknya.
"Hahahaha, kalian berdua ini masih saja berantem, sekarang berteman lagi ya sayang, kasian mama kalau lihat kalian berantem begitu," ucap tuan Smith mendamaikan anaknya.
"Iya deh Ezi, minta maaf sama Adek," ucap Ezi mengulurkan tangannya.
"Iih nggak ikhlas Abang Ezi nya sama aku," ucap Eza pura-pura manyun.
Si kembar pun saling memaafkan satu sama lain, mereka pun kembali makan, sedangkan tuan Smith kembali istirahat dan mematikan panggilan video tersebut.
Nyonya Smith pun kembali ke meja untuk mengerjakan sesuatu.
Sesaat pintu pun di ketok oleh seseorang karyawan.
"Silahkan masuk," ucap nyonya Smith.
"Maaf nyonya Smith, ini laporan yang anda minta," ucap sekretarisnya.
"Baik, terima kasih atas bantuannya," ucap nyonya Smith.
Sekretaris itu pun pergi meninggalkan nyonya Smith dengan melihat isi laporan tersebut. Betapa terkejut dirinya melihat laporan keuangan.
Nyonya Smith menghubungi bendahara perusahaannya. Seseorang pun masuk.
"Iya nyonya saya bendaharanya," ucap bendahara tersebut.
"Jelaskan kepada saya kenapa anggaran ini besar di saat suami saya masuk rumah sakit," ucap nyonya Smith.
"Ehm, itu... itu, bagaimana saya bisa selesaikan ini semua nyonya?" ucap bendahara tersebut.
"Katakan ! atau kamu bermain sesuatu di belakang tuan Smith mempermainkan uang perusahaan," ucap nyonya Smith dengan emosi.
Nyonya Smith pun gelagapan, dia pun duduk kembali. Si kembar yang melihat itu langsung mendekat.
"Kakak, cepat jelaskan sama mama, walau kami kecil, kami memahami analisa pembuatan laporan ini," ucap Ezi melembut, sedangkan adiknya menenangkan mamanya.
Bendahara tersebut pun menjelaskan karena dia ketakutan melihat nyonya Smith yang marah besar.
"Baiklah, kamu boleh pergi tapi ingat ya kakak, kalau suruhanmu bertanya, bilang kamu tidak mengatakan apapun dan semua pembicaraan atau kejadian di sini hari ini jangan ada yang tahu, kakak paham," ucap Ezi mengancam dengan wajah manisnya.
"Baik, nyonya saya permisi," ucap bendahara tersebut.
" Stop, ingat yang dikatakan oleh Abang Ezi ya, kalau kakak macem-macem lagi, maka di ponsel kakak semua rahasia pribadi, akan kami bongkar," ancam Eza.
Bendahara tersebut pun kalang kabut dan pergi dari tempat tersebut.
🌼🌼🌼🌼🌼