Genre: Dark Romance / Reverse Harem / Thriller Psikologis.
Premis Utama: Althea, seorang gadis yatim piatu yang bekerja sebagai pengarsip dokumen kuno, terjebak di dalam "Septem Foundation"sebuah yayasan elit rahasia di bawah kendali tujuh pria berkuasa dan manipulatif yang terinspirasi dari pesona member BTS.
Kehadiran Althea di mansion tersebut ternyata bukan kebetulan, melainkan sebuah jaring laba-laba yang sudah disiapkan sejak lama. Ketujuh pria ini memiliki masa lalu kelam yang terikat dengan Althea, dan kini mereka bersaing secara dingin sekaligus obsesif untuk saling memperebutkan hak "memiliki" dirinya. Cinta mereka yang awalnya terasa seperti perlindungan mewah perlahan berubah menjadi sangkar emas yang posesif, berbahaya, dan mematikan.
Ketegangan psikologis saat Althea mencoba mengungkap misteri ingatan masa lalunya yang hilang, sembari bertahan hidup di antara dominasi, manipulasi, dan cinta gila dari tujuh pria
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aera_yong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dokumen yang Terlarang
Genggaman tangan Jungkook baru terlepas setelah mereka menginjak teras belakang *mansion*. Althea segera menarik tangannya yang memerah, lalu berlari masuk tanpa menoleh lagi.
Rasa takut yang bercampur dengan keputusasaan malam itu membuat Althea mengambil keputusan nekat esok paginya. Jika dia ingin keluar dari tempat gila ini hidup-hidup, dia harus menemukan kelemahan mereka. Dan kelemahan itu pasti ada di masa lalu.
Pukul sembilan pagi, Althea sudah berada di dalam ruang arsip bawah tanah. Dia sengaja mengunci pintu dari dalam meski dia tahu J-Hope tetap bisa melihatnya lewat CCTV.
Althea mengabaikan tumpukan berkas yang seharusnya dia kerjakan dan mulai membongkar paksa rak besi paling belakang yang tertutup debu sangat tebal.
Setelah dua jam mencari di antara tumpukan kertas yang menguning, jemari Althea menyentuh sebuah map kulit berwarna cokelat tua yang terkunci dengan gembok kecil berkode angka.
Althea mengingat aturan nomor urut dari susunan buku Rm. Dia mencoba memasukkan kombinasi angka ganjil '0-7-0-7'
KLIK..
Gembok itu terbuka. Dengan tangan gemetar, Althea membuka map tersebut. Di dalamnya terdapat sebuah berkas tebal bertuliskan "Proyek Septem: Manifestasi Trauma 2010"
Althea membalik halaman pertama, dan selembar foto tua yang agak buram terjatuh ke lantai. Althea mengambilnya, dan seketika itu juga seluruh pasokan oksigen di parunya seolah menyublim.
Di dalam foto itu, ada tujuh anak laki-laki dengan pakaian lusuh dan wajah penuh luka goresan, sedang duduk melingkari seorang anak perempuan kecil yang memakai gaun putih.
Anak perempuan itu sedang tersenyum sambil mengobati luka di lengan salah satu anak laki-laki dengan plester luka.
Anak perempuan itu... adalah Althea saat berusia sepuluh tahun.
Dan ketujuh anak laki-laki di foto itu, meski wajah mereka masih sangat muda, Althea bisa mengenali garis wajah mereka dengan sangat jelas. Mereka adalah Namjoon, Jin, Suga, J-Hope, Jimin, Taehyung, dan Jungkook.
"Sudah kubilang, tugasmu hanya mengarsipkan, Althea. Bukan mengintip apa yang sudah kami kubur."
Sebuah suara berat dan dingin memecah keheningan ruangan. Althea tersentak hebat hingga map di tangannya terlepas, menumpahkan isinya ke lantai.
Di ambang pintu besi yang entah bagaimana bisa terbuka tanpa suara, Kim Namjoon berdiri dengan kedua tangan di dalam saku celana kainnya.
Kacamata berbingkai tipisnya berkilat memantulkan cahaya lampu ruangan, menyembunyikan sorot matanya yang sebenarnya.
"Tuan Rm..." Althea melangkah mundur, kakinya menginjak foto tua itu.
"Foto ini... apa maksudnya? Siapa anak-anak ini? Kenapa saya ada di sini bersama kalian lima belas tahun lalu?"
Rm melangkah masuk perlahan. Aura kepemimpinannya yang masif seketika membuat ruang arsip yang luas itu terasa menyempit dan menyesakkan. Dia menunduk, memungut lembaran kertas dokumen yang berserakan di dekat kaki Althea, lalu mengambil foto tua yang terinjak.
Rm menatap foto itu sekilas sebelum memasukkannya kembali ke dalam saku jasnya. Dia kemudian menatap Althea, mengikis jarak di antara mereka hingga Althea bisa merasakan intimidasi yang begitu pekat.
"Kamu benar-benar tidak ingat apa pun, ya?" Rm mengulurkan tangannya, ibu jarinya mengusap bibir bawah Althea dengan tekanan yang agak kuat, memaksa Althea untuk mendongak menatapnya. "Keluargamu yang terhormat... mereka membuang kami ke panti asuhan terbengkalai milik yayasan ini setelah menjadikannya tempat eksperimen.
Dan kamu, Althea... kamu adalah satu-satunya malaikat yang datang memberikan obat dan senyuman kepada kami setiap hari."
Mata Namjoon berkilat gelap, dipenuhi oleh kilatan obsesi purba yang sudah dipendam selama belasan tahun.
"Kami membakar tempat itu dan mengambil alih yayasan ini demi satu tujuan: menemukanmu kembali.
Jadi, jangan pernah merasa asing di sini, Althea. Kami tidak menculik mu. Kami hanya menjemput pulang apa yang sudah menjadi hak kami sejak malam berdarah tahun 2010 itu."
Bersambung~