NovelToon NovelToon
Istri Tercinta Sang Ceo

Istri Tercinta Sang Ceo

Status: tamat
Genre:Contest / Hamil di luar nikah / One Night Stand / Single Mom / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: @tiiam97

Kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidupnya tidak membuat Kirania terpuruk dia terus melanjutkan hidupnya seperti sebelumnya.

Hingga saat dia tahu kalau dia hamil dan di usir oleh keluarga angkatnya membuatnya hampir mengakhiri hidupnya. Tapi saat dia mencoba bunuh diri ada seseorang yang menghentikannya dan membuat dia kembali menjalani hidupnya dengan penuh semangat.

Hingga beberapa tahun kemudian dia membuat kesalahan pada atasan di tempat kerjanya dan untuk menebus kesalahannya itu dia dipaksa untuk menikah dengan atasannya itu! bagaimana kelanjutan hidupnya setelah menikah dengan atasannya tersebut apakah bahagia atau menderita?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @tiiam97, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari pertama kerja part 2

...🍀Happy Reading🍀...

"Kirania, keruangan saya," Kata Kean dari sambungan telepon setelah itu dia menutup kembali telponnya.

Kirania bergegas keruangan Kean karena dia tidak boleh telat sedetik pun saat Kean memanggilnya itu salah satu yang Kirania baca dari daftar yang tidak boleh dilakukanya.

Tok,, Tok,, Tok,,

Kirania mengetuk pintunya terlebih dahulu setelah mendengar kalau dia di suruh masuk dia pun masuk ke ruangan itu.

"Permisi tuan apakah ada yang harus saya kerjakan?" Tanya Kiarania sambil menundukkan kepalanya dia tidak berani melihat mata atasannya terlalu lama.

"Hemmm bereskan buku-buku yang ada di rak itu, ingat harus serapi mungkin," Kata Kean dingin sambil menunjuk rak buka dengan tangannya sementara matanya fokus keberkas yang dipegang dengan tangan yang satunya lagi.

"Baik tuan," Kata Kirania sambil berjalan menuju rak buku dengan kepala yang masih menunduk.

"Entah kenapa melihat mata Pak Kean aku seperti melihat mata Kania mungkin karena warna matanya sama dengan Kania, tapi warna rambutnya pun sama dengan Kania, Kenapa bisa begitu ya? apa ayah kandung Kania juga bule seperti Pak Kean? Astaghfirullah Kirania apa yang kamu pikirkan jangan berpikir yang tidak-tidak fokus kerja," Kirania terus berbicara dalam hatinya dia tidak tau kalau Kean memperhatikannya.

"Apa kamu bisa bekerja dengan benar lihatlah kamu tidak menyimpan buku sesuai urutannya," Kata Kean dengan nanda yang lumayan tinggi hingga membuat Kirania kaget.

"Ma, maaf tuan, saya akan membereskannya kembali," Kata Kirania dia pun segera membenarkan kembali buku-buku itu.

Kean sesekali melirik Kirania yang sedang fokus menata buku-buku itu lewat ekor matanya.

"Apa seperti ini sudah rapi tuan?" Tanya Kirania masih tidak berani menatap wajah Kean.

"Hmmm keluarlah dari ruangan ini dan jangan lupa satu jam lagi waktunya saya makan siang, segera siapkan makan siangnya," Kata Kean tanpa melihat Kirania.

"Hemmm maaf tuan apa saya boleh tau restoran langganan anda biar saya bisa memesankan makan siangnya," Kata Kirania mengangkat wajahnya untuk melihat Kean.

Mendengar perkataan Kirania Kean menatap tajam Kirania hingga membuat Kirania menelan ludahnya kasar.

"Apa ada yang salah dengan perkataan ku? kenapa tuan Kean malah seperti ingin menelanku hidup-hidup seperti itu, tapi tatapan itu kenapa tatapan itu sama seperti tatapan pria tujuh tahun lalu," Kirania berbicara dalam hatinya saat melihat tatapan tajam Kean dia kemudian menggelengkan kepalanya bagaimana mungkin Kean dan pria itu adalah orang yang sama.

"Apa kamu tidak membacanya dengan jelas apa yang harus kamu lakukan saat jadi sekertaris ku?" Tanya Kean dengan nada dingin.

Kirania hanya diam dia mengingat kembali kalau di kertas itu tertulis siapkan makan siang untuk Kean dengan tepat waktu dan harus makanan yang terjamin higenis.

"Apa maksudnya saya yang harus memasaknya sendiri tuan?" Tanya Kirania ragu.

"Apa perlu saya jelaskan lagi," Kean menatap Kirania dan Kirania mengalihkan lagi tatapannya kebawah.

"Baik tuan akan segera saya siapkan," Kata Kirania.

"Ingat saya paling tidak suka menunggu jadi jangan telat sedikitpun," Kata Kean.

Kirania hanya menganggukkan kepalanya setelah itu dia keluar dari ruangan itu atmosfir di ruangan itu terasa tidak nyaman apalagi saat Kirania melihat mata Kean yang menatapnya tajam dia kembali ingat tatapan pria yang sudah merenggut kesuciannya tujuh tahun silam.

"Ya allah aku mohon hilangkan 'lah bayangan-bayangan itu dari pikiranku," Kata Kirania dia bersandar di dinding untuk menenangkan kembali hatinya.

Meskipun kejadian itu sudah berlalu lama dan dia sudah menjalani hidup dengan baik-baik saja tapi tetap rasa traumanya masih ada mungkin itu alasannya kenapa dia belum bisa membuka hati lagi sampai sekarang.

Setelah tenang Kirania menuju ruangan Nikko untuk menanyakan apa saja makanan kesukaan Nikko dan di mana dia bisa memasak di kantor ini.

Kirania mengetuk pintu ruangan Nikko dan tak lama kemudian Nikko membuka pintunya sambil menaikan alisnya.

"Maaf Pak Nikko saya ingin memasak untuk makan siang tuan Kean tapi saya tidak tahu haru memasak di mana," Kata Kirania menundukkan kepalanya.

"Ikuti saya, saya akan menunjukkan dapur tempatmu memasak makan siang untuk tuan," Kata Nikko dia melangkah mendahului Kirania.

"Ini dapur tempatmu membuat makan siang atau sarapan jika tuan tidak sempat sarapan di rumahnya," Kata Nikko menunjukkan dapur yang luas dan peralatan yang komplit itu.

"Apa sekertaris sebelumnya juga harus masak untuk makan siang tuan kean?" Tanya Kirania yang penasaran.

"Tidak, tuan Kean baru kembali lagi ke negara ini beberapa bulan yang lalu, sebelumnya dia hanya sesekali saja kesini," Jelas Nikko.

"Tuan Kean membuat dapur ini baru-baru ini karena beliau tidak mau makan sembarangan dari luar," Jelas Nikko lagi.

"Baiklah kalau begitu saya akan mulai memasak Pak," Kata Kirania.

"Eh Pak Nikko apa Pak Kean pemilih makanan?" Tanya Kirania pada Nikko.

"Tidak," Jawab Nikko singkat setelah itu dia melangkahkan kakinya keluar dari sana.

"Eh aku belum menanyakan apakah Pak Kean ada alergi terhadap makanan atau tidak," Kata Kirania.

"Ah sudah lah mudah-mudahan saja pak kean tidak alergi terhadap makanan apapun, pantesan saja selama setahun sudah ganti sekertaris beberapa kali peraturannya terlalu banyak dan selain jadi sekertaris disini harus siap jadi pelayan dan juga koki huh, pantesan saja gajinya besar kerjaannya juga banyak," Gerutu Kirania sambil mulai memasak.

Beberapa saat kemudian keluar keluar dari dapur dengan nampan yang berisi makan siang untuk Kean untung masih tepat waktu.

"Mudah-mudahan masakan ku sinkron sama lidahnya biar aku bisa terus bekerja disini, sebenarnya kalau tidak membutuhkan uang lebih banyak lagi aku mending kerja di restoran Radit saja selain banyak teman, kerjaan ku juga tidak terlalu ribet tapi aku kasian sama Kania tiap hari pulang atau pergi sekolah harus naik motor panas-panasan, ayo semangat kerja Kiran demi anakmu," Gumam Kirania sepanjang perjalanan menuju ruangan Kean.

Saat sampai di depan pintu ruangan Kean Kirania mengetuk pintunya terlebih dahulu saat Kean sudah menyuruhnya untuk masuk diapun membuka pintu dengan hati-hati agar makanannya tidak tumpah.

"Makan siangnya mau di simpan dimana tuan?" Tanya Kirania kepada Kean.

"Simpan di sana saja," Jawab Kean menunjuk meja dekat sofa.

Kirania menyimpan makanannya di meja dia menunggu Kean untuk memakannya karena takut ada kesalahan dalam masakannya.

Kean bangun dari kursi kerjanya dan duduk di sofa untuk mulai makan Kean melihat Kirania hanya menunduk saat berhadapan dengannya.

"Apa aku menakutkan hingga setiap di depanku kamu selalu menundukkan kepalamu itu," Kata Kean datar.

"Bukan hanya menakutkan tuan tapi setiap kali melihat matamu mengingatkanku pada kejadian yang ingin aku lupakan," Kata Kirania dalam hatinya.

"Tidak tuan," Jawab Kirania singkat.

"Saya lihat dari data yang kamu kirimkan saat melamar kerja kamu sudah memiliki anak" Kata Kean mulai memakan makanannya.

"Iya tuan," Jawab Kirania.

"Belum menikah tapi sudah punya anak," Kata Kean dengan sinis.

"Maaf tuan meskipun saya bawahan anda tapi anda tidak berhak untuk mencampuri masalah pribadi saya," Kata Kirania yang mulai berani menatap Kean yang dengan santainya memakan makanannya.

"Saya hanya tidak ingin nama baik perusahaan saya tercoreng karena memiliki Karyawan yang mempunyai anak di luar pernikahan, apalagi posisi kamu disini sangat penting," Perkataan Kean membuat Kirania menatapnya tajam tangannya memegang erat nampan.

"Kalau begitu saya akan mengundurkan diri hari ini juga," Kata Kirania dengan tatapan yang tajam kepada Kean dia paling tidak suka anaknya di pandang rendah.

"Silakan tapi perlu kamu ketahui kemarin kamu sudah menandatangani perjanjian yang mengatakan kalau kamu keluar dari perusahaan ini sebelum satu tahun kamu harus membayar denda sebesar 50 juta," Kata Kean membuat mata Kirania melotot.

"Kapan saya menandatangani perjanjian seperti itu," Kata Kirania.

"Kalau tidak percaya kamu lihat saja salinan kontak kerja yang kamu simpan," Kata Kean santai.

.

.

.

.

.

.

.

...☘Bersambung☘...

1
Cvmelati Travel
perusahaan aneh, tanda tangan ceo bisa diwakilkan oleh sekretaris dan ini masalah keuangan... hmmm
Cvmelati Travel
pemeran utamanya malah ga sering muncul dipermukaan😂, kapan thor
yuliyuli
kyaknya si bosnya pria misterius itu
Nurul Syahriani
Kalo gitu kenapa harus diterima
Faradita
kean cemburuuuu tuh😄😄😄
Faradita
ber arti radit kirania dan azri bersaudara, makanya kirania memiliki perasaan sama mereka berdua
abu😻acii
masih 😵😵
Marlialeeya
terus,,, otak lamban 😝😝😝
Naraa 🌻
Kean licik bgt pakai cara pengecut gitu ga gentleman bgt
Ani Kurniati
mampir ni kak
Resa Levia
ini cerita kok berbelit Belit ya jadi bingung Mimin☹️
Resa Levia
kok aku jadi kasian sih Ama Radit y
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
keren
Yunita Indriani
masih lanjut baca
Yunita Indriani
ceritanya bagus
Yunita Indriani
sejauh ini suka, tidak berbelit-belit
Yunita Indriani
masih lanjut
Yunita Indriani
next
Yunita Indriani
sedih bngt rasanya,
Yunita Indriani
hadir Thor, mengunjungi lapak mu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!