NovelToon NovelToon
Kebangkitan Kaisar Abadi

Kebangkitan Kaisar Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Misteri
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bagus Dwi

Tahun 2042.
Manusia hidup seperti biasa dengan teknologi modern. Tidak ada yang tahu bahwa energi spiritual di Bumi mulai bangkit kembali setelah menghilang selama ribuan tahun.
Arkana Wijaya, mahasiswa berusia 20 tahun, menjalani hidup biasa hingga menemukan cincin kuno peninggalan kakeknya. Saat darahnya menyentuh cincin itu, jiwa seorang kultivator legendaris dari ribuan tahun lalu terbangun.
Namun, alih-alih mengambil alih tubuh Arkana, jiwa itu justru menghilang setelah mewariskan seluruh ingatan dan teknik kultivasinya.
Arkana menjadi satu-satunya orang yang mengetahui cara kultivasi sejati.
Sementara dunia mulai berubah, organisasi rahasia, keluarga kuno, dan makhluk yang selama ini bersembunyi juga mulai bergerak.
Bumi ternyata hanyalah dunia tingkat terendah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bagus Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Simpul Spiritual Pelabuhan Tua

​Fajar seutuhnya telah pecah di langit Jakarta tahun 2042, namun alih-alih pancaran sinar surya yang cerah, hamparan awan kelabu tebal berpadu dengan kabut spiritual (Qi) ungu kehijauan menciptakan nuansa temaram yang statis. Di dalam gudang terbengkalai di kawasan pelabuhan tua, aroma karat besi dan udara asin laut bertiup melalui celah-celah dinding seng yang kropos.

​Lisa telah tertidur kembali, kali ini bukan karena pingsan tersiksa rasa sakit, melainkan karena tubuh remajanya sedang beristirahat secara alami untuk memulihkan diri setelah jalur meridiannya dibersihkan secara paksa oleh Arkana. Napas gadis itu terdengar sangat teratur, dan rona merah sehat di pipinya menandakan bahwa fondasi awal ranah Body Tempering Tingkat Satu telah tertanam dengan kokoh di dalam sistem biologisnya.

​Dani duduk bersandar pada sebuah sasis drone logistik raksasa yang sudah kehilangan mesin penggeraknya. Matanya merah akibat kelelahan batin dan fisik, namun ia menolak untuk memejamkan mata. Pandangannya terus tertuju pada Arkana yang berdiri tegak di dekat jendela besar gudang, menatap lurus ke arah dermaga pelabuhan yang dipenuhi kontainer-kontainer berkarat.

​"Ka," panggil Dani, suaranya parau memecah keheningan. "Kita gak bisa selamanya sembunyi di sini, kan? Kuliah kita, kosan lo, rumah bibi gua... semuanya bakal diidentifikasi sama Biro Keamanan Khusus atau orang-orang klan jubah hitam itu dalam hitungan hari."

​Arkana membalikkan tubuhnya perlahan. Di bawah pencahayaan fajar yang minim, postur tubuhnya yang tegap memancarkan ketenangan yang anehnya membuat Dani merasa aman di tengah situasi ekstrem ini.

​"Gua tahu, Dan," jawab Arkana datar. "Dunia yang lama sudah runtuh. Mulai hari ini, absen kuliah atau kehilangan tempat tinggal adalah masalah terkecil kita. Yang harus kita pikirkan sekarang adalah bagaimana caranya bertahan hidup ketika semua faksi besar—baik pemerintah maupun klan kuno—mulai berburu secara terbuka."

​Arkana melangkah mendekati Dani, lalu melemparkan sebuah botol air mineral yang belum dibuka ke arah sahabatnya. Dani menangkapnya dengan refleks yang—tanpa ia sadari—sedikit lebih cepat dari biasanya.

​"Tubuh lo juga sudah mulai terpapar Qi alam secara pasif semenjak semalam, Dan," lanjut Arkana, matanya yang jernih memindai struktur fisik Dani. "Meskipun hasil skrining lo di kampus cuma tujuh persen, itu bukan berarti lo gak punya harapan. Di era kuno, banyak kultivator hebat yang memulai jalan mereka dari bakat yang biasa saja, namun mereka menempa diri mereka dengan disiplin yang kejam."

​Dani menatap botol air di tangannya, lalu mendongak menatap Arkana dengan binar mata yang mendadak serius. "Gua gak mau jadi beban buat lo, Ka. Semalam, kalau lo gak dateng, gua sama Lisa pasti udah dibawa sama monster jubah hitam itu. Gua mau kuat. Gua mau bisa ngelindungin Lisa dan diri gua sendiri. Ajari gua, Ka. Apa pun caranya."

​Arkana tersenyum tipis. Tekad Dani adalah apa yang ia butuhkan. Di dunia baru yang kejam ini, bergerak sendirian tanpa sekutu yang tepercaya adalah tindakan bunuh diri, sekuat apa pun basis kultivasi yang dimilikinya.

​"Oke. Tarik napas lo, duduk bersila seperti gua semalam," perintah Arkana.

​Dani segera menuruti perintah tersebut dengan patuh. Ia meluruskan punggungnya, melipat kakinya di atas lantai semen yang berdebu.

​"Di dalam memori warisan kakek gua, ada sebuah teknik penempaan fisik dasar yang sangat cocok buat manusia modern yang tubuhnya sudah terlalu banyak terpapar racun teknologi," ucap Arkana sambil menempelkan satu jarinya ke dahi Dani.

​Menggunakan sedikit manipulasi energi batin ranah Spirit Gathering, Arkana mentransfer sebaris informasi mental berupa pola pernapasan dan visualisasi dari Teknik Penempaan Fisik Sembilan Perunggu—sebuah teknik dasar dari Kitab Primordial Kaisar Abadi yang berfokus pada penguatan struktur luar otot dan kulit.

​Dani tersentak saat merasakan sekelebat visualisasi asing masuk ke dalam benaknya. Gambar-gambar tentang bagaimana menyerap energi alam dan mengalirkannya ke dalam pori-pori kulit melintas dengan sangat jelas, seolah-olah ia sudah menghafal teknik itu selama bertahun-tahun.

​"Fokus pada bintik-bintik energi di sekitar lo, Dan. Jangan coba-coba mengumpulkannya di perut seperti yang gua lakukan, karena tubuh lo belum siap. Cukup gunakan napas lo buat menarik energi itu masuk, lalu bayangkan energi itu menggosok permukaan otot-otot lo seperti amplas kasar," instruksi Arkana dengan suara rendah yang menenangkan.

​Dani memejamkan mata dan mulai mengikuti ritme pernapasan yang baru saja ia terima. Hanya dalam hitungan menit, tubuh Dani mulai bergetar samar, dan uap tipis mulai keluar dari pori-pori kulit wajahnya saat proses pembersihan impuritas tingkat paling dasar dimulai.

​Melihat Dani sudah mulai memasuki kondisi meditasi awal dengan stabil, Arkana melangkah mundur. Ia berjalan menuju sudut gudang yang paling dalam, menjauh agar fluktuasi energinya tidak mengganggu proses konsentrasi Dani dan istirahat Lisa.

​Arkana duduk bersila di atas sebuah peti kayu tua. Ia memejamkan mata dan mengalihkan fokusnya sepenuhnya ke dalam dirinya sendiri. Pusaran Dantian di perut bawahnya berputar dengan kecepatan penuh, memancarkan pendaran perak keemasan yang sangat padat. Semalam, setelah memurnikan Beast Core dari anjing mutan, ia telah berhasil menyentuh batas luar Ranah Spirit Gathering Tingkat Satu Puncak. Energi di dalam tubuhnya sudah begitu penuh hingga rasanya seperti sebuah wadah air yang siap meluap kapan saja.

​Namun, ada hal lain yang menarik perhatian Arkana sejak mereka tiba di pelabuhan tua ini.

​Ketika ia memperluas pandangan batinnya ke luar gudang, ia menyadari bahwa kepadatan Qi di kawasan pelabuhan terbengkalai ini ternyata berkali-kali lipat lebih tebal dibandingkan dengan kawasan perkotaan Jakarta Barat atau Puri Indah. Bintik-bintik cahaya spiritual berwarna biru jernih (elemen air) dan perak keemasan (Qi Primordial) melayang-layang di udara pelabuhan seperti kawanan kunang-kunang raksasa yang tak kasat mata.

​"Tempat ini... adalah sebuah Simpul Spiritual (Spiritual Node) tingkat rendah," batin Arkana dengan kilatan takjub di wajahnya. "Laut selalu menjadi tempat berkumpulnya energi alam yang murni. Ketika energi Bumi bangkit kembali semalam, retakan-retakan di dasar laut pelabuhan ini pasti membuka jalur energi kuno yang tersembunyi. Ini adalah berkah tersembunyi bagi proses kultivasiku!"

​Tanpa membuang kesempatan emas ini, Arkana menarik napas dalam-dalam. Cincin Kaisar Abadi di jari tengah tangan kanannya merespon niatnya, berputar melepaskan daya tarik magnetis spiritual yang luar biasa kuat.

​Wusssss!

​Dalam radius satu kilometer di sekitar gudang tua tersebut, kabut tebal ungu kehijauan mendadak berputar membentuk pusaran raksasa yang tidak terlihat oleh mata fana. Jutaan bintik energi murni melesat menembus dinding-dinding seng gudang, mengalir deras masuk ke dalam tubuh Arkana melalui setiap pori-pori kulit dan ubun-ubun kepalanya.

​Hantaman energi yang begitu masif membuat seluruh tubuh Arkana bergetar hebat. Aliran Qi Primordial yang masuk kali ini terasa sangat dingin, membawa esensi lautan purba yang murni namun liar. Jalur-jalur meridian utama di tubuh Arkana yang semalam sudah dipertebal kini meregang hingga batas maksimal. Rasa perih seperti terbakar es melanda seluruh jaringan sarafnya, namun kehendak mental Arkana sekokoh batu karang di tengah samudera.

​"Tekan! Masuk ke dalam Dantian!" perintah Arkana dalam batinnya.

​Ia menggunakan seluruh kendali spiritualnya untuk memaksa air bah energi tersebut berputar mengikuti sirkulasi langit besar. Energi murni itu berputar melewati tulang belakang, menyucikan sumsum tulangnya untuk kedua kalinya, melesat menuju otak untuk memperluas ruang kesadarannya, dan akhirnya jatuh menghantam pusaran galaksi spiral mini di dalam Dantian-nya.

​BOOM!

​Sebuah ledakan energi yang sangat dahsyat terjadi di dalam ruang batin Arkana. Pusaran Dantian miliknya yang semula hanya berukuran sebesar kepalan tangan, kini meledak dan meluas menjadi dua kali lipat lebih besar. Warna perak keemasan di dalamnya berubah menjadi semakin pekat, berkilau dengan keagungan yang mutlak. Energi spiritual yang tersimpan di dalamnya kini tidak lagi berwujud gas tipis, melainkan mulai memadat membentuk cairan energi yang sangat kental.

​Tatanan hierarki energinya melompat naik dengan mulus.

​Spirit Gathering Tingkat Dua!

​Arkana tidak berhenti di situ. Ia terus mempertahankan kondisi meditasinya selama beberapa saat untuk menstabilkan fondasi barunya, membiarkan sisa-sisa energi di sekitarnya menyerap masuk secara perlahan untuk mengisi kekosongan di dalam Dantian-nya yang baru saja diperluas.

​Ketika ia akhirnya membuka kedua matanya, sebuah gelombang tekanan spiritual tak kasat mata meletup keluar dari tubuhnya secara radial. Gelombang itu begitu kuat hingga debu-debu di lantai gudang terhempas bersih dalam radius lima meter, dan beberapa kaca jendela yang tersisa di atap gudang bergetar halus menimbulkan suara berdengung.

​Arkana menurunkan tangansnya, menatap telapak tangannya dengan kepuasan yang mendalam. Dengan menerobos ke Tingkat Dua ranah Spirit Gathering, indra sensoriknya kini meluas hingga radius lima ratus meter secara melingkar. Ia bahkan bisa merasakan pergerakan kepiting kecil yang merayap di bawah dermaga pelabuhan di luar sana.

​Namun, tepat ketika Arkana hendak berdiri untuk memeriksa kondisi Dani, indra batinnya yang baru saja diperkuat tiba-tiba menangkap sebuah anomali gerakan di batas luar perimeter lima ratus meternya.

​Sesosok objek mekanis berbentuk cakram kecil berdiameter tiga puluh sentimeter sedang melayang rendah di antara tumpukan kontainer berkarat, bergerak mendekati arah gudang mereka dengan sangat senyap. Itu adalah Seekor Drone Pengintai Taktis milik militer—tipe khusus yang dilengkapi dengan sensor termal inframerah dan pemindai fluktuasi partikel energi tingkat lanjut. Tampaknya, pusaran Qi yang diciptakan oleh Arkana saat melakukan terobosan barusan, meskipun tidak terlihat oleh mata telanjang, tetap meninggalkan riak energi aneh yang berhasil ditangkap oleh satelit atau radar militer jarak jauh di distrik tersebut.

​"Sial, mereka benar-benar gigih," batin Arkana, matanya berkilat dingin.

​Drone pengintai itu terus bergerak maju, jaraknya kini hanya tinggal tiga ratus meter dari dinding gudang. Jika benda itu berhasil mendekat dan mengunci sensor termalnya ke dalam gudang, posisi pelarian Dani, Lisa, dan dirinya akan langsung terpampang di layar monitor pusat komando Aditia Pramono secara real-time.

​Arkana melirik ke arah Dani yang masih fokus dalam meditasinya, lalu ke arah Lisa yang masih tertidur lelap. Ia tidak boleh membiarkan ketenangan tempat ini diganggu.

​Tanpa menimbulkan suara sedikit pun, tubuh Arkana melesat dari atas peti kayu. Menggunakan kecepatan ranah Spirit Gathering Tingkat Dua yang berkali-kali lipat lebih cepat dari sebelumnya, ia menjelma menjadi seberis kilat perak samar yang menyelinap keluar melalui celah pintu gudang yang rusak, siap menghancurkan ancaman pertama yang mendekati benteng barunya sebelum fajar seutuhnya menyapu Jakarta. 

1
Jujun Adnin
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!