Setiap tahun selalu saja para pembantu yang masih perawan akan meninggal dunia, namun mereka tidak ada yang sadar dengan hal itu
Hingga akhir nya Dila datang ke rumah itu untuk mencari tahu tentang keberadaan sang adik yang hilang entah ke mana, dan tempat terakhir dia kerja adalah rumah keluarga Susanto.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33. Menyerah
Vera ikut kaget ketika mendengar kabar dari Aura bahwa salah satu pembantu yang ada di rumah Dina mendadak saja hilang tanpa bekas dan jejak, meski Mang Ujang sudah mengatakan bahwa Gadis itu menghilang karena pulang kampung akibat ibu yang ada di sana sedang sakit keras dan membutuhkan Vita untuk mengurus.
Namun tetap saja Aura tidak percaya dan dia berusaha keras untuk mendatangkan Vera agar mereka bisa merencanakan apa yang akan mereka lakukan nanti, sebab semakin hari sudah semakin tidak terkendali apa yang ada di dalam rumah ini sehingga bila tidak segera diurus maka nanti yang ada semua akan menjadi hancur berantakan.
Vera juga tidak paham kenapa Dina masih tetap saja nekat untuk mengambil pesugihan itu meski mereka semua tahu bahwa itu adalah hal yang begitu sesat, seolah tidak belajar dari pengalaman pertama ketika semua sudah menjadi semakin tidak terkendali saat pesugihan milik Ayah mereka menginginkan banyak nyawa untuk di makan.
Dina memang sangat tidak setuju bila pesugihan itu hilang begitu saja karena menurut dia harta yang mereka dapat sudah sangat banyak dan tidak mungkin bisa menghilang lenyap tanpa jejak, sempat juga dia mengatakan kepada Vera bahwa mungkin saja Purnama yang sudah mengambil harta itu untuk memperkaya diri dia sendiri.
Sebab mereka juga tahu bahwa Purnama memiliki kekayaan yang cukup besar karena dia membuka usaha di depan rumah, tapi bila diselidiki lebih lanjut maka mereka akan paham bahwa suami Purnama itu sendiri memiliki kontrakan yang begitu banyak saat di kota sehingga wajar bila mereka memiliki hidup yang cukup layak di desa pandan Arum itu.
''Aku sudah berulang kali mengatakan kepada dia bahwa ini adalah hal yang sangat rumit.'' Vera menarik nafas panjang.
''Kak Dina tidak mau hidup miskin dan dia ingin terus kaya untuk memperpanjang pesugihan itu.'' Aura juga setuju.
''Ini semua hanya salah paham saja karena non Dina tidak mungkin melakukan hal seperti itu.'' Mang Ujang masih berusaha untuk menutupi.
''Mang, mau sekuat apa saja kamu menutupi maka aku tetap yakin bahwa dia telah mengambil pesugihan lain.'' Vera menatap pria tua tersebut.
''Non Vera sudah salah paham, itu semua sudah lama berlalu dan sekarang non Dina berusaha menjalani hidup yang lebih baik.'' kekeh Mang Ujang.
''Apa yang dia katakan kepada dirimu sehingga kau tetap menutupi?'' Vera tidak pernah ragu dengan firasat dia.
''Non, kasihan non Dina terus mendapat fitnah seperti ini.'' Mang Ujang berkata dengan suara lirih.
''Dia tidak akan pernah buka mulut karena pasti Kak Dina sudah melarang dan memberikan peringatan.'' Aura juga berkata sangat yakin.
Vera menarik nafas panjang karena benar apa yang di katakan oleh Aura, Mang Ujang tidak akan pernah mau membuka mulut karena dia tetap setia pada Dina karena selama ini dirinya bekerja di rumah ini dan akan berusaha keras untuk menutupi apa yang telah terjadi.
''Aku yang akan mencari tahu sendiri tentang masalah ini.'' Vera menatap orang tua itu dengan Tatapan yang begitu tajam.
''Non, Jika boleh saya memberi saran saat ini maka tolong dengarkan walau hanya sebentar saja.'' Mang Ujang menghadang langkah Vera.
''Ya.''
''Sudah cukup apa yang terjadi kemarin dan mungkin itu masih menjadi hak untuk non Vera, tapi kali ini berbeda karena ini adalah rumah tangga non Dina sendiri.'' Mang Ujang berkata dengan serius.
''Jadi dengan kata lain kau ingin mencegah aku mengungkap semua masalah ini?'' Vera berbalik karena dia agak kaget dengan respon Mang Ujang.
''Non Dina memiliki keputusan sendiri dan orang lain tidak perlu ikut campur dalam rumah tangga ini.'' angguk Mang Ujang.
Tentu saja Vera semakin yakin bahwa ada sesuatu yang tidak beres, namun ucapan Mang Ujang tadi terasa benar juga untuk dirinya ketika mengatakan bahwa Dina memiliki urusan sendiri dan itu adalah keputusan yang telah dia ambil untuk hidup ini.
Vera tidak memiliki hak untuk mencegah atau melarang Dina karena mereka hanya kakak beradik dan itu saja tidak kandung, kalau untuk masalah yang ada di kampung kemarin mungkin saja Vera masih berkuasa karena yang akan dia urus adalah kematian dari ibu dia sendiri sehingga wajar bila dia bisa bersikeras seperti itu.
''Kak, jadi kita harus bagaimana untuk menghentikan ini semua?'' Aura bertanya kepada Vera.
''Apa yang di katakan Mang Ujang itu memang benar bahwa aku tidak boleh terlalu ikut campur dalam urusan rumah tangga Dina.'' Vera berkata pelan.
''Tapi Aku tidak mau bila nanti Kak Dina sampai mengalami nasib seperti ayah.'' Aura sudah berpikir ke arah sana.
''Ya, bila kita tidak ikut campur dan mengungkap masalah ini maka Dina tidak akan mengalami nasib seperti ayah.'' Vera memutuskan tidak akan ikut campur lagi.
''Jadi Kakak akan membiarkan saja dia larut dalam hal seperti itu?!'' Aura sangat kaget setelah mendengar keputusan dari Vera.
Vera mengangguk karena mungkin benar bahwa bila dia tidak mengungkap apa yang telah terjadi maka Dina tidak akan mengalami nasib seperti ayah mereka, jadi biar saja Dina melakukan ritual sesaat itu seorang diri dan yang penting mereka sudah sedikit memberikan peringatan kepada dia bahwa akhirnya akan Dina terima pasti akan tidak baik.
''Fokus saja pada hidup kita dan tidak usah ikut campur lagi dalam urusan ini.'' putus Vera pada akhirnya.
''Lalu Bagaimana dengan para pembantu yang ada di rumah ini, mereka semua bisa habis satu persatu!'' Aura tetap memikirkan mereka semua.
''Sudah lah, yang penting aku sudah mengatakan bahwa tidak akan ikut campur lagi dalam urusan ini.'' Vera menyerah.
Bukan karena dia tidak peduli kepada Dina tapi karena dia justru merasa peduli dan kasihan sehingga tidak mau bila nanti sang adik akan mendapat kematian, sama seperti ayah mereka yang harus menderita di alam sana karena Purnama berhasil mengetahui bahwa pesugihan itu telah menggerogoti sampai habis.
''Mau dia ambil pesugihan atau tidak maka aku tidak akan mencari tahu alias Aku tidak akan ikut campur.'' tegas Vera sambil menatap aura.
''Ya, kalau itu memang sudah menjadi keputusan Kakak maka aku juga tidak bisa memaksa lagi.'' Aura berkata pelan dengan wajah yang sangat lesu.
Sebab gadis ini masih mencemaskan bila nanti ternyata pesugihan itu akan membuat Dina sangat sengsara di akhir hayat hidup dia, Jadi sebenarnya dirinya ada niat untuk mengakhiri tentang pesugihan itu, Namun karena Dina yang tetap bersikeras dan menolak maka mereka juga tidak bisa memaksa dan akhirnya untuk bungkam saja.
Selamat siang, jangan lupa like dan komentar nya ya.
knp Bu Yuni asal tuduh aja padahal ga ada bukti😒 jln satu2nya datangkan purnama sang ratu ular👍