NovelToon NovelToon
Tumbal Tujuh Perawan

Tumbal Tujuh Perawan

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Tumbal
Popularitas:108.2k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Setiap tahun selalu saja para pembantu yang masih perawan akan meninggal dunia, namun mereka tidak ada yang sadar dengan hal itu

Hingga akhir nya Dila datang ke rumah itu untuk mencari tahu tentang keberadaan sang adik yang hilang entah ke mana, dan tempat terakhir dia kerja adalah rumah keluarga Susanto.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35. Kena tuduh

Dua cahaya pada hutan yang begitu gelap sekali karena memang sekarang masih subuh dan semua orang sedang tertidur karena mereka sempat mencari keberadaan Ana, ini sekarang malah Rudi dan Yusuf nekat pergi sendiri ke dalam hutan itu karena Rudi juga sangat cemas bila terjadi sesuatu hal buruk kepada anak sehingga meskipun malam dia tetap berjalan untuk mencari keberadaan sang kekasih.

Tidak peduli juga dengan ucapan pedas yang keluar dari mulut Bu Yuni ketika tadi dengan lantang orang tua itu mengatakan bahwa bisa saja Rudi adalah pelaku, tetap dia terima itu meskipun ada rasa sakit tapi dia jauh lebih memikirkan Ana yang hilang entah ke mana.

Kawasan hutan ini cukup luas sehingga tidak bisa kalau mau mencari langsung ketemu begitu saja dan yang penting sekarang Rudi justru berteriak ke sana kemari untuk memanggil nama sang kekasih, Yusuf mendadak saja merasa cemas ketika mereka keluar di tengah malam seperti itu karena dia memikirkan hal yang tidak biasa.

Sejak tadi dia seperti melihat ada seseorang yang mengikuti dengan bayangan begitu besar namun ketika Yusuf menoleh bayangan itu hilang begitu saja dari pandangan mata, siapa sosok tersebut Yusuf juga tidak tahu karena menurutnya hutan ini sama sekali tidak angker dan banyak para penggembala yang sering main di kawasan hutan tersebut.

Yusuf berusaha menepis rasa takut itu meskipun dia merinding tidak hilang sejak tadi namun tetap dia berusaha untuk menemani Rudi, aroma amis juga tercium dalam hidung dia namun untuk bertanya kepada Rudi dia masih sungkan karena takut nanti Rudi malah kepikiran dengan hal buruk lain lagi.

''Kok Tapi sejak tadi dia memang tidak mau menjauh dari aku.'' Yusuf membatin di dalam hati.

''Suf, apa lebih baik bila kita berpencar saja biar cepat ketemu?'' Rudi memiliki ide.

''Ah tidak mau aku kalau sampai kita pencar di dalam hutan ini.'' Yusuf langsung menolak karena jelas dia tidak punya nyali.

''Biar cepat ketemu dan kita bisa segera pulang loh.'' Rudi agak heran melihat Yusuf yang mulai bertingkah aneh.

''Kau pikir berpencar itu bisa cepat ketemu? Bagaimana kalau ternyata kita malah tidak pulang karena berpencar!'' Yusuf berkata dengan sengit.

''Kau kenapa?'' Rudi kembali heran melihat Yusuf yang terus menoleh ke sana kemari.

Yusuf menggelengkan kepala karena tidak mungkin dia mengatakan kepada Rudi bahwa ada sesuatu yang tak kasat mata sedang mengikuti mereka saat ini, namun tanpa Yusuf berkata mendadak saja Rudi tegang karena dia melihat sesuatu berkelebat dari batang pohon dengan ukuran yang begitu tinggi sehingga pria itu menjadi gemetar ketakutan.

''Kau jangan tambah menakuti aku seperti itu.'' Yusuf mengira bahwa Rudi sedang main-main.

''I.. itu memang ada sesuatu di balik pohon itu.'' Rudi menunjuk ke arah pohon.

''Lari.'' Yusuf tidak mau menoleh karena dia tahu memang sejak tadi ada yang tidak beres sehingga lebih baik untuk segera berlari saja.

''Tunggu aku, astaga dia main lari begitu saja meninggalkan aku.'' Rudi juga kaget dan dia ikut menyusul Yusuf yang sudah duluan.

''Dia sejak tadi memang mengikuti kita namun aku berusaha untuk mengabaikan dia.'' ujar Yusuf agak berteriak karena dia memang sudah berlari jauh.

''Apa itu ya?'' Rudi masih ketakutan namun dia kepo juga.

Tanpa menoleh lagi dan yang paling penting saat ini Yusuf harus pergi sejauh mungkin sehingga dia tidak sadar bahwa sedang menginjak sesuatu, tadi pemuda itu terpeleset dan dia jatuh bergulung-gulung sehingga seluruh tubuh menjadi kotor dan berantakan dan sialnya lagi Rudi juga mengalami nasib yang sama.

Braaaaaak.

''Aaagh sakit sekali.'' Rudi berteriak keras karena lutut dia menghantam batang pohon.

''Gila, gara-gara setan itu kita jatuh bergelundungan seperti ini.'' Yusuf segera bangkit dan menepis seluruh kotoran yang menempel di tubuh dia.

''Ya allah Apa mungkin Ana memang di sembunyikan oleh makhluk itu ya?'' Rudi malah kepikiran ke arah sana.

Yusuf tertegun sesaat dan dia juga menyangka bahwa kemungkinan besar itu terjadi karena Ana pulang terlalu malam sehingga bertemu dengan sosok tak kasat mata itu, namun rasanya sudah beberapa waktu terakhir ini tidak pernah ada kejadian buruk yang seperti itu sehingga rasanya para warga tidak percaya bahwa mereka telah didatangi oleh iblis kembali.

''Apa yang kalian lakukan di sini?'' Pak Lurah menyorot wajah mereka berdua bersama dengan rombongan yang lain.

Rudi yang tertangkap seperti itu tentu saja menjadi kaget dan ada rasa takut juga karena nanti yang ada salah paham itu akan semakin menjadi, terlebih sekarang mereka berdua ada di dalam hutan seperti ini sehingga wajar bila nanti para warga akan semakin merasa curiga dengan kejadian tersebut.

''Apa yang kalian lakukan di dalam hutan tengah malam seperti ini?'' Pak Lurah kembali bertanya kepada Rudi.

''Kami tentu saja ingin mencari keberadaan Ana.'' Rudi menjawab pelan.

''Rudi, awalnya saya tidak percaya bahwa kamu adalah pelaku tapi sekarang Setelah kalian melakukan hal seperti ini maka saya sudah sangat yakin.'' Pak Lurah berkata dengan serius.

''Pak, demi Tuhan saya memang mencari Ana bukan karena mau mencelakai.'' Yusuf juga berteriak karena dia panik.

''Katakan sekarang kepada kami di mana Ana berada dan bila kalian sudah membunuh maka di mana jasad dia?!'' tegas Pak Lurah tak ingin kena bantah.

''Demi allah Kami memang hanya mencari bukan karena ingin mencelakai Ana.'' Rudi sampai gemetar karena kembali mendapat tuduhan itu.

''Tangkap saja mereka!'' teriak para warga yang sudah merasa kesal dengan Rudi.

Sebab mereka mulai sangat yakin bahwa Rudi telah tega mencelakai anak karena dia menginginkan sesuatu dan mungkin saja Rudi juga telah memperkosa gadis itu, kini tidak ada warga yang percaya dengan Rudi walau hanya sedikit saja dan mereka tetap beranggapan bahwa mereka berdua adalah pelaku atas hilangnya Ana dari Desa ini.

Selamat siang, jangan lupa like dan komentar nya ya.

1
Shinta Teja
Thor,,,,,kenapa ga dilanjut sih? dah mau sebulan lho..
Shinta Teja
kok masih belum ada kelanjutannya sih, Thor?!
Sri Helmida
ini gak lanjut lagi kah
Vinski Ambar01
tamat thor
Nur Habibah
ini selese mpe sini ato gimanakah??? bolak balik mpe skrg blm ada update trbaru/Gosh/
Al Ayyubics78
kak knp gk lanjut cerita nya
Yanisuhirmawan
ko ga di lanjut cerita nya
Nunik Widiastuti
ini ga up lgi cerita nya thor..?tiap buka blm ada update terbaru
kimiatie
cerita yang bagus dan asyikkk
kimiatie
lanjut thor
kimiatie
teruk juga orang tua ini 😞
kimiatie
semangat thor
Ayu Ning Ora Caantiikk
og blom up lgi kak
kimiatie
nanti tak sempat purnama membaca isi fikiran susanto
istrinya_kimseokjin
thor bbrp hari gk ada kabar, sehat kan kk othorr??
ani Cempreng
biar karya nya semakin bertambah banyak dan seru yang berkaitan dengan mbak Pur terutama,,karena sudah jatuh cinta sama mbak Pur nya💪
Irman
ko belum ada lanjutannya ka
Al Ayyubics78
kak kenapa gk upload lagi ceritanya
tse
mak ko ga di lanjut ini ceritanya...
Shinta Teja
udah 4 hari ga up, Thor. kemana aja?!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!