"Di dunia kultivasi, kamu menjadi pecatur, atau berakhir sebagai bidak."
Mati akibat overwork di perusahaan gelap, Lian terlahir kembali sebagai pemetik batu spiritual kelas bawah. Di dunia baru yang dikuasai sekte-sekte pemeras, Lian bersumpah tidak akan pernah lagi diperalat.
Sumpah itu membangkitkan Sistem Sovereign Duplication—kekuatan menciptakan pasukan klon tak terbatas! Uniknya, setiap klon memiliki identitas dan bakat dewa yang berbeda. Lebih gila lagi, Lian mampu menyerap seluruh kekuatan klonnya sekaligus.
Di saat benua bergolak, faksi-faksi raksasa tak menyadari satu hal:
Jenius nomor satu Sekte Api Ilahi...
Komandan perang Kekaisaran Jiulong...
Raja informasi dari Paviliun Bayangan...
Semuanya adalah klon milik Lian!
Tanpa pernah tampil di garis depan, Lian memanipulasi para pahlawan dan menjatuhkan sekte tirani dari kegelapan. Satu jiwa mengendalikan jutaan bayangan—menaklukkan benua dari balik layar!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Omni Tales, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masuknya Umpan ke Istana
[Sovereign Duplication: Memulai Operasi Pengalihan Bidak]
[Notifikasi Sistem: Target 'Ye Chen' Berhasil Terpancing Masuk Area Istana]
Pintu gerbang emas aula perjamuan istana yang megah mendadak runtuh, dihantam ledakan energi pedang karatan yang membara.
Asap tebal merebak di tengah aula, mengejutkan ratusan bangsawan dan para tetua sekte yang sedang menikmati hidangan malam.
Ye Chen melangkah masuk melalui reruntuhan gerbang, membusungkan dadanya tinggi-tinggi dengan pandangan sok pahlawan.
"Aku Ye Chen, praktisi bebas! Aku datang untuk membongkar kebusukan sekte-sekte besar di tempat ini!" seru Ye Chen melantangkan suara.
Para pengawal istana terperangah kaku, menatap pemuda berjubah kumuh yang penuh noda abu itu dengan ekspresi campur aduk.
"B-Bocah gila dari mana ini?! Berani sekali mendobrak perjamuan Yang Mulia Putri?!" pekik seorang penjaga istana dengan vokal gemetar.
'Lihatlah Putri Feng Qingxue! Dia pasti terkesan dengan keberanianku menerobos tempat ini sendirian!' batin Ye Chen bangga.
Dari balik meja hidangan, Klon #03 Baihu yang menyamar sebagai pelayan senior tersenyum sinis dari balik nampan perak.
"Setiap orang memiliki harga. Tugas kita hanya menemukan berapa banyak batu spiritual yang dibutuhkan untuk membeli kesetiaan mereka," gumam Baihu berbisik pelan.
Baihu melangkah mendekati Pangeran Ketujuh Kerajaan Jiulong yang duduk di barisan depan dengan raut wajah amat merah padam.
"Tuan Pangeran, pemuda kumuh itu bilang kalau garis keturunan kekaisaran Anda cuma sekumpulan cacing tanah," bisik Baihu memprovokasi.
Pangeran Ketujuh yang terkenal pemarah langsung menggebrak meja hingga cangkir emasnya terbang melayang.
"Apa kau bilang?! Terkutuk kau tikus jalanan!" jerit Pangeran Ketujuh seraya mencabut pedang permata miliknya.
Ye Chen menoleh cepat, lalu menyeringai lebar saat melihat sang pangeran melompat maju menyerangnya.
"Orang-orang dari kekaisaran memang cuma tahu menggunakan kekuasaan untuk menindas yang lemah!" teriak Ye Chen malah makin menjadi-jadi.
TANG!
Adu pedang meletus hebat di tengah aula, menghancurkan meja-meja giat dan menumpahkan anggur istana ke lantai marmer.
Putri Feng Qingxue berdiri dari tahtanya, membelalakkan mata dengan amarah yang membakar dadanya.
"Aa... anu... Yang Mulia! Perjamuan kita berubah jadi arena perang!" ratap kasim istana berlutut ketakutan di samping tahta.
"Keparat! Dari mana datangnya orang asing berkulit tebal ini?!" desis Putri Feng Qingxue meremas pegangan tahtanya.
'Pria kumuh ini benar-benar tidak punya tata krama! Dia merusak seluruh skenario politik yang kususun!' batin Feng Qingxue mengutuk.
Klon #02 Canglong yang berdiri di dekat sang Putri melangkah maju setengah tindak, mengacungkan tombak hitamnya.
"Perintah telah ditetapkan. Tidak ada ruang untuk negosiasi, hanya ada kepatuhan atau kehancuran," cetus Canglong dengan suara berat.
"Biar hamba ratakan pembuat keributan itu sekarang juga, Yang Mulia," tawarkannya tegas pada sang Putri.
"Tunggu, Komandan Canglong! Biarkan para pangeran dan murid sekte mengatasi pemuda edan itu dulu!" cegah Putri Feng Qingxue cepat.
'Ayo pertunjukkan kekuatanmu Ye Chen, biarkan aku melihat apakah kau bisa dimanfaatkan atau harus dibuang,' batin Feng Qingxue memicingkan mata.
Di sudut aula yang lain, Klon #01 Zhuque menyilangkan tangannya di dada sambil menonton kekacauan itu dengan pandangan geli.
"Hah, praktisi kelas teri bertarung menggunakan teknik sampah. Sangat tidak berguna," cibir Zhuque dengan nada arogan.
"T-Tuan Muda Zhuque! Apa Anda tidak ingin menghentikan perkelahian ini?!" tanya seorang tetua sekte di sampingnya dengan wajah tegang.
"Di hadapan Api Kuno milikku, seluruh jenius di benua ini hanyalah percikan redup yang menanti padam. Mengapa aku harus mengotori tanganku?" pangkas Zhuque berbalik membelakangi arena.
'Kerja bagus Baihu. Kekacauan ini cukup besar untuk membuat seluruh fokus penjaga istana teralih total,' batin Zhuque terkekeh.
Gumpalan asap dan reruntuhan batu terus berkecamuk di aula utama saat Ye Chen dengan gigih menangkis serangan sepuluh pangeran sekaligus.
"Leluhur! Kekuatan pedang tua ini luar biasa! Aku bisa menang melawan seluruh kekaisaran!" seru Ye Chen gembira dalam batinnya.
"Bodoh! Jangan kepedean! Mereka cuma main-main, cepat cari jalan keluar sebelum tetua alam tinggi turun tangan!" tegur jiwa tua di dalam pedang panik.
Sementara seluruh perhatian faksi kerajaan dan sekte besar terfokus pada aksi heboh Ye Chen, bayangan hitam meluncur tenang di koridor dalam istana.
Melalui kemampuan Omni-Adaptation yang menyerap teknik infiltrasi milik Baihu, Lian yang asli bergerak tanpa meninggalkan suara sedikit pun.
Lian melangkah masuk ke dalam ruang kerja rahasia milik Putri Feng Qingxue yang kini kosong tanpa penjagaan.
"Merajut muslihat memang selalu memberikan hasil paling bersih," gumam Lian dengan kalkulasi dingin.
Tangannya bergerak cepat membuka peti giok bersegel sihir di atas meja kerja sang Putri.
[Sovereign Duplication: Membongkar Segel Sihir Istana]
[Objek Ditemukan: Peta Rahasia Situs Kuno Benua Bawah]
Lian mengambil lembaran gulungan kulit purba tersebut, menyalin seluruh isinya ke dalam memori sistem hanya dalam hitungan detik.
'Feng Qingxue menyimpan peta lokasi peninggalan ini untuk mencari warisan obat keabadian,' batin Lian tersenyum tipis.
'Sayangnya, peta ini sekarang menjadi milikku sebelum dia sempat menggunakannya,' sambung Lian memasukkan gulungan itu kembali.
BOOM!
Suara ledakan susulan kembali terdengar keras dari arah aula perjamuan, menandakan Ye Chen masih sibuk mengamuk di depan publik.
Lian melompat keluar melalui jendela tinggi ruang kerja, menghilang sepenuhnya ke dalam kegelapan malam tanpa terdeteksi.
Kembali di aula utama, Ye Chen yang sudah kehabisan energi melompat mundur, melompati pagar istana dengan kondisi jubah makin robek-robek.
"Ingat namaku! Ye Chen akan kembali untuk meruntuhkan keangkuhan kalian semua!" jerit Ye Chen dari kejauhan sebelum menghilang ke dalam hutan.
Para pangeran dan pengawal istana terengah-engah, memandang gerbang istana yang hancur dengan rasa malu yang membakar.
Putri Feng Qingxue mengepalkan tangannya rapat-rapat, wajah cantiknya memerah akibat menahan amarah yang amat memuncak.
"Canglong! Cari tahu siapa Ye Chen itu dan cari tahu siapa yang menyuruhnya mengacau di istanaku malam ini!" perintah Feng Qingxue murka.
"Perintah diterima, Yang Mulia. Seluruh jalur kota akan dikunci mulai malam ini," sahut Canglong membungkuk patuh.
'Silakan cari sampai kiamat, Putri. Bidak umpan itu sudah menyelesaikan tugas utamanya dengan sangat baik,' batin Canglong tertawa sinis.
Lian mendarat anggun di puncak menara tertinggi ibu kota, mengamati kesibukan pasukan kerajaan yang mulai memblokir jalanan.
Peta situs kuno benua bawah kini sudah berada utuh di dalam ingatan kesadarannya.
"Umpan bernyawa kita sudah bekerja sangat keras malam ini," desis Lian seraya mengepalkan jarinya.
"Besok pagi, saatnya mengarahkan Ye Chen dan utusan Sekte Suci Bintang 5 masuk ke dalam perangkap situs kuno," lanjut Lian penuh tekad.
Akankah Ye Chen menyadari bahwa dirinya baru saja diperalat secara mentah-mentah untuk mencuri dokumen rahasia milik kekaisaran?