NovelToon NovelToon
BOUND BY BLOOD, LOCKED BY LOVE

BOUND BY BLOOD, LOCKED BY LOVE

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Aliansi Pernikahan
Popularitas:941
Nilai: 5
Nama Author: indri novianti

Siap, ini deskripsi singkat yang diambil dari naskah yang kamu kirim (lebih sesuai dengan konflik, karakter, dan tensinya):

Dalam sebuah perjanjian yang tak bisa dihindari, Talia harus menerima takdirnya untuk menikah dengan Etnan—pria dingin, penuh kuasa, dan menyimpan banyak sisi yang tak terduga.

Di balik hubungan yang terlihat formal, terselip ketegangan, kecemburuan, dan rahasia yang perlahan terungkap. Kehadiran Sophia yang obsesif, serta perasaan tersembunyi dari orang-orang di sekitar mereka, membuat hubungan itu semakin rumit.

Namun di antara sindiran, sentuhan yang tak diinginkan, dan emosi yang saling ditahan—perlahan tumbuh sesuatu yang lebih dalam dari sekadar kewajiban.

Cinta yang seharusnya tidak ada… justru mulai mengikat mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indri novianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17 : KETEGANGAN

Ethan Noah Taylor berdiri kokoh di ambang pintu, menjadi batas yang tak tertembus bagi dua tamu yang datang dengan tujuan bertolak belakang. Tatapan matanya yang semula dipenuhi gairah sisa bercumbu dengan Talia di dapur, kini seketika meredup menjadi kilatan es yang mematikan.

"Lepaskan tanganmu, Sophia," ucap Ethan, suaranya terlampau rendah dan dingin, namun sarat akan penekanan yang tak bisa dibantah.

Sophia tersentak. Genggamannya pada lengan kemeja Ethan perlahan mengendur seiring dengan air mata yang mulai menetes di pipinya.

 "Ethan, tapi aku—"

"Aku sudah katakan semalam, dan orang tuamu pun sudah memperingatkanmu. Aku adalah suami Natalia sekarang. Pulanglah sebelum paman Adam menyeretmu sendiri dari sini," potong Ethan kejam, tanpa secuil pun rasa iba pada sepupunya itu.

 Egonya sebagai seorang Taylor tidak akan membiarkan siapa pun merusak tatanan rumah barunya, terlebih di hadapan kakak iparnya.

Reymond yang berdiri di samping Sophia hanya mendengus sinis menyaksikan drama tersebut. Ia mengabaikan Sophia yang mulai terisak, lalu melangkah satu sentimeter lebih dekat ke arah Ethan.

Sepasang mata Reymond memicing tajam, memindai penampilan Ethan yang tampak sedikit berantakan dengan beberapa kancing kemeja atas terbuka. Sebagai seorang pria dewasa, Reymond tahu persis apa yang baru saja terjadi di dalam sana.

"Aku tidak peduli dengan urusan kerabatmu yang histeris ini, Ethan," ujar Reymond, suaranya berat, menuntut, dan penuh proteksi seorang kakak. "Aku kemari hanya untuk satu hal: memastikan keadaan adikku. Di mana Talia?"

Ethan bersedekap, menatap balik Reymond dengan ketenangan yang mengintimidasi.

"Dia sedang di atas, mengganti pakaiannya. Kau bisa menunggunya di ruang tamu... jika kau bisa mengondisikan sepupuku ini untuk pergi dari pekarangan rumahku."

"Tidak perlu menyuruhku pergi, Ethan! Aku berhak tahu kenapa kau memilih mengunci diri dengan gadis itu!" tangis Sophia pecah, egonya terluka parah mendapati penolakan mentah-mentah dari pria yang dicintainya sejak remaja.

"Gadis ini memiliki nama, Sophia. Dan nama belakangnya sekarang adalah Taylor, sama seperti namanya," sebuah suara jernih dan tegas memotong dari arah dalam rumah.

Ketiga orang di ambang pintu spontan menoleh. —Talia—berjalan anggun mendekati mereka. Ia telah mengganti piyama sutranya dengan gaun terusan kasual berwarna krem yang sopan, rambutnya dicepol rapi ke atas, menyembunyikan leher jenjangnya. Namun, rona kemerahan dan sedikit bengkak di bibirnya yang tanpa riasan tidak bisa menipu pandangan tajam Reymond.

"Tata," panggil Reymond lembut, aura mengancamnya seketika luruh digantikan binar khawatir saat menatap sang adik. Ia melangkah melewati Ethan yang sengaja memberi jalan, lalu menggenggam kedua bahu Talia.

"Kau baik-baik saja? Pria ini tidak berbuat kasar padamu, kan?"

Talia tersenyum tulus, menyentuh punggung tangan kakaknya untuk memberikan ketenangan.

"Aku baik-baik saja, Kak Rey. Ethan tidak melakukan hal kasar apa pun padaku. Terima kasih sudah datang sepagi ini."

Melihat interaksi hangat itu, Sophia kian terbakar cemburu. Ia menerobos masuk, menunjuk Talia dengan jari gemetar.

 "Kau bersandiwara, Natalia! Aku tahu Ethan tidak pernah menginginkan pernikahan perjanjian damai ini! Kau hanya memanfaatkan situasi untuk merebutnya dariku!"

Talia melepaskan tangan Reymond perlahan, lalu berbalik menghadapi Sophia. Sifat anggun namun tegas dari keluarga Smith terpancar sempurna dari pembawaannya pagi ini.

"Sophia Adam Betrice," ucap Talia, menyebut nama lengkap sepupu suaminya itu dengan intonasi yang tenang namun menekan.

"Pernikahan ini dirancang oleh buyut kita demi kedamaian dua keluarga besar yang sangat dihormati oleh orang tuamu. Jika kau punya masalah dengan takdir ini, proteslah pada makam para leluhur kita, bukan datang ke rumahku dan membuat keributan di depan 'suamiku' dan kakak kandungku."

Talia maju satu langkah, menatap Sophia lurus-lurus. "Buang obsesimu sebelum kau benar-benar menghancurkan nama baik keluarga Betrice. Sekarang, silakan keluar dari rumah kami."

Ethan yang berdiri di dekat pintu hanya terdiam, namun sudut bibirnya berkedut tipis, membentuk seringai samar yang hampir tak terlihat. Untuk kedua kalinya, ia dibuat terpukau oleh keberanian sang istri dalam mempertahankan wilayah dan harga dirinya. Badai di pagi hari itu setidaknya membuktikan satu hal pada Ethan: wanita ini perlahan mulai mengusik kendali hatinya.

1
Amila FM,IG:amilaeditslife
seruuu, recommended kalau yang suka cerita pasangan powerful
Amila FM,IG:amilaeditslife
tolong itu si Ethan jgn plin plan, nggak usah kebanyakan ngeles dan sandiwara
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!