Shen yifan adalah seorang pemuda yang terobsesi dengan pembuatan pil, namun sayangnya, ia tidak bisa menjadi alkemis di dunia ini hanya karena menjadi manuisa cacat.
Banyak sekali kultivator. Namun orang-orang untuk menjadi seorang alkemis di dunia ini sudah sangat jarang di temukan, bahkan menjadi salah satu kemunduran mutlak.
Salah satunya, hampir di seluruh dunia ini hanya 000,1% para kultivator yang mempunyai element api.
Salah satunya adalah kakek Shen yifan.
Apakah Shen yifan bisa menggapai cita-citanya untuk menjadi alkemis? Atau dia akan mengubah takdir secara tidak langsung, untuk menjadi alkemis sejati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon En zz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22 : Demi Pil dan Kultivasi
Setelah kepergian Nangong yue dan yang lainnya. Siang ini Shen yifan akan menelusuri setiap kota. Ia baru ingat bahwa kota istana langit ini adalah penghasil Pil Grade dua terbesar di benua ini. Sejak ada beberapa kejadian, ia hampir lupa.
Shen Yifan memakai jimat penyamaran yang diberikan oleh Nangong Bingxue, untuk berjaga-jaga identitasnya di tengah buronan anak buah Gu Lie dan Flame Seekers Society. Ia berjalan santai menyusuri Jalan Alkemis, pusat perdagangan pil di Kota Istana Langit.
Di kiri dan kanannya berjajar puluhan toko pil dengan papan nama yang menggantung tinggi. Aroma berbagai tanaman herbal bercampur dengan harum pil yang baru saja keluar dari tungku, memenuhi udara hingga membuat siapa pun yang lewat dapat menebak bahwa kota ini memang dikenal sebagai salah satu pusat alkimia terbesar di benua.
"Pil Pemulih Qi Grade Dua!"
"Pil Penguat Meridian!"
"Pil Penjernih Jiwa kualitas menengah!"
Suara para pedagang saling bersahutan menawarkan dagangannya.
Shen Yifan menghentikan langkahnya di salah satu kios.
Di atas meja kayu tersusun rapi puluhan botol giok kecil berisi pil berwarna hijau pucat. Ia mengambil satu botol, meminta izin kepada pemilik toko, lalu membuka tutupnya perlahan.
Shen Yifan memejamkan mata sejenak. "Hm?"
"Impuritas nya masih terlalu banyak." gumam Shen Yifan.
Pemilik toko langsung mengernyit.
"Kau tahu cara menilai pil?"
“Tidak… Aku hanya berbicara sendiri!”
Shen Yifan terus berjalan menyusuri Jalan Alkemis. Semakin banyak toko yang ia datangi, semakin dalam kerutan di dahinya.
"Hampir semuanya sama..."
"Impuritasnya terlalu tinggi. Bahkan pengendalian apinya pun berantakan." Ia menghela napas pelan.
"Kalau pil seperti ini dijual di kota itu, Kakek pasti sudah memarahinya habis-habisan." Shen Yifan tersenyum melihat kearah langit. Mengingat kakeknya pernah memarahi penjual pil kualitas rendah lalu memukulinya.
Tak jauh dari sana, keributan tiba-tiba pecah.
"Apa maksudmu pilku palsu?"
Seorang pria paruh baya berpakaian mewah membanting botol giok ke atas meja. Di hadapannya berdiri seorang pemilik paviliun pil dengan wajah memerah.
"Pil kami asli! Jangan sembarangan menuduh!"
"Kalau asli, kenapa setelah anakku meminumnya justru meridian miliknya hampir rusak? Untung tabib datang tepat waktu!"
Suara pria itu semakin keras hingga menarik perhatian banyak orang.
"Wah... Ada apa?"
"Ada yang keracunan pil?"
"Bukankah itu Paviliun Awan Hijau? Mereka cukup terkenal."
Orang-orang mulai berkerumun.
Pemilik paviliun menggertakkan giginya. "Itu bukan kesalahan pil kami! Pasti anakmu sendiri yang salah menggunakannya!"
"Omong kosong!"
Pria itu mengeluarkan satu botol giok lain.
"Masih ada sisanya! Kalau kau bilang pilmu tidak bermasalah, buktikan sekarang!"
Suasana langsung menjadi sunyi.
Tak seorang pun berani mengambil pil itu.
Jika benar ada masalah, orang yang memakannya bisa terluka.
Di tengah keheningan, Shen Yifan yang sedari tadi hanya menonton akhirnya menghela napas kecil.
"Boleh aku melihatnya?"
Semua mata langsung tertuju kepadanya.
Pemilik paviliun mendengus sinis saat melihat pakaian Shen Yifan yang sederhana.
"Anak kemarin sore sepertimu mengerti pil?"
Shen Yifan hanya tersenyum tipis.
"Aku tidak mengatakan aku mengerti."
"Aku hanya ingin melihatnya."
Melihat kerumunan mulai memperhatikan, pemilik paviliun akhirnya melemparkan botol giok itu dengan kesal. "Kalau begitu lihat saja! Biar semua orang tahu bahwa pil kami tidak bermasalah!"
Shen Yifan menangkap botol itu dengan tenang.
Ia membuka tutupnya perlahan.
Belum sempat mencium aromanya, alisnya sudah berkerut.
"Begitu rupanya..."
Ia menuangkan satu butir pil ke telapak tangannya.
Dengan dua jari, ia memutarnya perlahan sambil mengamati permukaannya.
Beberapa detik kemudian, Shen Yifan menggeleng pelan.
"Pil ini memang gagal."
Kerumunan langsung gempar.
"Apa? Gagal?"
Pemilik paviliun langsung membentak. "Anak muda, jangan asal bicara kalau tidak mengerti."
Shen Yifan hanya menggeleng pelan.
"Aku memang belum tentu benar."
Ia meletakkan pil itu kembali ke dalam botol giok.
"Tapi... Kalau boleh memberi saran, coba belah pil ini menjadi dua."
Semua orang saling berpandangan.
"Belah?"
Pemilik paviliun tampak ragu, namun karena banyak orang memperhatikannya, ia akhirnya mengambil sebilah pisau kecil dan membelah pil itu menjadi dua.
Begitu pil terbelah, terlihat garis hitam tipis membelah bagian tengah pil.
Seorang alkemis tua yang kebetulan lewat langsung membelalakkan mata.
"Itu... Retakan inti?"
Shen Yifan hanya melirik sekilas. "Sepertinya proses peleburannya kurang stabil."
"Kalau dibiarkan, energi di dalam pil akan menjadi kacau ketika dikonsumsi."
"Itu saja."
Ia mengembalikan botol giok itu kepada pemiliknya.
"Aku permisi."
Shen Yifan menunduk dan berbalik dan melanjutkan langkahnya.
Kerumunan mulai semakin ramai. "Dia tahu hanya dengan melihat?"
"Siapa pemuda itu?"
"Apa dia murid seorang master alkemis?"
Pemilik paviliun sendiri ikut tercengang. Ia buru-buru mengambil pil lain dan membelahnya.
Garis hitam yang sama kembali muncul. Wajahnya langsung berubah pucat.
"Ini... Bagaimana mungkin."
Sementara itu, Shen Yifan sudah berjalan semakin jauh. Ia menggaruk pipinya yang tidak gatal.
"Untung saja tidak ditanya macam-macam."
"Aku cuma ingin membeli tanaman herbal, bukan mencari masalah."
Perutnya tiba-tiba berbunyi.
"Lebih penting cari makan dulu."
Ia mengusap perutnya sambil tersenyum kecut, lalu kembali menyusuri Jalan Alkemis mencari paviliun yang menjual tanaman herbal.
......................
Tak lama kemudian, Shen Yifan menemukan sebuah kedai kecil di sudut jalan. Asap hangat mengepul dari beberapa panci besar, sementara aroma kaldu memenuhi udara.
"Paman, satu mangkuk mie." seru Shen Yifan sambil mengambil tempat duduk di pojok.
Tak lama, semangkuk mi panas disajikan di hadapannya. Shen Yifan langsung menyantapnya tanpa memedulikan panasnya kuah.
"Akhirnya, warna hidup kembali."
Perutnya yang sejak pagi kosong akhirnya terasa sedikit tenang.
Sambil makan, matanya memandang keramaian Jalan Alkemis dari kejauhan. Para kultivator datang silih berganti membeli pil, sementara para pelayan paviliun sibuk mengantar botol-botol giok kepada para pelanggan.
Shen Yifan tanpa sadar menghentikan gerakan sumpitnya.
"Ramai sekali."
Ia menopang dagunya.
"Seribu batu spiritual tingkat tinggi..."
"Pil Foundation Grade Tiga, tanaman herbal... Semuanya butuh batu spiritual."
"Setiap hari pasti banyak pil yang terjual." Pikirannya mulai berputar. "Kalau dipikir-pikir... Aku juga bisa membuat pil."
Kalimat itu membuatnya terdiam beberapa saat. Ia baru teringat, selama ini dirinya hanya memikirkan cara menjadi alkemis yang hebat.
Namun. Ia sama sekali belum pernah berpikir bahwa pil juga bisa menjadi sumber batu spiritual.
"Kakek juga dulu hidup dari menjual pil." gumamnya pelan.
"Tapi..." Shen Yifan menghela napas. "Aku tidak mungkin menjual Pil Grade Dua kualitas tinggi begitu saja."
"Kalau terlalu mencolok, pasti banyak yang mulai mencariku."
Ia kembali memakan mi di depannya sebelum tersenyum kecil. "Kalau begitu... Mulai dari Pil Grade Dua kualitas bawah dan menengah saja. Selama kemurniannya sedikit lebih baik dari yang ada di pasaran, pasti tetap laku."
Shen Yifan mengangguk puas.
"Uangnya bisa kupakai membeli tanaman herbal."
"Tanaman herbal menjadi pil."
"Pil menjadi batu spiritual."
"Batu spiritual menjadi kultivasi." Semakin dipikirkan, senyumnya semakin lebar. "Hehe... Sepertinya... Aku menemukan cara menghidupi diriku sendiri."
Namun sesaat kemudian ia menggeleng. "Tidak... Yang paling penting sekarang adalah mencari paviliun herbal dengan harga paling murah."
"Kalau modalnya saja mahal, untungnya juga sedikit."
Setelah menghabiskan mangkuk mi hingga tetes kuah terakhir, Shen Yifan berdiri sambil meregangkan tubuhnya.
"Baiklah, aku akan mencobanya!"
......................
Paviliun Seratus Herbal
Akhirnya ia menemukan paviliun tanaman herbal, ia bisa melihatnya di papan gantung berwarna hijau.
Aroma berbagai tanaman spiritual menguar bahkan sebelum ia melangkah masuk. Wangi dedaunan segar, akar obat, bunga spiritual, dan buah-buahan langka bercampur menjadi satu, menciptakan suasana yang menenangkan hati.
Shen Yifan mengangguk puas.
"Tempatnya lumayan besar."
Tanpa ragu, ia melangkah memasuki paviliun itu. Begitu memasuki ruangan, matanya langsung disambut oleh deretan rak kayu giok yang tersusun rapi hingga ke lantai dua. Ribuan tanaman herbal tersimpan di dalam kotak-kotak giok transparan, masing-masing diberi label nama, usia, serta tingkat kualitasnya.
Beberapa alkemis tampak sibuk memilih bahan, sementara para pelayan paviliun mondar-mandir melayani pelanggan.
Shen Yifan menarik napas panjang.
"Sepertinya... Aku datang ke tempat yang tepat."
Shen Yifan berjalan kearah resepsionis. Ia bisa melihat wajah resepsionis itu begitu angkuh, namun bukan itu yang Shen Yifan cari.
"Permisi... Aku mau membeli rumput roh giok." Shen Yifan dan tersenyum, namun respon resepsionis itu, acuh tak acuh.
"Hei pemuda lusuh, ini bukan tempat untuk mengem-"
Namun pembicaraannya terhenti ketika Shen Yifan mengeluarkan Batu Spiritual tingkat tinggi. "Dua Batu Spiritual!!" Ia meletakan dua Batu Spiritual tingkat tinggi di hadapannya.
Resepsionis itu sempat memandang dua batu spiritual tersebut. Tatapan meremehkannya perlahan menghilang, digantikan senyum profesional.
"Maaf atas kelancanganku, Tuan. Silakan tunggu sebentar, aku akan mengambilkannya." Resepsionis angkuh itu langsung pergi dengan wajah pucat, untuk mengambil Rumput roh giok!"
Shen Yifan hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. "Begitu melihat dua Batu Spiritual tingkat tinggi saja, sikapnya langsung berubah... Memang benar, Batu Spiritual bisa membeli harga diri!"
Tidak lama kemudian, resepsionis itu datang lagi.
"T-tuan, di dalam ini ada rumput roh giok!" Resepsionis itu menyerahkan sebuah kotak persegi panjang warna biru.
Shen Yifan membukanya, dan langsung menganguk setelah melihat isinya. "Persis seperti dalam ilustrasi buku peninggalan Kakek."
"Oh iya, sebelum ke tanaman lainnya. Aku mau bertanya." Sahut Shen Yifan.
"Silahkan tuan, apapun itu!" Resepsionis itu menunduk.
"Disini ada resep untuk Pil Fondasi?"
"Hmmm... Tentu saja ada, tuan." Resepsionis itu langsung mengambil gulungan tua, di belakang meja resepsionis.
Beberapa menit kemudian, Resepsionis itu kembali lagi dan memberikannya kepada Shen Yifan.
"Hmmm... Rumput Roh seribu tahun, Buah inti bumi, Embun giok surgawi—" Shen Yifan membaca gulungan itu dengan teliti, tapi. "Anggrek jiwa langit?" gumam Shen Yifan, tanaman yang di sebutkan dalam gulungan, ia tidak pernah mendengarnya ataupun melihat ilustrasinya di dalam buku alkemis.
"Pantas saja, tuan tidak akan pernah mendengarnya." sahut Resepsionis itu setelah mendengar gumaman Shen Yifan.
"Maksudnya?"
"Tanaman itu sangat langka di kota istana langit ini... Bahkan, mungkin tidak ada yang menjualnya... Tuan harus menemukannya!" jawab Resepsionis itu.
"Menemukannya? Dimana aku harus menemukannya?"
"Kalau Tuan ingin mencari Anggrek Jiwa Langit, pergilah ke Lembah Kabut Roh. Konon katanya, setiap beberapa tahun sekali tanaman itu mekar di sana. Tapi konsekuensinya juga berat, tuan!"
"Ouhh, coba jelaskan." Shen Yifan semakin penasaran.
"Katanya, di lembah itu. Banyak monster ranah fondasi awal, banyak kultivator Condensation Qi yang masuk... Namun tidak pernah kembali." Resepsionis itu dengan wajah serius.
"Di tambah, ketika bunga itu mekar, pasti banyak kultivator yang akan merebutkan tanaman herbal itu." lanjut Resepsionis.
Shen Yifan menopang dagunya. (Hmmm... Monster ranah fondasi? Di tambah para kultivator? Menarik.) Batinnya. Shen Yifan tersenyum.
Setelah membeli beberapa bahan untuk membuat Pemulih Qi untuk di jualkan, ia langsung memberikan beberapa Batu spiritual kepada Resepsionis tersebut, menambahkan sedikit Batu Spiritual untuk informasi itu.
Shen Yifan langsung pergi begitu saja, resepsionis itu menunduk dan tersenyum lembut, karena diberi Batu Spiritual tambahan oleh Shen Yifan.