NovelToon NovelToon
Perjalanan Sang Alkemis Abadi

Perjalanan Sang Alkemis Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kultivasi
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: En zz

Shen yifan adalah seorang pemuda yang terobsesi dengan pembuatan pil, namun sayangnya, ia tidak bisa menjadi alkemis di dunia ini hanya karena menjadi manuisa cacat.

Banyak sekali kultivator. Namun orang-orang untuk menjadi seorang alkemis di dunia ini sudah sangat jarang di temukan, bahkan menjadi salah satu kemunduran mutlak.

Salah satunya, hampir di seluruh dunia ini hanya 000,1% para kultivator yang mempunyai element api.

Salah satunya adalah kakek Shen yifan.

Apakah Shen yifan bisa menggapai cita-citanya untuk menjadi alkemis? Atau dia akan mengubah takdir secara tidak langsung, untuk menjadi alkemis sejati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon En zz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 : Demi Pil dan Kultivasi

Sepeninggal Nangong Yue dan yang lainnya, suasana sekitar terasa sedikit lebih sepi. Siang ini, Shen Yifan berencana menelusuri sudut-sudut kota. Ia baru teringat bahwa Kota Istana Langit merupakan salah satu penghasil pil grade dua terbesar di benua ini. Karena banyaknya rentetan kejadian berbahaya beberapa waktu terakhir, hal penting itu sampai hampir luput dari ingatannya.

​Guna menjaga diri di tengah buronan anak buah Gu Lie dan Flame Seekers Society, Shen Yifan mengenakan jimat penyamaran pemberian Nangong Bingxue. Wajah dan auranya tersamarkan dengan sempurna. Dengan langkah tenang, ia menyusuri Jalan Alkemis—pusat perputaran ekonomi dan perdagangan pil di Kota Istana Langit.

​Di kiri dan kanannya berjajar puluhan toko pil dengan papan nama kayu yang menggantung tinggi. Aroma berbagai tanaman herbal bercampur dengan harum semerbak dari pil yang baru saja keluar dari tungku penyulingan, memenuhi udara. Siapa pun yang melintas dapat langsung merasakan atmosfer kuat bahwa kota ini memang layak dijuluki sebagai salah satu kiblat alkimia terbesar.

​"Pil Pemulih Qi grade dua!"

​"Pil Penguat Meridian!"

​"Pil Penjernih Jiwa kualitas menengah!"

​Suara para pedagang bersahutan menawarkan barang dagangan mereka.

​Shen Yifan menghentikan langkah di salah satu kios sederhana.

​Di atas meja kayu tersusun rapi puluhan botol giok kecil berisi pil berwarna hijau pucat. Ia mengambil satu botol, meminta izin kepada pemilik toko, lalu membuka tutupnya perlahan untuk mengamati.

​Shen Yifan memejamkan mata sejenak, menghirup dan meresapi aroma energi di dalamnya. "Hm?"

​"Impuritasnya masih terlalu banyak," gumam Shen Yifan tanpa sadar.

​Pemilik toko yang mendengar gumaman itu langsung mengernyit risi. "Bocah, kau tahu cara menilai pil?"

​"Ah... Tidak. Aku hanya asal bicara," sahut Shen Yifan santai seraya meletakkan kembali botol giok tersebut.

​Ia kembali berjalan menyusuri Jalan Alkemis. Namun, semakin banyak toko yang ia datangi, semakin dalam kerutan di dahinya.

​"Hampir semuanya sama..."

​"Impuritasnya terlalu tinggi. Bahkan pengendalian apinya pun berantakan," gumamnya sambil menghela napas pelan.

​"Kalau pil dengan kualitas seperti ini dijual di kotaku dulu, Kakek pasti sudah memarahi penjualnya habis-habisan." Shen Yifan tersenyum tipis menatap ke langit. Ia mendadak teringat kenangan lama saat kakeknya pernah mengomeli penjual pil berkulitas rendah hingga berakhir dengan kekacauan kecil.

​Tak jauh dari tempatnya berdiri, sebuah keributan tiba-tiba pecah.

​"Apa maksudmu pilku palsu?!"

​Seorang pria paruh baya berpakaian mewah membanting sebuah botol giok ke atas meja. Di hadapannya, berdiri seorang pemilik paviliun pil dengan wajah memerah menahan marah.

​"Pil kami asli! Jangan sembarangan menuduh!"

​"Kalau asli, kenapa setelah anakku meminumnya, meridian miliknya justru hampir hancur?! Beruntung tabib datang tepat waktu!"

​Suara bentakan pria itu menggema hingga menarik perhatian orang-orang di sekitar.

​"Wah... Ada apa itu?"

​"Ada yang keracunan pil?"

​"Bukankah itu Paviliun Awan Hijau? Mereka cukup terkenal di jalan ini."

​Orang-orang mulai berkerumun membentuk lingkaran.

​Pemilik paviliun menggertakkan giginya rapat-rapat. "Itu bukan kesalahan pil kami! Pasti anakmu sendiri yang salah dalam mengonsumsinya!"

​"Omong kosong!" Pria itu merogoh pakaiannya dan mengeluarkan satu botol giok lain. "Masih ada sisanya! Kalau kau berani menjamin pilmu tidak bermasalah, buktikan sekarang!"

​Suasana seketika hening.

​Tak seorang pun penonton yang berani melangkah maju untuk memeriksa pil itu. Jika memang ada racun atau simpangan energi di dalamnya, siapa pun yang mencobanya bisa berisiko mengalami kecacatan meridian.

​Di tengah keheningan yang mencekam, Shen Yifan yang sedari tadi hanya mengamati dari balik kerumunan akhirnya menghela napas kecil.

​"Boleh aku melihatnya?"

​Sontak, seluruh pandangan mata tertuju kepadanya.

​Pemilik paviliun mendengus sinis saat mendapati pakaian Shen Yifan yang terkesan sangat sederhana. "Anak kemarin sore sepertimu mengerti soal penyulingan pil?"

​Shen Yifan hanya tersenyum tipis. "Aku tidak mengatakan aku mengerti. Aku hanya ingin melihatnya."

​Melihat kerumunan yang kian membesar dan memojokkan posisinya, pemilik paviliun akhirnya melemparkan botol giok itu dengan kesal. "Lihat saja! Biar semua orang tahu bahwa produk kami tidak bermasalah!"

​Shen Yifan menangkap botol giok itu dengan cekatan dan tenang.

​Ia membuka tutupnya perlahan. Belum sempat ia mendekatkan botol itu ke hidungnya, alisnya sudah menukik tajam.

​"Begitu rupanya..."

​Ia menuangkan satu butir pil ke telapak tangannya. Dengan dua jari, ia memutar pil itu perlahan sembari mengamati tekstur dan kerapatan strukturnya.

​Beberapa detik kemudian, Shen Yifan menggeleng pelan. "Pil ini memang produk gagal."

​Kerumunan langsung gempar.

​"Apa? Gagal?"

​Pemilik paviliun mendelik marah dan membentak, "Anak muda, jangan asal bicarakan reputasi toko kami kalau tidak tahu apa-apa!"

​Shen Yifan tetap bersikap tenang. "Aku memang belum tentu benar. Tapi... kalau boleh memberi saran, coba belah pil ini menjadi dua bagian."

​Orang-orang saling berpandangan heran. "Dibelah?"

​Pemilik paviliun tampak ragu. Namun, karena desakan tatapan ratusan pasang mata yang memintanya membuktikan, ia akhirnya memotong pil itu dengan sebilah pisau kecil.

​Ctek.

​Begitu pil terbelah dua, terlihat sebuah garis hitam tipis yang melintang tepat di bagian tengah Inti pil.

​Seorang alkemis tua yang kebetulan lewat dan ikut menonton langsung membelalakkan matanya kaget. "Itu... Retakan Inti?!"

​Shen Yifan hanya melirik sekilas. "Sepertinya proses peleburannya kurang stabil di pertengahan. Suhu apinya terlalu dipaksa naik. Jika dibiarkan, energi spiritual yang tersisa di dalamnya akan menjadi kacau begitu bersentuhan dengan darah, lalu menghancurkan meridian pengonsumsinya."

​Ia meletakkan kembali sisa pil itu ke atas meja. "Itu saja. Aku permisi."

​Shen Yifan menunduk sedikit, lalu berbalik pergi meninggalkan kerumunan tanpa menunggu balasan dari siapa pun.

​Di belakangnya, keributan justru makin membara.

​"Dia bisa tahu hanya dengan melihatnya?!"

​"Siapa pemuda tadi?"

​"Apakah dia murid rahasia dari seorang Master Alkemis?"

​Pemilik paviliun sendiri berdiri mematung dengan wajah pucat pasi. Ia buru-buru mengambil pil lain dari raknya dan membelahnya. Garis hitam yang sama persis kembali terlihat. Tubuhnya gemetar hebat; reputasi tokonya runtuh dalam sekejap.

​Sementara itu, Shen Yifan sudah berjalan makin jauh dari lokasi keributan. Ia menggaruk pipinya yang tidak gatal.

​"Untung saja tidak ditanya macam-macam. Aku ke sini cuma ingin membeli tanaman herbal, bukan mencari panggung."

​Kruuuk...

​Perutnya mendadak berbunyi nyaring.

​"Hah... Lebih penting cari makan dulu." Ia mengusap perutnya sambil tersenyum kecut, lantas mempercepat langkahnya.

​Tak lama kemudian, Shen Yifan menemukan sebuah kedai kecil yang tersembunyi di sudut jalan. Asap hangat mengepul dari panci-panci besar, menyebarkan aroma gurih kaldu yang mengunggah selera.

​"Paman, pesan semangkuk mi panas!" seru Shen Yifan sambil mengambil tempat duduk di pojok yang agak sepi.

​Tak butuh waktu lama, semangkuk mi dengan kuah beruap disajikan di hadapannya. Shen Yifan langsung menyantapnya lahap, tak memedulikan kuahnya yang masih panas.

​"Ah... Rasanya jiwaku baru kembali," gumamnya puas. Perutnya yang kosong sejak pagi akhirnya terisi.

​Sambil menikmati mi, matanya menerawang menatap lalu lalang para kultivator di Jalan Alkemis. Transaksi batu spiritual terjadi setiap detik di paviliun-paviliun besar.

​Shen Yifan mendadak menghentikan sumpitnya di udara.

​"Ramai sekali..." Ia menopang dagunya, mulai memikirkan situasinya saat ini.

​"Seribu batu spiritual tingkat tinggi dari Yue harus kukembalikan... Lalu resep Pil Foundation grade tiga, tanaman herbal berkualitas... Semuanya membutuhkan batu spiritual dalam jumlah fantastis."

​Pikirannya terus berputar cepat. "Kalau dipikir-pikir... aku kan bisa membuat pil."

​Kalimat itu membuatnya tertegun sejenak. Selama ini, ia hanya berfokus pada bagaimana cara mengasah kemampuannya agar menjadi alkemis yang kuat. Namun, ia lupa bahwa ilmu alkimia adalah mesin pencetak kekayaan yang paling ampuh di benua ini.

​"Kakek juga dulu bertahan hidup dari hasil menjual pil," gumamnya pelan. "Tapi... aku tidak boleh menjual Pil Esensi Murni atau pil grade dua dengan kualitas sempurna secara sembarangan. Kalau terlalu mencolok, para tetua atau organisasi seperti Flame Seekers Society akan makin curiga dan melacak keberadaanku."

​Ia kembali mengunyah mi di depannya lalu tersenyum tipis. "Kalau begitu... Buat saja pil grade dua kualitas bawah atau menengah. Selama kemurniannya sedikit lebih tinggi dan harganya stabil dari pasaran, pasti tetap laku keras tanpa memicu kecurigaan."

​Shen Yifan mengangguk puas.

​"Uangnya bisa dipakai membeli tanaman herbal."

​"Tanaman herbal diolah menjadi pil."

​"Pil diubah menjadi batu spiritual."

​"Dan batu spiritual dipakai untuk menunjang kultivasi."

​Semakin ia memperhitungkan alur tersebut, senyum di wajahnya makin lebar. "Hehe... Sepertinya aku sudah menemukan cara untuk kaya dan bertahan hidup."

​Namun, ia cepat-cepat menenangkan diri kembali. "Tidak boleh gegabah. Yang paling penting sekarang adalah mencari paviliun herbal yang menjual bahan baku dengan harga paling miring. Kalau modalnya terlalu mahal, margin untungnya bakal tipis."

​Setelah menghabiskan kuah mi hingga tetes terakhir, Shen Yifan berdiri dan meregangkan otot-ototnya. "Baiklah, mari kita mulai perburuannya!"

​Paviliun Seratus Herbal

​Papan nama kayu berukiran warna hijau zamrud tergantung megah di depan sebuah bangunan berlantai dua. Inilah tujuan Shen Yifan.

​Aroma ratusan jenis tanaman spiritual menguar kuat bahkan sebelum ia menapakkan kaki di ambang pintu. Wangi dedaunan segar, akar-akaran obat, bunga spiritual, hingga buah-buahan langka bercampur menjadi satu aura alam yang menyegarkan jiwa.

​"Tempatnya cukup bonafit," puji Shen Yifan dalam hati.

​Ia melangkah masuk. Interior ruangan tampak mewah dengan deretan rak kayu giok yang tersusun rapi hingga ke lantai atas. Ribuan tanaman herbal tersimpan rapi di dalam kotak-kotak giok transparan bermerek, lengkap dengan catatan tingkat usia dan kualitasnya.

​Shen Yifan berjalan menuju meja resepsionis. Pria di balik meja itu tampak memiliki garis wajah yang angkuh, menatap para pengunjung dengan pandangan menilai.

​"Permisi... Aku ingin membeli Rumput Roh Giok," ujar Shen Yifan dengan ramah dan mengumbar senyum.

​Namun, respons dari resepsionis itu sangat dingin. Ia melirik pakaian sederhana Shen Yifan dari atas ke bawah. "Hei, pemuda lusuh. Tempat ini bukan area untuk mengem—"

​Cring!

​Ucapan resepsionis itu terhenti seketika saat Shen Yifan meletakkan dua buah batu spiritual tingkat tinggi di atas meja. Cahaya murni yang terpancar dari batu itu langsung menyilaukan mata sang resepsionis.

​"Dua batu spiritual tingkat tinggi. Cukup?" tanya Shen Yifan tenang.

​Mata resepsionis itu melebar. Wajah meremehkannya luntur seketika, berganti dengan senyuman profesional yang dibuat-buat, bahkan sudut bibirnya sampai bergetar.

​"M-maafkan kelancangan hamba, Tuan! Silakan tunggu sebentar, saya akan segera mengambilkan Rumput Roh Giok dengan kualitas terbaik!" Resepsionis itu membungkuk dalam-dalam sebelum bergegas pergi dengan wajah pucat.

​Shen Yifan hanya menggelengkan kepala melihat pemandangan itu. (Begitu melihat dua batu spiritual tingkat tinggi saja, sikapnya langsung berubah total... Memang benar kata orang, batu spiritual bisa membeli kehormatan seseorang dalam sekejap,) batinnya geli.

​Tak lama kemudian, resepsionis itu kembali sambil membawa sebuah kotak persegi panjang berwarna biru berkilau dengan kedua tangannya.

​"T-tuan, ini Rumput Roh Giok kualitas tertinggi yang kami miliki!" ujarnya sangat sopan.

​Shen Yifan membuka kotaknya sedikit, mengamati bentuk dan serat daunnya, lalu mengangguk puas. "Persis seperti ilustrasi yang ada di dalam buku peninggalan Kakek."

​Ia menutup kotak itu kembali, lalu menatap sang resepsionis. "Sebelum aku membeli bahan lainnya, aku ingin bertanya sesuatu."

​"Silakan, Tuan! Apa pun yang Tuan ingin ketahui, akan saya jawab!" sahut resepsionis itu antusias.

​"Apakah di paviliun ini menjual resep untuk pembuatan Pil Pembuat Fondasi (Foundation Pill)?"

​"Tentu saja ada, Tuan!" Resepsionis itu bergegas mengambil sebuah gulungan kulit tua yang terkunci di lemari khusus belakang meja.

​Ia menyerahkan gulungan tersebut. Shen Yifan membuka dan membacanya dengan teliti.

​"Rumput Roh Seribu Tahun, Buah Inti Bumi, Embun Giok Surgawi..." Shen Yifan membaca deretan bahan utama itu satu per satu, hingga matanya tertuju pada satu nama asing. "Anggrek Jiwa Langit?" gumam Shen Yifan heran. Nama tanaman itu belum pernah ia dengar, bahkan ilustrasinya pun tidak ada dalam kitab alkimia peninggalan kakeknya.

​"Pantas saja Tuan merasa asing," sahut resepsionis itu menangkap kebingungan di wajah Shen Yifan.

​"Maksudmu?"

​"Tanaman itu sangat langka di wilayah Kota Istana Langit ini, Tuan. Bahkan rasanya tidak ada satu pun pasar atau paviliun besar yang menjualnya dalam bentuk segar maupun kering. Jika Tuan menginginkannya, Tuan harus mencarinya sendiri di alam liar."

​"Mencarinya sendiri? Di mana?"

​"Jika Tuan benar-benar membutuhkan Anggrek Jiwa Langit, Tuan harus pergi ke Lembah Kabut Roh. Konon, setiap beberapa tahun sekali bunga itu mekar di sana. Tapi... risikonya sangat besar, Tuan!"

​Shen Yifan menaikkan sebelah alisnya. "Jelaskan lebih detail."

​"Lembah itu dilingkupi kabut beracun dan dihuni oleh banyak binatang buas ranah Foundation Establishment tahap awal. Sudah tidak terhitung berapa banyak kultivator ranah Condensation Qi yang nekat masuk ke sana dan tidak pernah kembali lagi," terang resepsionis itu dengan raut wajah serius. "Ditambah lagi, setiap kali Anggrek Jiwa Langit mekar, para ahli dari berbagai sekte pasti bertumpuk di sana untuk saling bantai merebutkannya."

​Shen Yifan menopang dagunya, memikirkan penjelasan tersebut. (Monster ranah Foundation Establishment? Dan perebutan antar kultivator? Ini justru terdengar menarik,) batin Shen Yifan dengan sudut bibir yang sedikit terangkat.

​Setelah menyelesaikan transaksi bahan baku untuk Pil Pemulih Qi yang akan ia produksi dan jual nanti, Shen Yifan mengeluarkan beberapa batu spiritual tambahan dan meletakkannya di meja.

​"Ini untuk informasi berhargamu."

​Shen Yifan mengambil barang belanjaannya dan melangkah keluar dari Paviliun Seratus Herbal. Di belakangnya, sang resepsionis terus membungkuk penuh rasa syukur dan tersenyum lebar mendapat tips fantastis dari pemuda yang tadinya ia sebut lusuh tersebut.

​Shen Yifan menatap ke arah luar kota, ke arah mana Lembah Kabut Roh berada. "Lembah Kabut Roh, ya? Mari kita lihat seberapa menantang tempat itu."

1
obeng min
lanjut ketua
obeng min
mantap
sitanggang
hadeuhhh lemah bgt🙄
obeng min
lanjut💪💪💪💪💪
obeng min
💪💪💪👍👍👍👍
obeng min
upnya lama
obeng min
👍👍👍👍💪
obeng min
lanjut 💪💪💪💪💪
obeng min
manatap perbanyak upnya 🤣🤣💪💪👍👍👍
Jhon Saanz
up bang
obeng min
josss👍👍👍👍👍
Andi Akhasay: Liat ceritaku kak
total 1 replies
obeng min
lanjut👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!