NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Dokter Amber

Mengejar Cinta Dokter Amber

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mama Mima

Mutasi kerja yang seharusnya menjadi babak baru yang lebih baik dalam hidup seorang dokter umum seperti Amber Zea Letisha ternyata ibarat mimpi di siang bolong. Bagaimana tidak? Dia justru mengetahui kenyataan bahwa kepindahannya merupakan campur tangan dari mantan suaminya yang tidak lain adalah direktur utama dari Cakrawala Hospital, tempat kerjanya yang baru.

"Dimana anak kita, Amber?"

"Anak apa maksudmu?"

"Katakan yang sebenarnya, sebelum aku yang mengatakannya."

Mata Amber membola. Apakah Chris sudah tau kalau ternyata mereka punya anak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mima, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cantik.

"Lagian aku tidak ada waktu dengan wanita lain. Aku masih menunggu seseorang untuk kembali mencintaiku..." ujar Chris tegas sambil melirik Amber sebentar.

Yang dilirik pura-pura tidak mendengar. Dia tahu yang dimaksud Chris adalah dirinya. Alih-alih merespon perkataan pria itu, Amber malah bangkit dari sofa dan berjalan mendekati tembok di sebelah pintu masuk. Dia tertarik melihat foto-foto yang terpajang di sana.

"Kau bisa keluar kalau kau bosan," Chris memecah kesunyian setelah Amber berkeliling ruangannya hanya untuk melihat-lihat foto yang Chris yakin tidak ada manfaatnya untuk wanita itu. Amber mungkin sedang mengatasi rasa canggungnya karena hanya berduaan di ruangan besar ini.

"Siapa bilang aku bosan? Kau terganggu aku di sini?" balas Amber sambil meraih salah satu buku tebal dari rak buku bacaan yang ada di belakang kursi Chris.

"Iya. Konsentrasiku terganggu."

Chris tidak berbohong. Fokusnya memang terbagi karena ada Amber di sana. Dia ingin melihat Amber setiap detik, tapi dia juga harus bekerja.

"Ya sudah, aku ke ruangan Ken."

"M... jangan lupa jaga sikapmu."

Amber mencebikkan bibirnya. Baru saja dia berniat benar-benar akan keluar, seseorang mengetuk pintu dan masuk begitu saja. Steffy. Siapa lagi?

"Kau sudah mengizinkan dia masuk?" tanya Amber tidak suka. Chris bahkan belum mengizinkannya masuk.

"Stef, kalau aku sedang bersama istriku, jangan masuk sebelum aku izinkan. Paham?"

"Oh, maafkan saya, Bu. Lain kali tidak akan terulang kembali," Steffy membungkukkan sedikit badannya dan oh! Lihatlah! Dia memamerkan pepaya kembarnya itu! Dasar ular keket!!

Amber melirik Chris yang masih melihat Steffy. Ada rasa kesal yang memuncak begitu saja. Dia pun spontan maju ke hadapan Chris, seakan ingin menutup akses Chris untuk memperhatikan Steffy.

Chris kaget setengah mati karena Amber tiba-tiba duduk di pangkuannya dan menegakkan tubuhnya.

"Kau mau kasih apa ke Chris? Letakkan saja," perintahnya pada Steffy. Chris mengerutkan kening. Saat dia bergerak ingin berbicara pada Steffy, Amber dengan cepat pula menutup pandangannya lagi.

"Oh, baiklah, Bu. Ini, hanya laporan keuangan saja. Sa... saya letak di sini, Pak Chris..." Steffy pun berusaha melihat ke arah Chris lagi. Amber dengan cepat merentangkan tangannya agar dia tidak berhasil.

"Sudah? Kau sudah bisa pergi," perintah Amber tegas.

Saat Steffy berbalik, Amber menyindir, "Mulai besok akan ada peraturan cara berpakaian di kantor ini. Satu jam lagi akan ku email dan harap forward ke semua karyawan wanita. Mengerti ibu Steffy?"

Steffy tidak berbalik. Lebih tepatnya tidak mau berbalik. Dia sudah dikuasai amarahnya, wajahnya pasti merah padam. Dia hanya menjawab 'mengerti' lalu melanjutkan langkahnya dengan cepat menuju pintu.

Sepertinya Steffy, Amber cepat-cepat menoleh ke belakang. Dilihatnya Chris sedang memandanginya dengan tawa yang ditahan. Jelas sekali dia sedang gembira sekarang.

Bukk!!

"Aw!! Whyy??!!" Chris terkejut karena Amber melayangkan pukulan keras di lengannya, tentu saja menggunakan buku tebalnya tadi.

"Jadi dia kompeten di bidangnya. Bidangnya yang mana maksudmu? Memamerkan buah dadanya kepada suami orang???"

Bukannya takut, Chris justru semakin tertawa melihat Amber yang kesal dan marah-marah di pangkuannya. Ah, mudah-mudahan wanita itu tidak sadar kalau sekarang dia sedang duduk di pangkuan Chris. Chris ingin begini sedikit lebih lama.

"Kau sekarang sedang cemburu atau apa? Jangan membuatku salah paham. Bukannya kau sudah tidak mencintaiku?"

"Aku hanya tidak suka wanita murahan seperti itu. Lihat raut wajahnya tadi? Dia kesal karena kau tidak melihat pepaya gantungnya itu pagi ini. Padahal dia sudah susah payah mencari perhatianmu."

Chris tidak bisa menahan diri lagi. Tawanya pecah sampai dia terbahak-bahak, hingga air matanya nyaris keluar. Amber benar-benar ahli dalam mendeskripsikan sesuatu dengan baik.

"Kenapa kau malah tertawa heh??????"

"Amber... you need mirror right now. Lihatlah betapa wajahmu memerah hanya karena Steffy."

Bukk!

Amber menampar lengan Chris lagi, "Aku serius. Jangan biasakan meladeni dia. Kalau kau mau dia berhenti berharap tidur denganmu dan punya anak darimu..." sekarang Amber terlihat benar-benar serius.

"Aku tidak meladeni, hmm... walaupun aku tidak tahu meladeni yang kau maksud itu seperti apa. Kalau dia datang, jelas aku harus melakukan kontak mata ketika kita berbicara. Bukankah attitude-nya begitu?"

"Atau sepertinya kau harus mencongkel matamu ini biar tidak bekeliaran? Sepertinya matamu yang menjadi sumber masalah. Miss-nya Brandon saja sampai ngiler saat melihatmu."

"Oh ya? Kau memperhatikan semua yang luput dari perhatianku..." ujar Chris berbohong. Dia juga tahu kalau gurunya Brandon itu tertarik padanya.

"Jelas saja luput. Kau menikmatinya," ujar Amber lagi dengan nada mengejek.

Chris tersenyum kecil. Dilihatnya manik coklat kelam milik wanita yang kini sedang kesal itu. Mereka berhadapan cukup dekat sekarang. Bahkan tangan Chris sedari tadi sudah menyentuh pinggang Amber, namun wanita itu tidak menyadarinya.

Chris memberanikan diri mendekati wajah putih bersih itu, ingin menawarkan sebuah ciuman. Jantungnya bekerja dua kali lebih cepat sekarang. Bersiap menerima penolakan dari Amber.

"That's why, stay here. With me. Jaga mataku supaya tidak berkeliaran ke mana-mana..." balas Chris pelan. Wajahnya semakin dekat pada Amber. Tangannya meremas pinggang wanita itu.

"Ma... mau apa kau!" Amber tersadar karena napas Chris sudah menerpa wajahnya dan itu menghasilkan satu reaksi yang sudah lama tidak dirasakan olehnya. Rasa berdebar dan bergetar. Dia pun langsung menyadari kalau sedari tadi dia masih berada dalam pangkuan pria itu.

"Kenapa aku ada di pangkuanmu?" dia refleks berdiri dan menjauh dengan cepat. Wajah putihnya mendadak memerah karena malu.

Chris tertawa. Meskipun usahanya gagal, namun kali ini dia cukup senang dengan adegan serta percakapan singkat mereka barusan.

"Wanita yang sedang cemburu itu bisa jadi galak, bisa juga jadi amnesia ya?" ledek Chris. Dia memajukan kursinya lagi karena tadi sempat mundur karena Amber mendadak duduk di pangkuannya.

Amber diam sejenak, lalu dia seperti ingat sesuatu, "Eh, email yang tadi ku bilang, bikinin!"

"Oh, kau ingat email, tapi kau lupa kenapa bisa ada di pangkuanku tadi. Kau sepertinya kena amnesia parsial."

"Berhenti mengejekku. Buatkan sekarang juga!" perintah Amber. Sudah persis seperti ibu direktur.

"Kau punya tangan kan? Buat saja sendiri."

"Yang punya laptop kan kau!"

"Kau kuijinkan memakainya."

Amber memutar matanya lagi. Lama-lama Chris menyukai cara wanita itu bereaksi kalau kalah dalam berdebat. Menggemaskan.

"Tapi duduknya di sini lagi..." Chris menepuk pahanya dengan tatapan genit.

"Nggak mau! Aku suruh HRD saja yang buatkan. Berapa nomor ekstensinya??" Amber meraih gagang telepon di meja Chris.

"HRD di sini sebelas duabelas dengan Steffy. Aku ragu dia bersedia membuatkan. Lagian... bukankah akan lebih serius kalau emailnya langsung dari Direktur?"

Amber berpikir. Chris menaik-naikkan satu alisnya.

"Come here, Mama Brandon. Kau boleh memakai laptop-ku..." Chris memanjangkan tangan kanannya, seakan memanggil Amber agar datang padanya.

"Kau sengaja kan?! Jangan pegang-pegang!!" lucunya, walaupun dia tau Chris sedang mengerjainya, kakinya tetap melangkah mendekati pria itu dan bokongnya duduk begitu saja di atas paha Chris tanpa tahu malu.

"Iya, aku nggak akan pegang-pegang," janji pria itu sambil menyimpan kedua tangan kekarnya di belakang kepalanya.

Saat Amber sibuk dengan emailnya, Chris punya kesempatan untuk menikmati momen tersebut. Dia memandangi tubuh mungil Amber. Aroma rambutnya yang terurai begitu memanjakan penciuman Chris karena wanginya. Pria itu juga iseng menebak berat badan Amber tak lebih dari lima puluh kilogram, karena Chris sama sekali tidak merasa berat. Hatinya bergetar begitu saja. Mengingat kembali kisah-kisah cinta mereka. Kini Chris hanya bisa menyesali jalan takdir mereka sekarang. Dia berharap takdir segera berubah dan Amber kembali ke pelukannya.

"Amber..."

"Hm..."

"Kau semakin cantik..."

*****

Jangan lupa like, comment dan vote-nya ya readers... love you 🥰🥰

1
chan
Luar biasa
Boa Hancock
betuulll,, makanya pinter2 milih suami.
kalo untuk pacaran mgkn oke hanya mengandalkan cinta.
tp untuk hidup bersama ga hanya butuh cinta walaupun sebenernya cinta itu luas dan mencakup banyak hal.
komitmen + komunikasi + saling terbuka + berbagi kasih + menekan ego
yg punya itu semua aja masih ttp bida lewatin ujian. tp asalkan bs berusaha mengimbangi, ujian bs terlewati 🤤
Boa Hancock
pantas rada rada mesyum si cha 🤣
Boa Hancock
makasih ya kak, aku salut bgt 🤗
Boa Hancock
gimana ga jd devil waktu ketemu dom pertama kali 🤣 tp asli sih karakter chris ini kayanya bahan halu semua wanita.
romantis, suami setia, bertanggungjawab pd keluarga, family man, tegas tp bijak dalam waktu bersamaan, ga kolot aaaahhh chris 🤤
Boa Hancock
Crist jg memendam luka dalam cukup lama 😭 krn blom pernah ngrasain momment ini sama wanita yg dicintai.
tau2 idungku ikut perih
Boa Hancock
terimakasih akak, sudah mengingatkan aku untuk bersyukur, dan kembali berterimakasih jg pd indonesia 😍
Boa Hancock
aku penasaran muka crish evan kalo marah.. mukanya adem bgt 🤤
Boa Hancock
takut kena serangan mental captain 🤌🏼
Boa Hancock
seruuuu
Boa Hancock
udah kak, langsung berasa pengen nyosor 🤤
Boa Hancock
trus kenapa ada aurakasih segala 🤣
Boa Hancock
suami cha aja remuk ama chris 🤣
Boa Hancock
captain america dilawan 🤌🏼
Boa Hancock
dasar lemah 🤣🤌🏼
Boa Hancock
aku menyukainya 🤣
Boa Hancock
🤣
L A
Luar biasa
vit
Bagus bgt ceritanya kk author 😍😍
vit
bagus bgt 😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!