Bambang Pramudya Yudha berusia 23 tahun terpaksa menikahi Airina kamaliya Naylun seorang gadis berusia 19 tahun yang telah menjadi yatim piatu karena sebuah kecelakaan yang mengerikan.
Mobil Bambang bertabrakan dengan mobil orang tua Irin yang menyebabkan mereka berdua meninggal.
Atas permintaan terakhir Pak Herman, Bambang harus menikahi putri tunggalnya. Padahal saat itu dia mempunyai kekasih bernama Winda.
Simak jatuh bangun seorang Bambang demi mendapatkan hati Irin. Dan juga kesabaran seorang suami menunggu istrinya menyerahkan cintanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Betti Cahaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Flashback Winda 5
Buuuuuuggggkkkkk....!!!
Bambang jatuh tersungkur, aku segera meraihnya yang sedang mengerang kesakitan. Tangan dan kepalanya terasa dingin, aku panik. Dengan gestur tangannya Bambang memintaku mengambilkan obat di saku jasnya. Akupun segera mengambil dan membantunya meminum obat tersebut.
Aku letakkan kepalanya di pangkuanku, aku memeluknya berharap bisa berbagi sakit yang dia rasakan. Aku menangis tapi tidak lagi meratapi nasibku, aku iba pada lelaki yang masih ku cintai. Bebannya pesikisnya berat, tapi aku justru menambah berat pikirannya.
"Maafkan aku Bam, tidak seharusnya aku menambah beban pikiranmu." Ucapku di sela isak tangisku.
Bambang terlalu lemah untuk menjawab, dia hanya mengusap tanganku yang melingkar di lehernya. Aku memijat kepalanya dan tidak lama kemudian dia tertidur.
Aku terus memandangi wajahnya, aku yakin dia akan kembali padaku dengan jalan yang seharusnya. Aku yakin dia masih milikku. Gadis itu sudah membaik, aku yakin pikirannya pun baik. Dia harusnya berfikir ulang tentang pernikahan ini.
Kejadian seperti ini terus berulang, Bambang akan pulang ke rumahnya ketika kondisi badannya memburuk, dengan alasan dinas di luar kota. Dan akan kembali ke rumah gadis itu ketika kondisinya membaik. Aku selalu ada saat dia membutuhkan, karena bagaimanapun hanya dengan seperti itulah aku bisa menghabiskan waktu berdua dengannya.
Semakin hari cintaku padanya semakin besar, meskipun mata Bambang sekarang hanya memancar cinta pada gadis itu tapi aku belum juga menemukan alasan untuk benar-benar berhenti berharap dan meninggalkan perasaan ini. Semakin aku mencoba pergi semakin rasa ini tumbuh menggila menguasai hati dan kewarasanku.
Tidak mudah bagiku yang tertinggal seorang diri. Kita bertiga saling kehilangan, tapi hanya aku lah yang kehilangan tanpa pengganti. Aku bisa saja menjadi jahat, aku yakin mudah bagiku mendapatkan Bambang kembali jika aku mau. Tapi aku menghargai keputusan Bambang dan menghargai pernikahannya. Aku berharap takdir yang membawa Bambang pergi suatu saat takdir juga yang akan membawanya kembali.
Walaupun rasanya mustahil, tapi percaya pun rasanya aku belum mampu. Masih berharap ini semua hanya mimpi, dan ingin segera terbangun di kehidupan yang normal seperti biasa.
Sampai suatu hari, Bambang sakit typus dan harus dirawat. Aku mengambil peran dengan merawatnya seorang diri, aku yakin dia memberi alasan dinas lagi kepada istrinya itu. Mungkin Tuhan menjawab doaku, gadis itu datang dan melihat Bambang terkapar di ranjang rumah sakit, dan tentunya dia terkejut melihatku juga berada di sana.
Hanya beberapa detik aku merasa menang, detik selanjutnya aku melihat Bambang menderita karena kepergian gadis itu. Bukan hanya cinta yang memancar dari matanya, tapi juga kekhawatiran yang luar biasa. Aku salah dan aku kalah. Aku menyadari saat itu juga, bahwa bukan cuma raganya tapi juga segenap hatinya telah benar-benar pergi dariku.
Aku berfikir aku masih berarti baginya, karena aku tahu mencintai gadis itu telah membawa penderitaan bagi Bambang. Tapi aku bodoh dan tidak menyadari bahwa Bambang menikmati penderitaan itu. Dan aku akhirnya sadar Bambang takkan kembali, takdir takkan membawanya lagi padaku, takdir merampasnya untuk selama-lamanya tanpa kesempatan kedua.
Dari mata itu, akhirnya aku menemukan alasan untuk meninggalkan perasaan ini. Aku lelah bertepuk seorang diri. Walaupun aku masih tidak percaya, pada akhirnya Bambang mampu berpaling. Aku harus melepaskannya.
🍃🍃🍃🍃🍃
aku aku aku
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
biar semangat
lanjut
salam dari
MAHABBAH RINDU
SENYUM ANYA