Niat datang menghadiri acara pernikahan,dirinya harus berakhir menjadi Pengantin pengganti mempelai pria.Yang dimana Pria itu sangatlah dingin dan takdir membuat dirinya menjadi seorang istrinya.
Apakah semua berakhir dengan bahagia atau perpisahan mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
"Mm."sahut Karina,Leo menatap Karina beberapa detik.
"Hanya itu?"
Karina berkedip bingung dengan pertanyaan Leo padanya.
"Memang harus bagaimana?" Tanya balik Karina.
"Biasanya istri mencium suaminya sebelum bekerja." Leo mulai menggoda Karina.
Mata Karina melebar mendengar perkataan dari Leo,sedangkan Leo hanya menahan senyum.
"Aku tidak mau melakukan itu." Secara langsung Karina menolaknya.
"Sayang sekali." Jawab Leo yang merasa hari ini belum beruntung,tapi Leo tak habis pikir dia langsung mencium kening istrinya dengan singkat.
"Sampai nanti,sayang." Pamit Leo yang pergi.
"Kenapa dia suka menyerang ku mendadak dan dia benar-benar tak punya malu melakukan itu didepan orang." Batin Karina yang tak habis pikir dengan apa yang dilakukan olehnya.
Di lain tempat
"Aku tak mau tahu, kalian harus berhasil menculik wanita yang ada di foto itu." Seorang wanita yang nampak begitu emosi.
"Kami siap melakukan, asalkan bayaran kami harus sesuai kesepakatan awal."ucap pria itu yang langsung menagih bayaran kepada wanita itu.
"Baiklah, akan aku bayar setengah. Jika misi kalian berhasil, akan aku lunasi sisanya. Yang terpenting kalian harus berhasil menculik wanita yang ada di foto itu."ucap wanita itu yang tidak main-main dengan apa yang dia katakan.
"Baiklah, nanti akan kami kabari jika kami berhasil menangkap wanita itu."ucap pria itu yang secara langsung pergi meninggalkan wanita itu.
"Kita lihat saja Leo, Jika kamu berani menghancurkan hidupku maka akan aku hancurkan hidupmu juga." Yang tidak lain wanita itu adalah Berlin, wanita yang dari awal menaruh dendam kepada Leo karena ulah dia karirnya harus hancur dan skandal dia dengan seseorang harus terbongkar.
Kini giliran dia untuk menghancurkan hidup Leo dengan menculik istrinya.
Di lokasi Karina
Terlihat Karina begitu rapi, karena hari ini dia ingin pergi ke suatu tempat untuk membeli keperluan pribadinya.
Dia sengaja pergi bersama sopir pribadi yang sudah disiapkan oleh Leo,kini posisi Karina sudah ada didalam mobil dan akhirnya dia sampai di sebuah toko yang menjual beberapa pernak-pernik lucu.
"Sepertinya bagus juga,cocok untuk aku pakai untuk harian." Karina membeli sebuah tas, yang terlihat begitu simple.
Karina akhirnya membeli tas itu dan dia melanjutkan ke toko lainnya yang tidak jauh dari toko pertama ia kunjungi.
Baru saja Karina keluar dari toko yang pertama, dari arah depan toko ada sebuah mobil yang berhenti tepat didepan toko pertama.
Dari mobil itu keluarlah dua orang pria yang datang menghampiri Karina dan langsung menyeret tangan karina.
Kejadian itu langsung disaksikan oleh sopir pribadinya yang langsung membantu, tapi sayangnya sopir pribadi itu harus terkapar karena terkenal luka tusuk di bagian lengannya.
Kejadian di siang itu menjadi heboh, bahkan Karina akhirnya diculik oleh kedua orang pria itu dengan membawa sebuah mobil berwarna hitam tanpa plat nomor.
Posisi Karina sudah ada di dalam mobil dengan 3 orang pria memakai topeng, yang secara langsung memberikan sapu tangan yang sudah diberikan obat bius yang membuat karina tak sadarkan diri.
Beberapa menit kemudian
"Apa kamu bilang!"Leo terkejut mendengar berita jika karina diculik oleh seseorang, tampak kemarahan dari ekspresi Leo setelah mendengar kabar istrinya diculik.
"Siapa orangnya berani mengusir." Gumam Leo yang tak menyangka masih ada orang yang berani bermasalah dengannya.
Leo segera menghubungi Rehan,dan Rehan langsung menemui tuannya."Aku tidak mau tahu, kamu selidiki CCTV di lokasi kejadian dan ikuti mobil yang menculik istriku." Perintah Leo pada Asistennya.
"Baik tuan." Jawab Rehan yang segera melakukan apa perintah tuannya.
Kini Leo duduk terdiam,pikirannya mulai berantakan,"Semoga kamu tidak apa-apa sayang, aku janji akan menghabisi mereka.Akan aku balas perbuatan mereka." Emosi Leo semakin tak terkontrol,bahkan dia bersumpah akan membalas semua yang mereka perbuat.
Di posisi Karina ,dia duduk di kursi dengan posisi tangan terikat.Tiba-tiba saja Karina membuka matanya dan tersadar posisi dirinya dalam kondisi terikat.
"Lepas!" Teriak Karina yang mencoba ingin melepaskan diri.
"Hey diam!" Teriak sosok pria yang berteriak kearah Karina.
"Kalian siapa beraninya kalian mengikat tanganku." Karina makin emosi kenapa dirinya dalam kondisi seperti ini.
"Lebih baik mulutmu diam, sebentar lagi ada seseorang yang ingin menemui." Pria itu mengambil sebotol air mineral dan melemparnya didekat tempat duduk Karina.
Pria itu langsung pergi menemui beberapa temannya yang ada diruang depan.Sedangkan Karina terlihat bingung,"Aku harus mencari cari agar aku bisa melepaskan tali ini." Batin Karina yang mencari cara agar bisa keluar dari ruangan itu.
Sedangkan di posisi Leo sekarang,dia baru saja mendapatkan informasi dari asistennya mengenai penyelidikan yang dilakukan oleh mereka.
"Kamu yakin posisi mereka ada disana?" Tanya Leo pada Asistennya.
"Saya yakin Tuan, dari titik lokasi pertama sampai titik itu berhenti tepat di lokasi tidak jauh dari lokasi gudang tua." Setelah mendapatkan informasi itu,Leo segera berdiri dari tempat duduknya dan segera menyelamatkan istrinya yang sudah mereka sandera.
"Kita berangkat sekarang,aku tak ingin ada apa-apa dengan istriku." Leo langsung pergi dengan beberapa orang yang sudah menunggu dirinya.
Leo satu mobil bersama Rehan asisten pribadinya,dan dibelakang mereka ada mobil mengikuti mereka yang dimana mereka langsung menyerbu lokasi yang akan mereka tuju.
Karina masih berusaha melepaskan tali ,tapi tetap sia-sia Karina merasa kesulitan bagaimana cara melepaskan ikatan itu.
Terdengar suara langkah kaki,tepat didepan Karina,"Kamu!" Teriak Karina yang melihat langsung sosok wanita yang berdiri dihadapannya.
Wanita itu membalasnya dengan senyuman sinis."Masih ingat denganku,aku kira kamu sudah lupa." Berlin mulai bicara basa-basi.
"Jadi kamu dalangnya."Karina baru mengetahui, jika wanita itu dalang dari kejadian yang menimpa dirinya.
" Bagaimana reaksi Leo melihat istri kesayangannya terjebak dalam permainanku, seperti apa yang dilakukan oleh Leo padaku." Mendengar penjelasan itu,Karina semakin bingung apa maksud yang wanita itu ucapkan.
"Kamu itu bicara apa,jika memang kamu memiliki masalah dengan suamiku,jangan libatkan aku." Protes Karina yang sebenarnya merasakan takut,tapi dia mencoba menenangkan diri agar orang lain tak tahu jika dia sebenarnya sedang menahan rasa ketakutannya.
"Lebih baik diam mulutmu." Ucap Berlin yang terus memperingatkan Karina untuk diam.
Tanpa Berlin dibelakang sudah ada beberapa orang suruhan Leo yang bergerak mengawasi tempat itu.Bagi Leo sangatlah mudah mencari siapa pelaku yang sengaja menculik istrinya.
Mereka semua sudah sampai di gedung kosong yang menjadi lokasi penyerangan mereka.Dari mereka mulai bergerak dengan senjata yang sudah mereka siapkan,dari mereka sudah masuk dan siap menyerang.
apa dia Casanova huekkkk kasihan kau dapat suami posesif