NovelToon NovelToon
Bibit Miliarder Sang Mafia

Bibit Miliarder Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / One Night Stand / Tamat
Popularitas:547.5k
Nilai: 5
Nama Author: febyanti

Menjadi incaran gadis-gadis yang ingin memiliki keturunan darinya membuat Rayyan Smith sangat menjaga sekali bibit unggulnya. Hidup bergelimang harta selalu menjadi sorotan semua wanita.

Lalu, bagaimana kalau kejadian tak terduga menimpanya?

Akankah Rayyan mampu menolak setiap godaan wanita yang mengincar hartanya dan menukarnya dengan tubuhnya?

Yuk, simak dicerita BIBIT MILIANDER SANG MAFIA
Cerita ini hanya haluanku semata ya, jadi jangan komentar tak mengenakan karena ini hanya sebuah hiburan saja 🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon febyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Belum Maura menjawab, tiba-tiba saja ... Satu peluru menembus jendela sehinga menimbulkan suara yang begitu nyaring. Akibat suara tembakan itu membuat baby Zaen terbangun dan menangis karena terkejut.

Rayyan langsung memeluk Maura saat tembakan itu melesat di jendela. Tak lama dari situ, suara tembakan terdengar lagi. Rayyan melepas pelukkannya dan meraih tubuh mungil baby Zaen. Bayi itu menangis sangat kencang. Entah siapa yang melepaskan tembakan di jendela kamar Maura.

Tak lama, Nolan datang menemui Maura dan Rayyan. "Di luar ada yang menyerang, tapi anak buahku sebagian sudah menjaga," ucap Nolan.

"Bawa mereka, aku akan menyelesaikan masalah ini," kata Rayyan. Ia memberikan baby Zaen pada Maura, setelah itu ia menghubungi seseorang. "Kerahkan semua anak buah, cari siapa yang sudah berani menembak kamar Maura," ujar Rayyan di ujung panggilan.

Rayyan tidak tahu dari mana arah peluru itu, sepertinya seorang sniper yang telah melakukannya. Bahkan senapan yang kedap suara hanya menimbulkan suara kaca pecah yang begitu mengganggu gendang telinga.

Setelah menghubungi seseorang, Rayyan menyusul Nolan dan Maura. "Tempat ini tidak aman, aku rasa Alex datang menyerang," kata Rayyan.

"Alex?" ucap Maura.

"Iya, Alex. Orang yang mencegat kita kemarin adalah anak buah Alex," tutur Nolan.

Wajah Maura terlihat takut, ia mendekap baby Zaen. "Aku rasa dia ingin melukaimu," kata Nolan.

"Itu tidak akan aku biarkan!" timpal Rayyan.

Seketika, di tempat itu terjadi kericuhan. Para asisten berlari ketakutan karena banyaknya orang yang datang, dan mungkin itu orang-orang yang di suruh Rayyan.

"Kamu ikut denganku," ajak Rayyan pada Muara.

Wanita itu menoleh ke arah Nolan, dan pria itu mengangguk memberi isyarat bahwa ia mengizinkannya pergi bersama Rayyan.

"Ada jalan lain selain pintu depan?" tanya Rayyan.

"Lewat samping, pintu itu langsung terarah ke jalan," jawab Maura.

"Ya, kita lewat sana. Anak buahku sudah menunggu, kamu harus tetap hati-hati," ucap Rayyan. "Jangan jauh-jauh dariku," sambungnya lagi.

***

Rayyan berhasil keluar membawa Maura juga baby Zaen. Dan untuk penghuni di rumah itu masih berada di sana. Orang-orang Alex tidak mungkin melukai mereka, incarannya hanya Maura juga baby Zaen. Rayyan dapat memprediksi bahwa Alex ingin melenyapkan pewaris nyonya Merlin.

Maura masih mendekap baby Zaen, kejadian barusan membuat tubuhnya bergetar. Rayyan yang mengetahui langsung meraih tubuh Maura dan mengeratkannya di tubuhnya. Maura seakan menyembunyikan diri di dada bidang laki-laki itu. Mereka, kini sedang dalam perjalanan. Entah kemana Rayyan akan membawanya pergi, ia percaya bahwa laki-laki ini ingin melindunginya.

"Bagaimana dengan Zaen?" tanya Rayyan kemudian.

"Baik, dia sudah tidur," jawab Maura. Ibu dan anak itu berada dalam pelukkan Rayyan Smith.

"Kita kemana, Tuan?" tanya supir.

"Tempat paling jauh, kita bisa ke villa yang ada di pulau milikku," jawab Rayyan.

Supir itu tak lagi bertanya karena ia tahu tempatnya. Mungkin butuh waktu waktu sekitar 3 jam untuk sampai di sana, karena tempat itu jauh dari pemukiman.

"Biar aku yang gendong baby Zaen, kamu tidurlah perjalanan kita masih jauh," ucap Rayyan.

Maura merubahkan posisi setelah memberikan Zaen pada ayahnya, dan ia sendiri menyandarkan kepala di sandaran jok. Pulang kerja, tentu membuat Maura merasa lelah dan butuh istirahat, hingga tak terasa, wanita itu akhirnya tidur. Dan Rayyan memangku baby Zaen tanpa melepaskannya.

Setelah menempuh jarak jauh dan membutuhkan kurang lebih 3 jam, akhirnya tibalah mereka di villa milik Rayyan yang terdapat di sebuah pulau terpencil di kota sana. Rasanya tidak tega membangunkan Maura, sehingga akhirnya, Rayyan tidak membangunkan wanita itu. Ia sendiri yang menggendong Maura ke dalam villa. Dan baby Zaen sendiri di pangku oleh orang yang bertugas di villa itu.

Semua sudah di atur oleh Leon, bahkan tempat tidur untuk Maura dan baby Zaen sudah tersedia di dalam villa itu. Rayyan merebahkan tubuh Maura di tempat tidur yang sangat empuk, dan baby Zaen tidur di kereta bayi yang disiapkan oleh Leon. Rayyan ingin membuat mereka nyaman saat bersamanya.

Tak lupa, peralatan baby Zaen pun sudah tersedia. Dari popok sampai susu formula pun sudah tersedia. Karena tak ingin mengganggu tidur Maura, Rayyan membuatkan susu untuk baby Zaen. Rayyan sendiri tidur di sana, hanya saja ia tidur di sofa dekat dengan kereta bayi baby Zaen.

Baru saja, Rayyan akan beristirahat. Tiba-tiba, baby Zaen merengek. Mungkin dikarenakan haus. Cepat-cepat, Rayyan memberikan susu agar baby Zaen kembali tenang. Baby Zaen menyusu sedangkan Rayyan merebahkan diri di sofa. Akhirnya, ia dapat beristirahat dengan tenang.

***

Keesokan paginya.

Rayyan mengerjapkan mata, pria itu terbangun dari tidurnya. Ia merasakan kehangatan di tubuhnya. Ia menyadari bahwa ternyata sebuah selimut telah membungkus tubuhnya. Rayyan tersenyum tipis, ini pasti karena Maura, pikirnya. Tapi, di mana mereka?

Rayyan beranjak, lalu melihat ke arah tempat tidur baby Zaen. Kereta bayi itu terlihat kosong, Rayyan panik dan segera keluar dari kamar. Ia merasa lega saat melihat Maura yang sedang berkutat di dapur. Entah apa yang dilakukan wanita itu? Tapi, di mana anaknya?

Rayyan kembali mencari, sampai-sampai ia mengitari seisi ruangan. Namun, tak dapat menjumpai baby Zaen. Sampai ia mendengar seseorang yang menirukan suara anak kecil. Rayyan hafal betul suara itu, siapa lagi kalau bukan Leon. Dan benar saja, Leon tengah bersama baby Zaen di taman. Menjemur baby Zaen dibawah hangatnya mentari.

"Bos," ucap Leon.

"Kapan kamu sampai?" tanya Rayyan kemudian. Ia langsung mengajak baby Zaen mengobrol.

"Tadi pagi," jawab Maura. Wanita itu membawakan dua cangkir kopi untuk Rayyan juga Leon. "Tidurmu nyenyak sekali, sampai aku tidak berani membangunkanmu," kata Maura lagi.

"Hmm, aku juga merasa seperti itu," sahut Rayyan. "Aku mandi dulu kalau begitu," ucapnya pada Maura. "Leon, aku titip mereka sebentar. Jaga baik-baik jagoanku," katanya pada Leon.

"Tenang saja, aku akan menjaga bayi lucu ini," jawab Leon.

***

Beberapa saat, Rayyan telah kembali dengan wajah segar. Ia ikut mendudukan diri di sebelah Maura. Entah apa yang dipikirkan wanita itu, sehingga kedatangannya pun tak disadari oleh Maura.

"Apa yang kamu pikirkan? Apa kamu tidak sabar menjadi istriku?" pertanyaan itu membuat lamunan Maura buyar. Reflek, Maura langsung mencubit perut Rayyan. Sampai pria itu mengaduh.

Tidak ada yang berubah dari wanita itu, Maura tetap galak seperti dulu.

"Mau kucubit lagi?!" tanya Maura dengan mata melotot.

Terdengar suara kaki melangkah, dan itu membuat Muara dan Rayyan menoleh ke arah siapa yang datang.

Deg

Jantung Rayyan hampir saja copot saking terkejutnya.

1
Nurul Aeni
apa kbr dg Nolan thoorr??
Namira Puja Najya
kan baru beberapa hari Thor ko udah jd aja, biasanya nunggu 1 bln😁
🌸ReeN🌸
baru mampir thor
Yuni
/Heart//Heart/
Maya Ratnasari
berfoya-foya
fantastis

eleuh eleuh, author nya Sunda pisan euy, heheheee
Maya Ratnasari
memfasilitasi
Ryan Jacob
semangat Thor ditungggu karya-karyanya
Rhmad Flash
Angga asyik ceritnya
Rhmad Flash
aku sngt sk gds cantik pintar d glk.meskipun miskin TPI tdk BS d injak
Rhmad Flash
aku jg sk cek umr d b2h 20 thn,d cek diatas 30. dan cek ya orang mskin
Erlinda
aq stop sampai disini. aq pikir awal nya bagus ternyata aq kecewa
Erlinda
si rayyan ga cocok jadi mafia dia cocok jadi anak mama terlalu lembek seperti ayam sayur. ganti judul aja Thor jadi MAFIA AYAM SAYUR ini baru pas
Erlinda
terlalu bertele tele cerita nya si nenek Merlin dan Nolan sudah tau klo si Alex itu jahat dan ingin membunuh Maura dan anak nya tapi tidak mengambil tindakan tegas lagian si rayyan yg katanya mafia hebat kok ga membunuh si Alex padahal dia sudah melihat sendiri aksi si lintah darat itu yg aq tau ttg mafia Thor biasa nya dia terganggu dikit aja lansung menghabisi org itu .disini terlihat ga sesuai dgn judul cerita
Erlinda
ga sesuai dgn gelar nya raja mafia
Erlinda
kok Nolan ga membekali Maura ttg bisnis dll nya ya biarpun Maura bukan cucu asli nenek Merlin biar kerjasama nya ga ketahuan oleh rayyan
Ryan Jacob
Luar biasa
Qaisaa Nazarudin
Lagi bagus kalo Lusiana yg menikah dgn Zaen, biar harta Zaen jatohnya juga buat Lusiana anaknya Leon, Anggap aja Zaen balas budi papi Leon yg tlah bersusah payah menjaga dan menyelamatkan nya dr bayi sampai gede..
Qaisaa Nazarudin
Waah udah hede aja Zaen, Aku gak rela mereka cepat banget gede nya..😂
Qaisaa Nazarudin
Udah deh gak usah di jodoh jodohin deh, yg menjalani nya nanti mereka,Biarkan mereka memilih pasangan hidup mereka masing2..
Qaisaa Nazarudin
Lah aku pikir Lisia yg muntah2,Ternyata Maura..😀😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!