NovelToon NovelToon
KISAH CINTA ALDARA DAN ARIES

KISAH CINTA ALDARA DAN ARIES

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan / Romantis
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Chinta Maulana

Aldara, wanita yang hatinya baru saja remuk redam ditinggalkan kekasih demi wanita lain, berusaha menyembunyikan kesedihannya di balik senyum tenang agar tidak dikasihani orang lain. Ketika dipanggil oleh kenalannya, Siska, untuk bertemu di kafe langganan, ia tidak menyangka bahwa kunjungannya kali ini akan menjadi titik balik hidupnya. Di sana ia diperkenalkan kepada Aries—seorang pemuda pendiam namun memiliki pesona tersendiri. Pertemuan yang awalnya terasa biasa saja perlahan membuka jalan bagi sebuah kisah baru yang akan menyembuhkan luka lama dan mengajarkan Aldara arti cinta yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chinta Maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 016: Kebersamaan yang Menghangatkan Hati

Sehari setelah kepulangan Aries, mereka sepakat berkumpul di kafe untuk merayakan kebersamaan yang kembali terjalin. Hanya Abang Pargoy yang tidak bisa hadir karena harus berangkat tugas Ke luar kota.

Sore itu, langit tampak cerah sempurna dengan sinar matahari yang perlahan berubah menjadi warna keemasan. Aldara dan Aries datang lebih awal.

“Kita duduk di pojok ini saja, sambil menunggu yang lain datang,” ucap Aries sambil menunjuk meja yang nyaman dan menghadap ke luar.

“Baiklah, sayang,” jawab Aldara lembut. Keduanya duduk saling berhadapan, sesekali bertukar pandang penuh makna.

Tak lama kemudian, satu per satu sahabat mulai berdatangan. Abang Chepot tiba bersama Anha, diikuti Dede Ara dan Hiken, lalu Hafizah yang didampingi Ikbal, serta Siska dan Randy yang kini terlihat lebih akur dibanding sebelumnya.

Suasana segera menjadI riuh dengan sapaan hangat dan tawa lepas, seolah tidak ada beban yang tersisa di antara mereka.

“Wah, akhirnya pulang juga, Aries! Rasanya sudah lama sekali tidak bertemu,” sapa Abang Chepot sambil menepuk bahu Aries dengan akrab. “Kami semua sempat khawatir mendengar akses komunikasi di tempat tugasmu sangat sulit.”

Aries tersenyum ramah menjawab, “Maaf sudah membuat kalian khawatir. Memang tempatnya cukup terpencil dan jaringan sangat terbatas. Tapi alhamdulillah, semuanya berjalan lancar dan aku bisa kembali dengan selamat.”

Dede Ara yang tidak bisa diam segera menyela dengan nada meledek, “Yang paling senang tentunya Kak Aldara dong! Selama Aries pergi, dia sering melamun sendiri sambil memegang ponselnya. Hahaha!”

Wajah Aldara seketika memerah menahan malu. Ia memukul pelan lengan Dede Ara sambil berkata, “Apaan sih, bicara sembarangan saja! Aku hanya memastikan semuanya baik-baik saja, bukan melamun.”

Semua orang pun tertawa melihat tingkah mereka. Suasana menjadi semakin akrab dan hangat. Mereka duduk melingkar, berbagi cerita tentang apa saja yang terjadi selama Aries tidak ada. Aldara pun menceritakan secara singkat soal kelakuan Mondol dan peringatan yang telah ia sampaikan, membuat semua orang mengangguk paham dan merasa lega bahwa situasi sudah mulai terkendali.

“Kita memang harus tegas pada orang yang melampaui batas,” ucap Hiken tegas. “Tapi syukurlah dia sudah sadar dan tidak berani mengganggu lagi.”

Di sisi lain, Siska dan Randy terlihat mengobrol santai. Randy tampak lebih perhatian, sering menggenggam tangan dan berbicara dengan nada lembut.

Hafizah hanya memandang dengan senyum samar, namun dalam hatinya ia merasa waspada. Ia tahu betul sifat asli Randy yang suka bermain hati, namun enggan merusak hubungan orang lain tanpa bukti nyata. “Semoga kali ini dia benar-benar berubah dan tidak menyakiti hati Siska yang begitu tulus mencintainya,” gumamnya dalam hati.

Saat matahari mulai terbenam dan lampu-lampu halaman dinyalakan, suasana terasa semakin syahdu. Aries merangkul lembut bahu Aldara dan berbisik pelan, “Lihatlah, kita dikelilingi oleh orang-orang yang tulus menyayangi kita. Inilah kebahagiaan yang sesungguhnya.”

Aldara menoleh, menatap wajah kekasihnya, lalu tersenyum tulus. “Benar katamu. Bersama kamu dan mereka, aku merasa tidak kekurangan apa pun lagi.”

Malam itu dihabiskan dengan tawa, canda, dan doa yang dipanjatkan bersama. Semua masalah yang sempat datang seolah menjadi pelajaran yang mempererat ikatan persahabatan dan kasih sayang di antara mereka. Kebersamaan yang hangat ini menjadi pengingat bahwa dengan dukungan satu sama lain, segala rintangan pasti bisa dilalui dengan tenang.

1
Sribundanya Gifran
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!