NovelToon NovelToon
Aku Terbangun Menjadi Istri Bosku

Aku Terbangun Menjadi Istri Bosku

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / Kelahiran kembali menjadi kuat / Transmigrasi
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: waya520

Sebuah kecelakaan mengubah hidup Nara Anindya selamanya. Saat membuka mata, dia terbangun di tubuh Bianca Ardhana, istri CEO tempatnya bekerja, sementara tubuhnya sendiri telah dimakamkan. Di balik rumah tangga yang tampak sempurna, tersimpan pengkhianatan, ancaman, dan rahasia yang belum terungkap. Mampukah Nara mengembalikan kebahagiaan keluarga itu tanpa kehilangan hatinya sendiri?

Jangan lupa like dan votenya ya. terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waya520, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tamu Yang Tidak Diundang

Pagi ini sudah di sambut dengan hujan turun rintik-rintik yang membasahi halaman mansion Ardhana.

Nara berdiri di depan jendela sambil menikmati secangkir teh hangat di tangannya.

Di ruang keluarga, Elora sedang sibuk menyusun balok warna-warni.

"Ini rumah papa." ucap Balita itu lalu tersenyum bangga saat selesai menyusun beberapa balok di atas karpet yang ada di ruang tengah.

"Lalu ini kamar Mama." gumamnya lirih sambil menaruh balok berwarna merah di tengah-tengah.

"Ini kamar Papa." ucapnya lagi setelah meletakkan sebuah balok biru tepat di samping balok merah tadi.

Nara terkekeh saat melihat keseriusan Elora dari jauh.

"Kenapa kamarnya sebelahan?" tangannya lalu mulai mendekati Elora yang sudah menatapnya dengan tatapan bingung.

"Kan Mama sama Papa suami istri." jawab anak itu yang membuat Nara hampir tersedak teh. dari mana anak itu tahu kata suami istri. Anak itu baru berusia dua tahun lebih beberapa bulan.

"Iya benar juga. Tapi..."

Belum sempat dia menyelesaikan kalimatnya, Elora sudah kembali asyik bermain. Nara menghela nafasnya lalu meletakan teh miliknya di atas meja yang tidak jauh dari sana.

Tidak lama kemudian, Elvano turun dari lantai atas dengan pakaian kerja.

"Pagi." sapa pria itu mulai mendekati anak dan istrinya yang sibuk bermain balok.

"Pagi." sahut Nara lalu tersenyum.

Elvano tanpa ragu duduk di samping Elora. "Sedang bikin apa hmm?" tanyanya lalu mengelus rambut Elora yang menjuntai menutupi wajah anaknya yang lucu itu.

"Rumah papa." Elora menunjuk susunan baloknya.

"Papa di sini. Mama di sini. Elora di tengah." ujar anak itu sedikit memekik.

Elvano mengangguk pelan. "Bagus. Tapi kurang satu."

Elora mengerutkan keningnya bingung. "Kurang apa papa?"

"Garasi." jawab Elvano asal. Namun perkataannya membuat anak itu langsung tertawa.

"Iya papa, Elora lupa." sekarang Elora sibuk menambahkan sebuah ruangan yang akan dia isi dengan beberapa balok sebagai mobilnya. Papa nya kan punya banyak mobil.

Mereka bertiga pun sibuk menyusun balok selama beberapa menit. Suasana yang sederhana itu terasa begitu hangat.

......

Hingga....

"Pak." panggil Raka yang datang tergesa-gesa.

"Ada tamu." sambung pria itu.

Elvano mengangkat kepalanya. "Siapa?" tanyanya penasaran. Sekarang masih pagi dan juga masih gerimis. Siapa yang bertamu di rumahnya?.

"Katanya teman lama Bu Bianca." Raka menoleh tahu ke arah Nara.

Sementara Nara yang sedang membereskan balok milik Elora langsung menegang. "Teman lama?" tanyanya ragu.

"Iya. Namanya kalau tidak salah Damian."

Jantung Nara seolah berhenti berdetak mendengar nama itu. Tangannya yang memegang balok perlahan mengepal.

Elvano memperhatikan perubahan wajah istrinya. "Kamu mengenalnya?"

Nara buru-buru menggeleng. "A... aku hanya sedikit kaget."

Raka kembali berkata. "Pak, apakah saya persilakan masuk?"

Elvano menatap Nara beberapa detik. "Kalau Bianca tidak ingin bertemu, suruh dia pulang."

Nara terdiam. Dia tahu Damian tidak akan menyerah semudah itu.

"Biarkan masuk." ucapnya akhirnya, entah keputusannya ini sudah benar apa salah.

Elvano sedikit mengernyit. "kamu yakin?"

Nara mengangguk pelan. "Aku ingin menyelesaikan semuanya."

....

Beberapa menit kemudian...

Damian melangkah memasuki ruang tamu mansion tanpa beban. Dia mengenakan setelan hitam dengan senyum tipis yang membuat Nara merinding.

"Sudah lama tidak bertemu Bianca." ucap pria itu basa-basi, tidak lupa dengan senyum miringnya yang membuat siapapun tidak nyaman saat melihatnya.

Nara membalas dengan wajah datar. "Ada perlu apa?"

Damian melirik Elvano sejenak. "Tidak menyuruhku duduk?" tanyanya sambil menatap remeh Elvano.

Elvano mempersilahkannya dengan sopan. "Silakan duduk."

Damian langsung duduk dengan santai, seolah rumah itu miliknya sendiri. Matanya kemudian tertuju pada Elora yang sedang memeluk boneka kelinci.

"Wah. Putrimu sudah besar." ucapnya basa-basi.

Elora langsung bersembunyi di belakang kaki Nara seolah tahu jika pria didepannya ini bukanlah orang baik.

"Mama." cicit Elora yang membuat Nara mengusap kepala anak itu.

"Tidak apa-apa." ucapnya menenangkan, meskipun di dalam hatinya dia tetap waspada.

Tatapan Damian pada Elora membuat Elvano tidak nyaman. Entahlah. Tapi dia yakin pria itu seperti memiliki niat buruk pada keluarganya.

"Ada apa kesini?" tanya Nara sedikit sinis.

"Aku datang hanya untuk mengambil barangku." jawab Damian santai. Dan Elvano tidak suka dengan cara pandang pria itu pada istrinya.

"Barang?" tanya Elvano bingung.

Damian tersenyum tipis. "Bianca meminjam sesuatu dariku."

Nara langsung tahu jika pria itu sedang berbohong. "Aku tidak pinjam apapun darimu, jangan mengada-ada."

"Oh?" Damian menyandarkan tubuhnya.

"Kalau begitu, bagaimana kalau kita bicara berdua saja?"

"Tidak perlu." jawab Nara tegas.

"Apa pun yang ingin kau katakan, katakan di sini."

Damian menatap Nara cukup lama. Senyumnya perlahan menghilang. "Baiklah."

Dia segera berdiri. "Lain kali saja." ucapnya sambil menatap Elvano.

Sebelum pergi, Damian sengaja mendekati Nara. Dengan suara yang hanya bisa didengar Nara, dia berbisik,

"Kau semakin pandai berpura-pura. Tapi jangan lupa. Aku tahu semua rahasiamu."

Nara berusaha tetap tenang meski jantungnya berdebar kencang. Damian kemudian tersenyum kepada Elvano.

"Maaf mengganggu waktu anda. Sampai jumpa." pamit pria itu lalu melengos meninggalkan suami istri yang menatap kepergiannya dengan tatapan penuh tanya.

Pintu mansion pun tertutup kembali.

Begitu Damian pergi, suasana berubah hening.

Elora langsung memeluk Nara. "Mama takut?" tanya anak itu sambil menatapnya dengan mata bulatnya.

Nara tersenyum sambil menggeleng. "Tidak. Mama cuma kaget."

Balita itu mengangguk, lalu memeluk Nara lebih erat. "Kalau mama takut. Elora lindungi Mama."

Kalimat polos itu membuat mata Nara berkaca-kaca. Manis sekali. "Terima kasih, Sayang."

Di sisi lain, Elvano masih menatap ke arah pintu yang telah tertutup. Entah mengapa, firasatnya mengatakan bahwa pria bernama Damian itu bukan sekadar teman lama Bianca.

Ada sesuatu yang sengaja disembunyikan. Dan sebagai seorang CEO yang terbiasa membaca situasi, dia tidak mungkin mengabaikan firasat itu.

.....

Malam harinya, saat berada di ruang kerja, Elvano memanggil Raka.

"Ada apa pak?" tanya Raka yang langsung mendekat ke arah Elvano.

"Tolong selidiki satu orang." pinta pria itu tanpa basa-basi.

"Siapa?"

Elvano menatap hujan di balik jendela. "Damian."

Hening beberapa detik.

"Aku ingin tahu, siapa dia sebenarnya." sambung Elvano yang diangguki Raka. Dia tidak bisa mengabaikan kehadiran pria itu tadi di rumahnya. terlebih ekspresi tertekan istrinya saat pria itu datang, membuatnya curiga, ada sesuatu yang sedang di sembunyikan oleh Bianca.

....

Di tempat lain, Damian duduk di dalam mobil sambil tersenyum tipis setelah menerima sebuah pesan.

"Target mulai mencurigai mu."

Damian menghapus pesan itu.

"Bagus. Kalau begitu, saatnya menaikkan sedikit permainannya."

Hujan di luar semakin deras, seolah menjadi pertanda bahwa ketenangan keluarga Ardhana tidak akan bertahan selamanya.

1
Wawasan Ilmu NgertiYuk
lanjut kk
meowww
ceritanya unik
meowww
next thor 💪
meowww
masalahnya ckp rumit ya thor
meowww
jadi kepo deh
meowww
jadi penasaran sama masalalu vano juga Bianca
meowww
jadi siska tu sp
falea sezi
lanjut
waya520: siapppp
total 1 replies
meowww
baru bab belasan tp aku sdh kepo sm endingnya. jangan lama up nya thor semangat
waya520: hahahaha sabar yaa. pokoknya ikuti terus ceritaku 🤭
total 1 replies
meowww
konfliknya jangan lama2 thor
waya520: siapp
total 1 replies
meowww
good
meowww
ya Allah mau suami seperti Vano 🙏
waya520: samaaa 😩
total 1 replies
meowww
la iya. mw kmn mlm"
meowww
tolong buat happy birthday min🤭
waya520: hmmmmmmm🤭
total 1 replies
meowww
aaaaaa sukaaa
meowww
cepet up yhor seru
meowww
woy bianca. punya anak pny suami malah selingkuh
meowww
bianca berarti gk sayang anaknya selama in?
meowww
kasian nara. dia liat jasadnya sendiri
meowww
thor akhirnya ada cerita transmigrasi lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!