NovelToon NovelToon
Kembalinya Sang Kaisar Agung

Kembalinya Sang Kaisar Agung

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Action
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Devourer

Ia hanyalah seorang "murid sampah" di Sekte Pedang Giok, pemuda tanpa masa depan yang hidup dalam kehinaan dan penindasan. Hingga suatu hari ia mendapatkan kembali ingatan masa lalunya, ketika ia masih seorang Kaisar Agung di alam atas dan pernah memimpin jutaan pasukan di atas medan perang berdarah.

Namun, karena mendapatkan pengkhianatan yang kejam dari murid kepercayaannya sendiri, Ia kini harus memulai segalanya dari awal.

Sampah? Tidak! Ia menggunakan seluruh memori masa lalunya dan mengubah dirinya menjadi sosok tak tertandingi yang dapat menyapu bersih semua semut pengganggu dari jalannya.

"Aku adalah ... Qin Xiang."

Genre: Aksi, Kultivasi, Reinkarnasi, Balas Dendam, Harem.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Devourer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#27: Teknik Pemurnian Pil

Langkah Ru Tian terasa ringan namun sarat akan rasa hormat saat ia memandu Qin Xiang menuruni anak tangga batu yang dingin menuju ke bawah tanah. Di bawah Paviliun Seratus Herbal yang riuh, tersembunyi sebuah ruang rahasia yang menjadi jantung dari segala aktivitas alkimia tingkat tinggi. Udara di sini terasa berat, kaya akan aroma belerang yang samar berpadu dengan wangi rempah-rempah yang telah mengendap selama bertahun-tahun.

Begitu pintu perunggu berat itu berayun terbuka dengan derit halus, sebuah ruangan melingkar dengan dinding batu granit yang kokoh menyambut mereka. Tepat di pusat ruangan, sebuah tungku pemurnian berdiri dengan megah di atas formasi energi bawah tanah.

"Tungku pemurnian peringkat Bumi..." Qin Xiang menggumam lirih. Pupil matanya yang hitam pekat memindai setiap detail ukiran naga yang melilit tungku tersebut. "Sepertinya aku harus menarik kembali penilaianku terhadapmu, Tuan Ru."

Awalnya, Qin Xiang hanya meminta tungku peringkat Tinggi—sesuatu yang lazim ditemukan di tangan praktisi berpengalaman. Namun, melihat tungku peringkat Bumi di tangan seorang Alkemis Tingkat Tiga adalah sebuah kejutan. Artefak semacam ini biasanya hanya tersimpan rapat di perbendaharaan Master Alkemis atau sekte-sekte besar.

Ru Tian terkekeh rendah, ada gurat bangga yang tak mampu ia sembunyikan sepenuhnya. Ia meletakkan kotak-kotak giok berisi bahan herbal dengan sangat hati-hati di atas meja batu. "Hahaha, Tuan Muda Qin, Aku hanya beruntung memiliki seorang guru yang baik dan pemurah," ujarnya, secara tersirat menunjukkan bahwa di belakangnya berdiri sosok yang kekuatannya mungkin sanggup mengguncang kerajaan.

Ia menepi beberapa langkah, membiarkan Qin Xiang mengambil alih pusat panggung. "Karena Tuan Muda akan mencoba memurnikan Pil Peringkat Tinggi, keberadaan tungku ini setidaknya akan membantu menyeimbangkan aliran Qi dan memperbesar kemungkinan keberhasilan bagi seseorang di ranah Anda," tambah Ru Tian. Meskipun ucapannya sopan, jauh di lubuk hatinya, ia menyimpan keraguan besar terhadap Qin Xiang. Seorang di ranah Qi Fondasi memurnikan Pil Shenghuo? Ini bukan sekadar tantangan, ini mendekati kegilaan, batinnya sembari mundur ke sudut ruangan yang gelap agar tidak mengganggu konsentrasi pihak lain.

Qin Xiang tidak menyahut. Baginya, kata-kata hanyalah distraksi. Ia menarik napas dalam, memejamkan mata sejenak untuk menyelaraskan detak jantungnya dengan energi spiritual yang mengalir di ruangan itu. Ketika ia membuka mata, ketenangan yang membekukan terpancar dari tatapannya, tatapannya mengandung energi kuno yang seperti berasal dari dunia lain

Tangannya mulai bergerak, tidak dengan paksaan, melainkan dengan keanggunan seorang alkemis terampil. Aliran api yang berasal dari urat energi bawah tanah mulai terpancing keluar. Dengan kontrol Qi yang luar biasa halus, Qin Xiang menjinakkan lidah-lidah api tersebut, memfokuskannya tepat di bawah tungku hingga uap sisa pemurnian lama menguap habis dalam desis yang tajam, menandakan bahwa semuanya telah siap.

"Baiklah, mari kita mulai," bisiknya.

Qi Emas yang murni mulai merembes keluar dari pori-pori kulit di tangan kanannya. Cahaya emas itu tidak menyilaukan, melainkan terasa padat dan penuh otoritas. Lima bahan herbal yang tadinya tergeletak diam di dalam kotak giok, kini melayang satu per satu di udara, terperangkap dalam jaring-jaring energi emas yang ditenun Qin Xiang dengan presisi sempurna.

"Teknik Pemurnian: Pemisahan Esensi."

Di mata Ru Tian, apa yang terjadi selanjutnya adalah penghinaan terhadap prosedur alkimia yang ia pelajari. Alih-alih memasukkan bahan ke dalam tungku untuk diekstraksi menggunakan panas tungku, Qin Xiang justru menggunakan Qi Emasnya untuk membedah herbal tersebut di udara. Ia memisahkan kotoran, ampas serat, dan debu hingga yang tersisa hanyalah tetesan cairan kental yang berkilau—esensi murni dari setiap bahan pemurniannya.

"Masuk!"

Hanya satu kata. Penutup tungku berdentang terbuka, dan kelima tetes esensi itu meluncur masuk seperti meteor kecil yang jatuh ke sumur cahaya.

"Tutup!"

Tungku itu kembali terkunci rapat. Dalam sekejap, Qin Xiang menyentakkan tangannya, memicu energi bawah tanah untuk meledak menjadi api yang berwarna biru keputihan. Suhu di dalam ruangan melonjak drastis secara mendadak hingga dinding granit seolah-olah mulai berkeringat.

Ru Tian yang menyaksikan dari sudut ruangan merasa kakinya melemah. Tubuhnya gemetar. "A-Apinya... suhu ini terlalu ekstrem!" gumamnya dengan nada panik. Ia bukan hanya khawatir esensi herbal itu akan terbakar menjadi abu, tapi ia takut tungku peringkat Bumi itu tidak akan sanggup menahan tekanan internalnya. Jika tungku itu meledak, seluruh paviliun di atas mereka akan rata dengan tanah.

Pikirannya kalut. Menghentikan Qin Xiang sekarang berarti menghancurkan konsentrasinya dan memicu ledakan instan. Membiarkannya? Hasilnya mungkin akan sama saja. "Apa yang harus kulakukan?!" ia nyaris berteriak. Kesadarannya sebagai alkemis memperingatkannya akan musibah yang sedang mengintai. Jika Qin Xiang mati di sini, keluarga Qin di Ibu Kota pasti tidak akan membiarkannya mati dengan tenang. Mereka akan memburu Ru Tian hingga ke lubang semut terdalam sekali pun.

"Tenanglah, Tuan Ru."

Suara datar Qin Xiang bergaung langsung di dalam selubung kesadaran Ru Tian. Dingin, jernih, dan sama sekali tidak tersentuh oleh kepanikan seolah semua masih berada dalam kendalinya.

Ru Tian tersentak, seolah-olah seember air es baru saja disiramkan ke kepalanya. Ia melihat Qin Xiang masih duduk tegak dengan punggung setajam pedang. Qi Emas yang lebih agung meledak dari Dantian pemuda itu, menyelimuti tungku yang sedang membara hingga membentuk penghalang transparan yang kokoh. Tekanan di ruangan itu tiba-tiba mulai stabil, seolah-olah Qin Xiang baru saja menciptakan dunianya sendiri di sekeliling tungku tersebut.

"Menyatu!"

Seketika, seluruh Qi Emas yang membungkus tungku tersedot masuk ke dalam celah-celah logam perunggu tersebut. Ini adalah tahap paling penting: Pembentukan Pil.

Tungku peringkat Bumi itu mulai berdengung, getarannya membuat lantai batu di bawah kaki Ru Tian ikut beresonansi. Di dalam sana, kelima esensi yang telah dimurnikan secara brutal mulai dipaksa untuk menanggalkan identitas masing-masing. Mereka berputar dalam pusaran badai api biru dan cahaya emas, perlahan-lahan mengeras menjadi satu gumpalan cairan biru murni yang berdenyut layaknya jantung hidup.

"Memadat..." Qin Xiang bergumam, keringat tipis mulai membasahi pelipisnya, jelas ia telah berusaha mengerahkan seluruh kekuatannya pada proses penting ini. Sedikit saja kesalahan maka semua bahan berharga milik Ru Tian akan berubah menjadi sampah organik.

Namun, dengungan tungku yang sudah mulai stabil tiba-tiba berubah menjadi raungan rendah yang intens. Energi di dalam sana seolah-olah memiliki kesadarannya sendiri, mencoba melawan kehendak Qin Xiang untuk dipadatkan.

"Hmm..." Qin Xiang sedikit mengernyit. Merasa ada yang salah dengan gejolak energi yang tiba-tiba melonjak di sekitarnya. Bukan berasal dari dalam tungku, tetapi dari alam itu sendiri.

...

Bersambung!

Informasi!

Untuk tingkatan Alkemis, terbagi menjadi beberapa tingkat:

- Alkemis Tingkat 1 – Pil Peringkat Rendah

- Alkemis Tingkat 2 – Pil Peringkat Menengah

- Alkemis Tingkat 3 – Pil Peringkat Tinggi

- Alkemis Tingkat 4 – Pil Peringkat Misterius

- Alkemis Tingkat 5 – Pil Peringkat Bumi

- ??? -- ???

Jika kurang paham, tanya saja di kolom komentar. Terima kasih.

1
budiman_tulungagung
satu mawar 🌹
budiman_tulungagung
sepuluh mawar 🌹
budiman_tulungagung: oke.. masama brother
total 2 replies
budiman_tulungagung
lima mawar 🌹
Nanik S
Awal yang bagus
Devourer Is Back: Thanks udah mampir🙏🏻
total 1 replies
T28J
saya kasih like dan hadiah 👍
Devourer Is Back: Thanks ya🙏
total 1 replies
Devourer Is Back
Janji deh, sampai tamat 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!