NovelToon NovelToon
My Little Wife

My Little Wife

Status: tamat
Genre:Patahhati / Nikahmuda / Nikahkontrak / Poligami / Nikah Kontrak / Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:611.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ayu Lestary

>>>Bijak dalam memilih bacaan.
Novel ini mungkin sedikit di luar nalar pembacanya 🙏
Dan di anggap terlalu 'Extrem'!<<<
*
*
Apa jadinya, jika seorang Zico Alviano Nugraha. Yang seakan tidak bisa hidup jika tidak dikelilingi wanita dan dunia malam. Akhirnya jatuh cinta pada Azalea Az-Zahra. Gadis yang menjual rahimnya untuk sepupu Zico, Biandra Aksa Nugraha. Karena, istri Biandra didiagnosa mandul.
*
Diluar dugaan, ketika Azalea yang sedang hamil tanpa sepengetahuan keluarga besar Nugraha, justru di jodohkan dengan Zico oleh Kakek Nugraha. Tentu, kesempatan itu tidak akan disia-siakan oleh Zico. Dia tidak perduli walaupun wanita itu sedang mengandung anak orang lain.
*
Keadaan semakin rumit ketika hati mereka saling tersakiti karena perasaan masing-masing.
*
Akankah mereka tetap bertahan, diatas kebohongan demi kebohongan yang harus mereka lakoni. Atau justru menyerah?
***
Kisah lengkapnya hanya ada di "My Little Wife - Ayu_Lestary"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Lestary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep. 17 >>> WEDDING DAY

"Pilih yang ini saja." Akhirnya Zico memlih bunga dan dekor sesuai dengan yang diinginkan. Tidak lagi bertanya tentang pendapatku.

Mereka kembali sibuk dengan pembahasan mereka, Zico tampak serius dengan persiapan pernikahan ini.

"Baik, kalau begitu saya permisi dulu." Setelah menyelesaikan tugasnya. WO itupun undur diri.

'Akhirnya selesai juga.' Dengan cepat aku bangkit dari dudukku. Dan ikut berjabat tangan dengan sang WO sambil tersenyum lebar.

Aku lega akhirnya pertemuan yang membosankan ini berakhir.

Kini tinggallah aku dan Zico berdua di aula yang luas ini.

"Sepertinya kita harus bicara." Ku tarik tangan Zico untuk kembali duduk di kursi kami semula.

"Apa ? Aku hanya punya waktu 5 menit." Sambil melihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya. Dia bahkan enggan untuk melihat ke arahku.

"Apa kamu yakin ingin melanjutkan pernikahan ini ?"

"Kalau tidak, aku tidak mungkin sejauh ini."

"Tapi sikap kamu yang seperti ini, aku rasa tidak memungkinkan kita untuk melanjutkan pernikahan konyol ini. Kita bahkan tidak bisa berkomunikasi dengan baik sekarang."

"Pernikahan ini tidak membutuhkan kita untuk berkomunikasi dengan baik." Zico bangkit dari duduknya. "Aku sibuk, aku akan suruh supir untuk antar kamu pulang." Zico berlalu pergi.

Untuk kesekian kalinya aku berdengus kesal. Sial, aku bahkan tidak punya keberanian untuk membatalkan pernikahan gila ini.

Mengingat pernikahan ini akan dilangsungkan minggu depan, dan semua orang sudah sangat berharap dengan pernikahan ini. Terumatama kakek, orang yang paling kecewa jika pernikahan ini sampai batal.

Aku tidak ingin menjadi orang yang bersalah jika terjadi sesuatu kepada Kakek.

Aku bangkit dari dudukku, meninggalkan aula dan pergi dari NR resorts. Tampa menunggu supir seperti yang dikatakan Zico.

***

Aku pulang ke apartemen, merebahkan tubuhku yang lelah ke atas tempat tidur yang sudah aku rindukan sedari tadi. Kembali ku lanjutkan tidurku yang sempat terganggu pagi tadi.

Baru saja ku pejamkan mata. Tedengar seperti ada yang membuka pintu apartemen dan samar-samar terdengar.

"Mungkin Lea masih tidur."

Langsung bisa ku tebak, itu Maya. Dengan tergesa-gesa aku langsung menghampirinya.

"Kak Mayaaaa.." Ku peluk erat tubuh Maya. Sedangkan dia, justru tertawa melihat tingkahku.

"Pelan-pelan Lea." Ujarnya sambil menepuk-nepuk pelan punggungku.

"Aku rindu." Sambil melepaskan pelukanku.

"Apa kabar my baby ?"

"Baik, sangat baik. Dia sama sekali tidak rewel." Sambil ku elus perutku yang masih rata.

Sedangkan Biandra, hanya duduk sambil terus memperhatikan kami tanpa berkomentar sedikitpun.

"Syukurlah. Oh iya, Kakak mau bahas sesuatu."

Kak Maya mengajakku duduk. Dan kini, tampaknya pembahasan yang serius.

"Kamu beneran yakin mau nikah sama Zico ?"

"Huftt ..." Ku hela nafas panjang. Sudah ku tebak, dia pasti akan bahas ini. "Semuanya udah terlanjur kak. Lagi pula Kakek udah sangat berharap dengan pernikahan ini."

"Tapi..." Ucapannya terputus. Dia mengalihkan pandangannya ke arah Biandra. "Gimana kalau Zico sampai tahu kalau kamu sedang hamil ?" Lanjut Maya ragu-ragu.

Aku menunduk. "Aku udah kasih tahu Zico." Ucapku deengan suara nyaris tak terdengar. Aku takut sekali kalau kedua orang ini akan marah.

Dan benar saja.

"Apa ! Kamu kasih tahu Zico." Biandra bahkan terlonjak dari duduknya.

Aku menutup mataku, mendengar suaranya saja aku sudah sangat takut.

"Maafin aku." Suaraku bergetar. Aku sedang menahan tangisku saat ini.

"Kenapa kamu sampai kasih tau Zico soal ini Lea, kenapa kamu mengambil keputusan tampa kompromi dulu dengan kami." Maya masih berbicara dengan nada lembut, walau aku tahu dia sedang menahan emosinya saat ini.

"Tapi dia janji akan jaga rahasia." Ku tatap mata Maya, aku sangat merasa bersalah saat ini. Air mataku mengalir.

"Kamu tidak kenal dan tidak tahu Zico itu seperti apa Lea !" Bentak Biandra.

"Bian, Lea sedang hamil. Tolong jangan buat dia takut dan stres." Maya mencoba meredakan amarah Biandra.

Bukannya teredakan, Biandra justru memilih untuk meninggalkan apartemen dan tidak lupa membanting pintu dengan kuat.

"Mas Bian benar-benar marah." Ujarku sambil terisak.

"Wajar Bian marah. Ini masalah serius Lea. Kamu tidak tahu sejarahnya Biandra dengan Zico itu seperti apa. Dan apa yang akan terjadi jika sampai Zico memberitahukan rahasia ini kepada keluarga besar."

Aku hanya bisa terdiam seribu bahasa.

"Padahal kami sedang mencari cara bagaiman supaya Zico jangan sampai tahu tentang rahasia kita walaupun kalian menikah nanti. Tapi yasudahlah, semua sudah terlanjur."

"Tapi dia sudah berjanji, akan menjaga rahasia ini kak." Aku kembali meyakinkan Maya.

"Iya, mudah-mudahan saja Zico bisa menjaga rahasia ini." Digenggamnya tanganku, tampak ada secercah rasa takut di wajah Maya. Dan juga kecewa dengan sikapku yang main ambil keputusan sendiri.

"Yaudah jangan nangis lagi. Biar Kakak sama Bian yang urus masalah ini. Kamu jangan banyak pikiran. Gak baik untuk kandungan kamu."

Aku mengangguk pelan sambil menyeka air mataku.

"Yaudah kalau gitu kakak balik dulu. Ingat, jangan sampai stres."

Maya juga meninggalkan apartemen, kini tinggallah aku seorang diri dengan segudang pikiranku.

Dengan cepat ku raih ponselku. Mencari nama Zico. Dan memanggilnya.

Setelah mencoba berulang kali. Aku tetap tidak berhasil, Zico tidak menerima panggilanku.

***

POV AUTHOR

Zico melempar ponselnya ke atas meja ketika melihat nama Azalea dilayar ponselnya.

Tampa berniat menerima panggilan telepon itu, Zico membiarkan ponselnya berdering berulang kali.

Dia justru kembali menyibukkan dirinya berc*mbu dengan wanita di club malam. Seperti biasa !

***

"Bian kontrol sedikit emosi kamu." Maya menghampiri Biandra yang sedang menunggu dirinya di dalam mobil.

"Yang dia lakukan kali ini salah Maya."

"Iya aku tahu, tapi dia bukan dengan sengaja melakukannya Bian."

"Tapi paling tidak dia tanya dulu ke kitakan."

"Sudahlah, lagi pula Lea juga sudah minta maaf kan. Yang harus kita pikirkan sekarang bagaimana caranya untuk membujuk Zico agar bisa menjaga rahasia ini."

"Ini akan sulit." Sambil melajukan mobilnya.

***

Keesokan harinya, Biandra dengan sangat terpaksa, datang ke NR Resorts untuk menemui Zico.

"Waw, akhirnya aku kedatangan tamu terhomat." Kata sambutan dari Zico saat melihat Biandra masuk kedalam ruang kerjanya. Jelas itu ejekan.

"Kita harus bicara." Biandra duduk tepat dihadapan Zico.

"Tentang ?"

"Azalea."

Zico mengangguk paham.

"Mungkin kamu sudah tahu tentang rahasia kami. Aku harap kamu bisa merahasiakannya. Terutama dari Kakek dan Mamaku."

Sangat berbeda dari Biandra yang biasanya. Biandra yang sejatinya selalu berada jauh di atas Zico, kini harus merendah dan memohon karena sebuah rahasia itu.

"Hemm sepertinya itu akan sedikit sulit." Zico bangkit dari duduknya. Berjalan mendekati Biandra. "Kecuali dengan satu syarat. Ceraikan Azalea secepatnya." Sambil menepuk pundak Biandra. Zico berlalu meninggalkan Biandra seorang diri didalam ruangan itu.

Sedangkan Biandra, meremas kuat genggaman tangannya. Ingin sekali rasanya melayangkan pukulan ke wajah Zico yang sekarang seakan telah menang dari Biandra karena rahasia itu.

***

POV AZALEA

Semenjak kejadian malam itu, Biandra sama sekali tidak pernah datang lagi ke apartemen. Hanya Maya yang selalu setia menjenguk dan membantuku dengan persiapan pernikahan.

Sampai, hari dimana aku akan melangsungkan pernikahan dengan Zico.

Acara yang megah itu. Menghadirkan ribuan tamu undangan.

Aku melangkah didampingi Maya menuju tempat dimana semua orang sudah menunggu untuk ijab kabul diikrarkan.

Semua mata tertuju padaku. Aku yang tadinya biasa-biasa saja kini tampak Nervous, apa lagi ketika tatapanku beradu dengan tatapan Biandra yang sedang memperhatikanku.

Ku hela nafas panjang. Mencoba mengatur perasaanku.

Aku duduk disamping Zico. Tanpa saling melihat, kami bak musuh yang siap berperang saat ini.

Sedangkan didepan kami, sudah ada pak penghulu yang sudah siap untuk menikahkan kami. Dia menjulurkan tangannya.

Tak lama, Zico membalas uluran tangan itu. Dan ijab kabul pun mulai di ikrarkan.

"Sah !" Sahut pak penghulu setelah mendapatkan pendapat dari saksi.

"Alhamdulillah." Ucap para keluarga dan tamu serentak.

Ku balas senyuman kakek. Ku rasa dia satu-satunya orang yang bahagia dengan pernikahan ini.

.

.

.

.

.

.

Bersambung ... !

Next !!!

Jangan lupa tinggalkan jejak ya man teman.

Terimakasih...

1
Mei Prw
mewek Thor...semangat berkarya.ceritanya bagus.pertahankan prestasimu ♥️
Mei Prw: ok👌♥️
total 1 replies
Wkwkwkk
kasian tu si lea dan hancurin aja tu si amora bikin kisruk aja
Wkwkwkk
pergi satu kamu mlh dpt dua lea
Wkwkwkk
rasain kau msya
Wkwkwkk
semoga operasinya lancar
Wkwkwkk
apa yg kau mau maya......ha ?
Wkwkwkk
maya lagi maya lagi,bikin sebel tu mayanya
Wkwkwkk
moga yg cck sumsumnyalea sbg ibu kandungnya
Wkwkwkk
thor tolong kembalikan anak kasian si lea nya
Ayu_Lestary: Siapp.... 🫡🫡🫡🫡
total 1 replies
Wkwkwkk
kapok koe co senge mabuk " an nganti ra reti kabare keluagamu
Wkwkwkk
kasian dah si lea
Wkwkwkk
dasar wanita kurang ajar kau amora
Wkwkwkk
hi. hiiii ada orng gl masuk
Wkwkwkk
ziko suka mempermainkan perempuan kelitanya
Wkwkwkk
tk diwocoaja
Wkwkwkk
ya begitulah kl py madu
s
👍👍👍👍
Erna Dwi
kpn nih season 2 ny
Tysa N0a_15
end nya gantung bnget sih kak ...
Tysa N0a_15: padahal bagus kak karyanya. trus masih bnyak teka teki ... kasih extra part donk kak heheheheeee
total 2 replies
Erna Dwi
bknny haram y perempuan punya dua suami aplg d cerita Lea taat ibadahnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!