NovelToon NovelToon
Biel

Biel

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: khitara

Hidup sungguh tak pernah berpihak kepadanya,
Sejak kecil nyawanya sudah terancam, dia harus menjadi saksi kecelakaan yang merenggut nyawa ibunya.

Menjadi yang tertuduh dan dianggap paling bertanggung jawab atas kematian satu satunya orang yang paling menyayanginya setelah sang ibu yakni sang tuan besar yang sebenarnya adalah juga kakeknya hingga akhirnya ia di buang dan ia terpaksa harus bertahan hidup di jalanan menjadi seorang kurir narkoba sejak usia belia demi hanya untuk bisa bertahan hidup.

Gabriella Calista,

mampukan ia menyelamatkan nyawanya ketika meski setelah 15 tahun berlalu, nyawanya masih di inginkan.....
dan apakah ia akan mau menerima cinta yang di tawarkan padanya oleh seseorang yang ternyata dia adalah pewaris sah darah seseorang yang telah membuatnya hidupnya hancur dan sengsara....

ikuti karya baru aku.....

" BIEL..... "

SELAMAT MEMBACA DAN SEMOGA SUKA, LOVE YOU😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 5 perlakuan

Biel menoleh kearah sumber suara, seraut wajah tampan segera ia temukan.

Biel mundur beberapa langkah kebelakang.

" kenapa diam saja ?! benarkan yang kukatakan ?!

kau mencuri balon itukan ?! " sentak bocah laki laki itu lagi.

Bocah itu adalah Steve, cucu laki laki keluarga Lee yang sebenarnya juga adalah kakak satu ayah Biel.

" tidak....ini punyaku " jawab Biel sambil menggeleng dan suaranya terdengar takut.

Ia memang takut kepada Steve karena Steve yang selalu berbuat jahat dan memperlakukannya dengan sangat buruk.

Steve selalu memanggilnya anak haram.

" punyamu kau bilang ?!

Oh...jadi sekarang anak haram ini sudah berani berbohong ya ?! Berikan padaku balon itu....

anak seperti kamu tidak pantas punya balon seperti itu " ucap Steve sambil melangkah maju.

Biel sekali lagi mundur kebelakang sambil menyembunyikan balonnya ke belakang tubuhnya.

" aku tidak bohong, ini balonku .... mamaku yang membelikannya untukku " jawab Biel sambil terus menghindar dari Steve yang kini ingin mengambil balon miliknya.

" ha ha ha.....mama kau bilang ?! Kau panggil pelayan yang melahirkanmu itu mama.... ?!

tak tahu malu.....

Kau pikir pelayan itu pantas kau panggil mama hehhh ?!!!!

Dan kau pikir anak haram sepertimu itu layak memanggil mama ?!

lucu sekali....dasar tak tahu diri, benar apa kata mamaku....

kau dan pelayan itu memang benalu, kalian tak seharusnya tinggal tempat ini " Steve mengejek Biel.

Dan sungguh kata kata Steve itu sukses membuat hati Biel terasa begitu sakit.

Matanya memerah dan berkaca kaca.

Ia memang masih berusia lima tahun, tapi sungguh ia sangat mengerti dan paham arti dari ucapan kakak tirinya itu.

Tapi ia tak bisa berbuat apa apa selain diam dan menahan rasa sakit di hatinya, mamanya tak pernah mengizinkan ia untuk melawan apalagi membalas perbuatan Steve.

Katanya.....

( sabar ya sayang......nanti mama akan membawamu pergi dari sini )

Apalagi ia sadar, tubuhnya sangat kecil jika di bandingkan dengan tubuh Steve yang tinggi besar.

Meski ia masih kelas enam SD, tapi tubuh Steve sudah seperti anak SMP.

Postur tubuh Steve tegap dan tinggi besar.

Ia juga jago taekwondo.

Sungguh Biel tak berkutik di hadapan kakak tirinya itu.

" ada apa ini ?! kenapa kalian berada di sini....?! " sebuah suara membuat Biel juga Steve menoleh.

Seorang wanita cantik dengan penampilannya yang glamor dan elegan berada tak jauh dari mereka berdua.

Dia adalah nyonya Shahnaz,

Ibunda Steve.

Di sisinya nampak berdiri seorang bocah laki laki lain yang saat ini juga turut menatapnya.

Sejenak mata bocah laki laki itu bertemu dengan mata sendu Biel.

Mata nyonya Shahnaz yang tadinya terarah kepada Steve kini segera beralih kepada Biel dan tatapannya berubah tajam dan penuh kebencian.

" apa kau membuat ulah lagi ?! Dasar anak tak tahu diri..... " ucap wanita itu dengan kasar kepada Biel.

Biel tertunduk,

Ia tak punya keberanian menjawab wanita itu.

" Steve...." panggil Shahnaz kemudian kepada sang putra yang berdiri tak jauh di depan Biel.

" iya my.. " jawab Steve dengan cepat.

" kemari dan beri salam pada kakakmu, dua Minggu ini dia akan tinggal bersama kita karena dia sedang libur dari asramanya.

Mommy harap kalian bisa libur bersama " ucap wanita itu lagi.

Steve tak langsung mendekat, ia diam terlebih dulu sebelum akhirnya ia mendekat dan menyapa sosok di sisi sang mami.

" salam kakak...." sapanya kemudian pada sosok itu yang tak lain adalah Erick Harvard Wiratmaja.

Harvard adalah nama dari keluarga Shahnaz, sementara Wiratmaja adalah nama keluarga sang ayah.

Ya....

Erick adalah putra Shahnaz dari pernikahannya yang pertama dengan seorang pribumi.

Itu artinya....

Dia adalah kakak tiri satu ibu dengan Steve.

Usianya dua tahun lebih tua dari Steve, selama ini ia sudah tinggal di asrama sejak SD.

Hanya saat liburan seperti ini ia akan pulang ke rumah.

Tapi tidak kerumah ini,

Erick sangat jarang pulang kerumah sang ibu karena ia lebih suka pulang ke rumah kakek dan neneknya dari pihak sang ayah yang telah tiada.

Mereka adalah keluarga militer,

Kakeknya seorang mantan angkatan darat berpangkat kolonel dan neneknya adalah mantan seorang jaksa.

Sementara mendiang sang ayah adalah seorang tentara sama seperti sang kakek dulu.

Ia berpangkat jendral ketika tiada dan masih menjadi suami Shahnaz dulu.

Dulu pernikahan Shahnaz dan ayah dari Erick yang bernama Ruben Haris Wiratmaja tidak di restui oleh kedua orang tua Shahnaz karena ayah Erick yang hanyalah seorang anggota militer meski ia sudah berpangkat jendral.

Kedua orang tua Shahnaz adalah seorang pengusaha handal, dan jelas mereka ingin Shahnaz juga menikah dengan seorang pengusaha bukan seorang anggota militer yang menurut mereka tidak akan bisa kaya seperti mereka.

Erick mengangguk merespon sapaan Steve, mereka memang tak sedekat itu.

Di dalam hati, Steve tak suka dengan Erick.

 Menurutnya,

Erick adalah saingannya.

" ya sudah....

Erick...ayo ikut mommy, sapa papi dan kakekmu...

saat ini kakekmu sedang sakit.....ku harap kau mengerti apa yang harus kamu lakukan nanti ...."

ucap Shahnaz lagi dan Erick mengangguk.

Tak lama ia mulai melangkah lebih dulu menuju pintu utama meninggalkan Steve yang saat ini menatapnya dengan tatapan tak suka.

Erick mengikuti langkah sang mommy di belakangnya, namun sejenak ia berhenti dan menoleh kepada Biel yang masih diam dan menunduk sejak tadi.

" ayo Erick....sedang apa kamu di sana ?! " hardik sang mami ketika ia sadar Erick menghentikan langkahnya.

" iya...." jawab Erick dan kemudian ia melanjutkan langkahnya mengikuti langkah Shahnaz menuju pintu utama.

Sementara itu,

Steve masih saja setia mengiringi langkah sang ibu dan kakak tirinya dengan tatapan tak suka.

Ia tak pernah suka setiap kali sang ibu membawa Erick ke rumah ini.

1
Durrotun Nasihah
selamat erick😍
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘮𝘢𝘱𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘬𝘦𝘵𝘢𝘶𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘦
Tuti Tyastuti
𝘣𝘦𝘳𝘢𝘳𝘵𝘪 𝘦𝘳𝘪𝘤𝘬 𝘥𝘢𝘩 𝘵𝘢𝘶 𝘬𝘢𝘭𝘰 𝘪𝘣𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘱𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘯𝘪𝘴 𝘩𝘢𝘳𝘢𝘮🤔
Tuti Tyastuti
𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘵𝘢𝘩 𝘦𝘳𝘪𝘤𝘬 𝘥𝘦𝘮𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘨𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘢𝘥𝘪𝘭𝘢𝘯 𝘪𝘣𝘶𝘮𝘶 𝘥𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢👍
Tuti Tyastuti
𝘢𝘺𝘰 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘣𝘦𝘦 💪
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘣𝘦𝘪𝘭 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘶𝘯𝘨𝘬𝘢𝘱 𝘬𝘦𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘢𝘩𝘻
Tuti Tyastuti
𝘪𝘵𝘶 𝘣𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨"𝘬𝘪𝘳𝘪𝘮𝘢𝘯 𝘪𝘣𝘶𝘮𝘶 𝘳𝘪𝘤𝘬
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘮𝘶𝘥𝘢𝘩"𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘯𝘨𝘬𝘢𝘱 𝘬𝘦𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘩𝘢𝘻 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘥𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘬𝘶𝘮𝘱𝘶𝘭
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪👍
Tuti Tyastuti
𝘦𝘯𝘵𝘢𝘩𝘭𝘢𝘩 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘬𝘰𝘮𝘦𝘯 𝘢𝘱𝘢 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘩𝘶𝘬𝘶𝘮 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱 𝘥𝘪 𝘵𝘦𝘨𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘣𝘪𝘦𝘭 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘢𝘥𝘪𝘭𝘢𝘯
Eka Burjo
bertelo telo 🤦
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘤𝘰𝘣𝘢 𝘣𝘦𝘪𝘭 𝘫𝘶𝘫𝘶𝘳 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘦𝘳𝘪𝘤𝘬 𝘮𝘶𝘥𝘢𝘩"𝘢𝘯 𝘦𝘳𝘪𝘤𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘯𝘵𝘶
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘯𝘢𝘩 𝘭𝘰𝘩 𝘢𝘱𝘢 𝘦𝘳𝘪𝘤𝘬 𝘫𝘨 𝘵𝘢𝘶 𝘬𝘢𝘭𝘰 𝘪𝘣𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘣𝘪𝘴𝘯𝘪𝘴 𝘣𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘩𝘢𝘳𝘢𝘮🤔
Tuti Tyastuti
𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘤𝘦𝘮𝘣𝘶𝘳𝘶 𝘣𝘦𝘦 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘺𝘨 𝘵𝘢𝘬 𝘭𝘢𝘪𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘣𝘶𝘢𝘩 𝘦𝘳𝘪𝘤𝘬😅
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘨𝘹 𝘬𝘦𝘵𝘢𝘶𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘦
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!