NovelToon NovelToon
The Doctor’S Darkest Obsession

The Doctor’S Darkest Obsession

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Gangster / Dokter
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Satu malam tragis mengubah seluruh hidup Liana. Niat hati ingin menolong seorang pria yang tak berdaya tetapi lelaki itu menutup matanya dan mengambil kesucian liana sebagai satu-satunya jalan keluar. Trauma dan kalut, ia melarikan diri dan berharap takdir tidak akan pernah mempertemukan mereka lagi.
Namun, takdir punya rencana lain. Beberapa bulan kemudian, Liana melangkah ke rumah sakit dengan hati hancur untuk mengakhiri kehamilan yang tak diinginkannya. Di sana, Kenzo melihat wanita yang akan menolongnya malam itu.
Liana tidak tahu bahwa di balik jas putihnya, Kenzo adalah pemimpin geng motor yang disegani dan tak kenal ampun dan lelaki yang telah melakukannya dengannya. Mengetahui Liana mengandung darah dagingnya, Kenzo tidak akan membiarkan wanita itu pergi.
Perburuan pun dimulai—bukan hanya untuk mengklaim anaknya, tapi juga untuk memiliki Liana seutuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Mobil itu meluncur membelah gerbang besi kokoh yang dijaga ketat oleh belasan pria berjaket Black Cobra.

Mobil berhenti tepat di depan sebuah bangunan mansion tersembunyi yang menjadi markas pribadi Kenzo.

Di tempat ini, hukum luar tidak berlaku. Hanya ada satu hukum: perintah Kenzo.

Begitu mobil berhenti sempurna, Kenzo langsung membuka pintu belakang.

Dengan gerakan yang teramat hati-hati namun penuh keposesifan, ia membopong tubuh ringkih Liana ke dalam dekapannya.

Koper dan ransel milik Liana langsung diamankan oleh anak buahnya tanpa perlu diperintah.

Kenzo melangkah lebar menaiki tangga menuju lantai atas, tempat kamar pribadi utamanya berada.

Ruangan itu luas, didominasi warna gelap yang elegan, namun sangat nyaman.

Ia membaringkan tubuh Liana di atas ranjang king size berseprai sutra lembut miliknya.

Dengan sigap, tangan Dokter Kenzo bergerak menggantungkan kantung cairan infus ke tiang penyangga yang sengaja ia minta disiapkan di samping ranjang.

Ia mengatur tetesan infusnya agar mengalir stabil, mengalirkan nutrisi ke dalam tubuh Liana yang kelelahan.

Setelah memastikan infusnya aman, naluri medis dan obsesinya menyatu.

Kenzo mengambil stetoskop dari tas medisnya. Ia duduk di tepi ranjang, perlahan menyingkap sedikit baju Liana untuk memeriksa kondisi kandungannya.

Dengan penuh konsentrasi dan kelembutan yang hanya ia tunjukkan pada wanita ini, ia mendengarkan detak kehidupan kecil di dalam sana. Detak jantung itu masih terdengar konstan dan kuat.

Kenzo mengembuskan napas lega. Ia meletakkan stetoskopnya, lalu menunduk.

Bibirnya mendarat lembut di kening Liana yang masih terasa agak hangat akibat demam. Kecupan itu lama, sarat akan klaim kepemilikan yang absolut.

"Kamu aman di sini, sayang. Bersamaku," bisik Kenzo rendah.

Kemudian ia merapikan selimut Liana hingga sebatas dada sebelum melangkah keluar kamar, mengunci pintu kamar itu secara digital dari luar, dan berjalan menuruni tangga untuk menemui William dan para anggota geng yang sudah menunggu di ruang tengah.

Aroma asap rokok dan ketegangan langsung menyambutnya. Willy yang sedang bersandar di meja biliar menoleh saat mendengar langkah kaki Kenzo.

Sebuah senyum penuh arti terbit di wajah sang wakil ketua.

"Bagaimana, Bos? Sudah lega bisa bersama ratumu?" tanya Willy, memecah keheningan dengan nada menggoda namun tetap menaruh rasa hormat yang besar.

Kenzo tidak langsung menjawab. Ia berjalan menuju bar kecil di sudut ruangan, menuangkan sloki minuman, lalu berbalik menatap teman-teman gangsternya.

Aura dingin, berkuasa, dan kepuasan yang pekat terpancar dari figurnya.

Kenzo menganggukkan kepalanya dengan tegas. Sebuah konfirmasi mutlak bahwa perburuan telah usai, dan kepemilikannya atas Liana kini tidak akan bisa diganggu gugat oleh siapa pun.

Kenzo meletakkan sloki minumannya ke atas meja dengan dentuman pelan namun tegas.

Sorot matanya yang semula dipenuhi kepuasan, kini berubah menjadi sangat dingin dan penuh otoritas.

Ia menatap Willy, Bunga, dan seluruh anggota Black Cobra yang ada di ruangan itu satu per satu.

"Mulai hari ini, ada beberapa aturan baru yang berlaku di markas ini. Tidak ada pengecualian, tidak ada toleransi. Siapa pun yang melanggar akan berhadapan langsung dengannya," ucap Kenzo dengan suara bariton yang berat dan mengintimidasi.

10 peraturan dan larangan baru yang diterapkan Kenzo di markas pribadinya demi melindungi Liana dan calon anaknya:

DAFTAR ATURAN & LARANGAN BARU MARKAS PRIBADI

Dilarang Keras Merokok

Tidak boleh ada asap rokok sekecil apa pun di seluruh area dalam markas. Paparan asap rokok sangat berbahaya bagi kesehatan paru-paru Liana dan perkembangan janin di rahimnya. Jika ingin merokok, silakan keluar dari gerbang utama.

Dilarang Membuat Kegaduhan dan Suara Bising

Segala bentuk teriakan, tawa yang menggelegar, suara musik yang keras, hingga raungan mesin motor di halaman depan dilarang keras. Liana membutuhkan ketenangan total untuk memulihkan trauma dan demamnya.

Dilarang Membawa Senjata Api dan Senjata Tajam Secara Terbuka

Semua senjata harus disimpan di ruang persenjataan bawah tanah. Tidak ada yang boleh berkeliaran di area ruang tengah atau koridor dengan senjata yang terlihat, karena hal itu bisa memicu kepanikan dan trauma mendalam pada Liana.

Pembatasan Akses ke Lantai Dua (Area Steril)

Lantai dua, terutama area kamar utama tempat Liana dirawat, adalah area steril. Selain Kenzo, hanya Bunga yang diizinkan naik—itu pun hanya untuk mengantar makanan atau keperluan mendesak Liana. Siapa pun yang lancang melintasi tangga tanpa izin akan langsung ditembak di tempat.

Sterilisasi Bahasa dan Ucapan (Dilarang Berkata Kasar/Kotor)

Anggota geng dilarang keras mengucapkan makian, kata-kata kotor, atau membahas perihal kekejaman dunia bawah jika sedang berada di area yang sekiranya bisa terdengar oleh Liana. Kenzo ingin lingkungan di sekitar wanitanya tetap bersih.

Wajib Menjaga Kebersihan dan Higienitas Maksimal

Mengingat indra penciuman Liana yang sangat sensitif karena morning sickness, siapa pun yang baru kembali dari luar atau dari arena balap wajib membersihkan diri terlebih dahulu. Tidak boleh ada bau bensin, oli, atau bau anyir darah yang menyengat di dalam markas.

Dilarang Membawa Orang Asing Masuk Tanpa Persetujuan Tertulis

Keberadaan Liana di markas ini adalah rahasia tertinggi Black Cobra. Tidak boleh ada informaris, wanita simpanan anggota, atau sekutu luar yang tahu bahwa ada seorang wanita yang sedang disembunyikan oleh Kenzo.

Pengamanan 24 Jam di Seluruh Titik Buta (Blind Spot)

Sistem keamanan dan patroli di sekitar kediaman ditingkatkan dua kali lipat. Liana tidak boleh memiliki celah sedikit pun untuk melarikan diri dari markas, dan tidak boleh ada ancaman dari musuh yang bisa mendekatinya.

Semua Makanan dan Minuman Harus Melalui Uji Medis Kenzo

Segala bahan makanan yang masuk ke dapur markas harus dipastikan segar, organik, dan bergizi tinggi. Kenzo sendiri yang akan menyusun menu diet kehamilan untuk Liana, dan tidak boleh ada makanan instan atau zat berbahaya yang lolos.

Dilarang Membangkang atau Menolak Perintah Liana

Jika dalam kondisi mendesak Liana membutuhkan sesuatu (selain meminta dilepaskan), seluruh anggota yang berjaga wajib memenuhinya dengan sopan. Menyakiti atau membentak Liana sama saja dengan menantang maut di tangan Kenzo.

Willy menelan salivanya setelah mendengar rentetan aturan tersebut.

Ia bertukar pandang dengan Bunga, menyadari bahwa bos mereka tidak sedang bercanda.

Singa Black Cobra itu telah menjelma menjadi seorang pria posesif yang protektif demi melindungi sarangnya.

"Dipahami, Bos. Aturan akan langsung disosialisasikan ke seluruh anggota malam ini juga," jawab Willy patuh, yang langsung diangguki oleh Bunga.

"Bos kita akan menjadi ayah, jadi kita harus patuh," ucap Bunga, memecah keheningan dengan nada serius namun ada binar kebanggaan di matanya.

Baginya dan seluruh anggota Black Cobra, anak yang ada di dalam kandungan Liana adalah calon pewaris tunggal takhta mereka.

Mendengar itu, Kenzo hanya memberikan anggukan samar.

Aura kepemimpinannya yang mutlak membuat para anggota petinggi lainnya segera menunduk hormat.

Setelah memastikan semua aturan baru dipahami, satu per satu dari mereka berpamitan untuk pulang dan memperketat penjagaan di luar.

Kini, hanya tersisa Bunga dan William yang tetap tinggal di markas untuk berjaga di lantai dasar, memastikan privasi penuh bagi sang ketua di lantai atas.

Kenzo membalikkan tubuhnya, melangkah mantap menaiki tangga menuju kamar utamanya.

Begitu pintu digital terbuka dan tertutup rapat di belakangnya, keheningan kamar langsung menyelimutinya.

Hanya terdengar suara detak halus dari mesin tetesan infus di samping ranjang.

Ia melirik Liana yang masih terpejam erat dengan wajah pucat di balik selimut sutra.

Kenzo mendecus pelan, lalu melangkah ke dalam kamar mandi mewah di sudut ruangan.

Ia menghidupkan pancuran air, membiarkan air dingin membasahi tubuhnya yang tegap dan berotot, mencoba membasuh sisa-sisa debu jalanan dan ketegangan hari itu.

Namun, di bawah guyuran air dingin sekalipun, pikiran Kenzo menolak untuk tenang.

Ingatannya justru ditarik paksa pada kejadian di dalam mobil SUV tadi.

Kilasan saat tubuh mungil Liana yang lemas jatuh pingsan di dekapannya, dan bagaimana jemari lentik yang gemetar itu mencengkeram erat ujung kemeja hitamnya saat mengigau ketakutan.

Cengkeraman itu terasa begitu nyata, seolah Liana—secara tidak sadar—telah menyerahkan seluruh hidup dan nasibnya ke dalam sisa cengkeraman tangannya.

Kenzo mematikan pancuran air, melilitkan handuk hitam di pinggangnya, dan melangkah keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah.

Tepat saat ia mendekati ranjang, sebuah suara halus memecah kesunyian kamar.

"J-jangan... lepas..." rintih Liana samar.

Tubuhnya bergerak gelisah di balik selimut, bibirnya yang kering mengerang pelan, tersiksa oleh mimpi buruk dan demam yang belum sepenuhnya turun.

Mendengar rintihan parau dan melihat bibir yang bergetar itu, sesuatu yang liar mendadak meledak di dalam dada Kenzo.

Suara rintihan yang terdengar begitu pasrah, rapuh, dan sepenuhnya berada di bawah kendalinya itu seketika memicu gairah gelap dan nafsu yang meledak tanpa ampun di dalam darahnya.

Zat posesif di kepalanya menuntut lebih. Menatap Liana yang tak berdaya di atas ranjangnya membuat singa lapar di dalam diri Kenzo kembali terbangun, bersiap untuk mengklaim apa yang sudah menjadi miliknya secara mutlak.

1
Bunga Andthea
triple hp dungs kak
Bunga Andthea
yok yok bisa up lagi
seru ni
Bu Dewi
lanjut kak😍😍😍😍
Alex
sweet bgts
Bunga Andthea
seru
up lgi kkak
Bunga Andthea
double up dungs kak
my name is pho: ok kak
total 1 replies
Muft Smoker
jgn terpengaruh dg omongan ulat bulu tu liana ,, org yg terpojok biasa ny akan melakukan berbagai macam cara tuk menang ,, meski dg cara licik sekali pun 😒😒😒😒
Muft Smoker
aaaaaa meleleh adek bang ,,
Alex
oh sweet bgtsss
Muft Smoker
nah kan di marahin ma mak ,, makany jgn punya fikiran mcm2
Muft Smoker
jgn mcm2 kania ,, liana mungkin org biasa ,, tp anggora black cobra semua melindungi serta menghargai dirinya ,,
Muft Smoker
lanjuuut kaak ,,
Muft Smoker
lanjuut kaak ,, makiin seruuuu
Muft Smoker
ngeri juga yx ,, jd incaran ketua gangster ,, 😲😲😲😲😲
Muft Smoker
lanjuuut kak
Bunga Andthea
ayok kak up lagi
Bunga Andthea
up lgi yuk kak
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
Muft Smoker
baru Kali ini dapet cerita ketua geng motor profesi ny dokter kandungan ,,
biasa ny kn CEO perusahaan ,,

tp aq suka ma cerita ny kak ,,
dtggu kelanjutan ny yx kak
my name is pho: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!