Perasaan yang benci lama-lama terluluhkan oleh seorang siswa yang super duper nakal yaitu Gita. Namun ia menemukan sikap dan sifat yang berbeda dari Gita yang membuat seorang guru sangat menyukainya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ria Martha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Panas Dingin
"ya Tuhan. kok gue panas dingin gini ya, apa ini namanya jatuh cinta? ah ngga mungkin. ngga mungkin. dia kan guru gue, aduh gimana dong? ihhh kok jantung gue gini sih" ucap Gita yang masih tidak karuan sambil senyum sendiri. Ia pun langsung mencuci mukanya saking tidak percaya akan hal ini. Ia bahkan tidak bisa tidur memikirkannya.
"kok gue selalu kebayang dia ya?. Dia manis juga ternyata" benak Gito.
Gito melihat jam sudah pukul 02.00 tetapi ia tetap saja belum bisa tidur, sehingga ia membaca novel kesukaannya. dan tidak lama setelah itu ia melihat di notifikasi ternyata ada pemberitahuan kalau ada yang follow Instagramnya. dan ternyata itu membuatnya semakin tidak bisa tidur, karena yang follow Instagramnya adalah Gita.
"Wah ni anak, kayaknya penasaran deh sama gue?" ucapnya sendiri sambil tersenyum.
Gito pun langsung DM Gita.
"kok belum tidur? katanya tadi mau tidur. Kamu lupa kalau besok kamu harus sekolah?" tanya Gito.
"lho dia kok belum tidur juga?" benak Gita
"aduh, gimana dong ini? wah salah langkah ni gue duh duh duh ok Gita sabar sabar, berpikir sebentar" Setelah lama berpikir akhirnya Gita membalas DM pak Gito.
"bapak juga belum tidur tu?" balas Gita.
"saya kan sudah dewasa jadi wajar dong kalau jam segini saya belum tidur. kamu kan masih anak-anak jadi kamu harus cepat tidur, supaya tidak terlambat ke sekolah" balas Gito.
"iya. iya" balas Gita. Entah mengapa apa yang di katakan Gito ia turuti saja. Seakan dia merasa masih ada seseorang yang perduli terhadapnya. Padahal Gito hanyalah seorang guru di sekolahnya. Ia pun benar-benar tertidur pulas malam itu, dan bahkan ia bermimpi bertemu dengan Gito. Ia bermimpi jika Gito berjalan bersamanya di di sebuah taman yang indah yang di penuhi bunga berwarna warni, di sana Gito juga mengungkapkan isi hatinya kepada Gita.
Hingga akhirnya Gita pun terbangun karena kaget alarmnya berbunyi.
Pagi yang cerah seperti biasa ibu Gito sudah menyiapkan bekal.
"ma, kok bekal Gito banyak banget? dikit aja ma bekalnya takut ngga habis nanti, kan sayang kalau ngga habis mama sayang" ujar Gito.
"mmmmm mama bikin dikit aja untuk kamu kok. yang satunya kamu kasi sama anaknya Pak Yuda, kasihan lihat dia kurus banget." ujar mama Gito. Mama Gito sengaja membuat bekal untuk Gita karena mamanya sangat menyukai Gita di lihat dari fashion nya yang sederhana dan dia juga seperti Gito tidak suka memamerkan kekayaannya orang tua. Orang tua Gito juga sudah mengetahui jika istri pak Yuda yang sekarang adalah ibu tirinya Gita. Wajar jika Gita tidak selalu di banggakan oleh ibu tirinya di bandingkan Titin.
Ayah Gito langsung berhenti menyuap nasinya ke mulut mendengar perkataan istrinya, lalu melihat Gito. ia hampir tidak percaya dengan perkataan istrinya itu.
"ma, tapikan ngga perlu juga harus bikin kayak gini mama sayang. Gito kan malu juga sama Gita ma" jawab Gito yang malas membawa bekalnya.
"eh jangan gitu. kamu tau kan kalau pak Yuda adalah rekan bisnis papa kamu. Jadi kamu juga harus baik sama anaknya. bila perlu nilai anaknya kamu tinggi kan ya, siapa tau ini bisa bikin bisnis ayah mu semakin berkembangkan" pinta ibu Gito lalu meninggikan alis sebelah kepada ayahnya Gito. Ayahnya Gito lagi-lagi di buat kebingungan karena tingkah istrinya itu.
"mama....... ya ngga mungkinlah ma, Gito ngga mau pilih kasih sama anak murid Gito. Siapa pun mereka dan dari manapun mereka kalau mereka pintar ya Gito kasi nilai tinggilah. Asal mama tau ya, semuanya sama di mata Gito ma jadi jangan jadikan Gito sebagai bagian dalam bisnis papa" jawab Gito yang sedikit kesal kepada mamanya.
"sudah. sudah, nanti kamu berangkat bareng papa aja ya. soalnya tadi Pak Yuda bilang nanti siang baru bisa di antar motor kamu" ujar ayah Gito
"iya pa" jawab Gito.
Setelah selesai sarapan ayah Gito dan Gito bersiap-siap berangkat kerja, dan tentunya Gito tidak lupa membawa bekal untuk Gita. Se kesal apapun dirinya kepada ibunya tetapi tetap saja menuruti keinginan ibunya tercintanya.
"iiih mama ni ada ada aja ah" gerutu Gito
"nanti kamu pulang ngajarnya mau di jemput atau pulang sendiri?" tanya ayah Gito
"mmmm kayaknya Gito pulang sendiri aja deh pa. papa tenang aja, Gito udah biasa kok pulang sendiri gini." jawab Gito dengan senyuman lebar, karena ia sudah memikirkan menggunakan apa ia harus pulang nanti.
"baiklah kalau begitu. kamu nanti hati-hati ya, soalnya pasti mereka juga ngincar kamu nak. apalagi kalau mereka tau yang nyelamatin Gita kemarin adalah kamu. Kamu pasti salah satu incaran mereka nak. Ingat kalau ada apa-apa jangan lupa kabarin papa" ujar ayah Gito mengingatkan kembali, karena ia tidak ingin hal seperti kemarin terulang kembali. Terutama menyangkut anaknya.
"iya pa. Gito pasti hati-hati kok pa. daaaaaa papa Gito" ucap Gito sambil mencium tangan ayahnya.
tidak di sangka-sangka saat Gito keluar dari mobil ayahnya ia melihat sudah ada dua orang dengan gelagatnya sangat mencurigakan, yang menunggu di dekat pintu gerbang sekolah. Hal ini membuat Gito langsung teringat dengan Gita. tidak lama setelah itu, Gita pun datang yang di antar oleh supir ayahnya.
Gita yang melihat Gito di dekat gerbang sekolah menjadi keringat dingin "ah gila. Kenapa sih pak Gito masih di situ? gimana caranya gue masuk?" benak Gita yang melihat Gito dari kejauhan. Namun mau tidak mau Gita harus turun dari mobil di depan gerbang sekolah, karena semenjak kejadian kemarin Gita harus di antar dan di jemput tepat di depan gerbang sekolah.
Mungkin hanya Gito yang biasa saja melihat Gita keluar dari mobil mewah, namun tidak dengan teman-teman di sekolah. Karena mereka hanya tau jika Gita adalah anak orang miskin dan itu di buktikan ketika mereka melihat pak Otong yang mewakili Gita dengan pakaian apa adanya. Semua mata pun tertuju melihat mobil merah di gerbang sekolah, terutama geng Niken. Mereka tahu jika mobil itu bernilai sangat mahal. dan betapa terkejutnya mereka ternyata yang keluar dari mobil itu adalah Gita..
Gito pun mengikuti Gita dari belakang karena ia ingin tetap mengawasi Gita. Namun Niken yang melihat Gita keluar dari mobil.
"eh dia pikir dia yang paling kaya?''
"baru aja naik mobil gitu, emang dia pikir gue ngga mampu apa" benak Niken yang tidak menyukai Gita. Niken bersama teman-teman pun langsung berjalan di depan Niken.
kelanjutan nya..