Merasuki tubuh Logan, seorang pria lumpuh yang tak berdaya, sang karakter utama diberikan misi oleh sistem untuk membalaskan dendamnya agar ia bisa kembali ke dunia asalnya!
Merasa bahwa dia memiliki orang-orang penting yang menunggunya, sang karakter utama pun menyanggupi misi tersebut dan membalaskan dendam Logan menggantikan dirinya!
Dibantu oleh sistem, Logan pun menapaki jalan balas dendam!
Mampukah sang karakter utama menyelesaikan misi dari sistem dan memenangkan balas dendamnya?
* Karya ini hanya fiksi belaka, jangan meniru adegan apa pun yang ada di dalamnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fat Kitten, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16 Kartu Luck
Sewaktu Logan memasuki rumahnya, putrinya yang terbangun dari tidurnya, sedang berdiri di depan pintu kamarnya.
"Ah!"
Terkejut oleh kemunculan ayahnya yang tiba-tiba, secara spontan Liliana menyembunyikan tubuhnya di balik tembok dan hanya menyisakan separuh kepalanya saja yang terlihat saat ia mengintip ayahnya dari sana.
"Apakah kau sudah bangun?"
Logan yang melihat bahwa tingkah putrinya itu lucu, bertanya dengan nada lembut padanya.
"I-Iya."
"Kalau begitu, mandilah, ini sudah sore."
"I-Iya."
Disuruh oleh ayahnya, Liliana pun masuk ke kamarnya untuk mengambil pakaian ganti.
Sementara itu, Logan kembali ke kamarnya untuk melihat seberapa banyak panen yang ia dapatkan dari adik iparnya barusan.
...****************...
Di dalam kamar, Logan beranjak dari kursi rodanya dan meregangkan diri sebelum ia duduk di tempat tidurnya.
"Sistem, tunjukan layar statusku yang sekarang."
Menanggapi perintah Logan, sistem pun menampilkan panel status miliknya.
\=\=\=
Logan Epstein
Poin : 45.000
Kemampuan : Beladiri
Kartu : -
Status : Kehilangan 30% ingatan
\=\=\=
Perhatian Logan mengarah pada jumlah poin yang dimilikinya saat ini ketika ia mengamati dengan saksama layar statusnya.
'Woah, aku mengumpulkan hingga 45.000 poin hanya dari menakut-nakuti adik iparku?!'
Logan tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya saat melihat total poin yang diraihnya saat ini.
Logan tidak menyangka jika berkonfrontasi dengan adik iparnya juga bisa menghasilkan poin yang sama banyaknya dengan yang ia hasilkan ketika ia berdebat dengan istrinya.
Memikirkan hal itu, Logan membayangkan bakal menjadi sekaya apa dia jadinya ketika ia dan putrinya tinggal bersama dengan keluarga mertuanya.
'Jika aku, putriku, istriku, kedua mertuaku dan para iparku tinggal bersama di satu atap, aku tidak bisa membayangkan tentang berapa banyak poin yang bisa kuhasilkan dalam sehari.'
'Aku hanya perlu bertingkah menjadi menantu sampah dan poin-poin itu akan mengalir dengan sendirinya kepadaku.'
Pada saat ini, Logan sedang memikirkan soal bagaimana caranya agar ia bisa membujuk istrinya supaya ia bersedia membawanya tinggal bersamanya.
Dengan tempat tinggal yang terpisah seperti sekarang, Logan tidak yakin jika hal yang terjadi hari ini, bisa terulang kembali keesokan harinya di mana ia bisa memanen banyak poin dalam satu waktu.
Tapi, dengan hubungan antara dia dan istrinya saat ini, Logan berpikir bahwa itu akan sulit, jadi itu sebabnya ia mengalihkan pikirannya pada hal lain untuk sementara ini.
Menatap layar statusnya, Logan mengecek kembali daftar item yang ada dalam wishlist yang dibuatnya.
Dari semua item yang ada di sana, Logan paling tertarik untuk memiliki Kartu Resurrection yang bisa membangkitkan nyawa seseorang.
Namun, harga yang tertera di sana cukup tinggi, yaitu sebesar 100.000 poin.
Tadinya, Logan berpikir untuk membeli dua kartu tersebut dan membangkitkan kedua orang tuanya dan membiarkan mereka yang membereskan semua masalah yang ada saat ini.
Tapi kemudian, Logan sadar bahwa itu adalah hal yang salah dan logika di dunia ini tidak akan dapat menerimanya.
Selain itu, dengan ketentuan sistem di mana harga item akan dilipatgandakan setelah pembelian, maka Logan setidaknya harus mengumpulkan sebanyak 300.000 poin untuk membeli dua kartu.
Hal ini jelas membuat Logan merasa tercekik, yang pada akhirnya Logan pun memutuskan untuk mengubur ide itu dalam-dalam.
Kembali ke layar status yang dilihatnya, Logan meluangkan waktunya melihat-lihat item lain. Ia berpikir jika mungkin saja ada item berguna yang ia lewatkan. Namun hasilnya, ia tidak menemukan item apa pun yang menarik perhatiannya.
Pada akhirnya, Logan mencoba membeli Kartu Luck guna mengetes keberuntungannya.
"Sistem, aku ingin membeli satu Kartu Luck dengan poinku."
[Ding!! Transaksi pembelian Kartu Luck untuk 5.000 poin telah berhasil.]
[Poin yang tersisa saat ini : 40.000 poin.]
[Harga yang ditawarkan tidak berubah.]
[Item telah dipindahkan ke dalam saku celana Tuan Rumah.]
[Silakan diperiksa.]
Terdiam sesaat, Logan menyadari bahwa ada yang berbeda dari transaksinya kali ini.
"Harganya tidak berubah?"
Logan bertanya seperti itu, namun sistem tidak menjawabnya.
"Itu artinya, aku bisa membeli kartu ini sebanyak-banyaknya dengan harga yang sama?!"
Menarik kesimpulan seperti itu, Logan merasa bersemangat. Ia tidak sabar untuk menggantungkan nasibnya pada keberuntungannya dan mengharapkan mendapatkan item mahal dengan poin minimal.
Tapi, Logan masih tidak yakin jika harganya akan tetap sama. Ia berpikir bahwa mungkin sistemnya sedang error makanya harganya tidak dilipatgandakan.
"Sistem, bantu aku menebus Kartu Luck sekali lagi."
[Ding!! Transaksi pembelian Kartu Luck untuk 5.000 poin telah berhasil.]
[Poin yang tersisa saat ini : 35.000 poin.]
[Harga yang ditawarkan tidak berubah.]
[Item telah dipindahkan ke dalam saku celana Tuan Rumah.]
[Silakan diperiksa.]
"Eh? Itu memang tidak berubah?"
Ketika Logan melakukan transaksi untuk kedua kalinya, barulah dia yakin bahwa khusus untuk Kartu Luck, harganya tidak akan berubah.
"Haruskah aku mengetes keberuntunganku sekarang?"
Mengatakan itu, Logan merobek Kartu Luck yang dipegangnya.
[Ding!! Mendapatkan "$100" dari Kartu Luck.]
[Terima kasih atas partisipasinya.]
"..."
Logan terdiam saat melihat item apa yang didapatkannya.
Itu karena ia mendapatkan $100 yang harganya 2.000 poin di Toko dengan Kartu Luck yang harganya 5.000 poin.
"Kurang ajar kau sistem."
Merasa kecewa, antusiasme Logan saat ia hendak meng-gacha langsung hilang seketika.
/Bye-Bye//Cleaver/