Rahim Bayaran Sang CEO
Clarisa, seorang gadis desa yang berhasil merubah hidupnya dengan menjadi sekertaris di perusahaan besar.
Interaksinya dengan sang pemilik perusahaan membuat butiran cinta mulai tumbuh dihatinya.
Rasa cintanya mengantarkannya ke sebuah kegilaan dengan menerima tawaran sang CEO untuk menjadi istri kontrak sekaligus rahim bayaran.
Mampukah Clarisa meluluhkan hati sang CEO?
Apakah rencana tersembunyi Clarisa akan berhasil?
yuk simak novel ini!
Nb: dilarang plagiat!! apabila ada kesamaan nama tokoh, mungkin hanya kebetulan semata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANIVITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pacar Dev
"Mau cari cincin pernikahan mbak"
"Oh, sepasang?"
Risa mengangguk
"Calonnya mana? Kan cincinnya harus dicoba dulu"
"Emm dia lagi sibuk mbak, jadi dia gak bisa dateng" jawab Risa tersenyum canggung.
Gadis itu memilih sepasang cincin simpel.
"Yang ini aja mbak, nanti di ukir ya. Namanya Devano dan Clarisa"
Pegawai itu mengangguk
"Tunggu 30 menit ya mbak, totalnya 5 juta" Risa menyodorkan kartu yang Dev berikan.
Pegawai itu sedikit tertegun. Ia tahu kartu itu hanya dipegang para konglomerat terutama pengusaha. Tapi bagaimana gadis didepannya memegang kartu itu. Bahkan malah membeli perhiasan ditempat standar seperti tokonya.
Setelah menunggu 30 menit, Risa keluar dari toko itu.
Ia segera kembali ke kantor untuk memperlihatkan cincin itu pada Dev.
"Bos, ini aku sudah beli cincinnya. Coba dulu, siapa tau nggak muat"
Dev hanya menatap sekilas sepasang cincin di depannya.
Ia mencobanya, dan ternyata pas.
"Berapa?" Tanya Dev.
"Emm, lumayan sih" Risa sedikit gugup karna menghabiskan 3 juta untuk membeli cincin pernikahan mereka.
Dev membuka handphone nya
Ia memelototkan matanya
"5 juta?!" Bentak Dev.
"Maaf, aku akan menggantinya" Risa ketakutan.
"Heh gadis bodoh, apa kata orang jika aku memakai cincin murah seperti ini hah?! Kau mau menjatuhkan harga diriku!" Bentak Dev membuat Risa memejamkan matanya.
"Buang semua itu!" Titah Dev.
Risa membuka matanya, air matanya sudah menetes begitu saja merasakan sakit di relung hatinya.
Ia mengambil sepasang cincin dan kotaknya.
"Aku akan menggantinya" lirihnya lalu meletakkan kartu pemberian Dev dan segera keluar dari ruangan itu.
Ia mengirim uang sejumlah 5 juta ke rekening Dev.
"Apa lebih baik aku mundur saja dari pernikahan ini?" Sekelebat pertanyaan muncul begitu saja.
Hari berjalan begitu saja, 3 hari lagi adalah acara pernikahannya dengan Dev.
Pria itu seperti acuh tak memikirkan hari spesialnya.
Bahkan sampai sekarang Dev sama sekali tidak mengajaknya membeli seserahan maupun perhiasan.
Tak ada fitting baju pernikahan dan apapun itu.
Mereka seperti bukan pasangan yang akan menikah. Tak ada pemilihan gedung, tak ada pemilihan konsep pernikahan.
Bahkan tak ada sedikitpun pembahasan tentang pernikahan.
Undangan hanya disebar untuk rekan bisnis Dev.
Risa hanya diberi satu undangan untuk ibu panti yang merawatnya sejak kecil.
Risa melamun di meja kerjanya,
Lamunannya buyar saat melihat seorang wanita cantik memasuki ruangan Dev tanpa mengetuknya.
"Bukankah dia pacarnya kak Dev?" Batinnya.
Mendadak Risa menjadi kepo
Sudah 30 menit berlalu namun wanita itu tak keluar dari ruangan Dev.
Beberapa hari kemarin, Risa melihat wanita itu berjalan bersama Dev di mall.
Risa memberanikan diri untuk memasuki ruangan Dev.
"Kak Dev?" Risa kaget melihat pemandangan didepannya.
"A ada apa ini kak? Dia siapa?" Tanya Risa melihat kedua orang itu berciuman.
Wanita tadi tampak merapikan pakaiannya.
"Dia pacarku" dengan entengnya Dev mengatakan itu.
Risa menggeleng tak percaya,
"Kak, pernikahan kita sudah didepan mata. Jangan bercanda"
"Apa wajahku terlihat bercanda?"
Risa menangis, dia keluar begitu saja berusaha menenangkan dirinya.
"Kenapa?" Tanya asisten Gio yang melihat rekannya menangis.
"Pernikahanku dan kak Dev kurang 3 hari lagi. Tapi kak Dev masih berhubungan dengan wanita lain"
Gio menghela napasnya
"Bukankah sudah kubilang dari awal. Jangan menerimanya begitu saja, aku asistennya. Orang yang paling tau tentang dia"
"Kau tidak akan tahu rasanya jadi aku. Aku mencintainya, bahkan sangat"
"Cintamu itu hanya mengantarkanmu ke jurang. Bukankah dari awal kau tau bagaimana sikap Dev. Harusnya kau membuka matamu lebar lebar"
semangat KA..