NovelToon NovelToon
Aku Tak Sanggup Lagi

Aku Tak Sanggup Lagi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cintapertama / CEO
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Serena Muna

Mengisahkan rumah tangga Anjani dan Malik yang harus kandas dengan hadirnya sosok Dara, wanita yang merupakan sahabat baik Anjani yang menjadi pelakor dalam rumah tangganya. Hinaan kasar dari mertuanya juga membuat Anjani menyerah dan memutuskan untuk berpisah hingga takdir mempertemukannya dengan bule tampan asal Inggris Oliver Jones yang mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serena Muna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Katanya Belum Berakhir

Dara kemudian memutar arah, kembali masuk ke dalam kegelapan gedung. Jika ia tidak bisa keluar melalui pintu, ia akan membuat jalan keluar sendiri. Ia masih memiliki sisa satu alat peledak kecil yang ia tempelkan pada dinding pembatas ruang penyimpanan kimia.

​Tujuannya sekarang adalah menciptakan ledakan terakhir yang cukup kuat untuk menjebol dinding luar gedung yang menghadap ke arah hutan di belakang rumah sakit. Jika ia berhasil menembus dinding itu, ia akan langsung berada di area terbuka yang gelap, di mana pencarian akan jauh lebih sulit bagi tim keamanan Oliver.

​Duar!

​Satu ledakan kecil namun tepat sasaran merobek dinding beton rumah sakit. Debu dan kerikil berhamburan. Dara merangkak keluar dari lubang itu, tubuhnya penuh debu, pakaiannya robek, namun semangatnya untuk membalas dendam tetap utuh. Ia menghilang ke dalam kegelapan hutan di belakang rumah sakit, tepat saat cahaya senter tim keamanan Oliver menyapu area tempat ia berdiri sedetik yang lalu.

​Oliver sampai di lubang dinding tersebut beberapa saat kemudian. Ia menatap ke arah hutan yang gelap gulita. Ia tahu bahwa mengejar orang gila ke dalam hutan di tengah badai malam adalah jebakan, namun membiarkannya lolos berarti memberikan waktu bagi Dara untuk menyusun rencana yang lebih brutal.

​"Dia lolos," lapor Julian melalui earpiece.

​Oliver memejamkan mata, menghela napas panjang untuk meredam amarahnya. "Biarkan dia lari untuk malam ini. Dia sudah kehilangan segalanya—harta, sekutu, dan perlindungan. Dia sekarang hanyalah binatang buruan yang terluka. Kita tidak akan memburunya dengan otot, tapi dengan ketakutan."

​Oliver berbalik, kembali ke ruang ICU. Ia melihat Anjani menatapnya dari balik kaca, sorot matanya penuh kecemasan. Oliver tersenyum tipis, meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Namun di dalam hatinya, Oliver tahu bahwa badai yang sebenarnya baru saja dimulai. Dara yang terluka dan terpojok adalah musuh yang paling tidak bisa diprediksi.

​Malam itu, rumah sakit yang seharusnya menjadi tempat penyembuhan, berubah menjadi saksi bisu betapa tipisnya batas antara peradaban dan kegilaan. Anjani, di ruang aman, terus menggenggam tangan ayahnya, bersumpah bahwa apa pun yang terjadi, ia akan bertahan. Sementara itu, di tengah hutan yang dingin dan gelap, Dara bersumpah dengan darahnya sendiri bahwa ia tidak akan pernah berhenti sebelum Anjani Direja merasakan penderitaan yang sama—atau bahkan lebih parah—daripada yang ia alami saat ini.

​Permainan belum berakhir. Justru, ini adalah babak di mana semua topeng dilepaskan, dan dendam tidak lagi memiliki batasan.

****

Kegagalan demi kegagalan telah mengikis sisa kewarasan Dara Mitha Dahayu. Di bawah lindungan kegelapan malam yang pekat, setelah berhasil meloloskan diri ke hutan, ia tidak segera pergi jauh. Obsesinya yang mendalam terhadap Anjani dan keinginannya untuk melihat keluarga Direja menderita membuatnya kembali merayap, mendekati sisi gedung rumah sakit dengan satu tujuan: memutus aliran listrik dan sabotase langsung pada alat penunjang hidup Pak Santo.

​Dara merasa dirinya adalah hantu yang tak terlihat. Ia menyelinap masuk melalui ventilasi atap yang sebelumnya ia jebol, bergerak layaknya predator yang sedang mengintai mangsanya. Namun, ia lupa satu hal: ia sedang berhadapan dengan Oliver Jones, pria yang tidak akan pernah membiarkan celah keamanan sekecil apa pun terbuka di hadapan orang yang ia cintai.

Setibanya di dekat pintu masuk area ICU, Dara yang masih mengenakan seragam perawat robek-robek bersiap melepaskan kabel utama cadangan yang terhubung ke mesin ventilator Pak Santo. Namun, sebelum jemarinya menyentuh benda itu, sebuah cahaya lampu senter yang sangat terang seketika membutakan pandangannya.

​"Berhenti di sana!" perintah suara yang berat dan tegas.

Dara terkesiap. Dari balik kegelapan, lima orang pria berbadan besar dengan seragam taktis hitam—pasukan pengaman pribadi Oliver Jones—muncul secara serempak. Mereka tidak membiarkan Dara memiliki ruang untuk bergerak sedikit pun.

​"Lepaskan tanganmu dari alat itu, atau kami akan melumpuhkanmu sekarang juga!" ancam salah satu dari mereka, tangannya sudah mantap memegang senjata kejut.

​Dara terpaku. Rencana yang ia susun dengan penuh kebencian itu gagal total. Penjagaan di sekitar tempat tidur Pak Santo ternyata telah diperketat hingga ke tingkat yang tidak masuk akal. Bukan hanya satu atau dua orang, namun seluruh area telah dipagari dengan pengawasan elektronik dan pengawal yang tak pernah berkedip.

Tidak! Tidak mungkin!" Dara berteriak histeris, suaranya melengking di lorong rumah sakit yang sunyi. Ia meronta, mencoba meraih alat medis tersebut meski tangannya sudah dicengkeram dengan sangat kuat oleh dua orang pengawal besar. "Lepaskan aku! Kalian tidak tahu siapa aku! Aku harus menghancurkan mereka! Anjani harus membayar!"

​Dara mulai meronta-ronta seperti orang kerasukan. Ia menendang, mencakar, dan mencoba menggigit siapa saja yang ada di dekatnya. Namun, tenaganya yang tersisa tak sebanding dengan cengkeraman baja para pengawal tersebut.

****

"Bawa dia keluar. Pastikan dia tidak akan bisa menginjakkan kaki di rumah sakit ini lagi," perintah seseorang dari balik bayang-bayang. Oliver Jones melangkah keluar dari kegelapan, wajahnya sedingin es, menatap Dara dengan pandangan penuh rasa jijik.

​Melihat Oliver, tawa histeris Dara justru meledak lebih keras. Ia tidak takut, ia justru tampak semakin kehilangan akal sehatnya. "Kau pikir kau menang, Oliver? Kau pikir dengan menangkapku semuanya berakhir?"

​Ia tertawa terbahak-bahak, suara tawanya menggema di sepanjang koridor, menciptakan suasana yang sangat mengerikan. "Ini baru permulaan! Aku akan kembali! Aku akan terus datang untuk menghancurkan kalian! Anjani... Anjani akan melihat kehancurannya sendiri dalam mimpiku!"

Dara terus tertawa histeris saat tubuhnya diseret keluar oleh para pengawal. Ia tidak peduli pada luka-lukanya, tidak peduli pada harga dirinya yang telah jatuh ke titik terendah. Baginya, kebencian adalah satu-satunya napas yang tersisa di dalam tubuhnya yang semakin rapuh.

****

​Sementara itu, di dalam ruang perawatan yang tenang, Anjani terduduk di sisi tempat tidur ayahnya. Suara jeritan dan tawa Dara yang menjauh dari kejauhan sempat terdengar, namun Anjani memilih untuk tidak melihat. Ia hanya fokus menatap wajah Pak Santo yang masih pucat, namun kini tampak lebih damai karena tidak ada lagi ancaman fisik yang mengintai.

​Oliver masuk ke dalam ruangan, lalu berdiri di samping Anjani. Ia menatap istrinya dengan pandangan yang melembut. "Dia sudah dibawa pergi, Jani. Polisi sudah menunggu di pintu keluar. Dia tidak akan bisa lagi menyentuh ayahmu, ataupun dirimu."

Anjani menghela napas panjang, air mata lega mulai mengalir di pipinya. "Dia sudah benar-benar hilang akal, Oliver. Aku kasihan padanya, tapi dia tidak menyisakan ruang bagi kita untuk berbelas kasih."

​"Dia memilih jalannya sendiri," jawab Oliver datar. "Sekarang, yang terpenting adalah kesembuhan ayahmu."

​Anjani menatap ayahnya, lalu menatap Oliver. Ia tahu bahwa meskipun Dara sudah tertangkap, trauma yang ditinggalkan akan membekas selamanya. Namun, setidaknya untuk saat ini, malam yang mencekam telah berakhir.

1
Heriyani Lawi
ceritanya ky film India, meskipun ditangkap bbrp kali msh aja lolos. klo aku mungkin dah kutembak mati aja tuh si dara, ngapain diserahkn ke polisi klo ujung2nya lepas lg
Heriyani Lawi
ceritanya agak aneh menurutku thor. sdh tau dara melarikan diri dan bersifat licik, knp ayahnya Anjani tidak dikawal dan dibiarkan sendiri
Dew666
👍
Iffanaya 😽
dara tu gk bisa dimasukin penjara lg, orang mcm dara lbih baik dimusnahkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!