NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Zaman Kerajaan.

Transmigrasi Ke Zaman Kerajaan.

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: shafrilla

Arin adalah gadis tomboi yang suka bercanda, sebagai anak SMA yang merayakan kelulusan. Arin atau Rin Rin bertamasya bersama rombongan sekolah nya, tanpa sengaja Arin menginjak kucing berbulu putih yang begitu cerah, setelah itu sebuah kejadian membuat Rin Rin terjatuh di sebuah lubang yang membawanya kesebuah dimensi lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hantu

"Kalian lagi ngapain?" ucap lembut suara yang tiba-tiba muncul. Suara seorang wanita yang terdengar sedikit berat.

Sean tertawa, Dia kemudian menoleh ke belakang, Dia mengira kalau salah satu temannya sedang mengerjainya. Namun, ketika dia menoleh tidak ada satu orang pun di sana, yang ada hanya mereka berempat.

"Suara siapa tadi?" tanya Sean.

"Tidak tahu tuh.. tapi kok suaranya seperti perempuan ya?" jawab teman teman Sean.

"Ih.. kalian jangan nakut-nakutin gitu dong." kata salah satu murid pria yang nyatanya dia sudah ngompol di celana.

"Kalian mau main-main sama aku nggak? nih aku punya bola buat dimainin." ucap sosok yang tidak terlihat tiba-tiba saja sebuah bola menggelinding di depan Sean dan teman-temannya.

"Kok ada bola sih?" tanya Sean.

"Entahlah." jawab teman Sean yang kemudian memberanikan diri mengambil bola tersebut. namun ketika bola itu diambil.. tiba-tiba saja bola itu berubah menjadi kepala. kedua mata murid laki-laki itu langsung membulat, di tangannya ada kepala yang wajahnya nampak menyeramkan, mulutnya tersenyum dengan dua bola mata yang terus berkedip.

"Se-setannn!!!!!" teriak murid laki-laki dengan suara yang begitu keras.

Sean yang melihat itu dia juga berteriak dengan sangat keras. "Ha-hantu hantu hantu hantu!!!" teriaknya dengan suara yang menggelegar.

Di tempat lain Rin Rin dan Meisya berlari tak tentu arah, suara tawa yang menakutkan itu membuat Rin Rin menghentikan langkahnya. nafasnya sudah ngos-ngosan, jantungnya berdebar begitu kencang seolah jantung itu hendak keluar dari tubuhnya.

"Dasar setan tidak tahu diri, berani banget dia mengejarku dia tidak tahu apa kalau aku ini lebih menakutkan daripada setan." ucap Rin Rin yang diangguki oleh Meisya.

"Benar, kamu itu lebih menakutkan daripada setan itu. Tapi nyatanya setan itu wajahnya lebih jelek dari kamu." sahut Meisya yang membuat Rin Rin ikut menganggukkan kepalanya.

"Iya, dia memang lebih jelek dari aku, dia juga lebih jelek dari kamu." ucap Rin Rin yang kemudian melihat di sekitarnya. "Kita ada di mana?" tanya Rin Rin.

Meisya menggelengkan kepalanya.

"Kok ada sumur aneh di depan ya." ucap Rin Rin yang kemudian berjalan mendekati sumur yang kelihatannya tua tersebut.

"Ja-jangan ke sana Rin Rin, bahaya. bagaimana jika tiba-tiba ada setan yang langsung nongol di depan kita? ih ngeri...," Meisya yang membayangkan apa yang ada di otaknya.

"Hus.. lebih baik kita sembunyi di sana, aku yakin itu cuma sumur mainan." jawab Rin Rin yang mendekat.

Meisya menarik tangan Rin Rin dan mencoba untuk membawanya pergi dari tempat itu, namun tiba-tiba suara panggilan terdengar dari jauh, ibu guru dan beberapa murid mencari Rin Rin dan Meisya.

"Ayo kita pergi dari sini, Rin Rin." ajak Meisya.

"Sebentar, aku mau lihat apa isi sumur itu." jawab Rin Rin yang kemudian mendekati sumur tua tersebut. ketika Rin Rin mendekati, tiba-tiba saja ada sepasang tangan besar yang langsung menarik dirinya. Rin Rin masuk ke sumur itu, Meisya yang melihat itu dia berteriak dengan suara yang begitu keras, sesaat kemudian dia langsung pingsan tidak sadarkan diri.

WUSSS...

Bugg..

"Aissss....," rintih Rin Rin. "Ya ampun..., sumurnya dalam amat..," rintih Rin Rin yang kemudian terduduk.

"Krakk.. Krakk..," bunyi suara burung gagak.

"Duh.. Kepalaku sakit banget." Rin Rin menatap di sekitarnya. "Perasaan tadi ada orang yang menarik aku hingga terjatuh di dalam sumur, ternyata itu cuma mimpiku." ucap Rin Rin yang kemudian berdiri, dia menatap sumur yang dia kira dalam namun ternyata tidak. "Meisya, tolong aku dong!" seru Rin Rin.

Wuss...,

Di luar sumur tua itu suara teriakan terdengar begitu keras.

"Bunuh mereka semua!!" seru beberapa prajurit.

"Aaaaa!!!" suara tangisan anak-anak kecil.

"Bunuh semua makhluk iblis itu!" seru para prajurit.

Rin Rin yang masih berada di dalam sumur dia mencoba untuk memanjat sumur tersebut, dia dari tadi memanggil nama Meisya namun yang dipanggil tidak kunjung datang juga. Karena merasa kesal akhirnya Rin Rin mencoba untuk memanjat sumur tersebut. Karena sumur itu dirasa dangkal Rin Rin akhirnya meraih bagian atas sumur.

"Mereka itu semuanya pada tidak bisa dengar apa, dari tadi dipanggil kok malah tidak ada yang datang menolongku." ucap Rin Rin yang kemudian mencoba untuk memanjat. sesaat kemudian sebuah tangan mungil menarik tubuh Rin Rin hingga keluar dari dalam sumur.

"Brukk..,"

Rin Rin tersungkur setelah keluar dari sumur, dia sedikit bernafas lega karena dia mengira kalau yang menolongnya adalah Meisya dan teman-temannya.

"Terima kasih ya." ucap Rin Rin sembari menghela nafasnya.

"Kakak.. ayo kita pergi dari sini." ucap suara mungil yang menarik tangan Rin Rin.

Rin Rin menoleh menatap ke asal suara yang memanggilnya kakak, di depannya ada dua anak kecil yang mungkin usianya sekitar enam tahun. "Kalian siapa?" tanya Rin Rin. Dia menatap dua bocah kecil yang ternyata membantunya naik ke permukaan sumur.

"Kakak, cepat kita lari dari sini, jika tidak orang-orang itu akan membunuh kita." jawab dua bocah kecil yang wajahnya begitu imut dan lucu.

Rin Rin yang tidak mengerti apa yang dikatakan dua bocah itu dia malah gemas melihat dua bocah kecil itu. "Ih.. lucu banget sih.. kalian anak siapa sih kok ada di hutan?" tanya Rin Rin.

"Ayo kita pergi dari sini." ajak si bocah.

Karena dari tadi Rin Rin tidak merespon akhirnya dua bocah yang wajahnya sangat mirip itu langsung menarik tubuh Rin Rin, dua bocah kecil menarik tubuh Rin Rin seperti menarik balon dengan begitu ringannya.

"Wo.. Wo.. Wo..," Rin Rin yang nampak terkejut ketika dirinya diseret oleh dua anak kecil tersebut. "Wow wow.. ini apa ini? bagaimana bisa..," ucap Rin Rin yang melihat ke langit.

"Bunuh mereka semua tanpa ada yang tersisa!" teriak beberapa prajurit yang sudah berada di depannya. salah satu prajurit berpakaian tempur itu mengangkat salah satu pedangnya, seketika satu pedang yang ada di tangannya berubah menjadi puluhan pedang melayang ke arahnya.

"Woi.. apa ini..," ucap Rin Rin terkejut. tiba-tiba saja puluhan pedang sudah berterbangan ke arahnya.

"Cepat kita cari tempat persembunyian." ucap si bocah kembar.

"Ilusi.. menghilang..," ucap si bocah yang menggunakan sihirnya, namun sayangnya ketika dia menggunakan sihirnya malah Rin Rin yang diselamatkan tidak ikut menghilang bersama mereka, tubuhnya membentur sebuah pohon besar.

Bug..

"Auch..," Rin Rin merintih kesakitan karena kepalanya membentur pohon besar. "Dasar brengsek, sakit banget..," ucapnya yang kemudian mengelus kepalanya. sesaat kemudian dia yang masih syok itu dibuat syok ketika sebuah pedang menancap di antara kedua kakinya.

Zlepp..

*bersambung*

1
Zheyra
lanjut terus kak
Zheyra
Ternyata udah beristri🤭
Zheyra
lanjut kak
Zheyra
lanjut
atiyah
hallo thor ketemu lagi.semangat terus 💪
shafrilla: terima kasih kak.😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!