NovelToon NovelToon
Remember Again (Istri Rasa Depkolektor)

Remember Again (Istri Rasa Depkolektor)

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Keluarga & Kasih Sayang / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:97.3k
Nilai: 5
Nama Author: Asma Khan

➦➣ISTRI RASA DEPKOLEKTOR 2↻
☔︎︎_FAV, LIKE, COMMENT_☔︎︎
🧨NO BOOM LIKE!🗡

Mencintaimu adalah kebahagiaan sederhana, tetapi memilikimu tuk jadi duniaku. ~Reyhan Aditya.

Rasa ini seperti baru bagiku, rindu yang membelenggu tak tau tuk siapa. Dia atau seseorang yang tak mampu ku ingat. ~ Asma.

Kamu hanya milikku, tataplah disisiku hingga akhir napasku. ~ Kendrick Al Zafran.

Antara rindu dan belenggu dalam cinta semu, kisah lalu merajut asa dalam penantian—perjuangan sang suami menyadarkan rembulan malamnya.

Bak kupu-kupu tak menemukan jalan pulang, langkahnya tertatih mengharapkan dekapan hangat sang kekasih halal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asma Khan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 16#Hasil Pemeriksaan

Suara seruan Mama Khadijah terdengar cukup kencang dari ruang ganti dan berhasil menarik perhatian beberapa karyawan yang kebetulan lewat. Sehingga mereka bergerak cepat untuk membantu melakukan pertolongan pertama tetapi kedatangan Al mengubah suasana.

Pria itu langsung menggendong Asma, lalu berlari meninggalkan toko tempatnya berbelanja. Ia hanya cemas melihat keadaan gadisnya yang tak sadarkan diri. Untuk pertama kalinya setelah satu bulan dan pasti sesuatu telah terjadi hanya saja apa? Ia harus mencari tahu penyebab utama.

Para pengunjung mall menyingkir ketika melihat seorang pria berlari menggendong seorang gadis yang pingsan. Wajah tampan mengalihkan perhatian tetapi tatapan cinta yang begitu dalam menyadarkan akan hubungan di antara kedua lawan jenis itu.

"Shine, bertahanlah." gumam Al begitu takut semakin mempercepat langkah kakinya.

Orang-orang dengan sadar membukakan jalan mempermudah pergerakan Al, sedangkan Fay yang baru saja keluar dari salah satu toko kebingungan karena sikap tak biasa para pengunjung. Rasa penasaran membuat gadis itu bertanya hingga akhirnya mendapatkan jawaban.

Langkah kaki ikut menyusul meninggalkan kerumunan dengan perasaan cemas gelisah tak menentu. Ia tak memperdulikan apapun kecuali berusaha mencapai tempat keberadaan dimana seorang pria tengah menunggu mobilnya datang. Pria yang berdiri di depan pintu utama pusat perbelanjaan seraya menggendong seorang gadis dengan tangan terkulai lemah.

Langkah semakin mendekat tetapi tiba-tiba ponselnya berdering. Suara itu mengejutkan mengalihkan perhatiannya, "Astagfirullah, kenapa telpon sekarang. Nanti saja ku jawabnya." Dibiarkannya sang penelepon menunggu karena saat ini ia hanya ingin menemukan jawaban.

Tak berselang lama mobil yang datang membawa si pria bersama gadisnya. Begitu juga dengan Fay berlari menghampiri sebuah taxi. Gadis itu masih berusaha mencapai tujuannya, sedangkan Bagas dan Rey masih sibuk menyelesaikan rapat bersama sang klien.

Perjalanan lima belas menit berakhir ketika mobil mercedes-benz hitam memasuki halaman sebuah rumah sakit favorit. Al yang sudah menelpon tim medis langsung disambut dengan hangat. Dokter yang siap menangani dengan cepat memindahkan tubuh sang pasien ke ruang pemeriksaan.

Sekali lagi, Al hanya bisa menunggu duduk di kursi tunggu tetapi kali ini ditemani kedua orang tuanya. Sementara Fay yang baru saja sampai di rumah sakit kebingungan karena bangunan di depannya lumayan besar. Apa ia harus menjelajahi setiap lorong?

Tak ingin membuang waktu. Akhirnya Fay mempermudah jalan pencarian dengan bertanya pada beberapa suster bahkan sampai ke meja resepsionis yang berjaga mendata pasien masuk di ruangan paling terdepan. Informasi yang di dapat lebih cepat sehingga memudahkan mencapai tujuan yang diharapkan.

Lorong empat sisi utara bangunan merupakan area khusus deretan ruangan pemeriksaan. Setiap ruangan seperti ruang laboratorium dilengkapi peralatan medis yang canggih. Meski lorong itu terlihat sepi dari lalu lalang orang. Fay berjalan lebih pelan agar tidak melewatkan kesempatan mendapatkan petunjuk.

Sayup-sayup terdengar obrolan serius dari tempatnya berdiri. Niat hati ingin melewati lorong di sebelah kanan tetapi entah kenapa kaki tertahan. Dari jarak yang bisa dipastikan tidak begitu jauh, ia mendengar dengan jelas obrolan dari tiga orang yang berbeda.

Awalnya tidak paham tengah membahas apa hingga satu kata menjadi jawaban utama. Obrolan tentang amnesia yang cukup menyita perhatiannya. Aneh saja kenapa topik tersebut seperti menyentak kesadarannya. Ada yang salah tapi apa?

Fay kebingungan tapi tetap berdiri di tempatnya hingga tiba-tiba suara lain mengalihkan perhatian dan ternyata itu suara seorang dokter yang pasti baru saja keluar dari ruangan pemeriksaan. Ternyata memberi informasi bahwa pasien membutuhkan transfusi darah.

Mendengar hal itu, Fay ingin sekali membantu hanya saja ketika golongan darah disebutkan. Ia tak bisa mendonorkan darahnya karena memang bertolak belakang. Entah kenapa hati merasa gelisah seakan yang sedang mengalami kesulitan adalah keluarganya sendiri.

Perawatan itu membutuhkan waktu yang cukup lama bahkan keluarga Zafran tidak bisa menemui Asma yang ada di dalam ruangan pemeriksaan. Dua jam telah berlalu hingga pintu ruang pemeriksaan terbuka lebar bersambut suara derit brankar yang keluar dari ruangan.

Pasien di atas brankar terlihat begitu pucat terbaring lemah tak berdaya. Mata yang terpejam, bibir tanpa senyuman membuat siapapun yang memandang pasti mengkhawatirkan keselamatan dari gadis itu. Begitu juga dengan keluarga Zafran terutama Al yang tidak lagi sabaran.

"Dok, bagaimana keadaan Shine?" tanya Al membuat sang dokter berhenti sesaat membuat tatapan mata keduanya saling beradu.

"Keadaan pasien tidak begitu baik hanya saja sekarang sudah melewati masa kritis. Apakah belakangan ini terjadi sesuatu yang membuat pasien mencoba mengingat masa lalu dengan lebih intens? Hal tersebut menyebabkan cedera di kepalanya kembali terbuka.

"Jika itu diteruskan biasa saja ingatannya hilang secara permanen. Apalagi melihat kondisinya masih dalam keadaan tekanan. Coba ingatkan tetapi dengan cara yang tidak disadari pasien. Alihkan perhatian dan dunianya agar memiliki kesibukan sehingga melupakan tentang emosi hati yang pasti selalu ingin tahu masa lalu.

"Setiap pasien yang mengalami gangguan ingatan bisa saja sembuh ketika berusaha mengingat atau ketika ada hal yang mengejutkan ingatan tapi dalam kasus kali ini justru pasien sendiri yang berusaha menolak ingatan tersebut. Apapun alasan pasien bisa menjadi masalah di kemudian hari."

Dokter menghela napas panjang sebagai seorang petugas kesehatan. Keselamatan pasien ada di tangannya, dan ia bertugas membantu penyembuhan. Akan tetapi saat ini ia merasa mengalami kegagalan ketika menyadari bahwa pasien berusaha menyerah dalam perjuangan hidup.

Perlawanan dari dalam pikiran si pasien membuat jiwa sang pasien justru terancam. Apa yang terjadi di dalam ruang pemeriksaan sudah cukup membuat hatinya tak tenang. Sementara Al tak mengerti maksud dari arah pembicaraan pria berjas putih yang ada di depannya.

Selama ini Asma baik-baik saja, lalu kenapa bisa sampai di titik jatuh karena tekanan? Ia tak percaya jika Asma bisa melakukan sesuatu yang justru menyusahkan diri sendiri. Belum juga genap dua hari di Indonesia, kejadian yang tidak biasanya langsung membuat hati merasa tak ingin berada di Indonesia.

Ia tahu keinginan sang kekasih hati hanya menemukan keluarga dan orang-orang di masa lalu tapi jika itu justru menjadi awal dari luka yang lebih dalam, maka ia memilih untuk membawa Shine kembali ke London. Tanpa ada ingatan masa lalu yang bisa menyebabkan kerusakan di otak.

"Dok, apakah aman jika melakukan penerbangan membawa Shine kembali ke London?" tanya Al membuat dokter mengalihkan perhatian menatap lorong panjang yang terlihat kosong di belakangnya.

1
Abdul Fatah
menjelaskan rumitnya pemikiran perempuan , cerita ny bagus cuma terlalu bertele-tele .
Ela Jutek
tau anak mu gak bisa bertahan gimana kamu Non
Ela Jutek
ahh nyesek lah
Ela Jutek
nona mu pingsan tuh, tapi bugus si pengacau udah tertahan sementara
Ela Jutek
tuh si Kia kemana sih kok gak jagain
Ela Jutek: gak deh kek nya kak
total 4 replies
Ela Jutek
istri mu kan emang keras kepala pak bos, sabar sabar saja🙄
Ela Jutek: Aamiin
total 8 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
si Bagas mulutnya enteng banget, ya kali orang tatap²an dikira gay😩
Ela Jutek
wow keren
Ela Jutek
nggak lope you too deh Al, kamu jahat soal nya
Ela Jutek
masa gak percaya sama Bagas sih Fay
Ela Jutek
war biasa kamu Al🙄
Ela Jutek: semuanyahh
total 2 replies
Ela Jutek
eh si mantan toh
Ela Jutek: harus dan kudu
total 6 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
kira² siapa yg ngikutin Rey sama Bagas ya🤔 apa jgn² Al 😳
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
Bagas Lo gila hah, bisa²nya ngajakin Rey ke bar😒
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
sebentar ini rapat macam apa? perasaan biasanya kalau rapat tahunan ya gk ada pesta khusus istri para pengusaha gini🙄
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
jangan bilang itu si Al🙄 please lah Asma udh bener² di kamar ngapain keluar sih 😩
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
please lah Al, yg Lo harapin tuh udh punya suami, jadi mustahil buat balik sama Lo mana dia lagi hamil juga kan🙄
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
hm, kayaknya Bagas masih ragu buat melangkah ke hubungan yg lebih serius☺️
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
mulai posesifnya, kayaknya Bagas emang hobi sembunyiin masalah, sesekali harus dikasih pelajaran 🙄
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
mau gk mau harus balik ke Jakarta kan, lagian mau sampai kapan menghindari masalah? apa di rapat tahunan itu nantinya Rey ketemu sama Al🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!