NovelToon NovelToon
Rahasia Dibalik Menikahi Musuh Kakakku

Rahasia Dibalik Menikahi Musuh Kakakku

Status: tamat
Genre:CEO / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nourayl

"Kalau bukan karena Ayah, aku tidak akan pernah menikah dengan pria sepertimu."

Ayla Pradana terpaksa menerima perjodohan demi menyelamatkan perusahaan keluarganya yang hampir bangkrut. Masalahnya, pria yang harus ia nikahi adalah Arsen Wijaya—musuh bebuyutan kakaknya, Gavin.

Selama bertahun-tahun, Gavin selalu mengatakan bahwa Arsen adalah pria licik yang menghancurkan hidupnya. Ayla pun membencinya tanpa pernah mengenalnya lebih dalam.

Namun, setelah menikah, Ayla justru menemukan sisi Arsen yang sama sekali berbeda. Di balik sikap dingin dan tatapannya yang tajam, ada rahasia besar yang sengaja disembunyikan dari keluarganya.

Semakin dekat dengannya, semakin Ayla sadar...

Mungkin selama ini orang yang ia percaya bukanlah pihak yang benar.

Dan ketika kebenaran terungkap, ia harus memilih:
keluarganya... atau pria yang kini menjadi suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nourayl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 | Bayangan Yang Kembali

Langit Jakarta diselimuti awan kelabu sejak pagi. Hujan turun perlahan, meninggalkan jejak embun di balik kaca jendela ruang kerja Arsen Mahendra. Namun cuaca yang muram sama sekali tidak sebanding dengan kekacauan yang tengah memenuhi pikirannya.

Tatapannya masih tertuju pada sebuah foto yang tergeletak di atas meja.

Foto kecelakaan tahun 2019.

Di sampingnya terdapat foto lain yang baru saja dikirim Raka beberapa jam lalu.

Dua foto.

Dua waktu yang berbeda.

Tetapi...

Siluet pria yang sama kembali muncul.

Arsen mengusap pelipisnya pelan.

"Mustahil hanya kebetulan..."

Pintu ruangannya diketuk.

"Masuk."

Raka melangkah masuk sambil membawa map hitam yang terlihat jauh lebih tebal dari biasanya.

"Pak Arsen, semua data yang Bapak minta sudah kami kumpulkan."

Arsen mengangguk.

"Ada hasil?"

"Belum sepenuhnya."

Raka meletakkan map itu di atas meja.

"Tapi kami menemukan satu kejanggalan."

Arsen membuka halaman pertama.

Di sana terdapat daftar nama beberapa mantan karyawan Mahendra Group yang pernah bekerja tujuh tahun lalu.

Sebagian besar sudah pindah.

Sebagian lagi pensiun.

Namun...

Satu nama diberi lingkaran merah.

Dimas Pradana.

"Siapa dia?"

Raka menarik napas pelan.

"Dulu dia bekerja sebagai staf keamanan."

"Lalu?"

"Ia mengundurkan diri tepat tiga hari setelah kecelakaan tahun 2019."

Tatapan Arsen berubah tajam.

"Ke mana dia sekarang?"

"Itulah masalahnya, Pak."

Raka menundukkan kepala.

"Jejaknya hilang."

Ruangan kembali sunyi.

Arsen menutup map itu perlahan.

Sudah terlalu banyak orang yang menghilang setelah kejadian tujuh tahun lalu.

Seolah ada seseorang yang sengaja menghapus semua jejak masa lalu.

__________________________________________

Di sisi lain.

Ayla berusaha memusatkan perhatian pada pekerjaannya.

Namun pikirannya terus kembali pada foto misterius yang kini tersembunyi di laci mejanya.

Ia sudah berkali-kali mencoba meyakinkan diri bahwa semua itu hanyalah ulah seseorang yang ingin menakutinya.

Tetapi setiap kali mengingat kalimat di balik foto itu...

Dadanya terasa sesak.

"Kau juga ada di sana malam itu, Ayla."

"Ayla?"

Suara Nisa membuatnya tersentak.

"Kamu dari tadi melamun terus."

Ayla memaksakan senyum.

"Maaf."

"Kamu kelihatan pucat."

"Nggak apa-apa."

Nisa menggeleng pelan.

"Kalau ada masalah, cerita aja."

Ayla hanya mengangguk.

Bukan karena tidak percaya pada sahabatnya.

Melainkan...

Ia sendiri belum tahu harus mulai bercerita dari mana.

__________________________________________

Sore harinya.

Saat sebagian besar karyawan mulai pulang, Ayla memutuskan pergi ke ruang arsip perusahaan.

Ia teringat ucapan Arsen semalam.

"Semakin sedikit yang kamu tahu... semakin aman untukmu."

Kalimat itu justru membuat rasa penasarannya semakin besar.

Kalau memang tidak ada hubungan antara dirinya dan tahun 2019...

Mengapa semua orang seolah berusaha menyembunyikannya?

Dengan hati-hati, Ayla membuka lemari arsip lama.

Debu tipis beterbangan saat ia menarik satu demi satu map yang tersusun rapi.

Sebagian besar berisi laporan proyek.

Kontrak kerja.

Dokumen keuangan.

Hingga sebuah map cokelat tanpa label menarik perhatiannya.

"Ini..."

Saat hendak membukanya—

"Sedang apa di sini?"

Suara berat itu membuat Ayla terkejut.

Map di tangannya hampir terjatuh.

Arsen berdiri beberapa langkah di belakangnya.

Wajahnya tetap datar.

Namun sorot matanya menyiratkan sesuatu yang sulit dijelaskan.

"Aku... cuma mencari berkas."

"Berkas apa?"

Ayla terdiam.

Ia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya.

Arsen melangkah mendekat.

Tangannya mengambil map cokelat itu lebih dulu.

Beberapa detik ia memandang map tersebut.

Lalu...

Tanpa membuka isinya.

Ia mengembalikannya ke rak semula.

"Ruangan ini bukan tempatmu."

Nada suaranya tenang.

Namun cukup tegas hingga membuat Ayla mengurungkan niatnya.

"Maaf."

Arsen menghela napas pelan.

"Bukan maksudku memarahimu."

"Tapi mulai sekarang..."

"Jangan datang ke ruang arsip sendirian."

"Kenapa?"

Tatapan mereka bertemu.

Untuk sesaat...

Arsen seperti ingin mengatakan sesuatu.

Namun akhirnya ia hanya menjawab singkat.

"Karena aku tidak ingin kehilanganmu."

Kalimat itu keluar begitu saja.

Bahkan Arsen sendiri tampak terkejut dengan ucapannya.

Ayla membeku.

Pipi gadis itu perlahan memerah.

Untuk pertama kalinya...

Ia mendengar Arsen mengungkapkan kekhawatirannya secara langsung.

Belum sempat salah satu dari mereka berkata lagi...

Lampu ruangan tiba-tiba padam.

Brak!

Suara sesuatu terjatuh dari sudut ruangan.

Ayla refleks memegang lengan Arsen.

"Pak..."

Ruangan berubah gelap gulita.

Hanya cahaya samar dari lorong yang masuk melalui celah pintu.

Arsen langsung menarik Ayla ke belakang tubuhnya.

"Jangan bergerak."

Suaranya rendah.

Waspada.

Beberapa detik berlalu.

Tak terdengar apa pun selain suara napas mereka.

Lalu...

Lampu kembali menyala.

Ruangan tampak kosong.

Namun sebuah map yang tadi berada di rak paling atas kini tergeletak di lantai.

Arsen mengambilnya.

Alisnya langsung berkerut.

Map itu terbuka.

Di dalamnya hanya ada satu lembar kertas.

Dengan tulisan berwarna merah.

"Kau terlambat tujuh tahun, Arsen."

Tatapan Arsen berubah dingin.

Tangannya mengepal kuat hingga kertas itu sedikit kusut.

Sementara Ayla memandang tulisan tersebut dengan napas yang mulai tidak teratur.

Ia belum memahami semuanya.

Tetapi satu hal kini semakin jelas.

Orang yang mengincar mereka...

Bukan sekadar ingin menakut-nakuti.

Melainkan...

Ingin memaksa mereka membuka luka lama yang selama tujuh tahun terkubur rapat.

Bersambung...

(kalian penasaran kelanjutannya? sama aku juga xixixi)

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!