NovelToon NovelToon
Hantu CEO Nakal

Hantu CEO Nakal

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:655k
Nilai: 4.6
Nama Author: Risa Oktaghost

Mia yang baru saja lulus dan wisuda tiba-tiba dipanggil untuk menjadi seorang sekretaris CEO di perusahaan terbesar di negara ini. Pekerjaan yang sama sekali tidak berani dia impikan.

Dan apa jadinya jika kau yang seumur hidup menjalani hidup yang biasa saja tiba-tiba bertemu dengan sesosok hantu yang entah muncul dari mana.

Hantu tampan yang begitu mudah menarik hati dan pikiran Mia. Hingga membuat Mia penasaran dan mencari tau tentang asal usulnya.

Di samping itu, dia tidak tau kalau CEO tempatnya bekerja yang saat ini tengah koma ternyata adalah penggemar rahasia dirinya.

Bagaimana kisah cinta Mia? Apakah sang CEO akan bangun dan menyatakan cintanya? Atau justru si hantu yang akan terus menemani Mia?

Ikuti kisahnya di sini!!!!❤❤❤❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Oktaghost, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Office Boy

"Aku harus pulang."

"Celina pamerannya sebentar lagi, kamu gak bisa pergi gitu aja."

"Persetan dengan pamerannya, aku akan pulang untuk menemui laki-laki sombong itu."

"Lalu apa? kau hanya akan dibuang lagi, Celina."

Celina menatap tajam pada Dion sang bodyguard yang sudah dia anggap kakak.

"Aku tidak peduli. Aku akan tetap pulang, malam ini."

Kalau sudah begitu, Dion tak bisa berkata apa-apa lagi. Dia mengeluarkan ponselnya, menghubungi seseorang.

"Dia akan pulang malam ini."

***

Mia membuka pintu rumahnya dengan hati-hati. Dia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, tapi tak menemukan Arka sama sekali.

"Sampai kapan dia akan terus menghindar seperti ini?"

"Aku tidak menghindar."

Mia tersentak mendengar suara Arka.

"Ah kamu di sini." Mia gugup, bayangan malam kemarin kembali muncul.

"Kenapa? bukannya kamu mencariku?"

"Enggak." Mia menunduk.

"Tadi jelas sekali kamu mencariku."

"Kapan?"

"Mia." Suara Arka melembut.

"Ya?"

"Tatap aku." Arka menaikkan dagu Mia dengan jarinya.

Keduanya saling menatap.

"Aku minta maaf."

Mia terpaku.

"Apa kau marah?"

Mia menggeleng.

"Aku tidak akan melakukannya lagi." kemudian Arka menarik Mia ke dalam pelukannya.

Mia melepaskan pelukannya.

"Aku mau mandi."

"Aku ikut."

"Arkaaaaa!!!" Dia melayangkan tinjunya ke lengan Arka.

"Oke, oke stop. Aku cuma becanda." Arka tertawa sembari mengangkat tangannya, menyerah.

Mia tiba-tiba terpaku. Manik matanya menangkap sesuatu yang familiar.

"Mia?"

"Kau marah?" Mia tetap bergeming.

"Mia, aku hanya becanda. Kumohon jangan ma-.." ucapan Arka terputus karena kaget oleh Mia yang tiba-tiba menarik tangan kanannya.

"Ada apa?"

"Cincin ini.." Mia menyentuh cincin yang melingkar di jari kelingking Arka.

"Dari mana kamu dapat cincin ini?" Dia menengadah pada Arka, meminta penjelasan.

"Aku tidak tau." jawaban Arka tak membuat Mia puas, dia tetap menatap Arka meminta lebih.

"Aku sudah memakainya sejauh yang aku ingat."

"Kamu gak nemuin ini di suatu tempat terus memakainya?"

"Enggak. Kamu tau sendiri aku gak bisa nyentuh apapun tanpa kamu."

"Memangnya kenapa?"

"Kamu liat ini!" Mia menunjukkan tangannya ke depan wajah Arka.

Arka kaget melihat cincin yang sama melingakar di ibu jari Mia.

"Ini cincin yang sama?"

Mia mengangguk.

"Kenapa bisa?"

"Aku juga gak tau."

"Kamu dapat dari mana?"

"Aku... aku nemuin ini di ruang kerjaku."

"Di Astra?"

Mia mengangguk lagi.

"Artinya, ada kemungkinan kalo aku adalah karyawan di sana."

Mia mengangguk lagi.

"Tapi karyawan apa yang bisa keluar masuk ruangan CEO?"

Kali ini Mia mengangkat bahunya tanda tak tahu.

"Kenapa kamu diem aja?"

Mia bergeming, dia berjalan menuju sofa dan Arka mengikutinya.

"Mia kamu gak suka ya aku mulai menemukan titik terang tentang siapa aku?"

"Bukan itu."

"Terus kenapa? kamu dari tadi diem aja."

"Aku cuma masih syok, ternyata ini yang membuat aku bisa liat kamu."

"Maksudnya?" Arka mengerutkan keningnya.

"Coba kamu inget lagi, pertama kali kamu muncul tuh di deket mesin cuci itu." Mia menunjuk mesin cucinya.

"Iya, terus?"

"Di situ pertama kali aku pake cincin ini. Aku gak sengaja bawa dari kantor terus pake biar gak lupa buat tanya ke Leo."

Arka mengingat ketika pertama kali dia tiba-tiba muncul di toilet kantor Mia, dia melihat Mia sedang berusaha melepaskan cincin.

"Oke, jadi yang bikin aku tiba-tiba tertarik ke sini itu karna kamu pake cincin ini." Arka menerawang.

"Ini juga alasan kenapa aku cuma bisa nyentuh barang disaat kita bersentuhan."

"Iya, pasti itu alasannya, dan yang pasti sekarang kita gak perlu lagi cari tau ke Giant Family."

"Ohya, kamu bilang kamu pernah ke Giant Family. Apa kamu dapat petunjuk dari sana?"

"Enggak." jawab Arka sambil mengalihkan pandangannya.

"Oke." Mia tak menaruh curiga karena terlalu senang dengan fakta yang baru ia temukan.

"Tapi Mia, kira-kira apa jabatanku di sana?"

"Entahlah, mungkin office boy? pekerjaan itu mengharuskan keluar masuk semua ruangan kan?" tebak Mia sambil melenggang santai ke kamar.

"OB? apa benar?"

Entah kenapa tebakan Mia kali ini membuat dadanya sedikit mencelos, sepertinya disebut anak haram Alex sang direktur utama Giant Family lebih baik.

***

Leo turun dari mobil di basement apartemennya. Hari ini benar-benar melelahkan. Dia baru saja pulang dari meeting di luar kota. Proyek yang harusnya telah deal satu minggu lalu, harus mundur karena adanya karyawan yang mencoba korupsi. Untung saja, Mia bisa mengatasi ini sebelum melebar.

Settt,, Leo membalikan badannya sekaligus, maniknya melirik ke segala arah. Dia merasa ada seseorang yang membuntutinya.

"Kau bisa keluar sekarang." ucapnya pada seseorang di balik tiang besar. Namun tak ada yang keluar dari sana.

"Kau yang kemari, atau aku yang ke sana?" kemudian Leo maju satu langkah sambil mengeluarkan sebuah pistol dari balik jasnya.

Dia memang selalu membawa pistol kemana pun. Pistol itu diberikan oleh ayah Devan saat pertama kali menjadikannya bodyguard anaknya.

Saat jaraknya tinggal beberapa langkah, Leo mengarahkan pistol itu ke depan.

Tap, tap, Leo maju perlahan.

"Oke, oke aku menyerah." Seorang wanita keluar dari balik tiang itu.

"Celina." Leo memasukkan kembali pistol ke tempatnya.

"Kau tidak terkejut."

"Tidak."

"Itu pernyataan bukan pertanyaan."

"Aku tau."

"Kau tidak mau tau alasan aku kembali?" suara Celina berubah serak.

"Tidak."

"Kenapa?"

"Karena itu bukan urusanku."

"Lalu kenapa kau menyuruh Dion melaporkan semuanya padamu?" sentaknya.

Muncul sorot terkejut di mata Leo walau hanya sedetik.

"Aku hanya mengawasi seseorang yang sudah mencelakai Devan."

Kali ini mata Celina yang membelalak terkejut.

"Apa maksudmu?" Celina mencoba menetralkan suaranya.

"Kau tau maksudku, Celina."

Celina masih mencoba menutupi kegugupannya.

"Aku tidak mengerti."

"Baiklah." Leo membalikkan badannya dan melangkah menuju lift.

"Kau berubah, Leo." Celina berteriak.

"Aku selalu seperti ini." jawab Leo tanpa membalikkan badannya, kemudian masuk ke dalam lift.

"Aaaaaaaaaaaaa!!!!!!" Celina jatuh terduduk sambil menangis histeris.

Dion bergegas menghampiri Celina dan memeluknya cukup lama.

"Jangan sampai daddy tau tentang ini." Celina bangkit kemudian pergi meninggalkan Dion. Raut wajahnya sudah kembali normal, tak ada lagi air mata yang keluar.

***

bersambung...

***PERHATIAN***

Cerita ini terinspirasi dari drama Korea berjudul Lets Fight Ghost yang pemainnya itu Kim So-hyun sama Ok Taec-yeon. Drama itu bercerita tentang penangkap hantu yang jatuh cinta sama hantu cewe dan ada misteri di dalamnya. Itulah yang aku ambil yaitu, kisah cinta antara manusia dan hantu. Selebihnya, aku ngarang sendiri. Gak ada unsur plagiat dari mana pun. Dari novel lain ataupun film dan sebagainya. Ini murni karyaku.

Jadi kalo ada nemu cerita yang mirip atau sama, aku gak tau menau. Inspirasiku cuma itu tadi darkor Lets Fight Ghost, dan itupun cuma garis besarnya.

Di sini aku cuma mau meluruskan opini-opini yang mungkin akan bermunculan nantinya.

Terimakasih untuk yang baca, like dan komen🥰🥰

1
Su pendi
ok
juwita
mampir
Zainuri Zaira
mia lugu alias oon😄
Zainuri Zaira
aneh ceritax kok mia lupa wajah devan kn cerita dri awal mia sering melayani tamu devan
Zainuri Zaira
hantu bosx mkin
Jeng Ining
dn baca ini aq malah mengingat film Meet Joe Black😅, film nya Brad pitt wkt muda.. beda banget ga ada yg sama krn di sana brad pitt jd malaikat pencabut nyawa, yg jatuh cinta sm putri org yg semestinya dia cabut nyawanya
Watyhenal
suka,banget.....
Watyhenal
iya kjar terus......
Lutfi Handayani
kapan bangunnya ini Devan
Selmia Bima
Luar biasa
Selmia Bima
lanjut 🥰🥰
Selmia Bima
lanjut
Pak Untung
saya suka...saya suka
Pak Untung
Kecewa
Pak Untung
novelnya bagus banget, semangat author
Nur Asiah
judul dan cerita nya berbeda 😒😒😒
HENI Ariyanti
baguus
Bowok Owok
iyah kaya nya
Atik Kiswati
mksh critanya....
Nur Asiah
apa susahnya menghargai perasaan org ?!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!