NovelToon NovelToon
Perjalanan Sang Alkemis Abadi

Perjalanan Sang Alkemis Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kultivasi
Popularitas:11.2k
Nilai: 5
Nama Author: En zz

Shen yifan adalah seorang pemuda yang terobsesi dengan pembuatan pil, namun sayangnya, ia tidak bisa menjadi alkemis di dunia ini hanya karena menjadi manuisa cacat.

Banyak sekali kultivator. Namun orang-orang untuk menjadi seorang alkemis di dunia ini sudah sangat jarang di temukan, bahkan menjadi salah satu kemunduran mutlak.

Salah satunya, hampir di seluruh dunia ini hanya 000,1% para kultivator yang mempunyai element api.

Salah satunya adalah kakek Shen yifan.

Apakah Shen yifan bisa menggapai cita-citanya untuk menjadi alkemis? Atau dia akan mengubah takdir secara tidak langsung, untuk menjadi alkemis sejati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon En zz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 : Jiwa seorang Alkemis

​Nangong Yue terdiam, lalu perlahan berjalan dan langsung duduk di kursi yang ada di dalam ruangan tersebut.

​"Oh iya, ini jimat untuk menyamar," ujar Nangong Bingxue sembari melangkah mendekat dan memberikan dua lembar jimat kepada Nangong Yue dan Shen Yifan.

​"Jimat penyamaran ini tidak akan bisa ditembus oleh orang-orang yang berada di bawah ranah Core Formation Tahap Awal. Jadi, pastikan ketika kalian merasakan ada sapuan aura dari kultivator ranah Core Formation Tahap Menengah ke atas, segera kabur dari tempat itu!" Nangong Bingxue memperingatkan mereka dengan raut wajah serius. "Aku akan menyusul Jian Chen ke luar. Kalian berdua istirahatlah dulu."

​Nangong Bingxue langsung melangkah keluar dari ruangan, menyusul Jian Chen demi menjaga segala kemungkinan dan memeriksa keadaan di sekitar area persembunyian.

​Tidak lama setelah keheningan melanda ruangan itu, perasaan bersalah kembali mengusik hati Shen Yifan karena telah melibatkan Nangong Yue ke dalam masalah pribadinya.

​"Nangong Yue," panggil Shen Yifan lirih.

​Yue langsung mendongak, menatap pemuda di depannya. "Ada apa, Yi Fan?"

​"Itu... Maafkan aku. Karena masalahku, kamu jadi ikut terlibat dalam pengejaran berbahaya ini," ucap Shen Yifan setengah menunduk, menangkupkan kedua tangannya di depan dada sebagai bentuk penyesalan.

​"Tidak apa-apa, Yi Fan. Ini juga salahku, karena keterlibatanku membuat pengejaranmu justru semakin membesar," sahut Nangong Yue cepat. Gadis itu langsung berdiri dari kursinya dan ikut membungkuk kecil untuk meminta maaf.

​Karena keduanya justru saling melempar permohonan maaf, suasana di dalam ruangan seketika berubah menjadi kaku. Aura di sekitar mereka terasa canggung dan tidak begitu hidup.

​"Oh iya... Nangong Yue," panggil Shen Yifan lagi, berusaha keras untuk mencairkan suasana yang membeku.

​"Tolong jangan panggil aku dengan nama keluarga. Panggil saja aku Yue, itu sudah lebih dari cukup," sela Yue dengan lembut sebelum Shen Yifan sempat melanjutkan kalimatnya.

​"Ahh, baiklah. Yue... apakah memang benar kamu sedang mencari seorang Alkemis Grade 3?" tanya Shen Yifan sembari melangkah santai dan duduk di dekat Yue, yang kini juga telah kembali duduk di kursinya.

​"Iya. Keluarga... maksudku, aku pribadi harus bisa menjadi seorang Alkemis Grade 3 supaya bisa terus memurnikan pil obat secara mandiri," tutur Yue dengan nada suara yang halus, meski terselip sedikit beban di dalamnya.

​"Itu sebabnya kamu mengadakan turnamen spontan siang tadi?" sahut Shen Yifan menebak.

​"Iya, aku sengaja mengadakan turnamen kecil-kecilan itu hanya sebagai cara untuk menyaring para alkemis berbakat yang ada di kota ini. Tapi ternyata, tidak ada alkemis hebat yang mau datang ke turnamenku," keluh Yue sembari menghela napas.

​"Tapi bukankah masih ada tiga peserta lainnya selain aku?" jawab Shen Yifan mencoba menghibur.

​"Memang ada. Hanya saja, mereka semua barulah alkemis Grade 2 Tahap Awal. Adapun Lin Zhao, selain memiliki niat yang buruk, dia pun hanyalah seorang alkemis Grade 2 Tahap Menengah. Jadi, begitulah... sama sekali tidak ada orang di Kota Istana Langit ini yang benar-benar mencapai tingkatan Grade 3," jelas Nangong Yue sembari memainkan jari-jemarinya yang lentik.

​Shen Yifan hanya bisa mengangguk-angguk paham mendengar penjelasan tersebut.

​"Tapi, tentang perkataan Jian Chen tadi...?" Shen Yifan kembali bertanya untuk memastikan maksud dari ucapan senior berbaju ungu itu sebelumnya.

​"Itu... maksudnya aku harus belajar banyak hal darimu," sahut Yue dengan nada yang kian melembut.

​Suasana di dalam ruangan itu mendadak terasa sedikit lebih berat.

​"Belajar dariku? Maksudmu... kamu ingin belajar cara membuat pil Grade 3 dariku?" tanya Shen Yifan dengan wajah penuh kebingungan, menatap gadis di hadapannya seolah tidak mempercayai pendengarannya sendiri.

​Nangong Yue tersenyum kecil, lalu menggelengkan kepalanya pelan dengan gerakan yang teramat anggun.

​"Bukan begitu."

​"Bukan?" Shen Yifan semakin dibuat bingung.

​"Aku hanya ingin belajar mengenai cara berpikirmu saat sedang memurnikan sebuah pil obat."

​Shen Yifan memiringkan kepalanya sedikit, dahi pemuda itu berkerut halus. "Cara berpikirku?"

​"Iya," Yue mengangguk pelan, sepasang matanya terkunci rapat pada manik mata Shen Yifan. "Saat turnamen tadi siang berlangsung, aku terus mengamatimu dari kursi juri."

​Mendengar pengakuan jujur itu, Shen Yifan refleks menggaruk pipinya yang mendadak terasa agak panas. Ada rasa canggung sekaligus malu yang menggelitik lubuk hatinya.

​"Aku melihatmu sama sekali tidak pernah terburu-buru," lanjut Yue, suaranya kian melembut seolah sedang mengagumi ingatan tersebut. "Bahkan ketika proses pembentukan pilmu hampir mengalami kegagalan dan situasinya berubah menjadi sangat kritis, kamu tidak memaksa apimu untuk membesar seperti yang dilakukan oleh peserta lain."

​Yue memajukan sedikit posisi tubuhnya, menatap Shen Yifan dengan raut wajah yang sangat sungguh-sungguh.

​"Sebaliknya, kamu justru memilih untuk berhenti sejenak, berpikir dengan tenang, lalu mencari jalan keluar yang lain."

​Shen Yifan terdiam membisu. Ia menunduk, menatap dalam-dalam ke arah telapak tangannya sendiri sebelum akhirnya menyunggingkan sebuah senyuman tipis—sebuah senyuman yang sarat akan rasa kerinduan yang mendalam.

​"Itu... sebenarnya bukan karena aku pintar."

​"Lalu?" tanya Yue penasaran.

​"Itu semua adalah hal yang diajarkan oleh mendiang kakekku." Tatapan mata Shen Yifan perlahan berubah melembut ketika bayangan sosok sang kakek melintas di dalam benaknya. "Beliau selalu berpesan, seorang alkemis tidak boleh sekali pun membiarkan dirinya terburu-buru saat sedang berhadapan dengan tungku pembakaran."

​Shen Yifan menarik napas dalam-dalam, lalu mengucapkan sebaris kalimat lama yang telah terpatri kuat di dalam kepalanya hingga detik ini.

​"Membuat pil bukan tentang siapa yang bisa menyelesaikannya dengan paling cepat, melainkan tentang siapa yang mampu menghasilkan kualitas pil terbaik."

​Nangong Yue seketika terpaku mendengar untaian kalimat penuh makna itu. Sesaat kemudian, sebuah senyuman tulus merekah indah di bibirnya. "Itulah hal utama yang ingin kupelajari darimu."

​Bukannya merasa bangga, Shen Yifan justru tampak semakin kebingungan. Ia menatap Yue dengan tatapan yang sangat polos. "Hah? Bukankah semua orang yang terjun ke dalam dunia alkimia juga sudah tahu tentang prinsip dasar itu?"

​Yue terkekeh pelan. Suara tawa kecilnya terdengar merdu, memecah keheningan di dalam ruangan yang sunyi tersebut.

​"Tidak," Yue menggelengkan kepalanya, menyanggah kepolosan pemuda di depannya. "Di dalam lingkup keluargaku, banyak alkemis yang justru saling bersaing ketat mengejar kecepatan, demi bisa memproduksi lebih banyak pil obat dalam waktu yang singkat."

​"Mereka memang diakui hebat... Tapi setelah melihat caramu bertanding siang tadi, aku sadar bahwa ada sesuatu yang sangat berbeda di dalam dirimu."

​Shen Yifan kembali menggaruk kepalanya yang tidak gatal, merasa agak terbebani dengan pujian yang datang bertubi-tubi dari putri keluarga besar ini. "Aku sendiri masih merasa kemampuan alkimiaku biasa-biasas aja. Bahkan sebenarnya... turnamen tadi siang adalah pertama kalinya aku benar-benar memurnikan sebuah pil."

​"..."

​Suasana sempat menghening sesaat sebelum Nangong Yue kembali bersuara.

​"Hal itu justru yang membuatku merasa semakin aneh," sahut Yue sambil tersenyum geli, sepasang matanya menyipit jenaka. "Kamu baru satu kali membuat pil sepanjang hidupmu, tapi fondasi alkimiamu jauh lebih kokoh dan stabil dibandingkan dengan banyak alkemis yang sudah berlatih dan membakar tungku selama bertahun-tahun."

​Shen Yifan hanya bisa tertawa canggung, mengutuk dalam hati betapa anehnya penilaian gadis ini terhadap kemampuan dirinya.

​"Aku rasa itu semua karena kakekku dulu memaksaku untuk menghafal terlalu banyak buku kuno," kenang Shen Yifan, mengingat kembali masa lalunya. "Bahkan sebelum aku diizinkan untuk menyentuh tungku obat, aku sudah diwajibkan untuk menghafal ribuan jenis tanaman herbal beserta seluruh karakteristik uniknya."

​Sepasang mata Yue langsung berbinar cerah mendengar rahasia kecil tersebut. "Benarkah?"

​"Iya," Shen Yifan mengangkat satu jarinya ke udara, menirukan gaya kakeknya saat menceramahinya dulu. "Kakek selalu bilang... jika bahkan sifat dasar dari satu jenis tanaman saja tidak mampu kau pahami dengan benar, bagaimana mungkin kau bisa memahami esensi murni dari sebuah pil?"

​Ruangan itu mendadak hening kembali.

​Yue perlahan menundukkan kepalanya, merenungkan setiap patah kata yang baru saja didengarnya dari mulut Shen Yifan. Kalimat itu terdengar sederhana, namun mampu menembus langsung ke dalam sanubarinya sebagai seorang praktisi alkimia.

​Beberapa saat kemudian, ia kembali mengangkat wajahnya, menatap lekat ke arah Shen Yifan dengan binar mata yang dipenuhi rasa hormat dan senyuman yang teramat tulus.

​"Yi Fan," panggilnya dengan suara lirih. "Bersediakah kamu mengajariku mulai dari hal yang paling dasar?"

​Shen Yifan seketika panik, seluruh tubuhnya menegang mendengar permintaan resmi yang begitu mendadak itu. "Eh? Aku?"

​"Iya."

​"Tapi... aku bahkan belum pantas untuk disebut sebagai seorang alkemis sejati. Tingkat kultivasiku dan pengalamanku yang nyata masih sangat minim."

​Yue menggelengkan kepalanya dengan pelan, memotong segala keraguan di dalam hati Shen Yifan dengan sikap yang mantap. "Aku tidak membutuhkan seorang alkemis yang terkenal ataupun yang dihormati oleh banyak orang. Aku hanya ingin belajar dari seseorang yang benar-benar mampu memahami jiwa dari seni alkimia itu sendiri."

​Shen Yifan terdiam cukup lama, menimbang-nimbang permintaan tulus dari gadis di hadapannya. Akhirnya, ia menghela napas panjang sembari menyunggingkan sebuah senyuman tipis yang pasrah.

​"Kalau begitu... kita mulai besok pagi."

​Mendengar persetujuan itu, raut wajah Yue seketika berubah menjadi sangat cerah.

​"Kita akan mulai dari mengenali tanaman obat," tambah Shen Yifan memperjelas syaratnya.

​Yue berkedip beberapa kali, sedikit terkejut dengan materi pertama yang dipilih. "Hanya... tanaman obat?"

​Shen Yifan mengangguk pasti dengan raut wajah yang mendadak berubah menjadi sangat serius, memancarkan aura layaknya seorang mentor yang tegas.

​"Dasar sejati dari ilmu alkimia bukan berada di dalam kendali api ataupun kemegahan tungku, Yue. Melainkan berada di dalam setiap helai daun dan akar tanaman yang akan dimasukkan ke dalamnya."

​Mendengar penjelasan yang begitu filosofis namun terasa sangat nyata tersebut, Yue tersenyum lebar. Rasa tidak sabar untuk belajar mulai membuncah di dalam dadanya.

​"Baik," jawab Yue dengan penuh semangat. "Aku berjanji akan menjadi murid yang rajin!"

​"Tapi, aku juga akan berusaha untuk terus belajar meningkatkan kemampuanku. Dalam artian, di sini kita belajar bersama-sama. Tidak ada istilah master ataupun murid di antara kita. Kita hanyalah sesama rekan alkemis yang sedang belajar bersama," Shen Yifan memperjelas tujuannya. Ia masih merasa rendah diri jika harus mengajari Yue, mengingat tingkat kultivasi gadis itu sudah berada jauh di atas dirinya.

​"Baiklah, kalau memang itu yang kamu mau!" Nangong Yue tersenyum lembut di hadapan Shen Yifan.

......................

​Tingkatan Pil:

​Pil Grade 1: Ranah Mortal (Fana)

​Pil Grade 2: Ranah Spiritual (Roh)

​Pil Grade 3: Ranah Earth (Bumi)

​Pil Grade 4: Ranah ???

​(Keterangan: Grade menunjukkan kualitas dan tingkatan dari esensi pil tersebut. Setiap grade memiliki pembagian tahapan, yaitu: Tahap Awal, Tahap Menengah, dan Tahap Akhir.)

​Informasi mengenai dunia alkimia dan kultivasi selanjutnya akan terus diungkap secara bertahap di setiap bab.

​Selamat membaca!

1
obeng min
lanjut ketua
obeng min
mantap
sitanggang
hadeuhhh lemah bgt🙄
obeng min
lanjut💪💪💪💪💪
obeng min
💪💪💪👍👍👍👍
obeng min
upnya lama
obeng min
👍👍👍👍💪
obeng min
lanjut 💪💪💪💪💪
obeng min
manatap perbanyak upnya 🤣🤣💪💪👍👍👍
Jhon Saanz
up bang
obeng min
josss👍👍👍👍👍
Andi Akhasay: Liat ceritaku kak
total 1 replies
obeng min
lanjut👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!