NovelToon NovelToon
Hidup Kembali Untuk Menjadi Bibimu

Hidup Kembali Untuk Menjadi Bibimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Nikah Kontrak
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Rani Ramadhani

Terbangun di masa lalu, tepat sebelum jerat takdir Daniel menjebaknya, Erica menolak menjadi korban untuk kedua kalinya.

Mengubah alur permainan adalah satu-satunya pilihan. Jika Daniel menggunakan nama besar Megantara untuk menghancurkannya, maka Erica akan menduduki takhta tertinggi di keluarga itu.

Ketika bidak catur mulai digerakkan dan rahasia satu per satu terkelupas, siapakah yang sebenarnya memegang kendali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kegiatan Pertama

Malam pertama di perbatasan utara itu terasa dengan suasana yang begitu hening, seolah sedang mengintimidasi.

Di luar jendela rumah dinas, suara jangkrik hutan dan deru angin yang menghantam pepohonan raksasa sedang saling bersahutan.

Tak ada siapapun, tak ada keramaian, yang tersisa hanya temaram dari dua buah lampu petromak yang diletakkan di atas meja kayu jati ruang tengah yang menemani.

Erica Fiorenza berdiri di tengah kamar utama yang kini menjadi miliknya. Kamar itu sederhana, jauh dari kemewahan kamarnya di Jakarta.

Hanya ada sebuah ranjang besi tua dengan kasur kapuk tebal yang dibungkus seprei katun putih bersih, terdapat sebuah lemari pakaian dua pintu dari kayu pinus, dan sebuah meja rias kecil dengan cermin yang agak buram di sudut ruangan.

Meskipun udara dingin menembus celah-celah dinding papan, Erica tetap tenang dan tidak merasa bahwa ini tidak ada apa-apanya dengan kehidupan sebelumnya yang terasa mengerikan.

Erica pun mulai bergerak teratur, menata beberapa pakaian dan botol pelembab ke atas meja rias menggunakan bantuan cahaya lilin. Raut wajahnya memang tampak tenang, tetapi dalam hatinya, ia sedang memetakan situasi baru ini.

Tok! Tok!

Suara ketukan pintu yang tegas dan bervolume rendah memecah kesunyian. Erica berbalik dan membuka pintu kayu tersebut.

Di ambang pintu, berdiri Eshar Megantara. Pria itu telah menanggalkan kemeja dinasnya, kini hanya mengenakan kaus oblong hijau militer ketat yang mencetak jelas lekuk dada tegap dan otot lengannya yang kokoh.

Di tangannya, dia membawa sebuah selimut wol tebal berwarna hijau tua khas tentara dan sebuah termos berisi air panas.

Suaranya yang berat bergaung rendah di lorong rumah yang sepi.

"Ini air panas untukmu jika hendak basuh muka, dan ini, selimut tambahan. Udara menjelang subuh di sini bisa mencapai sepuluh derajat."

Erica menerima termos dan selimut itu, jari-jarinya sempat bersentuhan dengan tangan Eshar yang besar dan kapalan. Kehangatan singkat itu membuat jantung Erica kembali berdesir aneh, sebuah sensasi yang buru-buru ia tekan dengan rasionalitasnya.

"Terima kasih, Eshar. Aku memang membutuhkannya," jawab Erica, sambil tersenyum.

"Jadi, bagaimana denganmu? Di mana kau akan tidur?"

Eshar mengalihkan pandangannya ke arah ruang kerja yang terletak di seberang lorong kamar utama.

"Sesuai kesepakatan kontrak kita di Jakarta, Nona Erica. Ini adalah wilayah pribadimu. Sedangkan aku akan tidur di ruang kerja. Di sana ada sofa panjang dan ranjang lipat. Aku sudah terbiasa tidur di mana saja, bahkan di atas tanah sekalipun saat patroli."

Erica menatap paras tampan nan misterius sang Jenderal di bawah pendaran cahaya lilin. Ada ketegasan dan rasa hormat dalam kata-katanya, sesuai dengan batasan yang telah mereka sepakati.

Karakter Eshar yang dingin ternyata menyembunyikan sisi kesatria yang sangat disiplin dalam menjaga komitmen.

"Eshar," panggil Erica sebelum suaminya itu berbalik.

"Apakah ruang kerjamu tidak terlalu dingin? Maksudku... jika kau mau, sofa di ruang tengah sedikit lebih besar."

Eshar menghentikan langkahnya, menoleh kembali dan menatap lekat-lekat ke dalam manik mata Erica. Sepasang mata coklat itu tampak begitu intens di kegelapan malam.

"Nona Erica, jangan menguji kesabaran seorang suami," bisik Eshar dengan nada yang terdengar seperti peringatan tetapi ada ketertarikan yang samar.

"Aku adalah pria normal, dan kau adalah wanita yang sangat cantik. Menjaga jarak di antara kamar kita adalah cara terbaik untuk memastikan kontrak dua tahun kita berjalan tanpa cela. Tidurlah, besok jadwalmu akan sangat padat bersama para istri perwira."

Erica merasakan pipinya memanas setelah mendengar pujian blak-blakan dari pria sedingin es itu.

"Baiklah. Selamat malam, Jenderal."

"Selamat malam, Istriku," sahut Eshar pendek, sengaja menggunakan kata terakhir itu dengan penekanan yang membuat debaran di dada Erica semakin tidak karuan sebelum pintu kamar benar-benar ditutup.

Keesokan paginya, udara berkabut tebal menyambut Erica saat dia membuka jendela kamarnya.

Tepat pukul enam pagi, kebiasaan Erica di Jakarta membuatnya sudah rapi dengan pakaian formal yang sopan. Dia mengenakan blus katun lengan panjang berwarna hijau toska dipadukan dengan rok sepan panjang di bawah mata kaki. Wajahnya terlihat sangat segar setelah membasuh diri dengan air dingin yang menggigit.

Saat melangkah ke ruang tengah, aroma kopi tubruk yang pekat dan harumnya mentega langsung menyapa indra penciumannya.

Di sana, Axelo kini sedang sibuk meletakkan beberapa piring berisi singkong rebus dan telur mata sapi di atas meja makan.

"Selamat pagi, Nyonya Besar!" sapa Axelo dengan cengiran khasnya yang humoris, membuat suasana barak yang kaku itu langsung terasa hidup.

"Bagaimana tidur malam pertamanya? Tidak digigit nyamuk hutan, kan? Ehm, sepertinya tidak mungkin sih, karena Jenderal jam empat subuh tadi sudah lari keliling pangkalan bersama pasukan batalyon."

Mendengar itu, Erica tertawa kecil, dia lalu duduk di salah satu kursi kayu.

"Selamat pagi, Axelo. Tidurku sangat nyenyak, tanpa nyamuk hutan, tapi selimut dari Eshar sangat hangat. Oh iya, ada di mana dia sekarang?"

"Jenderal sedang memimpin apel pagi di lapangan utama, Nyonya. Setelah itu, beliau harus memeriksa pos perbatasan terdepan bersama intelijen," Axelo menurunkan volume suaranya, berubah menjadi serius.

"Oh ya, Nyonya. Sesuai perintah Jenderal kemarin, jam sepuluh pagi ini Anda diundang ke aula samping untuk menghadiri pertemuan organisasi istri prajurit. Di sana, Anda akan bertemu dengan Nyonya sekertaris distrik, istri dari Mayor Bambang. Namanya Nyonya Ratna."

Erica menaikkan sebelah alisnya, insting bisnis dan politiknya langsung bekerja.

"Nyonya Ratna? Bagaimana karakternya, Axelo?"

"Jujur saja ya, Nona... eh, Nyonya. Sebelum Jenderal membawa Anda ke sini, Nyonya Ratna itu sangat gencar menjodohkan adik perempuannya yang berjiwa sosialita kota dengan Jenderal Eshar agar posisi suaminya bisa naik pangkat jadi Letnan Kolonel. Kedatangan Anda yang tiba-tiba ini pasti membuat komplotan mereka di barak agak terguncang. Jadi, mohon berhati-hati, mereka mungkin akan menguji Anda." Axelo meringis pelan, menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Mendengar informasi itu, Erica justru menyunggingkan senyum tipis dengan percaya diri.

Karakter yang tidak mudah gentar, dan dengan jiwa yang telah ditempa oleh pengkhianatan jauh lebih kejam di kehidupan lalu. Ujian dari para istri perwira di perbatasan ini tidak ada apa-apanya dibanding bisa menginjak harga diri Daniel dan Shofia kelak.

"Terima kasih atas informasinya, Axelo. Info yang sangat berguna untukku," ujar Erica sambil mengunyah singkong rebusnya dengan anggun.

" Oh ya, Katakan pada suamiku saat dia kembali nanti, bahwa istrinya tidak akan mempermalukan nama besar Megantara di aula itu."

Axelo menatap Erica dengan binar kagum yang tidak bisa disembunyikan.

"Siap, Nyonya! Saya tahu Jenderal Eshar tidak salah pilih istri."

Tepat pukul sepuluh, dengan ditemani Axelo yang membawa beberapa sampel kain dari Fiorenza Fashion, Erica melangkah keluar dari rumah dinas menuju aula pertemuan.

Kabut pagi mulai memudar, berganti dengan sinar matahari pagi yang menembus celah pepohonan. Medan perang pertama di perbatasan telah menantinya, dan Erica siap melakukan skakmat berikutnya.

1
Muft Smoker
lanjuuut kak ,, makin ksini makiin seruuuu kak ,,
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
😁😁😁😁
Muft Smoker: 🫡🫡🫡🫡🫡🫡😁😁😁😁
total 2 replies
aku
🌹🌹🌹 ayok semangat up tor 💪🏻💪🏻
Rani: sabar yaaa
total 1 replies
aku
kutunggu khilafmu ke erica shar 🤣🤣
aku
duh ngakak suerr 🤣🤣🤣🤣 jlebnya jleb bgt 🤣🤣🤣
Rani: 🤭🤭🤭🤭 biar tau rasa🤣
total 1 replies
aku
jaman jayanya fanbo 😃😁
Rani: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Rosella
Keren Thor. ceritanya bagus bagus bagus bangeeeettt aku suka 😍😍
Muft Smoker
hei sesama megantara coba jgn saling mendahului ,, 😏😏😏😏😏
kalian udh punya harta masing2 , keluarga masing2 Dan kebahagiaan masing2 ( tu pun kalo bnran punya) ,,,,
Masih aj ganggu hidup org lain ,, Masih aj ngurusin yg bukan hak ny ,,
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Muft Smoker: betul kak ,,
enk ny di apain yx????
🤔🤔🤔🤔🤔
di sop??
di sate??
ap bakar pake kecap???




🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
Muft Smoker
mereka salah memilih lawan ,,
😒😒😒😒😒😒
Muft Smoker
siap2 nangis Bombay deh Daniel ,, dy fikir Erica pergi krn kalah ,,
km slah justru dy pergi krn sedang menyiapkan serangan balasan yg lebih dr kejam ,, 😏😏😏😏😏😏
dome🌬️🌀🌀🌀
aahhh seruuuuu kak. lanjut bab nya yaaa😁😁😁
semangat 💪💪💪
dome🌬️🌀🌀🌀
naahh.... kann. sudah mulai tumbuh benih2 cintai 😁😁😁😁
liat kuat imronmun saja pak eshra 🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
betulll, bals kata sindiran mereka secara elegan tanpa amarah ataupu teriak n 😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
ayooo. erica bantaiii, sikaatttt dengan elegan., lawan mereka yg nyinyir dengan promosi fashion mu😁😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
mampir thorrr,,, lihat karya baru sinopsis nya oke langsung cuuzzz gercep like favorit nunggu bab agak banyak dikit Lanjuttt baca😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
semangat Thor lanjuuutttt babnyaaaa💪💪💪😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
dihhhh kudanil pede gila, berasa semua cwe tergila2 sama dia kali. heiiii masih ada paman mudamu g kelewat ganteng yaa..blu mah gantengnya kalao diliat pake pipet Aqua gelas🤣🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
nafasss erica😅😅😅😅
begitulah kalau berhadapan dengan seorang yg berpangkat jendral, apa lagi plis tampan nya ga ketolongan 🤣🤣🤣
awas jangan pingsan 🤭🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
semoga balas dendam mu lancar Eri. sekarang ada tameng yg super kuat yg bisa melindungi mu. manfaatkan sebaik nya 💪💪💪😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!