Seorang Dokter Jenius terlahir kembali menjadi Yang Yang, seorang gadis kecil 7 tahun yang sangat lucu, Menjadi kesayangan Ayah CEO yang dingin dan Kakak yang sangat jenius. Kemampuan medis yang dimilikinya dapat menyembuhkan Keluarganya dan orang-orang disekitarnya. Yang Yang selalu menjadi kebanggaan keluarga. Sementara itu ibu tiri dan saudari tirinya yang selalu berniat jahat kepada Yang Yang selalu gagal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Dimas dan keluarganya pun melangkah keluar meninggalkan pesta itu.
"Ayah! Maafin Yang Yang. Yang Yang buat ayah malu!" ucap Yang Yang merasa bersalah.
"Adik! Kamu jangan menyalahkan dirimu. Ini tidak apa-apa." Devin menenangkan adiknya.
Dimas menoleh ke arah Yang Yang. "Sayang! Kamu sama sekali tidak membuat ayah malu." Dimas tersenyum manis.
"Setelah kejadian ini, pasti Direktur Felix tidak akan bekerja sama dengan perusahaan Pratama. Dengan begitu perlahan-lahan keluarga Pratama ini akan bangkrut." batin Lu Xie tersenyum sinis.
"Yang Yang! Kamu Jelas-jelas membuat ayah malu. Disana ada banyak orang dari kalangan atas. Sikap kampunganmu itu sangat memalukan". Ketua Zhuzhu.
"Zhuzhu! Tutup mulut mu itu." Devin membentak Zhuzhu.
Lu Xie yang mendengar bentakan itu pun tidak terima. Ia tidak terima kalau ada orang yang menindas putrinya. "Devin! Kamu jangan membentak adikmu seperti itu. Lagian apa yang di katakan Zhuzhu itu benar."
"Lu Xie! Dari tadi aku hanya diam. Tapi kali ini kamu sudah kelewatan batas. Kamu terus-terusan menghina putriku, lebih baik kamu dan Zhuzhu pulang sendiri saja." Ucap Dimas dengan tatapan tajam.
Lu Xie mendengus kesal. Ia akhirnya memilih untuk diam.
Sementara di dalam pesta, yang dikatakan Yang Yang benar-benar terjadi. Aileen putra Direktur Felix kini mengalami muntah darah.
Seketika ruangan yang tadinya damai, kini dipenuhi suara kepanikan. Aileen memegangi dadanya yang terasa sakit. Direktur Felix sangat khawatir melihat putranya yang tiba-tiba saja muntah darah.
"Apakah yang dikatakan Nona Yang Yang tadi itu benar?" batin Direktur Felix.
Istri Direktur Felix sangat panik melihat keadaan putranya itu. "Suamiku! Ayo cepat panggil dokter." ucapnya dengan wajah panik.
Lagi-lagi Zhu You kembali membuat suasana memanas. "Ini pasti gara-gara ucapan Anak Direktur Dimas tadi. Ia sengaja menyumpahi keluarga anda."
"Betul, gadis kecil tadi menyumpahi Tuan Aileen." ucap salah seorang tamu undangan.
"Iya."
"Iya, betul sekali."
Seketika ruangan itu kembali ramai membicarakan Yang Yang.
"Pengawal! Cepat panggil dokter." perintah Direktur Felix. Ia membawa anaknya kedalam kamar. Tubuh Aileen begitu lemah.
Tidak perlu tunggu lama, dokter pun datang. Ia segera memeriksa keadaan Aileen, tapi dokter itu tidak menemukan penyakit atau hal aneh apapun yang terjadi pada anak laki-laki itu.
"Tuan Felix, saya sudah memeriksa Tuan muda tapi tidak ada penyakit apapun. Ini sangat aneh, kenapa dia bisa tiba-tiba muntah darah?" dokter itu heran.
"Tidak salah lagi. Yang Yang pasti mengutuk keluarga anda." ucap Zhu You sengaja mempengaruhi Direktur Felix.
Akan tetapi Direktur Felix bukan orang yang mudah terpengaruh. Apalagi ia tahu benar, bagaimana Sifat Zhu You. Ia melihat bagaimana Zhu You sudah membuat keributan di acara pelelangan batu giok yang diadakan perusahaannya.
"Cari anak itu sekarang, dan bawa ke hadapanku!" perintah Direktur Felix. pengawal pun segera bergegas mencari Dimas dan putrinya Yang Yang.
Untung saja, Dimas baru ingin menyalakan mesin mobilnya.
"Direktur."
"Direktur Dimas. Tunggu!!" pengawal itu berhasil mencegah Dimas.
"Ada apa?" tanya Dimas heran.
"Tuan muda tiba-tiba saja muntah darah. dokter sudah memeriksanya tapi tidak menemukan penyakit apapun. Direktur Felix memintaku untuk mencari anda dan putri anda Yang Yang." jelas pengawal itu.
Dimas melihat ke arah putrinya. "Yang Yang, apa yang kamu katakan tadi itu benar?" tanya Dimas.
"Iya ayah, ada parasit di jantung anak itu. Kalau tidak segerah di keluarkan, itu bisa mengancam nyawanya." ucap Yang Yang.
"Yang Yang, kamu ngomongnya bisa nggak ngawur terus? ngomongnya sudah seperti dukun saja." ketus Zhuzhu.
"Zhuzhu, sepertinya kamu itu yang ngawur." ketus Devin.
"Dev..!" omongan Lu Xie terhenti. Dimas lagi-lagi menatap tajam ke arahnya. "Sudah selesai ngomongnya?" tanya Dimas dengan muka datarnya. Lu Xie lagi-lagi terdiam dibuatnya.
"Yang Yang, apa kamu mau masuk?" tanya Dimas lagi.
"Dia sudah mengusir adik tadi. Apa adik, masih mau masuk kesana?" tanya Devin.
"Ayah! Kakak! Kita harus menolong Kakak Aileen." ucap Yang Yang.
"Suamiku! Jangan gegabah. Jangan biarkan Yang Yang berbuat hal aneh-aneh lagi. Ini menyangkut nyawa putra Direktur Felix." ucap Lu Xie tapi Dimas tidak menghiraukannya.
"Baiklah, ayo Yang Yang kita temui mereka." Dimas menggandeng tangan putrinya. Devin pun berjalan di samping Dimas.
Lagi-lagi Lu Xie mendengus kesal.
Setibanya di kamar Aileen, Yang Yang langsung menghampirinya. Ia hendak menyentuh dada anak laki-laki itu. Tiba-tiba saja Zhu You menghentikannya.
"Hee bocah ingusan, apalagi yang ingin kamu lakukan? Kamu sudah menyumpahi keluarga mereka. Sekarang kamu mau apa lagi?" ketua Zhu You.
"Paman, ada parasit di jantung Kakak Aileen!" ucap Yang Yang kepada Direktur Felix.
Dokter yang mendengar itu pun seketika tertawa. "Hei nak, kamu jangan ngawur. Aku sudah memeriksanya baik-baik tapi Tuan Muda baik-baik saja."
Kondisi tubuh Aileen semakin memburuk, wajahnya sangat pucat. Ia tiba-tiba saja menggigil. Direktur Felix yang melihat putranya pun semakin panik.
"Nak! Apa yang kamu katakan itu benar?" tanya Direktur Felix lagi.
"Paman, Yang Yang tidak bohong." ucap Yang Yang.
"Paman! Adikku ini tidak pernah berbohong." bela Devin.
"Suamiku! cepat cegah Yang Yang. Kalau dia sampai berbuat hal yang fatal maka perusahaan keluarga Pratama ikut terancam." jelas Lu Xie lagi.
"Anak ini keras kepala banget. Apa dia kira dirinya itu dewa, bisa melihat apa yang tidak terlihat." batin Lu Xie kesal.
"Paman! saya tidak berbohong. Parasit di jantung anak paman itu bisa mengancam nyawanya. Parasit itu harus segerah dikelurkan." jelas Yang Yang lagi.
Lu Xie tiba-tiba saja menarik tubuh Yang Yang dengan keras. "Yang Yang! Kamu ini,, apa tidak punya telinga? kamu mau membuat Ayahmu malu yang kedua kalinya?".
"Yang Yang, kamu tidak usah cari muka di depan paman Felix. Malah berpura-pura bisa menyembuhkan Kakak Aileen." ketus Zhuzhu sambil bersedekap dada.
Dimas lagi-lagi menatap tajam Istrinya itu. "Justru kamu yang membuatku malu. Mulut mu itu tidak bisa diam. Zhuzhu, kamu juga. Persis seperti ibu mu selalu membuat telinga Ayah sakit.".
Zhu You mendengar Dimas yang menegur Zhuzhu pun tidak terima. "Apa begini sifat dari seorang Direktur Dimas? kamu membela putrimu yang yang tidak punya tata kerama ini dan malah menyalahkan Zhuzhu yang jelas-jelas dia anak yang pintar."
"Kamu tidak usah ikut campur. Ini urusan keluargaku!" ucap Dimas.
"Ayah! Kita tidak punya banyak waktu lagi. Kakak tolong ambilkan jarum." ucap Yang Yang.
Devin mengambil sebuah jarum dan memberikannya kepada Yang Yang.
"Yang Yang! apa yang kamu lakukan?" bentak Lu Xie.
"Ya ampun, putri Direktur Dimas ini mau ngapain lagi. Apa dia mau membuat Tuan Aileen celaka? Dengan jarum seberas itu, dia mau ngapain?" ucap salah seorang yang ada di ruangan itu.
"Yang Yang, kali ini kamu tidak akan lolos. Lihat saja bagaimana kamu akan tersingkirkan." Zhuzhu tersenyum licik.
***
Lanjut lagi nggak?😁
lucu ajah si gak nyambung euyyy🤭🤭🤣🤣