"Kamu di diagnosa kanker otak stadium 3,tapi masih gejala awal jadi tingkat kesembuhan masih ada 75 % lagi,asal secepatnya operasi"
"Jika aku tidak operasi?"
"Jangan gila,kau bahkan tidak akan bertahan sampai 5 bulan"
"Kalau begitu biarkan saja"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hantari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sekali lagi
''Damar tidak akan pulang malam ini,dia akan menginap di sini jadi kau tidak usah menunggu nya pulang ya"
Pesan yang bersamaan dengan sebuah foto yang di kirimkan,dimana suaminya yang sedang bekerja di ruang kerjanya di mansion keluarga Pradipta,namun di sana ada Shakira duduk di sebelahnya juga ikut bekerja,keduanya tampak serius.
4 tahun Ia sudah menikah dengan Damar,namun sekalipun Ia tidak pernah di perbolehkan menginjakkan kaki di sana oleh suaminya itu sendiri,selain karna jarang berada di rumah itu Damar pernah membentaknya karna masuk ke ruangan itu tanpa ijin,dan tidak sengaja menjatuhkan vas karna terkejut saat pintu tiba-tiba di buka oleh sang suami ,dan saat itu Ia langsung di tarik keluar secara paksa dan memarahi nya di depan anggota keluarga yang pada saat itu berkumpul ketika mendengar suara teriakan amarah nya,sejak saat itu Ia tidak pernah berani masuk atau hanya mendekati ruangan itu.
"Ini adalah ruangan kerja,Kenapa kau masuk ke dalam?,Kau mengerti apa!"
"Aku hanya ingin melihat-lihat sebentar"
"Untuk apa?,itu bukan ruang pameran seni yang perlu kau lihat!"
Mengingat itu kembali,rasanya Ia semakin merasa kalau Ia tidak akan pernah bisa bersanding dengan Shakira,Ia memang tidak apa-apa nya dibandingkan dengan wanita itu.
Namun karna dia adalah saudara tirinya,Ia tidak akan menyerah begitu saja.Ia akan sekali lagi mencoba merebut hati suaminya itu,karna saat ini posisinya lebih tinggi sebagai istri sah di bandingkan Shakira,tidak ada yang bisa memintanya untuk bercerai selain kalau Ia memilih untuk mundur sendiri.
***
Sementara itu di mansion Pradipta saat ini...
Helen terus melihat ponselnya setelah mengirimkan pesan pada menantu tertua Nya,dengan perasaan cemas.
"Kau ini kenapa ma?,sejak tadi terus melihat ponsel mu?"
Helen duduk di sisi ranjang di mana suaminya sudah berbaring."Sebenernya aku sengaja mengirimkan foto Damar dengan Shakira yang sedang bekerja pada Adeline Pah,agar dia datang ke sini"
Mario tuan besar keluarga Pradipta yang sejak tadi sudah berbaring di atas ranjang,menatap istrinya itu dengan tatapan bingung."Untuk apa?",tanya nya.
"Ck,agar dia bisa memasak untuk arisan mama besok pah,tadi dia bilang dia tidak mau memasak untuk besok,tapi kalau dia tau Damar di sini dia pasti datang dan kalau dia datang pastinya dia akan bisa memasak di sini pa"
Mario menghela nafas dan kembali fokus pada ponsel nya,"Kalau begitu tunggu saja sebentar lagi,dia pasti akan datang"
Helen kembali tenang,memang benar sih setiap kali Damar menginap di sini, Adeline yang di tinggalkan sendirian akan datang menyusul.
Namun sampai jam 10 malam Helen menunggu Adeline tak kunjung datang juga, sehingga Ia menghampiri putranya yang juga ternyata belum juga tidur dan masih berada di ruangan kerjanya.
"Kenapa mama belum tidur",tanya pria itu menurunkan kaca matanya saat melihat mamanya masuk.
"Damar, istri kamu itu kenapa gak datang?. Biasanya juga dia akan selalu datang setiap kamu nginap di sini?"
"Aku tidak tau ma,mungkin dia tidak ingin datang kemari",Damar kembali memakai kacamatanya dan kembali fokus laptopnya yang terus menyala sejak tadi,dan mengabaikan mama nya itu.
Melihat respon putranya akhirnya Helen keluar dengan putus asa,namun saat keluar Ia berpapasan dengan Shakira yang membawa teh membuat senyumnya kembali lebar.
"Malam ma,mama mau di buatkan teh juga?"
"Gak usah sayang,kamu kasih saja ke Damar,kamu temani dia bekerja ya tapi jangan lupa ingatkan dia untuk istirahat, soalnya dia itu gila kerja.Mama percaya kalau Damar sama kamu,dia pasti bakal nurut."
Helen menatap sayang dan mengusap rambut halus perempuan cantik di hadapannya itu dengan senyum lembut dan hangat,"Mama juga yakin kalau Damar lebih bahagia kalau sama kamu,soalnya kamu itu bisa mengimbanginya dalam hal apapun"
Shakira tersenyum malu,"Kak Adeline juga merawat kak Damar dengan baik kok ma",ujar Shakira mengingatkan.
Helen menghela nafas panjang,"Iya,dia memang merawatnya dengan baik.Tapi mereka sebenarnya tidak cocok, karna sayangnya Adeline tidak bisa mengimbangi Damar dalam hal apapun,dia hanya bisa merawat Damar saja",ujarnya menyayangkan hal yang tidak bisa di lakukan menantu tertuanya itu.
"Ma,jangan bicara begitu"
Helen tidak merasa bersalah sama sekali setelah mengatakan itu dan tetap melanjutkan,"Tapi kamu sayang,kamu bukan hanya berpendidikan tinggi dan mempunyai karir yang bagus,kamu juga punya koneksi yang bisa mendampingi Damar dalam hal apapun, selain itu yang paling terpenting kalian juga saling mencintai satu sama lain,jadi kalian pasti akan bahagia kalau kalian menikah"
"Ma..."
Saat itu Adeline tiba-tiba muncul membuat keduanya menoleh bersamaan,namun keduanya memiliki ekspresi yang berbeda saat melihat kehadiran Adeline di sana.
Helen langsung sumringah saat melihat Adeline dan langsung menghampirinya,"Hai sayang,kau akhirnya datang juga",ucapnya langsung memeluk Adeline dengan begitu senang.
Sementara Shakira menatap dingin saat tatapanya bertemu dengan Adeline,hingga Ia mengeratkan pegangannya pada nampan di tangan nya.
"Ma aku sedikit lelah,aku akan pergi beristirahat"
"Oh oke sayang,Damar sedang bekerja dia akan menyusul nanti.Pergilah ke kamar lebih dulu"
Adeline melalui Shakira dengan membalas tatapan dingin itu."Aku tidak akan membiarkan mu memiliki banyak waktu dengan suami ku",gumam nya kemudian menurunkan pandangan nya pada teh jahe di tangan saudara tiri nya itu.
"Mas Damar tidak bisa minum teh jahe malam hari,dia punya asam lambung,berikan teh hangat saja"
"Apa kau?!"
Helen yang mendengar itu langsung melihat teh yang di bawa Shakira."Ah iya benar,Damar memiliki asam lambung tapi kalau minum sedikit tidak apa-apa sih sebenarnya.Shakira juga sudah membuatnya susah payah"
Mendengar itu Shakira merasa puas,"Kau tidak akan pernah menang dari ku Adeline,bahkan sejak kecil pun kau selalu kalah dari ku"
"Tapi ma,asam lambungnya mas Damar bisa kumat"
"Tidak akan,kalau minum sedikit.Shakira masuklah kau masih memiliki pekerjaan dengan Damar kan"
Shakira tersenyum dan mengangguk,"Iya ma".Ucapnya kemudian masuk ke dalam ruangan kerja Damar.
"Adeline sebenarnya mama bingung mau memasak apa besok,kau tidak akan keberatan kalau melihat bumbu-bumbu di dapur dulu kan sebelum tidur,agar besok tinggal belanja saja dan tidak perlu repot lagi"
"Maaf ma aku masih kurang sehat,aku mau istirahat dulu.Minta pelayan saja yang melakukannya ini juga sudah larut"
Setelah mengatakan nya,Ia langsung berlalu pergi meninggalkan mama mertuanya itu.Ia memang akan memperjuangkan pernikahannya sekali lagi,tapi tidak dengan keluarga suaminya.
***
pengen lihat adel bangkit dan melihat karma si dua perempua jahat itu
jangan mau Terima apapun dr mereka Adeline..