NovelToon NovelToon
Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status

Status: tamat
Genre:Romantis / Badboy / Cintamanis / Tamat
Popularitas:570.4k
Nilai: 5
Nama Author: ArumPrysillya

IG @Arumpicill_94
Di Follow ya

Novel ini hanya Author tulis di noveltoon, apabila menemukan kesamaan diplatfom manapun, itu PLAGIAT...!!!

Aku Melisa

Aku adalah janda belia yang pernah menjadi istri ke 4 dari seorang laki laki tua bernama mas Gani
Perjodohan yang dipaksakan orang tuaku, merenggut masa mudaku, masa masa putih abu abu ku hingga hidupku menjadi kelam kelabu

Sampai pada akhirnya aku dipertemukan dengan laki laki yang baik yang begitu lembut bernama mas Dika
Aku dan dia menjalin hubungan serius bahkan lebih serius dari sekedar percintaan biasa
Dia yang selalu memanja ku, memberikan apa yang dulu tak pernah ku dapatkan dari mantan suami ku

" SAMA RASA DAN SALING MEMBERI "

Itulah kata yang tepat untuk melukiskan status hubungan kami ini

Langsung lanjut baca cerita nya ya....

Happy Reading...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArumPrysillya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memulai Hidup Baru 2

" Mas kamu ngamen...???" tanya Melisa

Dika terdiam

" Kamu beli baju aku dan yang lain ini dari uang ngamen...???"

" I... iya sayang... makanya mas tadi lama ninggalin kamu... soalnya mas udah habis uang...maaf ya..." jawab Dika pelan takut Melisa tak terima dengan kerjaan barunya

Melisa belinang air mata, betapa dia amat terharu dengan pengorbanan dan perjuangan Dika yang begitu tulus, bertanggungjawab atas dirinya tanpa pamrih

" Mas... maafin Melisa ya... Melisa selalu menyusahkan mas Dik... sampai harus ngamen segala demi beli baju Melisa..."

Dika langsung merengkuh tubuh Melisa dipeluknya erat

" Ssstttt tak perlu sedih dan menangis... ini sudah kuwajiban ku sayang..."

" Bahkan ayah ku aja nggak peduli mas dengan ku... tapi mas Dik begitu tulusnya mau berkorban buat aku..."

" Udah... nggak perlu kamu inget inget lagi kisah lalu... kita datang kesini kan untuk memulai hidup baru... jadi lupakan semua yang melukai mu ya...kita focus perbaiki diri...udah jangan nangis nanti tambah jelek looohhh..." hibur Dika penuh perhatian

" Habis ini kamu beresi tempat tidur kamu ya... cepet istirahat..." Dika menyeka air mata Melisa

" Iya mas... sekali lagi makasih ya buat pengorbanan kamu..."

" Iya sayang... udah nggak perlu lagi dipikirkan.. lagian aku emang suka nyanyi dan main gitar... yahh itung itung nyalurin hobby... bosen kan bergelut sama oli terus... nanti bau oli lagi..."

" Meskipun bau oli tapi tetep ganteng kok... aku tetep suka..."

" Wooo kalau ganteng mah udah pasti... ganteng mas Dika itu kan bawaan lahir... jadi udah permanen..." Dika narsis

Melisa hanya terkekeh melihat tingkah Dika yang kepedean itu, sejenak melupakan beban kesedihan atas nasib hidupnya

" Oya mas mandi dulu ya... sana gih cepetan istirahat..." perintah Dika lagi

" Iya... aku naik dulu ya.."

Melisa segera membawa kasur lantai, bantal dan selimut kecil miliknya membawanya keatas, ruangan kecil dan hanya muat dua orang sepertinya, karena lebih tepatnya bukan kamar berlantai dua, hanya atap yang di beri papan untuk penyekat, atau dibikin dak dak an kalau bahasa Jawanya mah

Dika langsung menuju kamar mandi, menimba air dan membersihkan diri, cukup lepek juga dari kemarin nggak mandi, untung ganteng jadi bau badannya termaafkan

hihihiii

***

Pukul Sembilan malam, Dika belum juga bisa tidur, padahal rasa lelahnya seharus nya mampu mendorong matanya untuk terlelap tapi nyatanya masih sulit dia menidurkan diri

Melisa sepertinya sudah tertidur sebab sejak naik ke atas disuruhnya tadi, dia sama sekali tak turun lagi.

Dika menyusul Melisa ke ruangan atas, ruang yang sempit dan tak bisa untuk berdiri itu, terlihat Melisa sudah terlelap, nafasnya naik turun berirama dengan tenang, wajah cantiknya nampak kelelahan, masih ada bekas memar dan biru biru di bagian pipi, lengan dan paha nya bekas pukulan dari si bandot gila Gani.

Dika berbaring disebelah Melisa, merengkuh tubuh gadis itu kepelukannya, aroma tubuh yang wangi itu telah lama dirindukannya.

Melisa tersadar saat Dika tengah menciumi nya dengan lembut

" M...mas..." ucap Melisa lirih

" Aku nggak bisa tidur sayang... makanya aku menyusul mu kemari... maaf ya mengganggu tidurmu..." balas Dika pelan

" M.. mau tidur disini...???" tanya Melisa lagi

" Nggak... mas tidur dibawah.... hanya melihat mu sebentar..." balas Dika sambil menciumi bibir Melisa lembut

" Mas Dik..."

" Iya sayang..."

" Apa mas nggak jijik dengan aku...???." tanya Melisa sedih, kenyataan yang begitu menyakitkannya

" Ssssttt... kenapa berfikir seperti itu... aku tidak pernah menganggap mu serendah itu sayang...." jawab Dika menenangkan, entah jujur atau tidak, tapi kalau didengar dari cara dia berucap seperti sebuah kejujuran

" Aku tau kamu gadis baik baik .. hanya mungkin takdir dan keegoisan orang orang didekatmu yang menghancurkan dirimu...aku tetap menganggap mu wanita spesial...maaf jika aku pernah menilai rendah dirimu... mengungkit kecacatannmu..."

" Tapi mulai hari ini lupakan itu semua sayang... aku tak mau itu menjadi beban yang menyakitimu... aku sudah menerimanya... menerima kamu apa adanya..."

" Mas..." Melisa tak sanggup melanjutkan kata katanya, dia langsung memeluk Dika erat

Meski dia belum percaya sepenuhnya dengan ucapan Dika tapi setidaknya dia lebih percaya diri dengan ucapan Dika barusan

" Mas... makasih ya udah bersedia menolongku mengeluarkan ku dari kubangan siksaan itu..."

" Udah ya sayang... jangan diingat lagi... lupakan... anggap saja itu mimpi buruk dan kamu sudah terbangun dari mimpi itu..."

" Aku akan menghapus semua kenangan buruk mu itu sayang... kita akan memulai hidup baru... membuka lembaran yang lebih baik..." Dika mengecup kening Melisa lembut

Melisa mengangguk, menelusupkan kepalanya didada bidang Dika, mencari perlindungan dan kenyamanan di dalam pelukan lelaki itu

Lelaki lembut yang selalu bersikap manis padanya, Melisa mencintainya

" Udah nggak usah nangis... ayo tidur lagi..." ajak Dika

Melisa segera melelapkan kembali dirinya, membawa ketenangan didalam pelukan lelakinya, orang yang kini bertanggungjawab atas dirinya

" Aku memang bukan laki laki baik... tapi setelah aku memutuskan untuk membawamu pergi dari penderitaan mu... aku telah berjanji pada diriku sendiri untuk tidak mengungkit masa lalu mu, melihat kecacatan mu dan menimbang kekuranganmu... aku yang akan melengkapi apabila kekurangan mu banyak... aku yang akan melindungi apabila bahaya kembali menyakitimu... tenanglah dipelukanku sayang..." ucap batin Dika tulus

Dika mengecup pucuk kepala Melisa penuh kasih sayang

Kali ini dia benar benar tulus menyayangi gadis itu tanpa berfikir imbalan apapun

***

" Sayang...!!!" panggil Dika pelan

Melisa baru saja lepas dari pelukannya mau bangun karena alarm ponsel Dika sudah berdering, rupanya Dika masih menyematkan alarm pukul 05 pagi

Dika kembali mendekap hangat Melisa, menguncinya dalam pelukannya

" Aku mau..." ucap Dika pelan sembari menciumi daun telinga Melisa sensual

Membuat Melisa menggelinjang kegelian

" Mas...." Melisa masih berusaha menolak

Sejujurnya dia juga rindu dengan sentuhan laki laki, meskipun dia juga trauma jika mengingat cara mas Gani padanya yang kasar dan brutal, tapi... sebagai perempuan dewasa yang pernah merasakan kenikmatan itu, ada rasa rindu dan ingin kembali

" Please...." Dika memelas

Melisa hanya diam, tak tau harus menjawab apa, jantungnya berpacu dengan cepat, antara gugup, panas dingin dan ragu

Apakah ini sudah saatnya...?????

Dika mulai menautkan bibirnya pelan, dengan sentuhan yang begitu lembut, seolah tak ingin mengusik Melisa,

Melisa hanya memejamkan matanya mencoba membuka diri untuk menerima penyatuan dari Dika

Dika melu**at bibir ranum Melisa menyesapnya kuat, lalu memaksa Melisa membuka sedikit mulutnya, menerobos masuk menyatukan lidah mereka dan mengabsen tiap inci rongga mulut Melisa

" Uuugghh..." lenguhan Melisa yang terdengar manja, keluar begitu saja saat Dika mulai memainkan gundukan kenyal miliknya

Melihat Melisa merespon permainan nya, Dika tak membuang kesempatan,

Langsung disesapnya gunung kembar Melisa layaknya anak kecil yang kehausan

Dika ingin menghapus rasa trauma dan takut yang pernah dialami nya dari si bandot tua itu

Dika tak memberi jeda pada Melisa, hasrat nya sudah harus tersalurkan

" ..Uuuggghhh...hmmmmmssssttt..." rasanya tak bisa dijelaskan dengan kata kata lagi

Melisa menerimanya, mencoba mengikuti alur permainan Dika yang lembut dan penuh kasih sayang, dia ingin benar benar menikmati permainan ini

" Ssssttttt aaahhh...." Melisa mulai meracau tak karuan, seiring dengan permainan Dika yang semakin terpacu dengan cepat

Entah siapa yang memulai duluan, tapi saat ini mereka telah sama sama polos tak memakai sehelai benang pun

Dika benar benar telah membuat Melisa lupa diri

Pagi yang dingin, dengan suara suara racau yang terdengar semakin merinding

Dua insan yang tengah dimabuk cinta tengah memberikan kepuasan masing masing

Membiarkan asa nya membubung kenirwana, menyambut senja nanti dengan lebih bahagia..

Bersambung~

Hmmmmm... pagi pagi udah disuguhin yang uwwu uwwu aja

Jadi bikin merinding hihihiii

Hari ini author kasih double Up yahhh

Jangan lupa di Vote

Happy Reading

1
Calon Makmum
Luar biasa
A Liang Chen
bang gondrong dgn melisa adik kakak, ya kan thor
Yeti Budiawati
ceritanya bagus suka banget 👍👍👍👍😘😘😘😘
Faradilla
karena ini bab ending... aku kasih vote buat othor
Malmal
so sweeettt
NIndy
waaah... Arya terlambat lg nih...hahahha
NIndy
duuuuh...ada ya orang sebaik Wawan...
Ido Mart
ya tamat, kutunggu karya mu berikutnya thor
bunda titi
alhamdulillah berakhir bahagia, ada chapter tambahan ya thor kan ada adek2nya valdi, juwita nikah ama sapa, bang gondrong juga jd nikah gak sama ervina, faizal juga gmn kehidupannya, ditunggu ya bonus2 chapternya thor
Fannisinarcell
🙏🙏🙏👍👍👍👍👍👍
Alya Dewina
happy ending..
Dewi Sri Marlina
jngan lupa extra part-nya, ...
Bunda Adelia
mkasih atas kryanya thor 🙏🙏🙏🙏
Arum Prysillya: ma sama kak
total 1 replies
Devina Dzakira Febiola
kasih extrapart dong thor
Dewi Sri Marlina
Harus ada pesaing Wawan Napa de rum, itu tuh yg kerja jd bawahan Juita yg kenal dg Melisa siapa ya lupa namanya 🤔🤔🤔🤔 yg diam2 cinta dlm diam nya ke melisa
mey
hihihi ...sudah saatnya Melisa bahagia,Wawan..kamu memang yg terbaik buat Melisa...tapi novel ini belum mau tamat kan neng Arum??masih sayang kalo mau dibikin tamat,jgn dulu tamat yaaa neng Arum...😍😄😘🤩
mey: sama2 neng...👍🤗
total 4 replies
bunda titi
yey akhirnya mas Wawan jujur juga, gt donk jd cowok harus mau nyatain gmn perasaannya ke cewek, dah terima ya Melisa kamu sama Valdi harus bahagia punya keluarga yang utuh
Rhyri Nayla Lhyna
Up dong ihh
mey
aq mau mas....😍😍😍😍.....noooohhh bener kan kalo mas Wawan emang udh jatuh ketiban cinta ke Melisa...buruan terima Mel,klo ngga mau ntar mas Wawan tak ambil loh...😂😂😂😂
Dewi Sri Marlina
Berarti cinta tanpa statusnya Melisa yg ketiga kalinya Wawan Yach....,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!