Lelah menjadi budak korporat di kota besar tanpa hasil dan malah dikhianati oleh orang terdekatnya, Yao Wi memutuskan menyerah dan pulang ke kota kelahirannya yang miskin dan terbelakang. Namun, siapa sangka keputusannya untuk menyerah justru menjadi titik balik hidupnya saat sebuah sistem misterius tiba-tiba aktif di kepalanya.
Ding!
[Selamat datang, Tuan Rumah Yao Wi.]
[Sistem ini bertujuan untuk membantu Anda mengubah kota kelahiran Anda yang tertinggal menjadi kota paling makmur di bumi.]
[Aturan Utama Sistem: Tuan rumah akan menerima seratus ribu setiap hari dari setiap jiwa yang terdaftar resmi sebagai warga kota ini.]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
Suasana di lorong itu mendadak sunyi senyap sejenak sebelum akhirnya Direktur Ma tertawa terbahak-bahak hingga perut buncitnya berguncang.
Hahaha!
"Membeli rumah sakit ini? Kau pasti pasien sakit jiwa yang baru saja kabur dari bangsal isolasi!" ejek Direktur Ma sambil menghapus air mata di sudut matanya karena terlalu banyak tertawa.
"Anak muda, ini adalah rumah sakit umum milik pemerintah daerah, bukan warung kopi pinggir jalan yang bisa kau beli seenaknya!"
"Bahkan orang terkaya di provinsi pun tidak memiliki wewenang untuk membelinya tanpa persetujuan langsung dari Walikota Sun!"
Yao Wi hanya tersenyum tipis mendengar nama walikota pengecut itu disebut-sebut sebagai tameng oleh direktur bodoh ini.
"Oh, jadi kau membutuhkan persetujuan dari lalat korup bernama Sun itu?" balas Yao Wi santai.
"Shen Yue, hubungi anjing peliharaanku itu sekarang juga dan suruh dia menggonggong di pengeras suara ponselmu."
"Siap, Tuan Bos," jawab Shen Yue dengan sigap.
Ia segera mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nomor pribadi Walikota Sun yang sudah ia simpan sejak kemarin.
Direktur Ma mendengus sinis, sama sekali tidak percaya bahwa pemuda sombong ini memiliki nomor telepon walikota.
"Teruslah bermain sandiwara, aku akan melihat bagaimana kalian berdua menangis saat polisi datang mengusir kalian," cemooh Direktur Ma sambil melipat tangannya kembali.
Tuuut... Tuuut... Klik!
"H-halo, Nona Shen Yue? Ada perintah apa dari Tuan Yao pagi ini? Apakah ada yang bisa saya bantu?"
Suara gemetar Walikota Sun yang sangat menjilat terdengar jelas mengudara dari pengeras suara ponsel Shen Yue dengan volume maksimal.
Napas Direktur Ma seketika terhenti, wajahnya yang tadinya merah karena sombong kini berubah menjadi sepucat kertas HVS.
Ia sangat mengenali suara atasannya itu, suara yang biasanya terdengar angkuh kini terdengar sangat merendah layaknya budak.
"Sun sialan, aku sedang berada di rumah sakit umum kotamu," ucap Yao Wi mendekat ke arah ponsel Shen Yue.
"T-Tuan Yao! Astaga, kenapa Anda tidak memberitahu saya? Saya akan segera mengirimkan pengawalan ke sana!" panik Walikota Sun dari seberang telepon.
"Simpan omong kosongmu," potong Yao Wi dingin.
"Aku ingin mengakuisisi rumah sakit ini menjadi milik pribadiku sekarang juga, dan aku ingin direktur babi bernama Ma ini dipecat dan dipenjara atas tuduhan pemerasan."
Terdengar suara kursi yang terguling jatuh dari ujung telepon, menandakan betapa kaget dan paniknya Walikota Sun mendengar perintah tersebut.
"S-siap laksanakan, Tuan Yao! Rumah sakit itu secara teknis sudah menjadi milik Anda karena seluruh aset daerah adalah jaminan hutang Anda!" jawab Walikota Sun tergesa-gesa.
"Saya akan segera menerbitkan surat kepemilikan baru hari ini juga, dan untuk Direktur Ma... saya akan mengirimkan tim penyidik anti korupsi untuk menyeretnya ke penjara sekarang juga!"
Klik.
Sambungan telepon diputus sepihak oleh Yao Wi.
Lorong rumah sakit itu kembali sunyi senyap, namun kali ini ketegangan yang mencekam terasa sangat pekat di udara.
Kaki Direktur Ma bergetar hebat hingga lututnya saling beradu satu sama lain.
Ia menatap Yao Wi dengan mata terbelalak lebar seakan sedang menatap iblis pencabut nyawa yang baru saja naik dari neraka.
"T-Tuan Yao... a-apakah itu tadi benar-benar Walikota Sun?" gagap Direktur Ma dengan bibir gemetar.
"Menurutmu siapa lagi yang suaranya mirip babi ketakutan seperti itu?" balas Yao Wi dengan senyum sinis yang mematikan.
Bruk!
Direktur Ma langsung kehilangan seluruh tenaganya dan jatuh berlutut di lantai lorong yang kotor tersebut.
Kesombongannya hancur lebur tanpa sisa, digantikan oleh keputusasaan dan ketakutan absolut akan jeruji besi yang menantinya.
"Tuan Yao, saya mohon ampun! Saya buta dan bodoh tidak mengenali dewa seperti Anda!" ratap Direktur Ma menangis tersedu-sedu layaknya anak kecil.
"Tolong jangan masukkan saya ke penjara, kembalikan pekerjaan saya, saya berjanji akan menjadi anjing yang patuh kepada Anda!"
Yao Wi melangkah mundur, merasa sangat jijik dengan orang-orang yang berani bertindak kejam kepada orang lemah namun langsung menangis saat berhadapan dengan kekuasaan mutlak.
"Maaf, aku sudah punya anjing walikota, aku tidak butuh babi menjijikkan sepertimu di rumah sakitku," tolak Yao Wi tanpa belas kasihan.
Ia menoleh ke arah dua perawat yang sedari tadi berdiri mematung karena syok melihat direktur mereka berlutut memohon ampun.
"Kalian berdua, panggilkan seluruh dokter spesialis terbaik di gedung ini sekarang juga ke kamar ini," perintah Yao Wi dengan suara penuh otoritas.
"Pastikan operasi istri Paman Zhang berjalan lancar hari ini, dan seluruh biayanya aku yang tanggung sepenuhnya."
Kedua perawat itu langsung tersadar dari lamunannya dan mengangguk patuh berkali-kali.
"B-baik, Tuan! Kami akan segera menyiapkan ruang operasi VIP sekarang juga!" seru perawat itu sebelum berlari pergi dengan terburu-buru.
Paman Zhang yang masih terduduk di lantai langsung menangis histeris karena diliputi rasa syukur yang luar biasa.
Ia merangkak mendekati Yao Wi dan bersujud berkali-kali mencium ujung sepatu pemuda itu.
"Tuan Yao, Anda benar-benar reinkarnasi dewa penolong yang turun ke bumi! Nyawa keluarga saya adalah milik Anda selamanya!" isak Paman Zhang penuh haru.
Yao Wi menghela napas pelan dan membantu Paman Zhang berdiri dengan tangannya sendiri.
"Berhentilah bersujud, Paman, aku membantumu karena aku benci melihat ketidakadilan di depan mataku sendiri," ucap Yao Wi dengan nada melembut.
"Fokuslah menjaga istrimu, rumah sakit ini sekarang berada di bawah kendaliku sepenuhnya."
Ding!
[Misi Sampingan Selesai: Mengakuisisi fasilitas medis lokal dan menyingkirkan birokrasi korup di dalamnya.]
[Fitur Implementasi Blueprint Rumah Sakit Elit telah diaktifkan.]
[Peringatan: Proses pembangunan ulang rumah sakit berskala internasional akan dimulai tengah malam nanti menggunakan tim konstruksi bayangan.]
Yao Wi tersenyum puas membaca rentetan notifikasi dari sistem yang selalu memberikannya dukungan tanpa batas tersebut.
Ia menoleh ke arah Shen Yue yang sedang mencatat sesuatu di tabletnya dengan sangat cepat.
"Shen Yue, siapkan dokumen pemindahan pasien," perintah Yao Wi memecah konsentrasi asistennya itu.
"Kita harus memindahkan seluruh pasien di gedung ini ke hotel-hotel di sekitar kota untuk sementara waktu."
Shen Yue menghentikan ketikannya dan menatap bosnya dengan tatapan bingung namun penuh kekaguman.
"Tuan Bos, apakah Anda berencana untuk menghancurkan rumah sakit ini dan membangunnya ulang dari nol?" tanya Shen Yue memastikan.
"Tentu saja," jawab Yao Wi sambil menyeringai lebar.
"Mulai besok pagi, penduduk kota ini akan melihat kemunculan rumah sakit termewah dan tercanggih di seluruh negeri, tepat di atas tanah tempat kita berpijak ini."
Ngiung! Ngiung!
Dari arah luar jendela lorong, terdengar suara sirine mobil polisi yang baru saja tiba di pelataran rumah sakit.
Polisi-polisi itu datang bukan untuk menangkap Yao Wi, melainkan untuk menyeret Direktur Ma yang masih menangis tersedu-sedu di lantai lorong.
Yao Wi berjalan meninggalkan lorong tersebut dengan langkah ringan, merasa sangat puas karena satu lagi penyakit di kota kelahirannya berhasil ia musnahkan.
Kerajaan bisnisnya tidak hanya akan mencari keuntungan, tapi juga akan membasmi semua lalat korup yang berani menghisap darah warganya.