NovelToon NovelToon
The MOONSTAR

The MOONSTAR

Status: tamat
Genre:Teen / Badboy / Tamat
Popularitas:119.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: Rhaze

Takdir tak akan berubah jika kau tak ingin merubahnya, berjuanglah untuk mendapatkan kebahagiaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhaze, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Ren turun ke bawah di mana ibu, kakak dan para sahabatnya sudah menunggu dirinya.

"Buset dah lama banget lu, dah laper ini!" Liam menggerutu menunggu sang sahabat yang di rasanya terlalu lama.

Nuna pun memukul belakang kepalanya "Lu dah makan oleh-oleh dari om gw masih laper aja lu!".

"Ya kan itu pagi Na— abis bantuin di bengkel ya laper lah!"

Nuna pun hanya berdecak sebal, mendengar jawaban dari sahabatnya itu.

"Bilang makasih ya buat om kamu, ampe repot-repot di bawain oleh-oleh segala"

"Iya bu— " Nuna pun mengangguk.

"Ayo makan— katanya udah pada laper" ibu pun membagikan piring untuk mereka makan.

Mereka makan di selingi canda tawa, dimana hanya Liam yang sudah menambah porsi makannya, dan membuatnya jadi bahan ledekan mereka semua.

.

.

.

Setelah selesai Ren, Taksa dan Nuna memutuskan kembali ke bengkel, sedang Liam pulang kerumah karena dia harus berangkat ke kampus.

Di perjalanan mereka memilih lewat jalan besar, karena Ren dan Taksa akan mampir ke toko yang menjual spearpart motor.

Saat di perjalanan pulang, di seberang jalan mereka tiba-tiba ada mobil yang mengalami kecelakan.

.

.

.

Fayre sedang mengendarai mobilnya setelah mengantar pesanan pelanggannya, ya cafe Fayre juga memiliki layanan Delivery order.

Sebenarnya dia memiliki karyawan khusus untuk Delivery order, tapi dia memutuskan pergi mengantar sendiri pesanan pelanggannya itu karena akan membeli kebutuhan cafenya.

Saat di perjalanan Hpnya berbunyi, dia hendak mengangkatnya tiba-tiba ada seekor kucing melintas, dia pun segera membanting stir dan menabrak pohon di depannya.

Untung dia mengendari kendaraannya tidak dengan kecepatan tinggi, sehingga tak terjadi apa-apa dengan dirinya, hanya mobilnya yang agak sedikit ringsek.

Dia pun segera turun dan melihat kondisi mobilnya, di tengah kepanikan dia di datangi dua orang lelaki dan sorang gadis yang mengendarai motor mereka. Ya mereka Ren, Taksa dan Nuna.

.

.

.

Ren pun mendekati gadis itu yang tampak raut prustasi di wajahnya.

"Lu ngga papa?" Ren bertanya cemas.

"Mobil gw—" Fay ingin sekali menangis.

"Kenapa ampe nabrak gini?" tanya Taksa.

Fayre yang masih panik hanya memegang kepalanya, dia sangat ketakutan.

Dia pun langsung mengambil hp di mobilnya hendak menghubungi para sahabatnya.

Fayre menghubungi nomor Ivy tak ada jawaban, dia pun beralih ke nomor Myla.

"Myl— ' sambil menangis ' gw kecelakan!" terdengar Myla menjawabnya dengan nada panik.

"Di jalan perempatan daerah xx!" jelasnya.

Fayre pun segera mematikan hpnya dan berjongkok sambil mencengkram erat kepalanya dengan kedua tangan.

Dia sangat ketakutan, bukan tanpa sebab ia begitu, jika sang ayah mengetahui kejadian ini, dia yakin ayahnya itu akan segera menyeretnya pulang, dan dia pasti akan di kekang lagi.

Kemana-mana akan di antar sopir, sungguh membuatnya frustasi, karena sang ayah akan membatasi geraknya dalam bergaul.

Ren pun mendekati gadis yang tampak kacau di pinggir jalan itu.

"Hei—!" menyapa berharap tak menakuti gadis itu.

Fayre yang mendengar ada seseorang di sebelahnya lantas menengok ke arahnya.

Dia mengerjap, lelaki di hadapannya ini sangat tampan, walaupun berpakaian agak urakan, jantungnya berdebar debar, jarak dirinya dengan sang lelaki tak terlau jauh, karena lelaki itu sedikit membungkuk untuk menyapanya.

Fayre pun lekas berdiri dan sedikit salah tingkah, dia pun merapikan anak rambutnya untuk mengalihkan kegugupannya.

"Lu— ngga papa kan? mengulangi pertanyaan yang tadi belum di jawab gadis itu.

'Cantik ' Ren menambahkan dalam hati, melihat gadis di hadapannya ini tak menampik dia memujinya, walaupun keadaan sang gadis tampak kacau, dengan mata bengkak dan hidung yang memerah.

Fayre pun hanya mengangguk, dia tampak merona, sungguh dia terpesona dengan lelaki di hadapannya ini, dengan senyum yang sangat menawan.

Pradipa adalah laki-laki dewasa, walaupun memiliki wajah yang tampan tapi bisa di katakan masih kalah dengan lelaki di hadapannya ini. Perbedaannya mungkin faktor umur, dan cara berpakaiannya saja.

Nuna yang melihat gadis itu salah tingkah, langsung berdiri di tengah mereka, dia tak suka jika lelaki incaran hatinya itu di dekati wanita lain.

"Ngga nelpon derek aja, bawa nih mobil ke bengkel!" ketusnya, sambil melipat tangannya di dada.

Fayre hanya menggeleng sedikit berjengit mundur saat tiba-tiba gadis itu berdiri di hadapannya.

Tak lama Ivy dan Myla datang dengan mobil mereka. Dan mereka langsung memeluk Fayre, sambil memutar-mutar tubuh Fay, memeriksa apa gadis itu terluka.

Fayre yang tau sahabatnya itu khawatir pun menghentikan kegiatan mereka dan mengatakan dia baik-baik saja.

Taksa terbengong-bengong melihat kumpulan gadis cantik di hadapannya ini.

Ivy yang tak tau apa-apa mendadak langsung memandang tajam Ren dan teman-temannya " kalian yang bikin temen gw kecelakaan ya!" semprotnya.

Ren yang melihat gadis di hadannya ini salah paham lantas menggeleng-geleng kepalanya dengan tawa mencibir.

Fayre menyentuh lengan Ivy karena gadis itu asal ucap saja tanpa bertanya terlebih dahulu kepada dirinya.

Nuna langsung melotot, sedang Taksa langsung menjawabnya " whoa....whoa.....whoaa...relax— temen lu nabrak sendiri, justru kita ini niat mo nolongin!"

Fayre pun langsung menjelaskan penyebab dirinya kecelakaan, Ivy yang malu pun segera meminta maaf.

"Makanya klo ngomong jangan asal jeplak, tanya dulu! maen nuduh aja!" Sinis Nuna masih dengan melipat tangannya.

"Kan gw dah minta maaf!" Ivy pun membalas dengan tak kalah ketusnya.

"Ya udah kita balik dulu!" Ren pun pamit karena merasa gadis itu sudah di temanin oleh kawan-kawannya.

Fayre pun langsung mencekal tangan Ren berusaha menghentikan langkah lelaki itu.

Ren pun menengok kembali, sedangkan Nuna langsung menghempaskan tangan Fay yang mencekal tangan Ren, emosinya merangkak naik ingin sekali dia mengacak-ngacak gadis di hapannya ini.

Fay yang kaget hanya pasrah dan melanjutkan bertanya ke arah Ren "lu tau bengkel mobil di sini?."

"Di sini ngga ada bengkel mobil, kebanyakan bengkel motor" jawabnya.

"Di kota noh bengkel mobil banyak, disini mah daerah pinggiran!" Nuna masih menjawab dengan ketus.

"Tapi pasti tau mesin mobil kan?" dia tau ini daerah pinggir kota, jika dia membawa mobilnya ke bengkel mobil yang ada di kota sudah di pastikan ayahnya akan mengetahuinya.

Bukan apa-apa, mereka pasti akan tahu dari plat mobilnya, pemiliknya adalah pengusahawan yang terkenal di kota ini dan mereka pasti akan mencari muka terhadap sang ayah, mereka tidak tau saja bahwa ia enggan jika ayahnya itu tau.

"Ngga tau dah! tapi klo lu penasaran gw bisa bawa lu kesana"

Ren masih mencoba membantu.

Fayre pun hanya mengangguk, Ren meminta kunci mobilnya dan Fayre pun menyerahkannya begitu saja. Ren segera masuk ke mobil itu.

Ivy segera mencekal bahu Fay menghentikan saat gadis itu akan menaiki mobilnya di kursi penumpan.

"Yakin lu sama orang-orang ini Fay?" tanyanya merasa tak yakin dengan penampilan Ren.

"Gw ngga punya pilihan laen, lu ikutin gw aja dari belakang"

Fay pun memasuki mobilnya.

Ren pun mengendarai mobil Fay ke arah bengkel tempatnya bekerja, om Tisna sedang duduk karena dia baru saja selesai memperbaiki motor pelanggannya, ia pun menengok ke arah depan bengkel saat ada mobil dengan keadaan sedikit ringsek itu parkir di depannya.

.

.

...****************...

1
Namika
wkwkkwkwk
Bunda Silvia
bingung ngasih kado buat anak ningrat kasih kado mahal dompet ngga memadai pasti paling beli benda unik atau di ajak ketempat rekreasi yg blm tentu orang ningrat tau tempat itu
Bunda Silvia
Luar biasa
Sak. Lim
wajar ga normal
Bukan mawar🥀
Aku baru komen saat udah baca kisah nya fay sama ren and the geng sampai tamat,, ini author naburin bawang berapa kg yaa di bagian part pas pay pamit mau kuliah ke luar negri ya ampuuun nooooo!! aku pasti bakalan gagal move on dari kisah ini, thank you othor❤️❤️ lobe you banyak banyak, sukses terus yaaa
A.T Nasution
ada yang terlalu GR
antiloversn
haii kak... aku mampir nihh dikarya kakak udh ku kasi 55 like, 5 rate , sama gifts... feedback jgn lupa mampir juga di karya ku. Kasih 5 rate , sama gifts ya kak di salah satu ceritaku sama 55 likeback👍😄🙏
-YOU'RE MINE, SERRA
-POSESSIVE PILOT
-"AFFAIR WITH UNCLE++"
-My best friend's Daddy is my husband
-Pengantin Pengganti Tersakiti
Phicha Sinchan
suka banget dg ceritax di akhir cerita malah ada irisan bawang banyak banget.. sukses selalu thor, dtunggu karya lainx
zeanii_zhikazu
makin gemas ama nuna
zeanii_zhikazu
gemas ama nuna..
Gita Jab
cerita nya bikin gue, serasa ngalamin jatuh cinta berulang kali, senyum2 sendiri, author sukses buat saya gemes sama cerita nya.
Gita Jab
cowok keren dan col memang bikin baper
Fanny Margaretha
semangat ya othorrr
Fanny Margaretha
kakak adik lelaki emang gengsinya tinggi buat nunjukin rasa sayang
A.T Nasution: rasa sayang kakak adik tidak tampak di luar, tapi di dalam hati
total 1 replies
Reyna
semangat thor
Riyanti Riri
suka ka dengan cerita,walaupun singkat tp berkesan,aqu sudah membaca 2 karya mu,keduany aqu suka,aqu tunggu lg karya mu yg lain😄😄😄😄
Riyanti Riri
sukaaaaaaa
𝐓𝐢𝐟𝐟𝐚𝐧𝐲
kakak, folback dnk
must~cherry33
tince si tukang lunak:-D
Ai Hodijah
lho kok...end?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!