NovelToon NovelToon
Sebuah Rasa

Sebuah Rasa

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:4.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: ThaRoe

Chelsea Cellina Stefani adalah seorang gadis cantik dan juga pintar dia adalah sahabat baik Earlyn.
Mereka telah bersahabat semenjak kecil.

Darielle Abrisham Nathaniel atau yang biasa dipanggil Ziel adalah sahabat kecil mereka.

Ketika lulus SMA Ziel melanjutkan kuliah di Harvard University sehingga mereka terpisah selama beberapa tahun. Namun walau begitu mereka masih tetap saling memberi kabar.

Ziel tidak mengetahui bahwa diantara Celline dan Earlyn memendam perasaan yang sama pada orang yang sama. Akankah Ziel memilih salah satu diantara mereka ataukah dia menjatuhkan pilihan pada gadis lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ThaRoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hatiku

Dengan tetap tersenyum akhirnya dia kembali ketempat semula. Dia mengambil buah dan snack serta langsung memakannya tanpa berbasa-basi lagi.

Axel memperhatikan Celline dengan seksama.

"Kamu kenapa? Matamu bengkak seperti orang habis nangis" tanya Axel

"Oh...tadi...itu...anu...mataku kemasukan binatang Xel. Ini saja masih sakit di antub tawon mungkin" jawab Celline berbohong.

"Coba mana sini aku lihat" Axel segera berjalan ke arah Celline lalu dia memegang dagunya hingga wajah Celline menengadah kepadanya. Dengan pelan-pelan dia meniup-niup mata Celline berharap rasa sakitnya segera hilang.

Celline hanya pura-pura mengerjap-ngerjapkan matanya saja. Mas bodohlah dengan yang dilakukan Axel. Hatinya masih sakit saat ini ingin rasanya dia menutup matanya dan begitu membuka matanya dia hanya bermimpi. Ahh....andai saja itu semua hanya mimpi tentu tidak sesakit ini hatinya. Taklama Earlyn dan Ziel berjalan menghampiri meja mereka, Celline tidak berani menoleh ke arahnya. Dia merasa sebagai perampok yang baru saja tertangkap basah. Malu...dan maluu amat sangat tetapi ehhh...ternyata Ziel memang tidak menatap ke arahnya dan detik ini juga dia merasa menjadi orang yang paling terbuang. Dia segera melepaskan tangan Axel yang sedang memegang dagunya dan segera mengucek-ucek matanya.

"Jangan diusak begitu mata kamu Line sebentar aku ambilkan obat tetes mata" setelah berkata begitu Axel langsung masuk ke rumah mencari kotak P3K dan segera mengambil obat tetes mata untuk Celline.

"Kenapa Celline" tanya Jasvier

"Matanya bengkak ke antub tawon" jawab Axel

"Masa iya ada tawon disini" tanya Jasvier bingung.

Mendengar percakapan Jasvier dan Axel akhirnya mau tidak mau Ziel melihat ke arah Celline. Merasa Ziel melihat ke arahnya Celline buru-buru memalingkan wajahnya.

"Sudah Xel...sudah nampak lebih baik" jawab Celline.

"Awas merah mata kamu nanti Line. Besok gak usah ngampus dulu ya" Axel

"Aihhh....ngaco kamu cuma diantub tawon saja sampai harus bolos kuliah. Memang aku secengeng itu apa?baru juga tawon Xel dikejar anjing saja masih bisa aku lawan apalagi cuma tawon. Sudah ah jangan lebeyyyy kamu jadi cowok. Kamu mau makan apalagi aku ambilin" Celline

"Ihh...baik banget sih pacar aku malam ini. Aku mau nasi goreng Line perut aku nampak lapar" Axel

"Baiklah...hari ini adalah hari spesialmu maka aku akan menuruti maumu" jawab Celline sedikit kencang biar didengar Ziel.

Melihat perlakuan Celline membuat Ziel bingung. Apa benar yang Earlyn katakan jika Celline menyukainya?buktinya dia biasa saja malah sekarang bertatap muka atau sekedar menyapa saja tidak. Sudahlah jangan dipikirkan lagi lebih baik begini dia takut menyakiti hati wanita. Kemudian Ziel meneruskan kembali bercakap-cakap dengan Earlyn sambil tertawa-tawa.

"Aihh....kenapa mata ini selalu ingin melihat ke arahnya. Tolong kondisikan mata kamu Celline jangan menatap ke arahnya kamu tidak akan sanggup. Iya....lebih baik aku menganggap tidak ada keberadaannya mungkin dengan begitu bisa menekan sedikit hati dan perasaanku" Celline

Tak berapa lama handphone Celline nampak berdering dan dengan sigap dia segera mengambil ponselnya lalu berjalan ke sudut ruangan dia membuka ponsel itu dan nampak bercakap-cakap dengan seseorang sambil mengulum permen kojeknya.

"Aku akan pulang sebentar lagi ma jangan tunggu aku karena aku sudah bawa kunci sendiri" Celline

"Iya...iya..mama sayang...sudah ya bye mah"

Klik...Cellinepun segera mematikan handphone-nya dan dia segera menghampiri Axel.

"Xel...aku balik duluan ya mamaku sudah menelponku dan aku harus pulang sekarang. Kamu gak usah antar aku karena aku akan pesan goj*k" Celline

"Nggak...nggak bisa biar aku antar kamu pulang" jawab Axel sambil melihat jam tangannya.

"Hah....baru jam sembilan Line,apa kamu tidak salah jam segini mau pulang? Biasanya jam 11 kamu pulang" tanya Axel heran.

"Ohh...itu tadi mamaku menelpon ada perlu sama aku katanya makanya aku disuruh pulang. Sudah ya aku balik sendiri saja" Celline

"Tidak...tunggu disini jangan kemana-mana aku ambil kunci mobil dulu" lalu Axel menarik tangan Celline dan bergegas masuk kedalam rumahnya untuk mengambil kunci mobilnya.

Celline kemudian pamit pada semua orang rumah dan juga kepada kawan-kawannya.

"Ahh...Celline gak seru nih masih jam segini Line kamu sudah mau pulang? Ayolah tunggu jam 11 malam atau kamu nginap dikamarku saja" ajak Queen.

"Lain kali ya Queen...mama lagi ngebutuhin bantuan aku" Celline

"Butuh bantuan apa sih? Sini aku bantuin juga" Queen

"Hehehe....gak bisa sayang cuma aku yang dibutuhin mama. Besok-besok juga kita bisa ngumpul lagi. Tenang masih banyak waktu Queen" Celline.

"Aku masih mau ada kamu disini tapi ya sudahlah kalau kamu mau pulang duluan jangan lupa malam minggu kita ngumpul lagi" Queen

"Hehehe....semoga bisa Queen" Line

"Apaan semoga bisa...pokoknya wajib datang kamu Line. Aku akan mencarimu dimana saja sampai ketemu dan akan menyeret kamu kesini" Axel

"Hahaha....galak amat kamu Xel" Line

"Cewek ngeyel kaya kamu harus ditungguin kalau tidak bisa kabur kemana-kemana" jawab Axel mantap.

"Cihh....kamu kira aku anak kecil, aku kan juga punya pekerjaan dan privasi sendiri Xel sudah jangan suka melarang-larang aku" Line

"Aku tidak perduli yuk kita pulang sekarang" Axel segera menarik tangan Celline dari hadapan semua orang. Kemudian Celline melambaikan tangannya pada semua orang.

"Aneh...dia sama sekali tidak menyapaku" sesal Ziel

"Lyn...apa kamu yakin dengan ucapanmu jika Celline menyukaiku?" Tanyanya dan Earlyn langsung menganggukkan kepalanya.

"Aneh tapi dia sama sekali tidak menatapku atau menyapaku padahal tadi kita masak bersama" Ziel

"Entahlah kak aku tidak tahu" Earlyn.

"Lupakan saja mungkin dia menyukai Axel juga. Kemana-mana kan dia juga bersama Axel. Dia menyukai kalian berdua"Earlyn

Ziel nampak menarik nafas lega.

"Ya...lebih baik dia bersama Axel" jawabnya sedikit berguman. Mendengar perkataan Ziel semakin membuat hati Earlyn berbunga-bunga. Setidaknya saingan dia sudah tidak ada lagi. Pertempuran saat ini dimenangkan olehnya begitu pikirnya dan merekapun melanjutkan acara itu lagi tanpa Celline dan Axel.

"Ntahlah nampak ada yang kurang" Jasvier

"Akupun sudah tidak semangat lagi" Queen

"Jangan kecil hati kan masih ada aku dan kakak Ziel sebentar lagi juga Axel datang. Ayo dong kalian semangat biar aku semangat juga" Earlyn

"Gak ada Celline jadi gak ada yang masakin kita. Biasanya suka ada ide-ide lain dari dia" Queen

"Queen kamu jangan manja...cobalah kamu masak sendiri sana berdua Earlyn. Mungkin Celline lelah meladeni kalian" Ziel

"Nggak kok kak....dia paling rajin diantara kita semua. Dia tau apa yang kita mau" Queen

Ziel nampak manggut-manggut dia mengerti perkataan adiknya karena mereka yang selalu bersama Celline.

"Dia sedang ada urusan biarkan saja kita tidak bisa memaksa dia dan seperti katanya dia juga mempunyai privacy sendiri" Ziel

"Aneh....bertahun-tahun baru aku dengar jika dia punya privacy. Biasanya kita adalah privacynya dia. Apa ada sesuatu terjadi dengannya?" Tanya Jasvier dan mereka mengangkat bahu semua.

"Sudah....sudah...ayo kita lanjutkan acara kamu Queen oh ya Mikaela suruh keluar Queen" Ziel.

"Malas....pasti dia bersama daddy kan dia nemplok di daddy terus tiap malam" Queen

"Ya sudah kita lanjut atau bubar semuanya?" Tanya Ziel

"Lanjutlah kak" Queen

"Jangan ada keluhan lagi" ucap Ziel dan akhirnya merekapun tetap melanjutkan aktivitas itu sambil menunggu Axel pulang.

Di mobil Axelpun Celline lebih banyak diamnya dan itu membuat Axel kesal.

"Kamu kenapa sih Line, hari ini kamu tidak seperti biasanya. Apa ada yang salah di aku?" Tanyanya lagi.

"Gak ada Xel...kamu sangat baik kepadaku bahkan terkadang aku bingung dengan semua kebaikan kamu" Line

"Jangan bingung-bingung cukup kamu mau jadi pacarku maka akupun akan memberikanmu semua duniaku" Axel menjawab dengan serius namun Celline malah mentertawakannya hingga membuat Axel menutup bibirnya rapat-rapat dan menekuk wajahnya.

"Puffftt" Celine kembali tergelak melihat ekspesi Axel.

"Sudah puas ketawanya nona?" Ucap Axel sambil melirik kesal ke arah Celline.

"Wajah kamu itu loh Xel lucu mirip badut jadi pengen aku tempel aja muka kamu yang seperti itu dikamarku. Jadi kalau aku bete bisa langsung ngakak lagi melihat wajah badutmu itu"ucal Celline

"Terserah padamu Line....apa lebih baik kita tidur sekamar saja ya jadi kamu gak akan pernah bete lagi aku jamin" Axel.

Mendengar perkataan Axel Celline malah melotot dan mencubit pipinya dengan keras.

"Dasar otak mesuum maunya sudah ngamaran aja. Memang kamu kira aku mau seperti gadis-gadis kamu itu yang selalu kamu ajak ke kamar hotel?" Ucal Celline galak.

"Ehh....Line aku sudah tobat tidak pernah ngamar lagi. Sudah 3 bulan aku off" Axel

"Astogeh Axel....kamu kebangetan banget sih banyakkan anak kampus yang kamu ajak ngamar?" Celline

"Ahh.. kamu...gak ada...gak ada" jawab Axel berbohong.

"Bohong....ada beberapa gadis mengadu kepadaku setelah kamu campakkan. Tega banget sih kamu jadi cowok" Line

"Itu cerita lalu Line...aku sudah tobat beneran sejak kejadian itu aku sudah ngak pernah ngamar lagi sama gadis manapun. Aku cuma mau sama kamu sekarang" Axel.

"Iiihh....amit-amit aku mau ngamar sama kamu...jangan mimpi kamu Xel" Line

"Hehehe....semakin kamu tolak maka aku akan semakin bersemangat" jawab Axel santai dan Celline menunjukkan wajah jijiknya kepada Axel sementara Axel hanya menjulurkan lidahnya pada Celline.

Mobil yang dikendarai Axelpun akhirnya memasuki jalan rumah Celline walaupun bukan termasuk komplek perumahan namun rumah-rumah disitu tertata rapi dan nampak minimalis. Akhirnya Axel berhenti dirumah tingkat dua yang cukup apik milik papa Yugho. Dia segera mengitari mobilnya dan bermaksud membuka pintu mobilnya namun Celline sudah keluar terlebih dahulu.

"Yaahh....selalu gagal mau buat romantis untuk kamu Line"sesal Axel

"Hahaha....aku bukan tuan putri Xel yang harus kamu bukain dan tutupin pintu. Selagi tangan aku masih mampu digerakkan maka aku kan memaksimalkan semua kemampuan aku" lalu dia mencubit kedua pipi Axel dengan kedua tangannya.

"Aduh Line bisa-bisa kendor pipi aku kamu tarikin terus" Axel

"Bodo amat" jawab Celline namun seketika Axel segera menarik tubuh Celline dan segera mengecup bibirnya hingga membuat Celline murka dan melotot tajam.

"Bodo amat" ucap Axel sebelum Celline bertanya.

"Bye....ingat pesanku aku cinta kamu dan aku serius" setelah berkata seperti itu Axel segera masuk ke dalam mobilnya dan mengklakson beberapa kali sebelum akhirnya dia melajukan mobilnya kejalan raya dan pulang menuju rumahnya.

Celline masih diam dan nampak syok dengan perkataan Axel setelah mobil menghilang dari pandangannya barulah dia masuk ke dalam rumahnya sambil memikirkan perkataan Axel.

*********

Aduh Axel kamu selalu menyerobot bibir Celline sih padahal Ziel aja belum mencicipinya😂😂

Holaaa genks jangan lupa like vote n komennya sayangkuh🤗

Lop yu pul muaacchhh😘😘😘😘😘

Back to nguli lagi genks😂😂

1
Sri Mulyani
thor apakah tidak ada cerita tentang zoy
martina melati
entah ini nivel x y thor... jujur, biasany cowok2 jarang mau drayakn saat ultah... pdhl sdh usia dewasa (18th ke atas)
Ayu Roesly
Luar biasa
Supry Atun
semoga sehat selalu thor semangat
Supry Atun
celline hamil mungkin 🤭🤪😄
Supry Atun
habis pakai jubah dokter terus di panggil untuk naik panggung 😄
Wiwin Budi Rahayu
kemana ya. anak angkat ziel scout. kokgak pernah muncul.
Sri Rahayu
scout kemana thor
Sri Rahayu
munkin kah cellin hamidun jd mood'y jd kek gitu
Sri Rahayu
mama fir banyak koleksi foto" daun muda yg gantenk" rupa"y..y ampun ma untunk papa yu sabar banget..😅😅😅
Sri Rahayu
sumveh thor q jd ngakak jd ngikutin siska ngomonk🤣🤣🤣🤣🤣
Sri Rahayu
wiiihhh keren mama fir kalo udah marah mah sadis beeeeddd👍
Sri Rahayu
thor q masih bingunk sebener'y cellin d perkosa apa g sih...g faham q serius dah
Sri Rahayu
kesian mama firda g d gubris omongan'y...
Sri Rahayu
mamus mampus mampus kau ziel...lagu laguan ragu sma anak yg d kandunk cellyn
Sri Rahayu
mampus lo ziel..tak sumpahin nyesel se ntesel"y
Sri Rahayu
tuh kan bener ziel ragu y ampun masih berharab cellyn g d apa"n sama yudha..beneran g adil thor crita mu kali ini..nyesek banget q..kesian sma cellin lg hamil jauh dr laki'y mana d raguin lg anak'y..astaga naga andai bisa q cekek ziel lewat onlen...
Sri Rahayu
hamil kah..jangan sampai s ziel ragu ank yg d kandunk cellyn...kalo ragu tak cekek ampe mati lo ziel.
Sri Rahayu
terlalu kejam jika sampai bnenar" cellyn d gagahi oleh yudha...g trima q thor
Sri Rahayu
cellyn mah mulai nyari gara" ih...tegas napa ama yudha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!