NovelToon NovelToon
Sistem Check-in Tiada Tanding

Sistem Check-in Tiada Tanding

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Di dunia modern di mana kultivasi berjalan beriringan dengan teknologi, Chen Mo adalah siswa jenius dengan nilai teori sempurna yang bermimpi menjadi kultivator hebat.

Namun, kenyataan pahit menghantam di hari kelulusan saat Upacara Kebangkitan menunjukkan bahwa dia hanya memiliki Bakat Rank F—level terendah yang dicap sebagai "sampah".

Kekecewaannya bertambah ketika teman masa kecilnya, Su Mengqi, yang membangkitkan Bakat Rank S, langsung memutuskannya demi mengejar masa depan bersama para elit.

Meskipun diremehkan oleh semua orang dan masuk ke Akademi Naga Bintang yang bergengsi hanya karena jalur akademis, Chen Mo tidak putus asa, terutama setelah dia secara tak terduga membangkitkan "Sistem Check-in".

Melalui sistem ini, dia mendapatkan hadiah tak terbatas mulai dari pil langka, teknik kuno, hingga uang tunai hanya dengan melakukan check-in di berbagai lokasi akademi.

Diam-diam, di balik tembok akademi yang penuh cemoohan, Chen Mo mulai menumpuk kekuatan dan kekayaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Kabut hitam di zona dalam Hutan Kabut Hitam terasa semakin pekat dan menyesakkan dada.

Cahaya matahari sore sama sekali tidak bisa menembus kanopi pepohonan raksasa yang saling berhimpitan di atas sana.

Bagi kebanyakan murid akademi, tempat ini adalah mimpi buruk yang hanya menjanjikan kematian.

Namun bagi Chen Mo, kegelapan hutan ini terasa seperti taman bermain yang sangat menyenangkan.

"Saudara Chen, apakah kita tidak terlalu jauh masuk ke dalam?"

Wang Bo bertanya dengan suara bergetar sambil terus menempel di belakang Chen Mo.

Murid kurus itu memegang sebatang kayu besar sebagai senjata darurat.

"Area pinggiran sudah dibersihkan oleh pihak akademi minggu lalu, tidak ada barang berharga yang tersisa di sana," jawab Chen Mo tenang.

Chen Mo menjawab santai tanpa menghentikan langkah kakinya.

Berkat skill Insting Predator Hutan, dia bisa merasakan setiap ancaman di sekitarnya sebelum bahaya itu mendekat.

Matanya yang dilapisi Mata Kebenaran juga dengan mudah memilah mana tanaman beracun dan mana herbal berharga.

Sret.

Chen Mo berjongkok dan mencabut sekuntum bunga berwarna biru pucat yang tumbuh di dekat akar pohon busuk.

"Itu Bunga Penyejuk Jiwa, harganya setidaknya lima puluh ribu koin bintang di apotek akademi," ucap Chen Mo santai.

Dia melemparkan bunga itu ke arah Wang Bo yang langsung menangkapnya dengan panik.

"Saudara Chen, kau memberikan ini padaku?" tanya Wang Bo tidak percaya.

"Simpan saja ke dalam ranselmu sebagai bekal tambahan."

"Kau sudah memilih untuk mengikutiku, jadi kau berhak mendapat bagian dari hasil panen hari ini," jawab Chen Mo datar.

Wang Bo menelan ludah, air mata haru kembali menggenang di pelupuk matanya.

Dia belum pernah diperlakukan sebaik ini oleh siapa pun sejak masuk ke Akademi Naga Bintang.

Krak, krak.

Suara ranting patah terdengar dari arah semak belukar di depan mereka.

Wang Bo langsung memucat dan mengangkat kayu besarnya dengan tangan gemetar.

"Tetap di tempatmu, itu hanya tiga ekor Babi Hutan Bertanduk Besi dari zona tengah," instruksi Chen Mo.

Chen Mo meletakkan tas punggungnya dan berjalan maju dengan tangan kosong.

Tiga ekor monster seukuran mobil kecil menerjang keluar dari semak-semak dengan mata merah menyala.

Tanduk besi di moncong mereka cukup tajam untuk menembus pelat baja setebal lima sentimeter.

Wuuush!

Monster pertama menerjang lurus ke arah dada Chen Mo dengan kecepatan penuh.

Chen Mo hanya memiringkan tubuhnya sedikit, membiarkan monster itu melewatinya.

Buaaagh!

Satu pukulan telak dari tangan kanan Chen Mo menghantam sisi kepala babi hutan tersebut.

Kepala monster itu langsung hancur, tubuhnya terpelanting dan mati seketika sebelum menyentuh tanah.

Dua babi hutan lainnya langsung mengerem langkah mereka karena terkejut.

Sayangnya, Chen Mo tidak memberikan mereka kesempatan untuk berpikir.

Langkah Hantu Asura membuat tubuhnya berkedip dan muncul di antara kedua monster itu.

Craash! Craash!

Kedua tangannya menembus dada para monster itu dengan mudah, seolah menembus lumpur yang lembut.

Dalam waktu kurang dari lima belas detik, tiga monster Rank C tingkat menengah telah menjadi mayat tak bernyawa.

Chen Mo mencabut tiga inti monster berwarna merah gelap dari tubuh mereka dan mengelap tangannya.

Wang Bo yang menonton dari jauh hanya bisa menjatuhkan kayu di tangannya dengan mulut terbuka lebar.

"Ya Tuhan, kau benar-benar dewa perang yang sedang menyamar, Saudara Chen," gumam Wang Bo takjub.

"Jangan berlebihan, ini hanya peregangan otot biasa," balas Chen Mo sambil berjalan mengambil tasnya kembali.

Mereka melanjutkan perjalanan hingga Chen Mo tiba di depan sebuah gua yang tertutup sulur berduri.

Insting Predatornya mengatakan tidak ada monster di dalam sana, namun ada fluktuasi energi kuno yang sangat kuat.

Ting!

Suara mekanis sistem kembali berbunyi di dalam pikiran Chen Mo.

[Anda telah menemukan Gua Petapa Kuno yang tersembunyi di Hutan Kabut Hitam.]

[Mendeteksi lokasi check-in khusus tingkat tinggi.]

[Apakah Anda ingin melakukan Check-in di lokasi ini?]

Chen Mo tersenyum tipis di tengah rimbunnya hutan.

"Lakukan check-in sekarang," ucapnya di dalam hati.

Ding!

[Check-in Khusus Lokasi Gua Petapa Kuno berhasil.]

[Mendapatkan: Cincin Ruang Tata Surya (Kapasitas Tak Terbatas).]

[Mendapatkan: Teknik Pertarungan Fisik - Tinju Penghancur Bintang (Tingkat Bumi).]

Sebuah cincin berwarna perak kusam dengan ukiran rasi bintang tiba-tiba muncul di telapak tangannya.

Chen Mo langsung memakai cincin itu di jari telunjuk kanannya.

"Sistem ini sepertinya tahu aku butuh wadah untuk menyimpan bangkai monster tanpa ketahuan orang lain," batin Chen Mo puas.

Dengan Cincin Ruang ini, dia tidak perlu lagi bergantung sepenuhnya pada inventaris sistem yang rahasia di depan orang awam.

Sementara itu, di tempat yang sangat jauh dari lokasi Chen Mo saat ini.

Langit telah sepenuhnya gelap, menandakan malam telah tiba di Hutan Kabut Hitam.

Suhu udara turun drastis hingga mencapai titik beku.

Su Mengqi duduk meringkuk di bawah pohon besar, memeluk kedua lututnya yang gemetar kedinginan.

Di depannya, tenda mewah dan kantong tidur mereka telah berubah menjadi robekan kain kotor.

Lumpur rawa yang menempel di perlengkapan mereka membuatnya tidak bisa digunakan sama sekali.

Ini adalah hasil dari tendangan Chen Mo sore tadi.

Lin Feng duduk tidak jauh darinya dengan tatapan kosong yang menyedihkan.

Celana pemuda arogan itu masih basah oleh air kencingnya sendiri, baunya sangat menyengat hidung.

Harga diri dan kesombongan Lin Feng telah hancur sepenuhnya akibat tekanan mental dari Chen Mo.

"Tuan Muda Lin, kita harus bagaimana sekarang, hutan ini terlalu gelap," rengek Zhao Hao yang terus menangis.

"Diam kau, sampah, jangan mengajakku bicara!" bentak Lin Feng dengan suara bergetar.

Su Mengqi menatap Lin Feng dengan rasa jijik yang tidak bisa disembunyikan lagi.

"Jika saja kau tidak serakah dan memprovokasi Chen Mo, kita tidak akan berada dalam situasi seperti ini," ucap Su Mengqi dingin.

Lin Feng menoleh dan menatap Su Mengqi dengan mata memerah.

"Oh, jadi sekarang kau membela si sampah itu?!"

"Kemana perginya kesombonganmu saat kau menolaknya di hari kebangkitan, Nona Jenius?!" balas Lin Feng marah.

Kata-kata Lin Feng tepat mengenai luka terdalam di hati Su Mengqi saat ini.

Gadis itu terdiam, air matanya perlahan menetes membasahi pipinya yang kotor oleh debu.

Dia teringat kembali pada punggung Chen Mo yang berjalan pergi meninggalkannya tanpa keraguan sedikit pun.

Tatapan mata pemuda itu saat menatapnya bukan lagi tatapan hangat penuh perhatian seperti dulu.

Itu adalah tatapan seorang manusia yang sedang melihat kotoran di pinggir jalan.

"Aku telah membuang orang yang paling berharga dalam hidupku," isak Su Mengqi pelan dalam kegelapan.

Rasa penyesalan yang luar biasa kini menggerogoti hatinya layaknya racun yang mematikan.

Auuuugghhh!

Tiba-tiba, lolongan panjang yang mengerikan terdengar dari segala penjuru hutan.

Suara itu sangat dekat, menandakan ada sekawanan monster yang sedang mengelilingi mereka.

Aroma darah dari mayat Serigala Bayangan yang dibunuh Chen Mo tadi rupanya memancing predator lain untuk datang.

"Tidak, mereka datang!" jerit Zhao Hao panik.

Lin Feng segera menghunus pedangnya, namun tangannya bergetar begitu hebat hingga pedang itu nyaris terjatuh.

Su Mengqi memaksa dirinya berdiri, mencoba mengumpulkan sisa-sisa energi es di tangannya.

Namun tanpa perlengkapan dan makanan pemulih energi, mereka hanyalah tiga ekor domba yang menunggu untuk disembelih.

Malam ini akan menjadi malam paling panjang dan menyiksa bagi kelompok elit yang sombong tersebut.

Di sisi lain hutan, Chen Mo sedang duduk santai di depan api unggun kecil di dalam gua.

Gua itu sangat hangat dan aman dari jangkauan monster berkat aura petapa kuno yang masih tersisa.

Chen Mo sedang membolak-balik sepotong daging paha babi hutan di atas api menggunakan dahan kayu.

Lemak daging itu menetes ke bara api, menciptakan aroma panggangan yang sangat menggugah selera.

Wang Bo duduk di seberangnya, menelan ludah berkali-kali melihat daging panggang tersebut.

"Makanlah, kau butuh tenaga untuk mengumpulkan herbal bersamaku besok pagi," ucap Chen Mo sambil menyodorkan sepotong daging matang.

"Terima kasih banyak, Saudara Chen," Wang Bo menerimanya dengan tangan gemetar kegirangan.

Chen Mo memakan porsinya dengan tenang, matanya menatap kobaran api unggun.

Dia baru saja menyerap pengetahuan tentang Tinju Penghancur Bintang ke dalam ingatannya secara otomatis.

Teknik ini sangat cocok dengan kekuatannya, memungkinkan dia untuk memfokuskan tenaga fisiknya menjadi satu titik ledakan yang mematikan.

"Hutan ini memang menyimpan banyak kejutan," gumam Chen Mo pelan.

Tiba-tiba, Insting Predator Hutan miliknya berkedut sangat kencang.

Ada fluktuasi energi yang luar biasa besar dan kacau bermunculan dari kedalaman area terlarang Hutan Kabut Hitam.

Chen Mo meletakkan sisa dagingnya, matanya menatap tajam ke arah kegelapan di luar gua.

"Sesuatu yang sangat besar baru saja terbangun di pusat hutan ini," batin Chen Mo dengan senyum penuh antisipasi.

1
Naga Hitam
Chen Mo kaleee...
Yui: nama marganya sama soalnya/Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
bantai💪💪💪
Hadi Hadi
is good💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
$umb@k
mantap👍👍👍💪💪💪
pecinta karya orang
lanjutkan karyamu thor💪💪💪👍
Hadi Hadi
lanjut💪💪😍
Hadi Hadi
mantap💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
up😍
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
lanjutkan😍😍💪
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
lanjut😍
Hadi Hadi
is good😍😍💪
Hadi Hadi
kenapa lembek banget menjekelkan
Hadi Hadi
siy💪💪
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
selamat😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!