NovelToon NovelToon
Moving World In Strange Ways

Moving World In Strange Ways

Status: tamat
Genre:Fantasi / Action / Fantasi Timur / Misteri / Romantis / Tamat
Popularitas:589.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Slitherio

Seorang siswa yang terlambat ke sekolah berpindah ke dunia lain bersama dengan dua orang yang tak dikenalnya, setelah mereka ditabrak truk secara tidak sengaja.

Menurut suara misterius yang mereka dengar saat baru sampai di dunia itu, mereka harus menyelamatkan dunia itu dari kekacauan.

Kehidupan mereka berubah sejak mereka bertemu dengan seorang lelaki yang mengaku sebagai orang terkuat di dunia itu dan mereka belajar tentang keabadian dari orang itu.

Ikuti perjalanan mereka di dunia yang tak terduga, penuh darah, pertarungan, dan pengkhianatan itu.

[1 chapter untuk satu hari, dimohon bersabar...

Ada beberapa adegan garing, kalo gk lucu dimohon jangan ketawa...

Apabila terdapat kesamaan nama orang, lokasi, ataupun jurus, mohon maaf karena itu adalah ketidaksengajaan, beberapa disengaja ;)

Original story by Slitherio/Rio Andriana]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Slitherio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15. Pulau Giok Putih IV

Ray duduk di dalam rumahnya dan bersila sambil menatap Black Dragon Sword. Ia berencana untuk berlatih dengan Antonios, itupun kalau penunggu itu mau melatihnya.

Ray menarik Black Dragon Sword dan memejamkan matanya. Ia setidaknya memiliki gambaran alasan kenapa Agus bisa tidak makan siang tadi.

Mungkin saja ia berlatih dengan penunggu Golden Staff, pikir Ray mengingat Agus pernah sekali menyinggung tentang roh penunggu Golden Staff yang bernama Whu.

Ray memejamkan matanya cukup lama lalu membukanya. Ia masih ada di tempatnya tadi.

“Aneh, kenapa aku tak berpindah?”

Ray mencobanya sekali lagi dan kali ini berhasil. Ia masuk ke tempat tinggal Antonios dan ia melihat penunggu itu sedang berdiri sambil menatap cahaya putih.

Saking gelapnya tempat itu, sekalinya ada cahaya putih maka semuanya bisa terlihat. 

Dari penglihatan Ray, terdapat sebuah rumah dan sebuah kolam di tempat itu yang kemungkinan besarnya adalah rumah Antonios.

“Kau kembali...” Antonios menatap Ray sambil tersenyum hangat.

“Apakah senior memiliki cara untuk menembus Self Forging tingkat ke-15?” tanya Ray langsung ke intinya.

Antonios terlihat sedang berpikir sebentar lalu ia bertanya pada Ray, “Apakah kau sudah mencapai puncak Self Forging?”

Ray mengangguk, “Bahkan sudah sejak setengah tahun lalu...”

Antonios mengangguk, “Tapi itu hanya istilah saja, bukan?”

Ray kembali mengangguk, “Guruku pernah mengatakannya, kalau sebenarnya puncak dari Self Forging itu bukan di tingkat ke-15, melainkan jauh lagi ke atas...”

“Itu benar, dan yang perlu kau lakukan jika kau terhambat praktiknya sampai Self Forging tingkat ke-15, kau hanya perlu memaksakan dirimu untuk bisa melewatinya...” ujar Antonios.

“Oi, oi, apakah senior ingin membunuhku? Aku tak ingin mati sia-sia. Ada yang harus kulakukan...” Ray mendekati Antonios dan menunjuk Antonios, “Apakah tidak ada cara lain?”

Antonios berpikir lagi, “Setahuku, ada lagi satu cara, tetapi itu terlihat tidak mungkin...” Antonios menunjuk Ray, “Kau masih kurang untuk bisa melakukannya...”

“Apa maksud senior?”

“Begini, untuk bisa menembus Self Forging tingkat ke-15, kau memerlukan Mana dalam jumlah besar untuk bisa menghancurkan Divine Root milikmu yang kecil itu lalu membuat Divine Root baru yang bisa dipakai menyimpan Mana dalam jumlah besar pula...”

“Kalau aku memeriksa seluruh tempat yang kau kunjungi, aku rasa hanya tempat inilah yang bisa dipakai untuk menembus Self Forging tingkat ke-15...”

“Kalau begitu, bukankah akan sama saja seperti mencoba membuat Divine Root baru kalau menghancurkan Divine Root yang lama?” tanya Ray. Ia masih belum mengerti ucapan Antonios.

“Em, aku saja bahkan tak mengerti maksud ucapanku tadi...” Antonios menggaruk kepalanya, “Aku saja mendapat pemahaman itu dari pemilik pertamaku...”

“Memangnya siapa pemilik pertama pedang ini?”

“Seseorang... Yang dulu dijuluki sebagai ahli pedang terhebat, yaitu sang Black Dragon!” Antonios berseru dengan bangga, seolah pemilik sebelumnya itu adalah orang yang ia kagumi.

“Sudah meninggal mungkin dia...” Ray menggelengkan kepalanya.

“Dari mana kau tahu hal itu?” tanya Antonios.

“Karena aku belum pernah sekalipun diberitahu tentang nama orang itu, tak sekalipun...” Ray menaikkan bahunya.

“Kembali lagi ke pembicaraan...” Ray meregangkan jari-jarinya, “Apakah ada cara agar aku bisa menembus Self Forging tingkat ke-15?”

“Ada, cukup mengumpulkan Mana dalam jumlah besar untuk menghasilkan Divine Root baru yang kapasitasnya melebihi Divine Root milikmu sekarang...”

“Dengan kata lain, memperluas kapasitas Mana dalam Divine Root milikmu dengan cara menghancurkan Divine Root lamamu lalu menciptakan Divine Root baru yang kapasitasnya jauh lebih besar dan juga kuat...”

***

Mira memegang sabitnya dengan gemetar, ini baru pertama kalinya sejak mereka memiliki Dimentional Ring yang isinya senjata masing-masing dan ini adalah yang kedua kalinya Mira memegang sabitnya lagi.

Jujur saja, ia masih takut untuk berhadapan dengan penunggu Wyrmslayer lagi. Entah apa alasannya, ia merasa lemah di hadapan penunggunya.

Mira memejamkan matanya dan memilih untuk sekali lagi menemui penunggunya.

Saat Mira membuka matanya, seorang wanita dengan rambut ungu serta mata ungu juga menyambutnya dengan antusias, “Akhirnya kau kembali!”

Mira menaikkan alisnya, “Eh?”

“Aku tak memiliki teman bicara selama ini dan setelah kau kuberi sedikit kekuatan, kau malah ketakutan melihatku lagi. Apa alasannya?” wanita itu menunduk. Ia adalah Lunae, penunggu dari sabit Wyrmslayer.

“Itu... Kau terlalu kuat...” Mira menjawabnya dengan senyuman canggung. Ia tak menyangka kalau penunggu sabitnya ternyata bisa memiliki sisi seperti ini.

“Karena aku kuatlah, aku bisa membuat sabit ini terlihat kuat...” ujar Lunae, “Aku akan memberimu kesempatan untuk berguru padaku...”

“Tidak, aku datang hanya ingin menanyakan sesuatu...” ujar Mira lalu menaikkan telunjuknya, “Bagaimana caranya untuk bisa menembus Self Forging tingkat ke-15?”

“Kau mencari orang yang tepat!” Lunae memukul kepala Mira.

“Eh?”

“Sederhananya, kau hanya perlu melatih fisik, roh, serta Divine Root milikmu untuk bisa menahan efek dari penembusan ini...” 

“Apa efeknya?”

“Divine Rootmu yang terasa seperti ini pecah, organ tubuhnya yang serasa ditekan dari segala sisi, panas yang membara, itulah efek dari penembusan ini...”

Mira segera memasang tampang tak percayanya. Apakah Lunae ini berniat menakutinya?

“Apa kau berniat membunuhku?!” Mira menunjuk Lunae.

“Eh, itu benar...” Lunae menekan jari telunjuk Mira, “Efeknya memang seperti itu karena ada satu orang yang dulu pernah mencapainya...”

“Siapa?” tanya Mira.

“Sang Kera Sakti, Shoun...” jawab Lunae.

“Bagaimana kau bisa tahu kalau Kera Sakti ini dulu pernah melewati Self Forging tingkat ke-15?” tanya Mira.

“Karena saat rekannya sedang berlatih, ia juga berlatih dan aku yang merupakan senjata temannya melihat prosesnya...” ujar Lunae, “Kau benar-benar menanyakan hal itu pada orang yang benar...”

“Satu lagi, Kera Sakti ini adalah praktisi terkuat sebelum digantikan oleh seseorang...” ujar Lunae sambil menunduk.

Mira tahu kalau yang dimaksud Lunae adalah sang Scarlet Cloak Warrior Zon. Tetapi ia tak tahu apa alasannya kenapa posisi Shoun ini bisa digantikan oleh Zon.

“Intinya, aku hanya harus melatih seluruh tubuhku sampai pada batasnya agar bisa menembus Self Forging tingkat ke-15?” tanya Mira.

“Satu lagi, kau harus mengumpulkan Mana dalam jumlah besar untuk menghancurkan Divine Root yang lama dan membuat Divine Root yang memiliki elemen yang sama dengan milikmu terdahulu...”

***

Hari sudah malam dan tiga murid Zon tak menampakkan hidung mereka di hadapannya.

“Apa mereka ketiduran?” Tianyun mengelus dagunya.

“Tidak, mereka sepertinya berlatih...” jawab Zon.

“Darimana kau mendapat kesimpulan seperti itu?” Tianyun berniat membuka pintu rumah Ray, tetapi ditahan oleh Zon.

“Aku merasa kalau praktik ketiganya sudah meningkat, tetapi mereka belum mencapai World Foundation...” Zon memejamkan matanya.

“Baiklah kalau begitu, kita tinggalkan mereka disini sementara kita menatap bulan...” Tianyun menaikkan bahunya, “Bagaimana?”

“Kalau kita seperti ini terus, bisa-bisa Ray berpikir kalau ada hubungan lebih dari pertemanan diantara kita...” Zon memijat keningnya.

1
kayla
kirain rodanya brbntuk gunung
JJ opa
lanjut thor
Raysonic Lans™
omg
rere
Luar biasa
AL Vinoor
sangat disayangkan terlalu banyak istilah dlm bahasa asing,sehingga jadi pusing mengingatnya,mengapa tidak dipakai bahasa Indonesia saja.
Kangee: yuk mampir juga dikaryaku... Ling Tian
total 1 replies
John Singgih
untung sudah tamat bacanya yang itu
John Singgih
akhirnya tahu Ig author 😁😁😁
John Singgih
rupanya kisah hidup Ray yang diceritakan kepada anak-anaknya
John Singgih
kisah dibelakang game remaist online
John Singgih
rupanya sedang bahas tentang rancangan game ya...
John Singgih
eh ray masih belum halal tuh...
John Singgih
melawan Aldo dengan susah payah
John Singgih
liburan dengan teman-teman di pantai
John Singgih
wah romantisnya
John Singgih
syarat dari ayahnya Mira
John Singgih
Aldo datang menyerang eh menganggu
John Singgih
belajar apa belajar ?
John Singgih
sambutan dingin dari ayahnya Mira dan Aldo
John Singgih
dasar modusnya Ray
John Singgih
berkunjung ke sekolah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!