NovelToon NovelToon
Penguasa Para Dewa

Penguasa Para Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Kelahiran kembali menjadi kuat / Epik Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Angin malam berhembus dingin, membawa aroma pinus yang tajam menyapu halaman belakang sekte pinggiran. Lin Chen duduk bersila di atas batu basal yang dingin, menarik napas panjang. Malam ini terasa berbeda. Setelah bertahun-tahun menderita dan dihina oleh sesama murid, ia akhirnya bangkit dan menyadari satu kebenaran mutlak yang selama ini tertidur di dalam darahnya: tubuhnya sama sekali bukanlah sampah. Meridian yang selama ini tersumbat perlahan mulai beresonansi, menandakan ia telah melangkah mantap di tahap awal kultivasi, yakni ranah Penempaan Tubuh.

Ia membuka mata perlahan. Tepat pada saat itu, dari kejauhan di bawah cahaya bulan purnama yang pucat, pandangannya tertuju pada sesosok gadis yang sedang berdiri di anjungan tebing.

Gadis itu adalah Su Qingyue. Untuk pertama kalinya, Lin Chen melihatnya dari jarak sejauh ini, tampak sangat dingin dan cantik tiada tara, seolah-olah ia bukanlah makhluk yang berasal dari dunia yang fana ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5: Pertemuan di Mata Air

Kamar asrama luar yang ditempati Lin Chen dan Zhu Da tidak lebih dari sebuah gubuk kayu sederhana dengan dua ranjang bambu yang berderit setiap kali diduduki. Namun, pagi ini, ruangan sempit itu terasa berbeda. Zhu Da duduk di tepi ranjangnya, menatap tiga botol kecil berisi pil spiritual di atas meja kayu dengan mata berbinar-binar.

"Chen-ge, kau sungguh luar biasa!" seru Zhu Da, meninju angin dengan tangannya yang gemuk. "Kau melihat wajah Wang Hao tadi? Dia terbang seperti karung gandum! Ah, aku bisa membayangkan betapa tenangnya hidup kita bulan ini tanpa gangguan mereka."

Lin Chen hanya tersenyum kecil sambil mengambil salah satu botol. Ia membuka sumbat gabusnya dan menghirup aroma pil di dalamnya. Aroma herbal yang sangat tipis dan sedikit apak menyengat hidungnya. Ini adalah Pil Pengumpul Qi tingkat rendah, jatah standar untuk murid asrama luar.

"Hah! Benda bulat bau tanah ini berani kau sebut pil?" Suara Tua Hitam mendadak meledak di dalam kepala Lin Chen, penuh dengan nada jijik. Roh kuno yang bersemayam di dalam cincin hitam itu memang selalu sibuk mengomel dan menyombongkan masa lalunya. "Di zamanku, anjing penjaga gerbangku pun akan meludah kalau kuberi pil sampah macam itu! Buang saja, Bocah!"

"Bagi kita di sekte luar, ini adalah harta berharga, Tua Hitam," balas Lin Chen santai melalui telepati.

Tanpa ragu, Lin Chen menelan satu pil tersebut. Ia segera duduk bersila dan menutup matanya. Pil itu meleleh di tenggorokannya, berubah menjadi aliran energi tipis yang mengalir ke pusat Dantian.

Jika ini adalah Lin Chen yang dulu, meridiannya yang cacat akan menolak energi itu, membiarkannya menguap sia-sia. Namun sekarang berbeda. Tubuhnya sama sekali bukanlah sampah. Cincin Hitam di jarinya berdenyut, memancarkan panas yang menyaring kotoran dari pil tersebut. Energi murni meledak dan mengalir deras melintasi meridiannya. Hanya dalam hitungan menit, ia telah memperkuat pijakannya di ranah Penempaan Tubuh, memancarkan gelombang tenaga yang solid di sekujur ototnya.

Lapisan keringat hitam dan berbau busuk mulai merembes keluar dari pori-pori kulitnya. Itu adalah kotoran duniawi yang berhasil dikeluarkan dari tubuhnya.

"Ugh, bau apa ini?" Zhu Da menutup hidungnya. "Chen-ge, kau seperti baru saja mandi di kubangan lumpur babi!"

Lin Chen membuka matanya, merasakan tubuhnya seringan kapas namun sekeras baja. Ia tertawa pelan. "Aku akan pergi ke Mata Air Dingin di belakang gunung untuk membersihkan diri. Kau jaga kamar."

Kabut di Mata Air Dingin

Mata Air Dingin terletak di ceruk tersembunyi di gunung belakang sekte. Tempat ini jarang dikunjungi murid luar karena airnya yang sedingin es menusuk tulang. Bagi Lin Chen, tempat ini adalah lokasi yang sempurna.

Saat ia tiba, kabut tebal menyelimuti permukaan air. Namun, langkah Lin Chen terhenti ketika sayup-sayup ia mendengar suara pedang membelah angin.

Di atas sebuah batu besar di tengah mata air, berdiri sesosok bayangan putih. Ujung pedang tipisnya memancarkan embun beku yang membuat kabut di sekitarnya mengkristal dan berjatuhan seperti salju.

Itu adalah Su Qingyue.

Gadis itu tampak sangat dingin, cantik tiada tara, dengan jubah putih yang berkibar anggun seolah ia benar-benar bukan berasal dari dunia yang fana ini. Ia sedang berlatih sendirian, terisolasi dari hiruk-pikuk sekte.

"Peluang emas dari surga, Bocah!" Tua Hitam tiba-tiba berteriak girang di kepalanya. Roh kuno itu kembali melancarkan ilmu merayu yang salah kaprah. "Cepat lompat ke dalam air, berenanglah dengan gaya punggung ke arahnya, dan pamerkan gigimu! Wanita es paling suka pria yang berani basah-basahan menantang maut!"

Lin Chen memutar bola matanya. Jika ia melakukan saran konyol itu, Su Qingyue tidak akan terkesan; gadis itu pasti akan langsung memenggal kepalanya atau membekukannya menjadi balok es.

Lin Chen memutuskan untuk bersikap wajar. Ia berjalan perlahan ke tepi air yang agak jauh di hilir, sama sekali tidak berusaha mendekat atau mencari perhatian.

Suara langkah kaki di ranting kering membuat Su Qingyue menghentikan tarian pedangnya. Ia menoleh. Matanya yang jernih namun sedingin es menatap lurus ke arah Lin Chen. Su Qingyue adalah gadis yang selalu dingin seperti es, menganggap semua orang di sekitarnya sama saja. Biasanya, jika ada murid pria yang memergokinya berlatih, mereka akan langsung tersipu malu, tergagap, atau berusaha keras memujinya.

Namun, pemuda berlumuran lumpur hitam di seberangnya itu hanya menatapnya sekilas, mengangguk sopan sebagai tanda hormat sesama murid, lalu berbalik membelakanginya untuk mencuci wajah dan lengannya di tepi aliran air. Sama sekali tidak ada tatapan memuja, tidak ada basa-basi murahan.

Alis Su Qingyue sedikit berkerut. Ingatannya yang tajam mengenali wajah itu. Lin Chen. Murid luar yang selalu dihina dan dipukuli, orang yang disebut-sebut sebagai 'sampah' sekte.

Akan tetapi, aura pemuda itu hari ini... berbeda. Punggungnya tegap, tatapannya tenang, dan ada keteguhan tersembunyi yang belum pernah ia lihat sebelumnya pada murid sebayanya. Su Qingyue tidak mengatakan apa-apa. Ia hanya memutar tubuhnya, memasukkan pedangnya kembali ke sarungnya dengan gerakan gemulai, dan melangkah pergi menembus kabut, meninggalkan embusan angin dingin yang harum.

Ia memang menganggap semua orang sama, namun keteguhan hati yang samar-samar ditunjukkan Lin Chen hari ini meninggalkan sebuah jejak tipis di benaknya.

Sementara itu, Lin Chen membasuh wajahnya, menatap bayangannya di permukaan air.

1
Bernard
Mantap sekali Thor👍👍
mbono keling
💪💪💪👍👍👍👍💪💪💪👍👍👍
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
GEDE JAYANEGARA
bintang Toedjoe, obt sakit kepla
mbono keling
💪💪💪👍👍👍👍👍👍👍
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
mbono keling
👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪
Bernard
Pleaseee.., tolong di lanjut
Sang_Imajinasi: lanjut terus kok kak tiap hari jam 3 sore
total 1 replies
Arinto Ario Triharyanto
yoi
Bernard: Sangat bagus.., tolong lanjutkan 🙏
total 1 replies
saniscara_Patriawuha
gasss pollll manggg minnnn..
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
MyOne
Ⓜ️🙎🏻🙎🏻🙎🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🤨🤨🤨Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🔜🔜🔜Ⓜ️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!