NovelToon NovelToon
Tawaran Sang Raja Mafia

Tawaran Sang Raja Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Roman-Angst Mafia / Action
Popularitas:717
Nilai: 5
Nama Author: Andri Komara

Dia datang bukan untuk merebut kembali masa lalunya.
Dia datang untuk menghancurkan mereka yang mencurinya.

Tujuh tahun lalu, ia kehilangan segalanya dalam satu malam. Nama baiknya dihancurkan, keluarganya meninggalkannya, wanita yang dicintainya bersaksi melawannya, dan dunia percaya ia telah mati.

Namun, kematian itu hanyalah awal.

Kini ia kembali dengan identitas baru—lebih kaya, lebih dingin, dan jauh lebih berbahaya. Di balik senyum tenangnya, tersimpan rencana yang telah disusun selama tujuh tahun. Satu per satu orang yang pernah mengkhianatinya akan membayar harga yang tak pernah mereka bayangkan.

Tetapi semakin dekat pada balas dendam, semakin banyak rahasia yang terbongkar.

Bagaimana jika orang yang selama ini ia benci hanyalah pion?

Bagaimana jika dalang sebenarnya masih hidup... dan telah mengawasi setiap langkahnya sejak awal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andri Komara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 : Lompatan Waktu

#

Tujuh tahun. Kadang Rendra sendiri susah percaya, udah selama itu dia idup dengan nama ini, dengan wajah yang sama tapi jiwa yang, entah gimana caranya jelasin, udah jadi orang yang beda total dari anak muda yang dulu berdiri di podium peresmian pabrik, penuh harapan, penuh percaya sama dunia yang ternyata cuma nunjukin taringnya belakangan.

Alief Capital, yang dulu cuma perusahaan investasi kecil di lantai dua ruko tua, sekarang udah jadi jaringan yang jauh lebih gede dari yang pernah Rendra bayangin sebelumnya. Kantornya udah pindah beberapa kali, sekarang berpusat di sebuah gedung di Singapura, dengan cabang cabang kecil tersebar di Jakarta, Kuala Lumpur, sampe Ho Chi Minh City, dan yang paling penting, nyaris nggak ada yang tau siapa sebenernya sosok di balik semua itu.

Rendra Alief jadi nama yang cuma didenger lewat cerita cerita, lewat rumor rumor di kalangan investor, "orang yang analisisnya selalu tepat," "orang yang nggak pernah tampil di depan kamera," "orang yang katanya bisa nyium peluang bisnis dari jarak bermil mil sebelum orang lain sadar." Dia selalu ngirim perwakilan buat urusan urusan formal, rapat rapat penting, presentasi presentasi ke calon investor besar, dan dia sendiri, tetep di belakang layar, ngatur semuanya lewat jaringan yang cuma dia dan segelintir orang kepercayaan yang tau.

Kirana jadi tangan kanannya yang paling dipercaya, udah nggak lagi jadi orang yang cuma "ditugasin ngawasin" kayak dulu, tapi jadi partner yang beneran, meski masih ada bagian bagian dari masa lalunya yang, sampe sekarang, belum sepenuhnya dia buka ke Rendra. Bara jadi kepala divisi teknologi mereka, ngurusin sistem keamanan data dan analisis digital yang jadi tulang punggung strategi strategi Rendra. Dan Pak Wahyu, meski udah makin tua, masih jadi penasihat yang selalu Rendra mintain pendapat buat keputusan keputusan besar.

Om Timur sendiri, meski udah nggak sekuat dulu, masih tinggal di gubuk yang sama, deket sungai yang sama, tempat dulu dia nemuin Rendra hampir mati. Rendra masih rutin nyempetin waktu buat balik ke situ, kadang sebulan sekali, kadang lebih jarang kalo urusan bisnis lagi padet banget, dan tiap kali dia balik, Om Timur selalu nyambut dia dengan senyum yang sama, tenang, penuh kebanggaan yang jarang diucapin langsung.

Selama tujuh tahun itu, Rendra nggak pernah berenti ngumpulin info soal Hartono Group, soal Wisnu, soal Sasha, soal Broto, soal siapapun yang terlibat dalem tragedi yang ngancurin hidupnya. Dia tau, dari laporan laporan yang dikumpulin Bara, kalo Hartono Group sekarang lagi ngalamin masa masa sulit, utang yang menumpuk, beberapa proyek besar yang gagal, dan reputasi yang, meski di permukaan masih keliatan stabil, sebenernya udah keropos dari dalem.

Dia juga tau, Broto sekarang udah jadi direktur di salah satu divisi Hartono Group, tapi dari beberapa sumber, katanya dia sering keliatan gelisah, sering nyendiri, kayak orang yang masih dihantui rasa bersalah yang nggak pernah bener bener ilang. Sasha, katanya, udah nikah sama orang lain, tapi pernikahannya nggak keliatan bahagia, sering ada gosip soal dia yang sering keliatan sedih sendirian di acara acara sosial. Dan Wisnu, meski masih jadi kepala Hartono Group, keliatan makin tua, makin lelah, kayak orang yang lagi mikul beban yang makin lama makin berat.

Malem sebelum keberangkatannya balik ke Jakarta, Rendra duduk sendirian di apartemennya di Singapura, ngeliatin kota yang berkilauan lewat jendela gede, dan dia mikir, ini saatnya. Tujuh tahun dia bangun kekuatan ini, tujuh tahun dia nunggu, sabar, ngumpulin bukti demi bukti, koneksi demi koneksi, dan sekarang, dia ngerasa, dia udah cukup kuat buat balik, bukan sebagai Damar yang lemah dan gampang dijatuhin, tapi sebagai Rendra Alief, bayangan yang bakal ngebongkar semua kebusukan yang selama ini disembunyiin rapi rapi.

"Kirana," Rendra manggil, lewat telfon, "siapin semuanya. Kita balik ke Jakarta minggu depan."

"Kamu yakin?" Kirana nanya, suaranya di ujung telfon keliatan agak was was, "sekali kita balik, sekali kamu mulai gerak di Jakarta, nggak ada jalan buat mundur lagi, Rendra."

"Saya tau," Rendra jawab, tenang, "dan saya udah nunggu tujuh tahun buat momen ini. Saya nggak akan mundur."

Hari keberangkatan, Rendra duduk di kursi kelas bisnis pesawat yang bakal nerbangin dia balik ke Jakarta, kota yang udah tujuh tahun dia hindarin, kota tempat semua kenangan indah dan hancurnya jadi satu. Dia pake kacamata item, jas rapi, penampilan yang jauh beda dari Damar yang dulu, tapi matanya, kalo diliat lebih deket, masih nyimpen luka yang sama, luka yang cuma bisa sembuh kalo kebenaran akhirnya kebongkar.

Dia buka koran yang dikasih pramugari, iseng iseng, buat ngisi waktu selama penerbangan, dan matanya langsung tertumbuk ke satu headline di halaman depan.

"INVESTIGASI ULANG KASUS PABRIK HARTONO DIBUKA KEMBALI, OLEH JURNALIS WULANDARI KUSUMA."

Rendra berenti napas sebentar, ngeliatin nama itu, nama yang udah dia simpen di catetannya selama tujuh tahun, nama yang dulu cuma sekedar petunjuk kecil di dokumen due diligence, sekarang muncul lagi, tepat di hari dia mutusin buat balik ke Jakarta.

Dia baca artikel itu pelan pelan, dan dari situ dia tau, Wulandari, selama bertahun tahun, ternyata nggak pernah bener bener berenti nyelidiki kasus itu, meski udah kehilangan pekerjaan, meski artikelnya dulu ditarik paksa, dia tetep lanjut, dengan cara yang lebih hati hati, ngumpulin bukti demi bukti sendirian, dan sekarang, dia berhasil dapetin kesempatan buat nerbitin investigasi ulang itu di sebuah media besar yang akhirnya mau ngasih dia ruang.

Rendra nyender ke kursinya, ngeliatin awan awan putih di luar jendela pesawat, dan dia mikir, kebetulan macem apa ini, atau bukan kebetulan sama sekali, kalo di hari dia mutusin buat balik dan mulai gerak, ada orang lain yang juga, di waktu yang persis sama, mulai gerak balik ngejar kebenaran yang sama, dari arah yang beda sama sekali.

Dia nggak tau, apakah ini bakal jadi berkah, punya sekutu yang nggak sadar udah berjuang di jalur yang sama selama ini, atau malah bahaya, soalnya kalo Wulandari terlalu deket nemuin kebenaran sebelum Rendra siap ngungkapinnya sendiri, semua rencana yang udah dia susun tujuh tahun bisa jadi berantakan cuma gara gara satu artikel investigasi.

Tapi satu hal yang dia tau pasti, duduk di kursi pesawat itu, ngeliatin nama Wulandari Kusuma tercetak jelas di koran yang dia pegang, jantungnya berdebar dengan cara yang beda dari biasanya, cara yang udah lama banget nggak dia rasain, sejak dulu, sejak sebelum semuanya hancur.

Pesawat itu terus terbang, ngebawa Rendra Alief, ngebawa Damar yang tersembunyi jauh di dalem dirinya, pulang ke kota yang udah ngerampas segalanya darinya, dan kali ini, dia bersumpah, dia nggak akan pulang sebagai korban lagi.

1
Vie
pasti dia sangat tertekan juga dihantui rasa bersalah seumur hidupnya tentang Damar dulu.. 😥
Vie
tetap semangat Damar... 👍🏼👍🏼💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻
Vie
mungkin dia mencium sesuatu yang janggal dari kasus tersebut, makanya dia tidak berhenti mencari kebenaran kejadian tersebut. apalagi sampai merenggut banyak nyawa, termasuk nyawa Damar... 🤔🤔
Vie
mereka juga mungkin sama aadalah korban juga... karena harus berbohong jadi mereka tenggelam dalam penyesalan tak berujung karena meninggalnya Damar
Vie
oohh pantesan dia ngorbanin Damar dulu mungkin kah karena ini juga?
Vie
nah... gitu.. tetaplah jaga hatimu jangan sampai berubah, apapun yang terjadi... sebab kepercayaan kalau sudah rusak maka akan sulit untuk kamu dapatkan kembali...
Vie
dia merasakan juga apa yang kamu rasakan.. apakah mungkin dia juga sama nasibnya.. mungkin tidak beda jauh dengan kamu....
Vie
nanti juga kamu bakalan nemu jawaban nya sendiri👍🏼👍🏼..
Vie
waaahh beneran gila sih kalau emang beneran gitu... dia seolah hanya dipaksa untuk bekerja mencari hal baru, dan setelah ketemu dibuang gitu aja kayak gak berharga 🤦🏼‍♀️🤦🏼‍♀️🤦🏼‍♀️ manusia emang lebih menyeramkan daripada hewan buas sekalipun, malah lebih buas dari hewan buas sekalipun 🤦🏼‍♀️🤦🏼‍♀️🤦🏼‍♀️
Vie
dan itu yang lebih berbahaya... karena yang bermain adalah otak yang tidak ada jejak fisik nya, karena tidak akan meninggalkan bekas ditubuh...
Vie
ooohhh.... mungkin kah ini alasan kecil dibalik semua kejadian yang menimpa Damar? 🤔🤔
Vie
nah gitu dong.. 👍🏼👍🏼
Vie
nah. begitulah kalau orang yang gak pernah atau jarang berbohong.. sekalinya bohong, dia harus puter otak dulu yang lamaaaaa buat nyari alasan yang tepat juga logis, walaupun hati sudah dag dig dug mau pecah biar bisa dipercaya🤭🤭 tapi kalau orang yang pintar bohong, hanya satu detik dia udah punya jawaban untuk menutupi kebohonganya... tapi orang jujur malah susah untuk hidup aman dan tenang, tapi orang yang gak jujur malah hidupnya tenang2 aja 🤦🏼‍♀️🤦🏼‍♀️
Vie
dan apakah ini adalah kakek nya Damar ya??
Vie
waahh siap tuh Ariel.. yng pasti bukan Noah ataupun ngu ah🤭🤭 apakah dia ayah yang sebenarnya Damar 🤔🤔🤔menarik.... 👍🏼👍🏼
Vie: cari aman kah kak? 😂😂
total 2 replies
Vie
ya... mungkin semua itu pasti ada yang menjadi penyebab utamanya dari semua kejadian yang menimpa Damar....
Vie
waaahh.. siapa tuh???
Vie: iya tau bukan Ariel Noah kok 🤭
total 2 replies
Vie
what 😱😱😱..
Vie: why 🤭🤭
total 2 replies
Vie
sok lah kamu harus bisa pecahin teka teki kehidupan mu sendiri Damar... 💪🏻💪🏻👍🏼👍🏼
Vie
iihh kasian juga si Sahsa jadi korban juga... nih. sebenarnya siapa sih yang punya niat jahat...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!