NovelToon NovelToon
CERITA KITA

CERITA KITA

Status: tamat
Genre:Komedi / Bad Boy / Tamat
Popularitas:853.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Lisa

Reysha, gadis SMA yang menyelinap ke sekolah lain dengan menyamar sebagai instruktur cheerleader karena kecintaanya pada cheerleader. Disana dia justru bertemu Lukar, cowok yang pernah mempermainkannya lewat sebuah taruhan cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah nama

Sebenarnya bukan maksud Lukar untuk menghindari Reysha. Tapi dia merasa enggak perlu terlalu dekat dengan gadis itu lagi.  Apalagi tentang Diko. Dia yakin sahabatnya itu masih menyukai Reysha yang dulu jadi mantannya. Karena hal itu juga yang mendasari Lukar untuk meminta maaf.

Lukar juga mengurangi sering main ke kelas Diko. Dia tidak ingin lagi penasaran bagaimanakah seorang Reysha sebenarnya. Bukan tidak ingin. Tetapi TERPAKSA tidak ingin. Kalau mau jujur, Lukar masih sangat penasaran dengan gadis itu.

smu 21

jam 14.25 wib

halaman parkir sekolah

Lukar melihat Rega aneh. Hari ini dia tampak bersemangat. Rambut tersisir rapi. Seragam juga rapi. Walaupun enggak serapi anak anak paling rajin di sekolah. Tapi untuk kategori Rega itu sudah rapi.

" Kau terlihat....sangat rapi, " puji Lukar sambil memperhatikan Rega secara keseluruhan.

" Oh, ya. " Rega mencoba cool.

" Kau pasti mau ketemuan sama seseorang. " Bimo melihat dengan curiga.

" Tidak, " Rega ngeles.

" Cewek ya. " Lukar mencoba menggodanya juga.

" Bukan. "

" Yuki ya.. " Bimo membuka rahasia.

Blush. Muka Rega merah. Dia jadi salting. Bimo ngikik.

" Siapa Yuki? "

Rega semakin salting saat Lukar menyebut nama itu. Bimo makin ngakak. Rega ingin memukuli Bimo yang terus menerus membuka rahasia.

" Aish, Kau ini...gak bisa tutup mulut! " Rega geram. Dan Lukar takjub lihat ekspresi Rega yang bisa memerah karena Bimo menyebut sebuah nama. Hanya sebuah nama lho! Tapi memang benar. Kadang cukup dengan nama saja membuat kita gugup.

Jreng!

Di karenakan itu Rega sampai di depan gerbang sma 21 dengan mereka berdua. Lukar dan Bimo. Padahal rencananya, Rega  bakal nyamperin gadis itu sendirian. Bukan tidak setia kawan. Tapi Ini bukan cuma nyamperin yang biasa.  Ini agak spesial, bro! Enggak bagus jadinya kalau pertemuan yang baru ke tiga ini berantakan gara-gara mereka berdua. Apalagi Bimo yang gak  bisa tutup mulut.

Sebenernya Rega agak was-was ngajak si Lukar. Kharisma cowok itu nanti bisa memudarkan pesonanya yang tidak seberapa. Bisa bisa si Yuki malah suka sama Lukar daripada dia.

Aaarggghhhh!

Rega berteriak memberontak dalam hati. Tapi apa daya. Mereka tetap ikut.

Semua sepakat memakai luaran supaya menutupi identitas sekolah mereka. Etika antar pelajar bila berkunjung ke sekolah lain. Apalagi dalam situasi tidak resmi seperti ini. Dalam situasi resmi saja apabila melihat seragam orang lain memasuki halaman sekolah semua mata langsung menatap tajam. Bisa menjadi adegan provokatif bila memaksa menunjukkan identitas diri dalam lingkungan sekolah lain.

Walaupun begitu mereka enggak sampai harus memakai masker mulut segala layaknya idol korea kesukaan Bimo. Rega memakai jaket warna hijau army. Bimo memakai sweater warna biru. Sementara Lukar memakai jumper merah maroon.

Mereka mulai memasuki halaman smu 21. Terlihat lengang. Mungkin karena waktu jam pulang sekolah. Tapi Yuki bilang sekitar jam 2 an banyak anak latihan ekskul. Sepertinya jadwal ekskul hampir sama setiap sekolah. Yah sekitar jam 2 an gitu.

" Kamu juga kenal, Bim? "

" Siapa? "

" Cewek yang namanya Yuki "

" Enggak "

" Kok tahu kalau Rega bakal ketemuan sama Yuki "

" Dia sempat keceplosan tadi " Bimo menepuk pundak Rega yang jalan di depan sambil ketawa-ketawa. Rega melengos sebal.

Sekolah ini ternyata luas juga. Masuk pertama tadi ada sebuah taman, seukuran 4x ukuran kelas sekolah pada umumnya. Di sekolah ada sebuah taman, bukankah sangat mewah?

Trus sekarang terlihat lapangan basket di sebelah kiri dan lapangan seak bola ada di kanan.

Samar samar ada suara musik mengalun.

" Fira, lebih semangat! Isna, gerakannya kurang lebar! " terdengar aba-aba yang tegas dan jelas dari arah lapangan basket.

" Mungkin dia ada di sana..." tunjuk Rega ke arah lapangan basket. Bimo antusias. Gegara fista enggak ada kelanjutan soal perkenalan sama anggota cheerleadernya.

" Yu..ki itu anak basket? " tanya Lukar sambil mengeja nama cewek yang sedang di cari Rega . Kepala Rega menggeleng.

" Bukan...dia anak cheerleader "

"O...."

Ternyata memang benar ada cewek-cewek yang latihan koreografi. Mereka bertiga menunggu di pinggir lap. dengan motor mereka. Untung saja tidak ada anak basket smu 21 latihan.

" Mirna! Berapa kali harus di bilangin, jangan keluar dari formasi! " teriak seorang cewek yang berada di depan mereka.

Dia sedang memberi aba-aba dan arahan.

Tidak kelihatan wajahnya karena membelakangi Rega dan yang lain. Sepertinya dia adalah kapten cheerleader bukan instruktur. Untuk seorang instruktur cheerleader dia kelihatan terlalu muda.  Karena sepertinya dia se umuran dengan Lukar.

Cewek yang di sebut meringis karena ketahuan kalau keliru.

" Ulangi! Dari awal! "

Rupanya kapten sangat tegas. Mereka jadi harus mengulangi atraksi dan juga semua gerakan dari awal. Semuanya di lakukan ber ulang-ulang.

Seseorang melambai.

Huwaaaa!!!

Rega menjerit kegirangan dalam hati melihat Yuki melambai.

" Anak itu, yang namanya Yuki? " Bimo ikut melihat cewek yang di maksud Lukar.

" Boleh juga..." ujar Lukar sambil senyum.

Mendengar komentar positif dari Lukar, Rega kembali was-was. Seneng, karna cowok selevel Lukar bilang lumayan. Berarti pilihannya adalah tepat. Sedih, bagaimana kalau Lukar juga tertarik sama Yuki? Mustahil melawan visual Lukar yang menawan. Rega heboh sendiri dalam pikiran.

Lukar melirik. Rega pias. Cemas dan khawatir. Sebenarnya Lukar paham, dia hanya ingin godain si Rega.

" Rega bisa kalang kabut Kar...kalau kamu juga ikutan deketin Yuki " Bimo ketawa.

" Berhenti. Istirahat dulu..." kata Kapten cheer memberi waktu rehat. Yuki menghampiri Rega yang duduk di luar lapangan basket yang di kelilingi pagar kawat.

Rega berjalan menghampirinya dengan agak lambat karena gugup. Meskipun berkeringat karena latihan yang extra ketat Yuki tetap kelihatan ceria. Rega ngeliatnya sambil tersipu juga. Ya elah....ni anak bisa begitu pisan, euy!

" Kenalin teman-teman ku, " kata Rega.

Lukar tersenyum sopan saat Yuki melihatnya.

" Mereka temenku, satu tim sepakbola. " Rega mengenalkan.

" Aku Yuki " Dia mengulurkan tangan.

" Lukar "

" Bimo. Bisa kenalin temanmu yang lain? "

Rega menatap tajam enggak setuju dengan sikap Bimo. Dia takut sikap seperti itu membuat image-nya turun. Yuki tersenyum.

" Iya nanti kalau sudah selesai latihan ya " Yuki orang yang ramah.

" Gak apa-apa kan aku kesini? " tanya Rega khawatir.

" Pokoknya jangan ketahuan aja sama anak-anak sini sih. " Rega manggut-manggut.

Lukar melihat ke arah lapangan basket. Dimana gadis yang memberi aba-aba tadi berdiri. Lukar jadi ingat seseorang kalau lihat gadis itu.

" Ada yang menarik, Kar. Kok melihat kesana terus? " tegur Bimo yang lihat Lukar seperti tertarik melihat ke arah lapangan basket. Lukar menggeleng.

Memang ada yang menarik. Seseorang. Dia sedang ngapain ya siang ini. Bodoh! Kenapa jadi kepikiran sama Reysha.

" Yuki...Kapten kamu sepertinya hebat. " kata Bimo tiba-tiba. Dia sengaja bahas ini karena melihat Lukar yang sepertinya tertarik dengan cewek yang sekarang sedang main hape itu. Lukar melihat Bimo.

" Kapten? " Yuki bingung.

" Iya. Yang tadi mengoreksi gerakan gerakan itu lho "

" Dia? " tunjuk Yuki. Bimo mengangguk.

" Kalian hebat bisa mandiri tanpa pelatih atau instruktur " puji Rega ikut bahas. Lukar diam saja.

Karena dengan gerakan dan atraksi seperti itu harus ada yang mengarahkan. Sejak tadi enggak ada sosok pelatih di lapangan. Mereka hanya mengandalkan kapten mereka.

" Ada. Kita punya instruktur cheerleader kok. Nanti aku, kenalin deh.. " Yuki tersenyum.

" Memangnya enggak apa-apa? " Rega ragu kalau harus ke sana. Rega penuh dengan ke khawatiran.

" Iya. Instruktur ku baik kok "

Lukar melihat lagi. Gadis kapten cheer dengan ikat kuncir kuda itu melangkahkan kakinya menuju pintu keluar. Sambil terus menatap hapenya dia berjalan.

Deg,

Deg,

Deg,

Deg,

Jantung Lukar berdetak kencang.

" Kak! " panggil Yuki ke arah dia. Langkahnya terhenti dan noleh. Semua terkejut. Yuki menghampiri gadis yang di panggilnya 'Kak' itu, dan mengajaknya mendekat.

" Kenalin ini instruktur aku, " ujar Yuki memperkenalkan. Tapi semua orang diam, apalagi Lukar. Orang yang di kenalkan sebagai instruktur itu adalah.......Reysha!

🌷 🌷 🌷 🌷

b.e.r.s.a.m.b.u.n.g

1
pawon ngebul
kakak othor akuh kecewa g ama lukar😩
LisA: 😁😁😁😁😁
total 1 replies
pawon ngebul
kakak othor q suka semuaaa karyamu tapi tidak yang satu ini
gamu thor pokoknya reysa hrs sm lukar
sedih smpe trauma liat judul ni gmw baca gy uda kadung baper😩
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah bahagianya kalo hubungan direstui.. Akhirnya Reysha bisa bahagia juga..🤲🤲🤲👍👍
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk Ternyata Ugi takut kena tikung..🤣🙏🤣
Qaisaa Nazarudin
Kalo Lukar bersikap Tegas untuk menolak Perjodohan itu,Dengan alasan penolakan dia udah punya Cewek,juga gak bakalan terjadi lho perjodohannya,Tapi nyatanya Lukar juga diam bae..
Qaisaa Nazarudin
Nah kan udah ku duga..Ini Pesta Ultahnya Cewek ganjen..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Jangan bilang ini pesta ultahnya Fista ceweknya Diko..
Qaisaa Nazarudin
Yalah mending trrbuka kayak Lukar, Dari pada Pengecut kayak kamu..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Ehem ehem suap suapan..Diko HATI mu masih aman kan? Gak kebakar kan?? 🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
😂😂😂Namanya juga anak cowok kan pa..gak luka ya lebam...🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwk mampos gak tuh..Siapa aja juga akan dapat menebak permainan kalian,kalangan pertemanan kalian malah menembak Mantan salah satu teman sendiri,ufah pasti ada apa2 nya..Orang BODOH aja yg hak paham oermainan kayak gitu..Good job Reysha..👏👏👏👍👍👍💪💪
Qaisaa Nazarudin
Lha emangnya apa sangkut pautnya,kerja sambilan dengan pihak sekolah,Kan diluar jam sekolah,gak ada larangan nya Lho..
Qaisaa Nazarudin
Tega banget mempermainkan perasaan Cewek,Coba tempatkan kakak/adik perempuan kalian diposisi tu cewek,Gimana rasanya..
Qaisaa Nazarudin
Aku lebih demen baca novel ALUR nya ANAK SEKOLAHAN,Serasa balik lagi ke sekolah..heee..hak ada mikirin biaya hidup kayak Alur cerita dewasa..
fitra andriyani
jodo e ugi
fitra andriyani
rani menggunakan kekuasaan bpk e
fitra andriyani
ugi lebih jentel
aliya
bagus..suka..
Maya Sari Niken
bab ini agak bingung
fifid dwi ariani
trus sukses
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!