NovelToon NovelToon
Warisan Dewa Kematian: Naga Bintang & Hantu Pedang

Warisan Dewa Kematian: Naga Bintang & Hantu Pedang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Fantasi Timur / Anak Genius
Popularitas:431.5k
Nilai: 5
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita tentang seorang remaja yang dianggap sebagai generasi muda terkuat saat ini. Ia tidak hanya kuat, ia juga kaya. Semua ia dapatkan berkat campur tangan gurunya.

Takdir mempertemukannya pada seorang pendekar misterius. Pendekar itu sangatlah kuat, walaupun tingkahnya agak sembrono.

Di kemudian hari ia akan mengetahui identitas dari pria itu. Petualangan mereka berdua akan sangat seru dan penuh intrik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengapa Gao Rui Menguasai Jurus Itu

Aura di sekitar tubuh Zhan Hu langsung berputar semakin liar. Gelombang tenaga dalam berwarna merah kehitaman menyelimuti bilah pedangnya hingga hujan yang jatuh di sekitarnya seolah menguap sebelum sempat menyentuh tanah.

"Pedang Pembantai Seratus Arwah!"

Wuuush!

Zhan Hu melesat ke depan. Pedangnya berkelebat berkali-kali dalam sekejap, menciptakan puluhan bayangan tebasan yang saling bertumpuk.

"Semuanya akan berakhir!"

Clang! Clang! Clang!

Puluhan tebasan menghujani Gao Rui tanpa henti. Tanah di sekeliling mereka terus terbelah. Batu-batu kecil beterbangan ke segala arah.

Namun, tatapan Gao Rui tetap tenang. Ia menggerakkan pedangnya dengan ritme yang nyaris sempurna.

Clang!

Satu tebasan dipatahkan.

Clang!

Tebasan kedua dibelokkan.

Clang! Clang! Clang!

Dentang logam terus bergema memenuhi Desa Qinghe. Setiap serangan mematikan milik Zhan Hu berhasil diredam sebelum sempat mengenai tubuh Gao Rui.

Bahkan bayangan-bayangan pedang yang tampak mustahil dihindari itu perlahan menghilang satu demi satu.

"Apa...?!"

Mata Zhan Hu membelalak.

"Jurusku... dipatahkan?!"

Belum sempat ia menarik napas...

Wush!

Gao Rui justru melangkah maju. Kini, giliran dirinya yang menyerang. Ia mengangkat pedangnya perlahan.

"Jejak Pedang."

Wuuush!

Dalam sekejap tubuh Gao Rui lenyap dari hadapan Zhan Hu.

"Hilang?!"

Pupil mata Zhan Hu mengecil.

Srak!

Rasa perih tiba-tiba muncul di bahu kirinya. Belum sempat ia menoleh...

Sret!

Sebuah luka baru kembali muncul di lengan kanannya.

"Apa?"

Srak!

Goresan lain kembali muncul di punggungnya. Tubuh Gao Rui bergerak begitu cepat hingga hanya meninggalkan bayangan-bayangan samar yang berkelebat dari berbagai arah.

Srak!

Sret!

Srak!

Setiap kali sosok Gao Rui muncul sesaat, selalu ada luka baru yang tercipta di tubuh Zhan Hu. Darah mulai bercampur dengan hujan.

"Brengsek!"

Zhan Hu mengayunkan pedangnya membabi buta ke segala arah. Namun, yang dibelahnya hanyalah udara kosong.

Wush!

Srak!

Satu goresan kembali muncul di dadanya.

"Aaargh!"

Zhan Hu buru-buru melompat mundur sambil terengah-engah. Tatapannya dipenuhi ketidakpercayaan.

"Mustahil..."

Ia menunduk melihat luka-luka tipis yang kini memenuhi tubuhnya.

"Aku... tidak hanya kalah adu kekuatan..."

Ia mengepalkan pedangnya erat.

"...aku bahkan kalah adu kecepatan dengan seorang bocah?"

Kata-kata itu terasa begitu sulit keluar dari mulutnya.

Di belakangnya, para anggota Kelompok Serigala Darah yang masih tersisa ikut membeku.

"Pemimpin..."

"Terdesak?"

"Bagaimana mungkin..."

"Itu Zhan Hu!"

"Pendekar Raja Tahap Menengah!"

Namun yang mereka lihat justru membuat tubuh mereka semakin dingin.

Setiap beberapa tarikan napas...

Srak!

Selalu ada luka baru muncul di tubuh pemimpin mereka. Semakin lama, pakaian Zhan Hu berubah merah oleh darahnya sendiri.

Di kejauhan, Sha Nuo sama sekali tidak memedulikan keadaan Zhan Hu. Tatapannya hanya tertuju pada Gao Rui.

Ia memperhatikan betul, setiap langkah, setiap putaran tubuh, dan setiap perubahan arah tebasan. Semakin lama ia memperhatikan, semakin kuat perasaan aneh di dalam hatinya.

"Itu..."

Bibir Sha Nuo bergerak pelan.

"Tidak salah lagi..."

"Gaya pedang itu..."

Ia mengepalkan tangan yang memegang gagang payung.

"Itu benar-benar gaya pedang milik Tuan Muda Boqin Changing."

Tatapannya semakin tajam.

"Bagaimana mungkin Gao Rui bisa menggunakan gaya bertarung yang begitu mirip?"

Berbagai kemungkinan mulai bermunculan di benaknya.

"Apakah Gao Rui pernah bertemu dengan Tuan Muda?"

"Atau... nungkinkah ia memiliki hubungan khusus dengannya?"

Namun beberapa saat kemudian, Sha Nuo menggelengkan kepala pelan.

"...Tidak."

"Belum tentu."

"Mungkin... ini hanya perasaanku saja."

Meski demikian, pandangannya kepada Gao Rui kini telah berubah sepenuhnya. Sekarang Sha Nuo benar-benar ingin mengetahui asal-usul bocah yang berdiri di tengah hujan itu.

Dalam pertarungan ini Zhan Hu nampak terengah-engah. Darah menetes dari ujung pedangnya, bercampur dengan air hujan yang terus mengguyur Desa Qinghe.

Dadanya naik turun dengan keras. Tatapannya tidak lagi dipenuhi kesombongan seperti sebelumnya. Kini, yang tersisa hanyalah amarah dan keterpaksaan.

"Brengsek..."

Ia melangkah mundur beberapa langkah, berusaha mengambil jarak dari Gao Rui.

Tap! Tap! Tap!

Setelah cukup jauh, Zhan Hu menghentikan langkahnya. Wajahnya berubah muram.

"Aku benar-benar terdesak sampai sejauh ini..."

“Aku terpaksa menggunakan jurus itu."

Aura merah kehitaman kembali meledak dari tubuhnya. Kali ini jauh lebih pekat dibandingkan sebelumnya.

Angin berembus semakin kencang. Hujan yang turun di sekeliling tubuhnya seolah terpental oleh tekanan tenaga dalamnya.

Di sisi lain, Gao Rui tidak mengejar. Ia hanya berdiri tenang sambil memegang pedangnya. Tatapannya mengamati setiap perubahan aura lawannya.

"..."

"Bersiap mengeluarkan jurus pamungkas..." Gao Rui bergumam pelan.

Perlahan, ia mengangkat pedangnya hingga sejajar dengan bahunya. Tenaga dalamnya mulai mengalir ke seluruh bilah pedang.

Tidak ada ledakan aura yang mencolok. Namun justru ketenangan itulah yang membuat suasana menjadi semakin mencekam.

Semua orang menahan napas. Zhan Hu menggertakkan giginya.

"Ini adalah jurus yang telah menemaniku membunuh ratusan pendekar!"

Ia mengangkat pedangnya tinggi ke langit.

"Pedang Pemutus Langit Berdarah!"

Boom!

Tenaga dalam merah kehitaman meledak hebat.

"Lihat baik-baik dan matilah!"

Wuuush!

Zhan Hu melesat. Kecepatannya jauh melampaui sebelumnya.

Dalam satu tarikan napas, ia telah muncul tepat di depan Gao Rui. Pedangnya ditebaskan lurus ke bawah.

Di saat yang sama, tatapan Gao Rui tetap tenang. Ia menarik napas perlahan. Lalu, mengangkat pedangnya.

"Tebasan Neraka."

Wush!

Tidak ada ledakan besar. Tidak ada bayangan pedang raksasa. Hanya satu tebasan sederhana.

Namun saat pedang itu diayunkan... Udara di sekelilingnya mendadak menjadi sunyi. Seolah seluruh dunia berhenti bergerak untuk sesaat.

Claaaaaaaaaang!

Dua bilah pedang akhirnya bertemu.

Suara benturan logam yang memekakkan telinga menggema ke seluruh Desa Qinghe. Gelombang kejut dahsyat menyapu ke segala arah.

Boom!

Rumah-rumah di sekitar medan pertempuran berguncang. Air hujan terpental membentuk dinding air raksasa.

"..."

Sesaat, tak seorang pun mampu melihat apa yang terjadi di balik percikan tenaga dalam yang memenuhi udara.

Lalu...

Krek...

Sebuah suara retakan terdengar.

Mata Zhan Hu membelalak.

"Tidak..."

Krek! Kraak!

Pedangnya.. retak. Retakan itu menjalar dari ujung bilah hingga ke gagangnya.

"Tidak mungkin!"

Prang!

Pedang Zhan Hu hancur berkeping-keping. Pupil matanya mengecil.

Pedang Gao Rui tidak berhenti.

Srak!

Kilatan dingin melintas begitu cepat.

"..."

Tubuh Zhan Hu membeku. Ia masih berdiri beberapa saat. Matanya terbuka lebar. Mulutnya sedikit bergerak.

"Aku..."

Belum sempat kalimat itu selesai...

Bruk!

Tubuhnya roboh ke tanah berlumpur. Darah perlahan mengalir keluar, bercampur dengan air hujan. Pemimpin Kelompok Serigala Darah tewas.

"..."

Suasana desa mendadak menjadi sunyi. Tidak ada satu pun suara.

Semua orang hanya menatap tubuh Zhan Hu yang telah tergeletak tak bernyawa. Mereka bahkan belum sempat memahami apa yang baru saja terjadi.

"Se... selesai?"

"Itu saja?"

"Pertarungan tadi..."

"Berakhir... secepat itu?"

Beberapa penduduk desa mengucek mata mereka berulang kali. Mereka mengira pertarungan ini akan berlangsung sengit dan panjang.

Namun kenyataannya, begitu Gao Rui mengeluarkan jurusnya semuanya langsung berakhir. Bahkan terasa begitu mudah.

"Itu..."

"Menakjubkan..."

Di sisi lain wajah para anggota Kelompok Serigala Darah berubah pucat pasi.

"Pemimpin..."

"Tewas..."

"Bagaimana mungkin..."

"Itu Zhan Hu..."

"Pendekar Raja Tahap Menengah..."

Tak sedikit yang tanpa sadar mundur beberapa langkah. Tangan mereka mulai gemetar.

Harapan terakhir mereka, baru saja terbunuh di depan mata.

Sementara itu Sha Nuo masih berdiri mematung di bawah payung hitamnya. Tatapannya sama sekali tidak tertuju kepada mayat Zhan Hu. Melainkan kepada Gao Rui. Lebih tepatnya kepada jurus yang baru saja digunakan bocah itu.

"..."

Bibir Sha Nuo sedikit bergetar.

"Tebasan Neraka..."

Ia mengenal jurus itu.

Jurus yang dikeluarkan Gao Rui barusan bukan sekadar mirip. Bukan sekadar menyerupai.

Itu adalah Tebasan Neraka yang sama. Jurus yang hanya pernah ia lihat digunakan oleh satu orang.

"Tuan Muda..."

Suara Sha Nuo terdengar hampir tak terdengar.

"Boqin Changing..."

Tatapannya dipenuhi keterkejutan yang belum pernah muncul selama bertahun-tahun.

"Di dunia ini..."

"...setahuku hanya Tuan Muda Chang yang menguasai teknik pedang itu."

Keraguan yang sejak tadi memenuhi benaknya mulai perlahan menghilang. Digantikan oleh satu pertanyaan besar yang terus bergema di dalam pikirannya. Apa sebenarnya hubungan Gao Rui dengan Boqin Changing?

...********...

Bonus:

1
🍁FAIZ❣️
paman nuo kereeeen
🍁FAIZ❣️
bantai semuanya jangan sisakan satu pun paman
Adek Darmansyah
masih sakit kah Thorr
Boqin Changing: masih....
total 1 replies
eka suci
pemimpin lembah iblis menyerang disaat yanluo ngga ada yg ngga sadar tangan kanan dewa Kematian ada disana
Sarip Hidayat
waah
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
paman Nuo terbawa emosi gara2 LAN Suya terluka🤣👍memang benar cinta membutakan semua nya🤣🤣👍
Slamet Subagio
lembah iblis darah, apakah berhubungan dgn keluarga Pei juga 🤔🤔🤔
Nanik S
Rui"er bawa bibimu.... betapa hangat hati LAN Suya👍👍👍💪💪💪
Nanik S
Boooooom..... cambuk Paman Nuo seperti ular yang tidak akan membiarkan mangsanya lolos
tariii
😍😍😍😍😍😍😍
mbono keling
💪💪💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍👍👍
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Paman Nuo gregetan 🔥🌽
budiman
satu mawar 🌹
Jeffie Firmansyah
paman Nuo marah besar kekasih titisannya hampir terbunuh🤭🤣🤣🤣
tenang Paman Nuo turun tangan, pasti semua beres dan aman... dan seterusnya
tinggal panen cincin ruang
Bubat Garage Reborn
☕️dulu othor..
Zainal Arifin
joooooooosssss 🤣🤣🤲🤲😍
Maria Sayem
Kasihan! Kekaisaran Zhou sedang diserang,! Sedang pelindung kekaisaran saat ini sedang bertarung juga d kekaisaran lain. Wah....makin seru ini? Thor ......sudah sehat kah?
Markinyo: kliatannya boqin bkn pelindung kaisar zou deh
total 1 replies
rangga f4f4n4nd4
sehat selalu thoorrr
Mamat Stone
💪
Mamat Stone
👊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!