NovelToon NovelToon
Muara Hati Azalea

Muara Hati Azalea

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Naik ranjang/turun ranjang / Pengasuh / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

🏆 JUARA 2 YAAW 2026 PERIODE 1 🏆

Seminggu kematian mertuanya, Azalea dijatuhi talak oleh Reza, dengan alasannya tidak bisa memberikan keturunan kepadanya. Padahal selama tiga tahun pernikahan, Reza tinggal di kota, sementara Azalea tinggal di kampung mengurus mertuanya yang sakit-sakitan.

Azalea memutuskan untuk merantau ke kota mencari pekerjaan. Ketika hendak menyebrang, Azalea melihat gadis kecil berlari ke tengah jalan, sementara banyak kendaraan berlalu lalang. Azalea pun berlari menyelamatkan gadis kecil itu.

Siapa sangka gadis kecil itu adalah Elora, putri dari mendiang kakaknya yang meninggal tiga tahun yang lalu.

Enzo, mantan kakak iparnya meminta Azalea menjadi pengasuh Erza dan Elora yang kekurangan kasih sayang.

Di kota Azalea menemukan banyak kebenaran tentang Reza, mantan suaminya. Lalu, tentang Jasmine, mendiang kakak kandungnya.

Ketika Azalea akan pergi, Enzo mengajaknya nikah. Bukan karena cinta, tetapi karena kedua anaknya agar tidak kehilangan kasih sayan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Pagi itu, Erza bangun lebih awal dari biasanya. Ia duduk di tepi ranjang sambil menatap map gambar yang sudah ia siapkan sejak semalam. Di dalamnya ada krayon kesayangannya, raut pensil, dan satu lembar kertas kosong yang akan menjadi medan perjuangannya hari ini.

Hari ini ia akan mengikuti lomba mewarnai mewakili TK-nya. Namun, yang paling membuat dadanya berdebar bukanlah lomba itu sendiri, melainkan satu harapan kecil yang ia simpan rapat-rapat.

“Mommy ....” Erza berdiri di ambang pintu dapur, menatap Azalea yang sedang menyiapkan sarapan. “Daddy bisa datang, kan?”

Azalea berhenti mengaduk sayur. Ia menoleh dengan senyum lembut, meski hatinya langsung terasa berat.

“Daddy sedang berusaha, Kak.”

Di ruang keluarga, Enzo sedang berbicara di telepon dengan Ramon. Nada suaranya serius, alisnya berkerut. “Tidak bisa diubah?” tanyanya pelan.

Jawaban di seberang membuatnya terdiam lama.

“Baik,” ucap Enzo akhirnya. “Kita lanjut sesuai jadwal.” Telepon ditutup.

Enzo menoleh dan mendapati Erza berdiri tak jauh darinya. Anak itu tidak menangis. Tidak juga merengek apalagi ngamuk, hanya menatapnya dengan mata yang penuh harap dan itulah yang justru paling menyakitkan.

“Daddy ....” Erza mendekat. “Daddy jadi datang, kan?”

Enzo berlutut agar sejajar dengan putranya. Tangannya ragu-ragu mengusap bahu kecil itu.

“Maaf, Kak,” ucapnya jujur. “Daddy ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggal.”

Wajah Erza meredup. “Oh.” Hanya itu yang keluar dari mulutnya. Ia mengangguk pelan, lalu berbalik menuju kamar tanpa berkata apa-apa lagi.

Hati Enzo terasa diremas. Ekspresi putranya menunjukkan rasa kecewa dan sedih.

Azalea yang menyaksikan semuanya dari kejauhan segera menghampiri Erza di kamar. Ia duduk di samping putranya, mengusap rambutnya perlahan. “Erza kecewa?” tanyanya lembut.

Erza menggeleng, tapi matanya berkaca-kaca. “Enggak. Daddy tidak bisa datang karena harus kerja.”

Azalea tersenyum, lalu memegang kedua tangan Erza. “Justru karena itu, Erza harus melakukan yang terbaik.”

Erza menoleh.

“Kalau Erza menang, Mommy akan videokan semuanya. Nanti Daddy lihat,” lanjut Azalea. “Dan Daddy akan bangga sekali punya anak yang berani dan berusaha.”

Erza terdiam. Lalu ia mengangguk pelan. “Aku mau Daddy bangga.”

Azalea memeluknya erat. “Yang semangat, ya, Sayang!”

Di lokasi lomba, suasana ramai oleh anak-anak TK dengan seragam warna-warni. Orang tua berkumpul di sisi lapangan, membawa kamera dan ponsel.

Azalea menggandeng Erza di tangan kiri dan Elora di tangan kanan. Anak laki-laki itu terlihat bersemangat, sementara gadis kecilnya melompat-lompat kecil di samping mereka, sambil membawa balon.

“Semangat, Kak!” seru Elora mengepalkan tangan ke atas.

Azalea tersenyum dan mengeluarkan ponselnya. “Mommy rekam dari sini, ya.”

Langkah Azalea terhenti ketika ia melihat sosok yang sangat dikenalnya. Nadia, wanita itu berdiri tak jauh, mengenakan gaun mencolok dan kacamata hitam besar. Di sampingnya, seorang anak perempuan berseragam TK berdiri sambil memegang krayon.

Di waktu yang bersamaan, Nadia juga melihat Azalea. Senyum sinis langsung terbit di bibirnya. Dia menelisik penampilan Azalea.

“Wah,” ucap Nadia lantang tanpa basa-basi. “Pengasuh zaman sekarang makin berani ya. Datang ke acara sekolah pakai gaya kayak nyonya rumah.”

Beberapa orang menoleh. Azalea tetap tenang. Ia merapikan jilbabnya pelan. “Ada yang salah dengan berpakaian rapi?” tanyanya lembut.

Nadia terkekeh. “Kamu lupa diri apa gimana? Wanita mandul sepertimu, ngapain sok jadi ibu di depan umum begini?”

Suasana di sekitar mendadak hening. Elora memeluk kaki Azalea, dia merasa bingung ketika semua orang melihat ke arahnya.

Azalea menatap Nadia dengan sorot mata tenang, tidak marah juga tidak gemetar.

“Terima kasih sudah mengingatkan,” ucap Azalea pelan tapi jelas. “Aku memang tidak melahirkan Erza.” Ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan senyum tipis, “Tapi aku merawat, mendidik, dan mendoakannya setiap hari. Dan bagiku, menjadi ibu bukan soal rahim, tapi soal tanggung jawab.”

Beberapa ibu mengangguk setuju. Wajah Nadia berubah mengeras dan senyumnya hilang.

Azalea menunduk sedikit, menatap anak Nadia. “Semoga anakmu juga menang hari ini.”

Lalu, Azalea berbalik tanpa menunggu jawaban. Tidak lupa Elora berjalan di sampingnya dengan langkah buru-buru seakan ingin menjauh dari kerumunan itu.

Nadia tercekat. Dia sudah dibuat malu di hadapan banyak pasang mata.

Lomba dimulai. Anak-anak duduk rapi di meja kecil mereka. Erza memegang krayon dengan percaya diri. Azalea berdiri di belakang garis pembatas, merekam dengan ponselnya.

“Bismillah,” bisik Erza sebelum mulai mewarnai.

Azalea menahan napas, dadanya hangat melihat putranya begitu fokus. “Daddy pasti bangga,” gumamnya sambil terus merekam.

Waktu berlalu. Waktu pengumuman pun tiba.

“Juara pertama lomba mewarnai … Erza Adrian Kaiser!”

Erza terpaku sejenak. Lalu matanya membulat. “Aku juara satu?” tanyanya tak percaya.

Sorak-sorai terdengar. Azalea menutup mulutnya, air mata haru menggenang.

Erza naik ke panggung kecil, menerima piala dan piagam. Tangannya gemetar, tetapi senyumnya begitu lebar.

Begitu turun dari panggung, dia mencari Azalea di antara kerumunan. “Mommy!” teriaknya.

Azalea mengangguk sambil tersenyum, mengangkat ponsel lebih tinggi. “Daddy lihat ini nanti,” bisiknya.

Sore harinya, Enzo membuka pesan di ponselnya saat jeda rapat. Sebuah video masuk dari Azalea. Ia menekan putar. Tampak Erza berdiri di panggung, memegang piala dengan bangga.

“Daddy ....” Suara Erza di video terdengar jelas. “Aku juara satu.”

Enzo menelan ludah. Dadanya sesak dan mata berkaca-kaca. Dia benar-benar menyesal tidak berada di sana. Dia juga baru menyadari, anak yang dulu sering ia abaikan kini tumbuh menjadi anak yang kuat. Dan itu karena Azalea.

Enzo menutup ponselnya, menarik napas panjang. “Aku bangga padamu, Kak,” gumamnya lirih.

Sementara di rumah, Erza memeluk piala kecilnya sambil tersenyum bahagia. Dia menyimpan satu kebanggaan yang akan ia ingat seumur hidup.

1
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
nah inilah kenapa jangan makan uang haram, atau ngambil suami orang, jadi nggak berkah kan idup nya 🙏☺️
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah setidaknya lea dr keluarga baik2 bukan hasil anak gundik yg ngerebut kebahagiaan keluarga orang kayak yg ngatain 🙏🙂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bayangin aja udah sejahat apa dia sm lea tp suami nya lea mutasi dia aja masih baik banget di boyong se-nadia & nadin nya 😊
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
udah kalah di duit kalah juga dr dia ngetreat lea di masalalu, kok bisa semantep itu ngajak rujuknya wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kenapa ada manusia manusia modelan begini di muka bumi ini sih wkwk suka banget ngasih kesimpulan dr apa yg di liat trus di omong2in ke orang2 😩 capek2 di buat dr debu sm Tuhan masa fungsi nya cuma ghibah 😌
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ih makasih lho mbak nad udah ngambil cowo medhit nan kikir ini wkwk kalo bisa jangan di lepas ya biar jd ladang pahala mbak nad seumur hidup biayain laki medhit ini 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
sumpah ini kalo enzo ketemu sm reza pasti otak dia bayangin sekecil apa punya reza 🤣😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
random sih tp lucu banget "berdiri mami elsa yg duduk di kursi roda" 😅 bayangin berdiri sambil duduk 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ternyata oma elsa kalo waras bijak banget, bangga deh oma 😊
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
paham sih enzo ngalamin kayak birthday blue karena ngingetin dia sama hr kematin mendiang isteri, tapi di sisi nya si anak dia juga berhak di rayakan walapun hr lahir nya juga harus membersamai hr meninggal nya ibu nya, toh ga ada manusia di dunia ini yg pengen hr lahirnya juga jd hari kematian orang yg di sayang 🙂🙏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Aah i see, dia jd trauma sama orang2 dr kampung atau di anggap miskin karena di anggap selalu jadiin "nikah sm orang kaya" sebagai jalan pintas bahkan sampe jd simpenan. Tapi semoga di bisa liat ketulusannya lea sama keluarga dia ☺️
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
yeee bilang aja situ medhit, orang isteri sendiri masa di bilang numpang hidup 😒 lah ibu mu juga numpang idup dong dr bapak mu 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
oalah pantesan, akhirnya terjawab sudah pertanyaan ku wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah jd beneran mertua nya jasmine sm adek nya jasmine ga kenal? 😅 penasaran banget pas nikahan dulu emang si jasmine ga ngenalin keluarga nya apa gimana
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kok kenalan lagi sih emang pas kakak lu dilamar sampe nikahan ni keluarga ga saling kenalan kah? 🤔
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
hah gimana sih bukannya ini mama mertua nya jasmine kakak nya lea kan? emang dia pas nikahan jasmine sm enzo ga ketemu sama keluarga menantu nya sampe adek dr menantu nya ga ngenalin? 🤔
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kalo emang si reza sama nadia selingkuh ya udahlah ya tapi masalahnya ini dia pake jabatan nya dia buat bikin orang yg ga ada masalah personal sm dia jd ga bisa kerja, bener2 ya 😒
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
biarin aja bude, coba dia ganti isteri pengen tau rejeki nya masih sama apa enggak 😏 kata orang kan beda pasangan beda rejeki, nah kalo habis ini dia kere brati bener doa isteri nya yg bikin rejeki dia deres 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
e paijo satu muka bumi juga tau kalo cari yang susah, kalo gampang ga ada yg ga bisa sekolah, penggangguran juga ga bakal banyak lagian ngatain diam di rumah lu pikir ibu lu yg sakit itu yang ngurusin siapa? lelembut kah, jelas2 isteri nya ngurusin orangtua ni laki gemblung 😒
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
baru juga bab awal udah pengen ngata2in sja 🙂 si kocak alasannya karena isteri nya ga hamil padahal dia sendiri sadar kalo ldm, gua kalo jd tetangga nya gua yg maki2 ni orang, si tolil emang 😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!